konsep rancangan rpjmn 2010-2014 dan persiapan penyusunan renstra knpp 2010-2014

Click here to load reader

Post on 21-Jan-2016

53 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KONSEP RANCANGAN RPJMN 2010-2014 DAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENSTRA KNPP 2010-2014. Arah Pembangunan Jangka Panjang: PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA. Sumberdaya Manusia yang Berkualitas Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdayasaing Global Penguasaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Iptek - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

  • KONSEP RANCANGAN RPJMN 2010-2014 DAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENSTRA KNPP 2010-2014

  • *Arah Pembangunan Jangka Panjang:PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSASumberdaya Manusia yang BerkualitasPerekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdayasaing GlobalPenguasaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Iptek Sarana dan Prasarana yang Memadai dan MajuReformasi Hukum dan Birokrasi

  • **Tahapan Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025

  • **Membaiknya kondisi aman dan damai di berbagai daerah Indonesia meningkatnya kemampuan dasar pertahanan dan keamanan negaraMeningkatnya kesadaran dan penegakan hukum tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan HAM, serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional.Mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih demokratis pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah serta penguatan peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan bangsa. Kondisi yang Ingin Dicapai dalam RPJMN 2010-2014 (8 sasaran)

  • *Meningkatnya posisi penting Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar dengan keberhasilan diplomasi di fora internasionalPeningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih murah, cepat, transparan, dan akuntabel yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah.

  • *6.Meningkatnya kesejahteraan rakyat yang ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator pembangunan SDM, a.l.:meningkatnya pendapatan per kapita; menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai dengan berkembangnya lembaga jaminan sosial; meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat yang didukung dengan pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang mantap; meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat;

  • *meningkatnya kesetaraan gender; meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan, dan perlindungan anak; terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk; menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu, antarkelompok masyarakat, dan antardaerah; dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa; makin mantapnya nilai-nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya dan karakter bangsa.

  • *7. Meningkatnya daya saing perekonomian melalui:penguatan industri manufaktur penguatan pembangunan pertanian dan peningkatan pembangunan kelautan dan sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah secara terpadu;pengembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi; percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha; peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan; penataan kelembagaan ekonomi yang mendorong prakarsa masyarakat dalam kegiatan perekonomian.

  • *Pengembangan jaringan infrastruktur transportasi, serta pos dan telematika; Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya bioenergi, panas bumi, tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya untuk kelistrikan; Pengembangan sumber daya air dan pengembangan perumahan dan permukiman. Pengembangan industri kelautan yang meliputi perhubungan laut, industri maritim, perikanan, wisata bahari, energi dan sumber daya mineral secara sinergi, optimal, dan berkelanjutan.

  • *8. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup terus dikembangkan melalui:Penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang disertai dengan menguatnya partisipasi aktif masyarakat; Terpeliharanya keanekaragaman hayati dan kekhasan sumber daya alam tropis lainnya yang dimanfaatkan untuk mewujudkan nilai tambah, daya saing bangsa, serta modal pembangunan nasional pada masa yang akan datang; Penguatan kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan; Pembangunan kelautan sebagai gerakan yang didukung oleh semua sektor;Peningkatan kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang

  • *IV. Pembangunan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dalam Rancangan RPJMN 2010 - 2014

  • *BUKU IPENGARUSUTAMAAN GENDER (1)Pengarusutamaan (mainstreaming) gender dalam pembangunan adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan Indonesia dalam mengakses dan mendapatkan manfaat pembangunan, serta meningkatkan partisipasi dan mengontrol proses pembangunan.

    Pengarusutamaan gender (PUG) dilakukan dengan mengintegrasikan perspektif (sudut pandang) gender ke dalam proses pembangunan di setiap bidang.

  • *BUKU I PENGARUSUTAMAAN GENDER (2)Penerapan pengarusutamaan gender akan menghasilkan kebijakan publik yang lebih efektif untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh penduduk Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan.

    Piranti analisis yang dapat digunakan untuk strategi pengarusutamaan gender antara lain adalah Alur Kerja Analisis Gender (Gender Analysis Pathway GAP).

    Dengan demikian pengintegrasian gender ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran di tingkat pusat dan daerah akan membuat pengalokasian sumber daya pembangunan menjadi lebih efektif dan adil dalam memberi manfaat kepada perempuan dan laki-laki.

  • *BUKU IIBAB I. BIDANG PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA DAN KEHIDUPAN BERAGAMASub Bidang:

    Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

  • *KONDISI SAAT INI (1)Peningkatan GDI dan GEM yang terutama disebabkan oleh: meningkatnya angka melek aksara perempuan usia 15 tahun ke atas dari 88,4 persen pada tahun 2006 menjadi 89,2 persen pada tahun 2007;meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan dari 48,63 persen pada tahun 2006 menjadi 49,52 persen pada tahun 2007.

    Semakin tinggi jenjang eselon, semakin tinggi perbedaan komposisi antara laki-laki dan perempuan. Menurut data BKN (2008), dari 246.993 orang yang menduduki jabatan eselon I sampai eselon V di Indonesia, - 21,40 persen yang dijabat oleh perempuan - 8,71 persen yang eselon 1 dijabat oleh perempuan

  • *KONDISI SAAT INI (2)Peran perempuan pada lembaga yudikatif masih rendah - hakim 20 % - hakim agung 18 % - jaksa 26,8 % Perlindungan perempuan: - telah ditetapkan UU No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT, UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi beserta berbagai peraturan pelaksanaannya. kurang optimalnya pencapaian pembangunan di bidang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tersebut perlu ditingkatkan melalui upaya pemantapan kelembagaan PUG di semua bidang pembangunan.

  • *PERMASALAHAN (1)Kurang optimalnya pelaksanaan PUG dalam pembangunan, serta penguasaan terhadap sumber daya, terutama antarprovinsi dan antarkabupaten/kota; Kurang optimalnya peran dan partisipasi perempuan di bidang politik, jabatan-jabatan publik, dan di bidang ekonomi, yang ditunjukkan dengan rendahnya nilai IDG (GEM); Kurang optimalnya pemenuhan hak perlindungan bagi perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; Masih terdapatnya Peraturan perundang-undangan yang bias genderKurang optimalnya penerapan piranti hukum, piranti analisis, dan dukungan politik terhadap kesetaraan gender sebagai prioritas pembangunan;

  • *PERMASALAHAN (2)Kurang memadainya kapasitas kelembagaan dalam pelaksanaan PUG, terutama sumber daya manusia dan ketersediaan serta penggunaan data terpilah menurut jenis kelamin dalam siklus pembangunan;

    Kurang optimalnya pemahaman mengenai konsep dan isu gender serta manfaat PUG dalam pembangunan, terutama di kabupaten/kota; dan

    Masih rendahnya antisipasi dampak perubahan iklim, krisis energi dan krisis ekonomi, bencana alam serta konflik sosial, serta penyakit-penyakit baru dan penyakit lama yang muncul kembali, terhadap perempuan.

  • *SASARAN PEMBANGUNANMeningkatnya kualitas hidup dan peran perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, politik, dan ekonomi termasuk akses terhadap penguasaan sumber daya;

    Meningkatnya pemenuhan hak-hak perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasaan, dalam bentuk upaya-upaya pencegahan, pelayanan, dan pemberdayaan; dan

    Meningkatnya efektivitas kelembagaan PUG dalam melaksanakan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, serta pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi di tingkat nasional dan daerah.

  • *ARAH KEBIJAKAN

    Peningkatan kualitas hidup, peran, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan, melalui harmonisasi kebijakan dan pelaksanaannya di semua tingkat pemerintahan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan;

    Peningkatan pemenuhan hak-hak perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasaan dalam bentuk upaya-upaya pencegahan, pelayanan dan pemberdayaan; dan

    Pengurangan kesenjangan gender dengan memperkuat upaya penerapan strategi PUG termasuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran di tingkat pusat dan daerah.

  • *FOKUS PRIORITAS

    Peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan;Peningkatan pemenuhan hak-hak perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; dan Peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

  • *Fokus Prioritas 1Peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunanKegiatan prioritas:1.1.Peningkatan kualitas hidup perempuan di sub-bidang pendidikan, a.l.,1.1.1. Menurunkan tingkat buta aksara (latin) bagi perempuan usia 15 24 tahun1.1.2. Meningkatkan partisipasi sekolah dasar, menengah, dan tinggi1.1.3. Menurunkan angka putus sekolah