konferensi pers akhir tahun 2014 pasar modal · pdf file1 konferensi pers akhir tahun 2014...

Click here to load reader

Post on 11-May-2019

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i

KONFERENSI PERS

AKHIR TAHUN 2014 PASAR MODAL INDONESIA

Jakarta, 30 Desember 2014

ii

DAFTAR ISI

I. INDIKATOR UTAMA PASAR MODAL INDONESIA ................................................................ 1

II. PERKEMBANGAN DI BIDANG EMISI EFEK, EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK, PERIZINAN, PERSETUJUAN, DAN PENDAFTARAN ............................................................ 2

1. Di Bidang Emisi Efek....................................................................................................... 2

2. Di Bidang Reksa Dana .................................................................................................... 2

3. Di Bidang Perizinan ........................................................................................................ 3

4. Di Bidang Persetujuan dan Pendaftaran ......................................................................... 6

III. PERKEMBANGAN DI BIDANG PERATURAN........................................................................ 7

1. Pengaturan Pasar Modal terkait Pengelolaan Investasi .................................................. 7

2. Pengaturan Pasar Modal terkait Transaksi dan Lembaga Efek ....................................... 8

3. Pengaturan Pasar Modal terkait Emiten dan Perusahaan Publik .................................... 8

4. Pengaturan Pasar Modal Berdasarkan Prinsip Syariah ................................................... 9

5. Pengaturan Pasar Modal terkait Sanksi ........................................................................ 10

6. Konversi Peraturan Bapepam dan LK menjadi Peraturan OJK ..................................... 10

7. Persetujuan Peraturan Self Regulatory Organization (SRO) ......................................... 10

IV. KEGIATAN PENGAWASAN, PEMANTAUAN INDIKATOR PROTOKOL MANAJEMEN KRISIS, DAN LAYANAN DI BIDANG HUKUM ...................................................................... 11

1. Uji Kepatuhan Lembaga Efek ........................................................................................ 11

2. Pengawasan Perdagangan ........................................................................................... 11

3. Uji Kepatuhan Produk Pengelolaan Investasi, Manajer Investasi (MI), Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), Bank Kustodian (BK), dan Penasihat Investasi (PI). ................. 11

4. Pengawasan terhadap Emiten ...................................................................................... 13

5. Pengawasan terhadap Profesi Penunjang Pasar Modal ................................................ 14

6. Pengawasan terhadap Lembaga Penunjang Pasar Modal ............................................ 14

7. Uji Kepatuhan dan Monitoring Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Serta Pemeringkat Efek .......................................................................................................... 14

V. KEGIATAN PENEGAKAN HUKUM DAN PENGENAAN SANKSI ......................................... 15

1. Pemeriksaan Pasar Modal ............................................................................................ 15

2. Pengenaan Sanksi ........................................................................................................ 16

VI. PASAR MODAL SYARIAH ................................................................................................... 19

VII. PELAKSANAAN BEBERAPA PROGRAM STRATEGIS ....................................................... 24

VIII. KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL ..................................................... 25

IX. PELAYANAN PUBLIK .......................................................................................................... 27

1. Sosialisasi dan Edukasi serta Pelayanan Informasi Publik ............................................ 27

2. Annual Report Award 2013 ........................................................................................... 28

X. KERJASAMA KELEMBAGAAN INTERNASIONAL DI SEKTOR PASAR MODAL ................ 28

XI. PENUTUP ............................................................................................................................ 31

1

KONFERENSI PERS AKHIR TAHUN 2014 PASAR MODAL INDONESIA

I. INDIKATOR UTAMA PASAR MODAL INDONESIA

Pada tanggal 29 Desember 2014, IHSG tercatat pada level 5.178,373 poin atau mengalami kenaikan sebesar 904,196 poin atau 21,15% (ytd) apabila dibandingkan akhir tahun 2013. Sepanjang tahun 2014, IHSG mencatatkan nilai tertinggi pada tanggal 8 September 2014 di level 5.246,483 dan titik terendah pada tanggal 7 Januari 2014 di level 4.175,806.

Perbandingan Indeks beberapa Bursa

Indeks 2013 29 Desember 2014 Pertumbuhan (%)

1. China (Shanghai) 2.115,98 3.168,02 49,72

2. China (Shenzhen) 1.057,67 1.418,49 34,12

3. India (Sensex) 21.170,68 27.420,37 29,52

4. Philipina (PSEi) 5.889,83 7.230,57 22,76

5. Indonesia (IHSG) 4.274,18 5.178,37 21,15

6. Thailand (SET) 1.298,71 1.499,41 15,45

7. Jepang (Nikkei 225) 16.291,31 17.729,84 8,83

8. Singapore (STI) 3.167,43 3.367,69 6,32

9. Hong Kong (Hsi) 23.306,39 23.773,18 2,00

10. Australia (AS30) 5.353,08 5.446,95 1,75

11. Korea Selatan (Kospi) 2.011,34 1.927,86 -4,15

12. Malaysia (KLCI) 1.866,96 1.768,41 -5,28

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Nilai Kapitalisasi pasar juga mengalami kenaikan sebesar US$ 68,75 miliar atau 19,90% dari US$ 345,54 miliar pada tanggal 30 Desember 2013 menjadi US$ 414,29 miliar pada tanggal 24 Desember 2014.

Perbandingan Nilai Kapitalisasi Pasar beberapa Bursa (dalam miliar USD)

Nilai Kapitalisasi 2013 29 Desember 2014 Pertumbuhan (%)

1. Korea Selatan (Kospi) 2.493,06 3.600,73 44,43

2. China (Shenzhen) 1.450,98 2.028,14 39,78

3. Philipina (PSEi) 143,18 183,13 27,91

4. India (Sensex) 571,84 701,19 22,62

5. Thailand (SET) 348,71 426,13 22,20

6. Indonesia (IHSG) * 345,54 414,29 19,90

7. Australia (AS30) 1.789,94 1.855,44 3,66

8. Hong Kong (HSI) 406,29 413,05 1,66

9. China (Shanghai) 1.084,99 1.059,39 (2,36)

10. Jepang (Nikkei 225) 2.900,71 2.724,35 (6,08)

11. Singapore (STI) 1.423,81 1.332,70 (6,40)

12. Malaysia (KLCI) 318,6 285,96 (10,24)

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

2

II. PERKEMBANGAN DI BIDANG EMISI EFEK, EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK, PERIZINAN, PERSETUJUAN, DAN PENDAFTARAN

1. Di Bidang Emisi Efek

Dalam periode Januari 2014 hingga 29 Desember 2014, OJK telah mengeluarkan 59 surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum, dengan total nilai hasil Penawaran Umum Rp. 69,32 triliun dengan rincian selengkapnya sebagai berikut:

a. 19 Pernyataan Efektif untuk Emiten yang melakukan Penawaran Umum Perdana saham dengan total nilai emisi Rp. 8,26 triliun;

b. 21 Pernyataan Efektif untuk Emiten atau perusahaan Publik yang melakukan Penawaran Umum Terbatas kepada pemegang saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue) dengan total nilai emisi Rp. 39,36 triliun;

c. 9 Pernyataan Efektif untuk Emiten yang melakukan Penawaran Umum obligasi dan/atau sukuk dengan total nilai emisi Rp. 9,45 triliun; dan

d. 10 Pernyataan Efektif untuk Emiten yang melakukan Penawaran Umum Obligasi dan/atau Sukuk Berkelanjutan tahap I, dengan total nilai emisi Rp. 12,25 triliun.

Selain itu, terdapat 27 Penawaran Umum Berkelanjutan tahap II dan seterusnya dengan hasil Penawaran Umum Rp 26,34 triliun.

2. Di Bidang Reksa Dana

Sejak tanggal 2 Januari 2014 sampai dengan 24 Desember 2014 total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana (baik Reksa Dana yang melakukan Penawaran Umum maupun Reksa Dana Penyertaan Terbatas) meningkat sebesar 21,49% dari Rp 219,12 triliun menjadi Rp 266,22 triliun. NAB Reksa Dana yang melakukan Penawaran Umum meningkat sebesar 24,61% dari Rp192,54 triliun menjadi Rp239,93 triliun. Sedangkan NAB Reksa Dana Penyertaan Terbatas menurun sebesar 1,09% dari Rp 26,58 triliun menjadi Rp 26,29 triliun. Dari sisi jumlah Reksa Dana, sampai dengan 29 Desember 2014 terdapat 890 Reksa Dana termasuk 202 diantaranya yang efektif selama 2014. Untuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas, sampai dengan 29 Desember 2014 terdapat 79 Reksa Dana Penyertaan Terbatas. Jumlah keseluruhan Reksa Dana tersebut dikelola oleh 77 Manajer Investasi dan asetnya tersimpan dalam 17 Bank Kustodian.

Selain indikator di atas, tingkat kepercayaan investor terhadap industri Reksa Dana juga semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah Unit Penyertaan yang beredar. Pada bulan Januari 2014 jumlah Unit Penyertaan yang beredar sebesar 120,64 miliar, meningkat menjadi 143,20 miliar pada 24 Desember 2014 atau meningkat sebesar 18,70%. Hal ini menandakan bahwa investor lebih banyak melakukan subscription daripada melakukan redemption. Hal ini tercermin dari net subscription sebesar Rp 29,42 triliun selama periode dimaksud. Kondisi pasar modal (IHSG) dan makro ekonomi yang membaik berdampak positif pada kinerja Reksa Dana. Proses edukasi juga memberikan pengaruh yang cukup besar kepada investor dalam memahami produk beserta risiko Reksa Dana. Untuk itu, OJK senantiasa mendukung dan mendorong setiap pihak yang berkeinginan memberikan edukasi kepada investornya.

3

Berikut adalah data pertumbuhan NAB Reksa Dana yang melakukan Penawaran Umum sejak 2 Januari hingga 24 Desember 2014:

Bu