konsep strategi belajar mengajar

Download Konsep Strategi Belajar Mengajar

Post on 09-Jan-2016

19 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Konsep Strategi Belajar Mengajar

TRANSCRIPT

KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJARPENGERTIAN STRATEGI BELAJAR MENGAJARsuatu garis-garis besar haluanpola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajarstrategi dasar dalam perwujudan kegiatan belajar mengajarMengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah lakuMemilih system pendekatan belajar mengajarMemilih dan menetapkan prosedur, metode dan tekhnik belajar mengajarMenetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilanKLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR MENGAJAR Tabrani Rusyan:Konsep Dasar Setrategi Belajar MengajarSasaran Kegiatan Belajar MengajarTujuan nasional, tujuan institusional,tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khususBelajar Mengajar Sebagai Suatu Sistemseperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan

Hakikat Proses Belajartujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap

Entering Behavior SiswaHasil kegiatan belajar tercermin dalam perubahan perilakuguru mengetahui tentang karakteristik perilaku anak didik saat mereka belajarPola-pola Belajar SiswaRobert M. Gagne :Belajar tipe 1 : Signal Learning (Belajar Isarat)proses penguasaan pola-pola dasar perilaku bersifat involuntary (tidak disengaja dan tidak disadari tujuannya)

Stimulus Respons Learning (Belajar Stimulus Respons)Belajar dengan trial and error (mencoba-coba)Chaining (Rantai atau Rangkaian)Menghubungkan satuan ikatan S-R (Stimulus-respons)prinsip kesinambungan, pengulangan, dan reinforcement tetap penting bagi berlangsungnya proses chaining

Verbal Association (Asosiasi Verbal)Bentuk yang paling sederhana adalah bila diperlihatkan suatu bentuk geometris dan sia anak dapat mengatakan Bujur sangkar atau mengatakan itu bola saya, bila dilihat bolanya

Discrimination Learning (Belajar Diskriminasi)Anak didik mengadakan seleksi dan pengujian diantara dua perangsang atau sejumlah stimulus yang diterimanya, kemudian memilih pola-pola respons yang dianggap paling sesuai

Concept Learning (Belajar Konsep)Berdasarkan kesamaan cirri-ciri dari sekumpulan stimulus dan objek-objeknya, anak akan membentuk suatu pengertian atau konsepRule Learning (Belajar Aturan)belajar membuat Generalisasi, hukum, dan kaidahsiswa belajar mengadakan kombinasi berbagai konsep dengan mengoperasikan kaidah-kaidah logika formalAnak didik dapat menemukan konklusi tertentu yang mungkin selanjutnya dipandang sebagai rule : Prinsip, dalil, hukum, kaidah dan sebagainyaProblem Solving (Pemecahan Masalah)Merumuskan dan menegaskan masalahMencari fakta pendukung dan erumuskan hipotesisMengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkanMengadakan pengujian atau verifikasiMEMILIH SISTEM BELAJAR MENGAJAREnquiry Discovery LearningSimulationProblem StatementData CollectionData processingVerificationGeneralizationEkspository Learningguru menyajikan materi pembelajaran yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematis, dan lengkap

Prosedur:PreparasiApersepsiPresentasiResitasi

Mastery LearningDr. Suharsimi Arikunto (1988;35) mengemukakan kegiatan ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu :kegiatan pengayaan kegiatan perbaikanMengganti metode mengajar dengan metode mengajar lainMenyuruh membaca buku-buku sumber yang mengandung konsep yang samaPeer-tutor (tutor sebaya)

Humanistic Educationteori belajar yang menitikberatkan upaya untuk membantu siswa agar sanggup mencapai perwujudan dirinya guru hendaknya tidak membuat jarak terlalu tajam dengan siswa sebagai siswa senior yang selalu siap menjadi sumber atau konsultan berbicaraPengorganisasian Kelompok BelajarSatu orang : konsep belajar mengajar tutorial, pengajaran berprogram, studi individual (independent study)2-20 orang, : bisa diskusi atau seminar. Menggunakan metode klasikal (class room teaching).lebih dari 40 orang : Metode belajarnya adalah kuliah atau ceramah.IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJARPerencanaan instruksionalOrganisasi belajarMenggerakan anak didikSupervisi dan pengawasanPenelitian yang lebih bersifat penafsiran (assessment)Tahap-tahap pengelolaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar dapat diperinci sebagai berikut :Perencanaan Menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimanaMembatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaankerjaMengambangkan alternatif-alternatif.Mengumpulkan dan menganalisis informasi.Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusanPengorganisasianMenyediakan fasilitas, perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukanPengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.Merumuskan, menetapkan metode, dan prosedur.Memilih, mengadaan latihan dan pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber lain yang diperlukanPengarahan Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinciMemprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana dan pengmbilan keputusanMengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifikMembimbing, memotivasi dan melakukan supervisi

Pengawasan Mengevalusi pelaksanaan kegiatan, dibandingkan dengan rencanaMelaporkan penyimpanan untuk tindakan koreksi dan merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saranMenilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhdapa penyipangan-penyimpanganDalam perumusan tujuan instruksional khusus perlu dipertimbangkan hal-hal :Kemampuan dan nilai-nilai apa yang ingin dikembangakan pada diri siswaBagaimana cara mencapai tujuan itu secara bertahap atau sekaligusApakah perlu menekankan aspek-aspek tertentuSeberapa jaug tujuan itu dapat memenuhi kebutuhan perkembangan siswaApakah waktu yang tersedia cukup untu mecapai tujuan-tujuan ituDalam pengaturan ruang belajar perlu diperhatikan :

Ukuran dan bentuk kelasBentuk serta ukuran bangku dan meja siswaJumlah siswa dalam kelasJumlah siswa dalam tiap kelompokJumlah kelompok dalam kelasKomposisi siswa dalam kelompok, yang pandai, yang kurang pandai, jenis kelamin laki-laki dan perempuanDalam penyusunan anggota kelompok perlu pertimbangan antara lain :

Kegiatan belajar apa yang akan dilaksanakanSiapa yang menyusun anggota kelompok, guru, siswa, atau guru dan siswa bersama-samaAtas dasar apa kelompok itu disusun Apakah kelompok itu selalu tetap atau berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan cara belajar

Pengelompokan siswa dapat dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu :Menurut kesenangan bertemanMenurut kemampuanMenurut minatProses belajar yang bermakna adalah proses belajar yang melibatkan berbagai aktivitas para siswa. Untuk itu guruharus berupaya untuk mengaktifkan kegiatan belajar tersebut. Upaya yang dapat dilakukan guru antara lain :Melalui KaryawisataMelalui SeminarEVALUASI1. Jelaskan secara singkat dan jelas 4 strategi dasar dalam belajar mengajar.2. Sistem belajar mengajar apa yang anda ketahui. Berikan pengertian secara singkat.3. Mengapa tujuan belajar mengajar penting untuk ditetapkan.