konsep produk unggulan

Click here to load reader

Post on 06-Jul-2018

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Defenisi produk unggulan masih belum ada kesepakatan. Secara konsep, juga terdapat perbedaan
antara produk dan komoditas unggulan, walaupun banyak pendapat yang menyamakan kedua hal tersebut.
Namun jika dilihat secara saksama maka produk dapat diartikan sebagai hasil olahan bahan baku atau olahan
komoditas. Sedangkan komoditas adalah sesuatu yang berasal langsung dari alam atau hasil dari alam
(secara alamiah). Padi, rotan, cengkeh, kelapa sawit, ikan adalah komoditi. Dikatakan produk jika komoditi ini
sudah diolah secara lanjut padi diolah menjadi kue atau tepung, rotan diolah menjadi furniture, cengkeh diolah
menjadi rokok, kelapa sawit diolah menjadi minyak kelapa sawit dan ikan diolah menjadi ikan kaleng. !aik
produk atau komoditi yang ada, belum tentu disebut produk atau komoditi unggulan suatu daerah. "al ini
disebabkan, untuk disebut unggul maka diperlukan syarat#syarat atau karakteristik khusus.
$enurut $artani "useini (pencetus %onsep S&%&#S&%'), %omoditas unggulan adalah komoditas yang
memberikan nilai tambah dan sumbangan pendapatan tertinggi pada suatu perekonomian daerah. Pendapat
dari $artani "useini ini didasari pada aspek nilai dan kontribusi suatu komoditas produk. %omoditas yang
memberikan nilai tambah tertinggi sepanjang rantai nilai dan memberikan kontribusi terbesar dari suatu
perekonomian daerah adalah komoditas unggul. Sehingga untuk mengetahui komoditas yang memberikan nilai
tambah maka perlu dianalisis dengan dua pendekatan yaitu pendekatan pohon industri dan rantai nilai (value
chain).
Pohon industri suatu komoditas pada dasarnya menggambarkan urutan suatu komoditas dari komoditas
awal sampai produk akhir. *ontoh + komoditas pala (layer ), diolah menjadi minyak asirin (layer -) dan
kemudian minyak asirin diolah menjadi bahan obat#obatan (layer ). Selanjutnya untuk menentukan nilai
tambah maka digunakan konsep /alue chain (rantai nilai), dengan cara kita menghitung nilai dari tiap layer.
*ontoh + untuk komoditas pala, layer (untuk kg kering pala) seharga 0p. 12.222, jika diolah menjadi minyak
asirin, untuk satu kg pala akan bernilai 0p. -2.222, dan jika keseluruhan minyak asirin ini diolah menjadi obat#
obatan maka akan bernilai 0p.-22.222. berdasarkan pendapat dari $artani "useini maka obat#obatan ini yang
memiliki nilai tambah lebih besar sehingga disebut sebagai komoditas produk unggulan. 3ntuk syarat kedua,
yaitu sumbangan pendapatan tertinggi pada suatu perekonomian daerah, dapat dianalisis dari nilai eksport
pada komoditas produk pala dan turunannya. 4ika nilai eksport lebih besar pada produk layer 3 maka produk
itu disebut unggul. Namun yang menjadi masalah adalah ketika suatu komoditas (pada layer  ) tidak
seluruhnya menggunakan input bahan baku pada layer  -, sehingga walaupun memiliki value added  yang tinggi
namun secara total rendah. &tau walaupun memiliki value added  tinggi, namun hanya dikuasai oleh beberapa
orang atau perusahaan saja, tidak melibatkan masyarakat banyak (tidak mengakar di masyarakat).
.  
-.  'idak semua daerah sukses dalam pengembangan komoditas unggulan di daerahnya.
.  Penentuan komoditas unggulan dapat dilakukan dengan metode yang berbeda#beda.
!ank indonesia memiliki sudut pandang lain dalam penentuan komoditas unggulan, yaitu menggunakan
potensi dasar sehingga dapat dikatakan unggul,yaitu +
.   &spek pasar dan pemasaran untuk memastikan bahwa komoditas yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan
baik.
 &spek teknik dan produksi untuk menentukan kapasitas produksi daerah sekaligus pengendalian kualitas hasil
produksi.
.   &spek sosial ekonomi dan lingkungan untuk menentukan daya dukung sumber daya ekonomi daerah serta
kaitannya dengan lingkungan.
 &spek manajemen dan legalitas untuk menjamin kelancaran proses produksi komoditas unggulan
8/16/2019 Konsep Produk Unggulan
6.  
 &spek keuangan untuk memastikan dukungan dana yang cukup bagi pelaksanaan proses produksi.
Defenisi dari !ank ndonesia sudah lebih luas dan relatif lebih detail dalam mendefenisikan produk
komoditas unggulan. !ukan semata#mata hanya bersifat aspek ekonomi tetapi sudah melibatkan aspek pasar 
dan manajemennya serta aspek tehnik produksi dan pembiayaannya (keuangan). Namun kriteria yang
banyak digunakan oleh pemerintah daerah terhadap penentuan komoditas unggulan adalah produk khas
daerah, memiliki jumlah unit usaha relatif banyak dibanding komoditas lain, banyak menyerap tenaga kerja dan
memenuhi kepentingan beberapa dinas daerah yang terkait. 'erlepas dari persyaratan itu, konsep produk atau
komoditas unggulan sebenarnya lahir di 4epang.
Pada tahun 787, "iramatsu,9ubernur daerah :ita di 4epang memperkenalkan pendekatan OVOP (one
villagee on product ) atau satu desa, satu produk. 'ujuan dari pendekatan ini adalah untuk membangun daya
saing suatu desa atau wilayah tertentu. Pendekatan ini didasari pada keyakinan bahwa daya saing suatu desa
(daerah) akan dapat dibangun jika desa yang bersangkutan memfokuskan kegiatan masyarakat di sana untuk
menghasilkan satu produk yang dipandang merupakan produk unggulan desa tersebut. %onsep ini diadopsi di
'hailand dengan nama OTOP (one tamboon / desa, one product ). $aulana (-2+ 8).
kelebihan dari :;:P adalah dapat dihindarinya persaingan tidak sehat diantara desa#desa bertetangga
karena setiap desa dapat mengembangkan produk unggulan yang saling berbeda dan karenanya dapat
mengisi pasar yang sama tampa harus bersaing secara langsung. Dengan demikian maka kejenuhan pasar 
akibat membanjirnya produk yang sama dipasar dapat dicegah.
 %elemahan dari :;:P adalah terciptanya kemungkinan bahwa suatu desa menjadi terlalu sibuk
dengan produk unggulannya sehingga melupakan kemungkinan atau peluang adanya produk potensial lain
yang mungkin dikembangkan. %ekhawatiran yang lain adalah bahwa suatu desa menjadi terlalu berorientasi
pada produk masa kini dan mengabaikan peluang untuk mengembangkan produk masa depan yang
barangkali pada saat ini belum diterima pasar atau belum memberikan keuntungan financial yang memadai,
meskipun dimasa mendatang produk tersebut justru dapat menjadi tulang punggung perekonomian warga
desa. $aulana (-2+ 8)
Pada dasarnya, kompetensi inti dibangun atas dasar produk komoditas unggulan, namun tidak semua
produk komoditas unggulan dapat menjadi suatu kompetensi inti suatu daerah. Dan bisa jadi suatu
kompetensi inti daerah, bukan berasal dari produk unggulan daerah tersebut. "al ini disebabkan, defenisi dari
kompetensi inti yang lebih luas dan detail ketimbang produk komoditas unggulan.
$enurut departemen perindustrian ( -228+ <</i), kompetensi inti adalah suatu kumpulan yang
terintegrasi dari serangkaian keahlian dan teknologi yang merupakan akumulasi dari pembelajaran, yang akan
bermanfaat bagi keberhasilan bersaing suatu bisnis. Dalam perspektif ekonomi regional, kompetensi inti
adalah kemampuan suatu daerah untuk menarik in/estasi dari luar daerah itu, baik in/estasi asing maupun
in/estasi dalam negeri serta memfasilitasi perekonomian yang menghasilkan nilai tambah.
Defenisi ini sebenarnya dikutip dari pendapat "amel dan Prahalad (776). Defenisi ini dan banyak
defenisi kompetensi inti lainnya, bersandar pada aspek integrasi antara keahlian dan teknologi yang dihasilkan
dari proses pembelajaran, yang kemudian membentuk daya saing, yang karakteristiknya sulit ditiru oleh
pesaing atau daerah lainnya.
Defenisi ini juga mirip dengan pendapat dari 'jahajana, dalam artikelnya tentang +
kebijakan pengembangan industri nasional dalam rangka perkuatan kompetensi inti daerah
(dalam departermen perindustrian, -228+7), merumuskan kompetensi inti sebagai kumpulan yang terintegrasi
dari serangkaian keahlian dan teknologi yang merupakan akumulasi dari pembelajaran, yang akan bermanfaat
8/16/2019 Konsep Produk Unggulan
bagi keberhasilan bersaing suatu bisnis. %ompetensi inti dapat dipandang sebagai suatu hasil dari
pembelajaran kolektif, sebagai penyelarasan arus teknologi, tentang kerja organisasi dan penghantaran nilai
kepada pelanggan, sebagai komunikasi, keterlibatan dan komitmen yang mendalam terhadap kerja lintas batas
organisasi.
!erdasarkan kedua defenisi diatas maka kompetensi inti lahir dari aspek keahlian dan teknologi yang
unik, yang sulit ditiru pesaing dan berakar di suatu wilayah atau daerah serta laku dan memiliki daya saing
berkelanjutan di pasar. %eahian dan teknologi ini dihasilkan oleh suatu akumulasi pembelajaran dalam kurun
waktu yang relatif lama. 4adi berakar dari masyarakat dan industri yang ada disuatu daerah atau wilayah.
Departemen perindustrian ( -228+<</ii), menyatakan pengembangan kompetensi inti daerah didasarkan atas
potensi komoditi unggulan yang dimiliki suatu daerah = sejauh mana industri pengolahan di daerah tersebut
berkembang (seringkali industri yang ada %$ dan home industri).
Suatu komoditas unggulan atau suatu industri unggulan tidak akan dikatakan memiliki kompetensi inti
 jika pengembangannya bersifat tradisional. Dalam arti bahwa sifat tradisional ini menggunakan teknologi dan
keahlian yang sederhana, sehingga mudah dicontoh oleh pihak lain dalam pengembangannya serta memiliki
nilai tambah yang rendah. *ontoh kasus produk kopra di Sulawesi 3tara, sejak dahulu pengolahan buah
kelapa sampai menjadi kopra,dilakukan dengan cara tradisonal, yaitu dengan teknologi sederhana,
pengasapan. Dengan metode ini, kualitas kopra yang dihasilkan masih rendah karena memiliki kadar air yang
masih relatif tinggi dan bahkan mengandung >at#>at seperti karbondioksida yang melekat dikopra selama
proses pengasapan.
Pada kondisi ini, menurut hemat saya, tidak terjadi pembelajaran dalam pengolahan kopra, padahal
pengolahan kopra ini telah dilakukan secara turun temurun. Sebenarnya, ada teknologi yang lebih baik yang
dapat diadopsi oleh petani kelapa dalam proses pengolahan kopra yaitu penggunaan teknologi kopra putih
yang telah lama diadopsi di Philipina. Pada hal, bentuk rumah pengasapannya tidak jauh berbeda dengan
yang tradisional, hanya mekanisme pengasapannya yang berbeda. 4ika teknologi tradisional menggunakan
pengasapan langsung maka teknologi kopra putih menggunakan pengasapan tidak langsung (seperti o/en,
yang gunakan panas). Perbedaan ini justru menghasilkan harga kopra yang jauh berbeda, kopra putih lebih
mahal harganya. %ondisi ini tidak dapat bisa dijadikan kompetensi inti.
$enurut 'jahajana, dalam artikelnya tentang kebijakan pengembangan industri nasional dalam rangka
perkuatan kompetensi inti daerah (dalam departermen perindustrian, -228+7#52), %ompetensi inti mengarah
pada pengembangan produk inti yaitu perwujudan fisik dari satu atau lebih kompetensi#kompetesi inti.
Produk inti (core product) bukanlah produk yang secara langsung dijual kepada penggunae akhir (end user).
Produk inti digunakan untuk mengembangkan beragam produk akhir. %ompetensi inti termanifestasi dalam
produk inti yang merupakan penghubung antara kompetensi inti dan produk akhir.
Defenisi dari 'jahajana, menjurus pada konsep di/ersifikasi produk dan rantai nilai yang relatif panjang
dari suatu komoditas. Semakin panjang rantai nilai maka semakin mungkin produk tersebut dijadikan
kompetensi inti, karena semakin panjang rantai nilai maka semakin besar /alue addednya. Namun defenisi
yang lebih luas datang dari $ulyadi dan $onstiska, (-2+?), kompetensi dari perpektif ekonomi regional,
adalah kemampuan suatu daerah untuk menarik in/estasi dari luar daerah, baik in/estasi asing maupun
in/estasi dalam negeri.
De@fenisi dari $ulyadi dan $onstiska, (-2+?), sudah melihat kompetensi inti dari perspektif ekonomi
regional. Defenisi yang lebih lengkap diutarakan oleh $aulana, dalam artikelnya + Pembangunan daerah dalam
membangun kompetensi inti daerah, dalam Departemen perindustrian ( -228+56#6?)+ mengutip pendapat
"amel dan prahalad, mendefenisikan kompetensi ini sebagai berikut +
8/16/2019 Konsep Produk Unggulan
-)  
bermacam#macam dan mengintegrasikan dengan arus teknologi yang berkembang.
)  
5)  
%omunikasi, keterlibatan dan komitmen yang mendalam terhadap kerja lintas batas organisasi di suatu daerah.
$asing masing organisasi dan institusi daerah harus terintegrasi satu sama lain dan secara bersama#sama
mengembangkan potensi daerah.
.  $aulana, dalam artikelnya + Pembangunan daerah dalam membangun kompetensi inti daerah, dalam
Departemen perindustrian ( -228+56#6?)+ mengutip pendapat !arney, menyatakan bahwa sumber daya dan
kapabilitas penting bagi daya saing apabila bernilai bagi pasar, langka dan sulit ditiru pesaing. %ompetensi inti
 juga disarikan menjadi kumpulan keahlian, pengetahuan dan teknologi yang /ital bagi bisnis.
-.  $aulana, dalam artikelnya + Pembangunan daerah dalam membangun kompetensi inti daerah, dalam
Departemen perindustrian ( -228+56#6?)+ mengutip pendapat 0e/e, mendefenisikan kompetensi ini sebagai
aset yang memiliki keunikan tinggi sehingga berbeda dengan asset yang dimiliki daerah lainnya dan sulit ditiru.
%eunggulan daya saing ditentukan oleh kemampuan yang unik sehingga mampu membentuk kompetensi inti.
.  $aulana, dalam artikelnya + Pembangunan daerah dalam membangun kompetensi inti daerah, dalam
Departemen perindustrian ( -228+56#6?)+ menyatakan bahwa kompetensi inti merupakan hasil dari
Acollecti/e learningB dalam organisasi agar mengkoordinasikan kemampuan produksi yang beragam dan
mengintegrasikan dengan teknologi yang beragam secara optimal. Ditinjau dari aspek teoritis dan manajerial,
maka terdapat tiga masalah utama yang berhubungan dengan kompetensi inti +
a)  Penciptaan kompetensi inti muncul setelah melalui proses kewirausahaan atau kemampuan ino/asi.
b)  
3paya upaya yang dilakukan dalam melindungi kompetensi inti untuk menjaga tetap memiliki keunggulan
komparatif.
masyarakat.
5.  $enurut %otler (775), ada (tiga) syarat dari kompetensi inti yaitu +
a)  %ompetensi inti harus menjadi sumber utama bagi keunggulan bersaing sehingga dapat memberikan manfaat
bagi pengembangan ekonomi daerah
%ompetensi inti harus sulit ditiru pesaing.
c)  %ompetensi inti harus memiliki bidang aplikasi yang luas dan dapat diterapkan kepada seluruh elemen
masyarakat di bidang pemerintahan, bidang usaha dan bidang lainnya.
6.  
ditempuh dengan cara memberikan fasilitas kepada daerah sebagai pemicu ( trigger) dalam bentuk pendirian
3nit pelaksana teknis (common facilities ser/ice) yang berfungsi untuk memberikan bantuan layanan teknis di
bidang teknologi produksi dan manajemen bagi %$ di daerah.
1.  
kompetensi adalah kemampuan yang spesifik dalam suatu bidang atau jasa tertentu sehingga dapat menjadi
indikator penentu keberhasilan pembangunan disuatu daerah. 'jahajana, kebijakan pengembangan industri
nasional dalam rangka perkuatan kompetensi inti daerah (dalam departermen perindustrian, -228+52).
Defenisi daya saing daerah
8/16/2019 Konsep Produk Unggulan
Defenisi daya saing, kebanyakan didasari pada konsep produkti/itas. Suatu daerah yang memiliki
produkti/itas tinggi dapat dikatakan memiliki daya saing yang tinggi. Dalam konteks produkti/itas sebenarnya
menggambarkan aspek efisiensi dan efekti/itas. Cfisiensi lebih mengarah pada input sedangkan efekti/itas
lebih mengarah pada output. Pambudhi, dalam artikelnya + Daya saing in/estasi daerah, opini dunia usaha,
dalam Departemen perindustrian ( -228+76)+ menyatakan bahwa daya saing (competiti/eness) pada umumnya
didefenisikan sebagai seberapa besar pangsa pasar produk suatu negara dalam pasar dunia. 'etapi defenisi
yang lebih tepat mengenai daya saing itu adalah produkti/itas. Daya saing disini meliputi kondisi
makroekonomi, politik dan lingkungan hukum yang mendukung perekonomian yang maju.
Defenisi dari Pambudhi, ini didasari pada konsep penguasaan pasar suatu negara dalam pasar dunia
(daya saing negara). &tau penguasaan pasar suatu daerah dalam pasar nasional (daya saing daerah).
Semakin besar pangsa pasar yang dikuasai suatu negara atau daerah maka dikatakan semakin tinggi daya
saing negara atau daerah tersebut.
Defenisi lain dari daya saing, melihat dari sisi produkti/itas. $enurut satriagung, dalam artikelnya +
kendala dan tantangan membangun daya saing daerah, dalam Departemen perindustrian ( -228+#-5),
menyatakan bahwa konsep daya saing menurut porter (772) adalah produkti/itas yang didefenisikan sebagai
nilai output yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Sedangkan menurut World economic forum, daya saing nasional
adalah kemampuan perekonomian nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan
bekelanjutan.
Defenisi dari Satriagung dan World economic forum masih berbau produkti/itas yang lebih menekankan
pada aspek output. !aik secara mikro (produkti/itas) maupun secara makro (PD0!). Disamping sisi produk,
ada juga yang melihat daya saing dari sisi pendapatan.
$enurut 3%#D', yang diterbitkan oleh Departemen perdagangan dan perindustrian nggris, daya saing
adalah kemampuan suatu daerah dalam menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan
tetap terbuka terhadap persaingan domestik maupun internasional. $enurut *entre for urban and regional
studies (*30DS) nggris, daya saing daerah adalah kemampuan sektor bisnis atau perusahaan pada suatu
daerah dalam menghasilkan pendapatan yang tinggi serta tingkat kekayaan yang lebih merata untuk
penduduknya.
Defenisi yang lebih luas dari daya saing adalah melibatkan aspek atau kontribusinya pada kesejahtraan
dan keberlanjutan pertumbuhan. $enurut satriagung, dalam artikelnya + kendala dan tantangan membangun
daya saing daerah, dalam Departemen perindustrian ( -228+#-5), jadi daya saing daerah adalah
kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahtraan yang tinggi dan
berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional. !eberapa indikator daya
saing daerah yang disebutkan oleh Pusat studi dan pendidikan kebanksentralan !ank ndonesia adalah +
)  perekonomian daerah
1)  sumber daya alam
8/16/2019 Konsep Produk Unggulan
yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu daerah, yang mempunyai nilai
ekonomis dan daya saing tinggi serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah
besar, yang diproduksi berdasarkan pertimbangan kelayakan teknis (bahan
baku dan pasar), talenta masyarakat dan kelembagaan (penguasaan
teknologi, kemampuan sumberdaya manusia, dukungan infrastruktur, dan
kondisi sosial budaya setempat) yang berkembang di lokasi tertentu.
Pengembangan ekonomi lokal merupakan proses membangun dialog dan kemitraan aksi para pihak yang meliputi pemerintah daerah, para pengusaha, dan organisasi-organisasi masyarakat lokal. Pilar-pilar pokok strateginya adalah meningkatkan daya tarik, daya tahan, dan daya saing ekonomi lokal.
Produk unggulan adalah produk yang potensial dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SD dan SD! lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan. Sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global ("ementerian "operasi #U"!). Sedangkan Prof.Dr.$r.Soemarno,!S dalam bahan kajian starategi Pengembangan %ilayah &erbasis gribisnis memaparkan Produk Unggulan atau "omoditi unggulan itu merupakan hasil usaha masyarakat pedesaan dengan kriteria '
(a) !empunyai daya saing yang tinggi di pasaran (keunikan iri spesi*k, kualitas bagus, harga murah)+
(b) !emanfaatkan potensi sumberdaya lokal yang potensial dapat dikem- bangkan+
() !empunyai nilai tambah tinggi bagi masyarakat perdesaan+ (d) Seara ekonomi menguntungkan dan bermanfaat untuk meningkatkan
pendapatan dan kemampuan sumberdaya manusia+ (e) ayak didukung oleh modal bantuan atau kredit.
&anyak penelitian dan kajian tentunya berkaitan dengan produk unggulan atau sektor ungulan daerah, baik pendekatan menggunakan analisis oation uotients () maupun analisis lain. etapi titik beratnya sekarang
bukanlah menemukan apa produk ungulan yang ditemukan didaerah, tetapi lebih mengarah kepada tingkat keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaannya.
Produk unggulan apapun yang ada tentunya diperlukan pengelolaan dan pengembangan serta pemasaran yang sinergis. gar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
0. Seara aktif memperkenalkan produk kita+
1. irik pasar sasaran dengan memperhitungan kapasitas dan daya saing kompetitif+
2. mankan jalur distribusi produk ke konsumen, menjaga tidak terputusnya dimand / supply+
3. Produkti*tas atau akti*tas produksi, meliputi ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia+
4.  eknologi tepat guna, serta mempertimbangkan kendali mutu yang ketat
5arapannya adalah masyarakat bisa lebih fokus dan memiliki kepastian
dalam pengelolaan sumber daya apakah budi daya tanaman, peternakan maupun industri keil dan kerajinan. Dengan adanya pengelolaan dengan aksi yang berkesinambungan tentunya tidak ada keraguan masyarakat untuk memproduksi. "arena pemerintah maupun swasta sebagai mitra mampu mengakomodir ke jalur distribusi atau pemasaran dengan target pasar yang  jelas.
 6ika tidak ada pengelolaan mata rantai produksi, kapasitas dan ketersediaan bahan baku, produksi dan Sumber Daya !anusia dan pemasaran yang jelas, produk unggulan akan tenggelam dan terlupakan. Produk unggulan akan menjadi sebatas reerensi dan presentasi.
Seyogyanya produk unggulan itu adalah yang mudah dikenal, mudah diingat, mudah ditemukan, dan Selalu tersedia. Produk unggulan yang menirikan suatu daerah, dan mensejahterakan masyarakat tentunya
Deenisi  dayasaing daerah Defenisi daya saing, kebanyakan didasari pada konsep produkti7itas.
Suatu daerah yang memiliki produkti7itas tinggi dapat dikatakan memiliki
daya saing yang tinggi. Dalam konteks produkti7itas sebenarnya menggambarkan aspek e*siensi dan efekti7itas. 8*siensi lebih mengarah pada input sedangkan efekti7itas lebih mengarah pada output. Pambudhi, dalam artikelnya ' Daya saing in7estasi daerah, opini dunia usaha, dalam Departemen perindustrian ( 199:';4)' menyatakan bahwa daya saing (ompetiti7eness) pada umumnya didefenisikan sebagai seberapa besar pangsa pasar produk suatu negara dalam pasar dunia.
http://slidepdf.com/reader/full/konsep-produk-unggulan 8/22
Defenisi dari Pambudhi, ini didasari pada konsep penguasaan pasar suatu negara dalam pasar dunia (daya saing negara). tau penguasaan pasar suatu daerah dalam pasar nasional (daya saing daerah). Semakin besar pangsa pasar yang dikuasai suatu negara atau daerah maka dikatakan semakin tinggi daya saing negara atau daerah tersebut.
Defenisi yang lebih luas dari daya saing adalah melibatkan aspek ataukontribusinya pada kesejahtraan dan keberlanjutan pertumbuhan. !enurut satriagung, dalam artikelnya ' kendala dan tantangan membangun daya saing daerah, dalam Departemen perindustrian ( 199:'000-013), jadi daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam menapai pertumbuhan tingkat kesejahtraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional. &eberapa indikator daya saing daerah yang disebutkan oleh Pusat studi dan pendidikan ke banksentralan &ank $ndonesia adalah '
0) perekonomian daerah 1) keterbukaan
2) sistem keuangan 3) infrastruktur dan sumber daya alam 4) ilmu pengetahuan dan teknologi <) sumber daya alam :) kelembagaan =) go7ernane dan kebijakan pemerintah ;) manajemen dan ekonomi mikro
Deenisi  KompetensiInti (core competence) Pada dasarnya, kompetensi inti dibangun atas dasar produk komoditas
unggulan, namun tidak semua produk komoditas unggulan dapat menjadi
suatu kompetensi inti suatu daerah. Dan bisa jadi suatu kompetensi inti daerah, bukan berasal dari produk unggulan daerah tersebut. 5al ini disebabkan, defenisi dari kompetensi inti yang lebih luas dan detail ketimbang produk komoditas unggulan.
1. TUJUAN
 ujuan utamanya adalah untuk meniptakan pertumbuhan yang tinggi dan pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak di daerah dalam rangka meningkatkan kesempatan kerja baru, peningkatan dan pengurangan kemiskinan seara signi*kan.
Pariwisata, pendekatan konektivitas, ekowisata di Manado SUlawesi Utara
Strategi Pengembangan Pariwisata Dengan Pendekatan Konektivitas Antar Objek Wisata Dalam Konteks Eco-
Wisata Di Kota Manado Sulawesi Utara
(Dosen dan Peneliti dari Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado)
Email : barensmaramis@yahoo.com / HP.
Dra.Henriette Jacoba Roeroe.BSc,MSi (Bappeda Prov Sulawesi Utara)
Dr. Joubert Maramis, SE., MSi (Akademisi Fak Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado)
Ir. Meiske Lumingkewas MSi ((Bappeda Prov Sulawesi Utara, BPPT)
Ir.
oleh :
(Dosen fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado)
Hp.
1
BAB II
(Draf Buku : Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Perekonomian Daerah)
oleh :
(Dosen fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado)
Hp.
(Draf Buku : Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Perekonomian Daerah)
oleh :
(Dosen fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado)
Hp. 085823225666 / email : barensmaramis @ yahoo.com
tahun 2025 untuk menjadi “ sebuah Negara industri tangguh di dunia”.
Bagian 1: kawasan industri dan pembangunan industri nasional
BAB IV
(Draf Buku : Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Perekonomian Daerah)
oleh :
(Dosen…

View more