Kondisi Ketahanan Nasional Di Bidang Sosial Budaya Zem

Download Kondisi Ketahanan Nasional Di Bidang Sosial Budaya Zem

Post on 25-Nov-2015

24 views

Category:

Documents

11 download

DESCRIPTION

indonesian historical and nationality assignment

TRANSCRIPT

Kondisi Ketahanan Nasional di Bidang Sosial-Budaya Pada Masa Demokrasi Liberal (1950-1959) Keadaan Sosial dan Budaya masa itu; Sosial Partai Politik menggalakkan masyarakat dengan membentuk organisasi massa (ormas), khususnya dalam menghadapi Pemilu tahun 1955. Keadaan sosial-ekonomi yang kian merosot menguntungkan partai-partai kiri yang tidak duduk dalam pemerintahan karena dapat menguasai massa. PKI makin berkembang, dalam Pemilu tahun 1955 dapat merupakan salah satu dari empat besar dan kegiatannya ditingkatkan yang mengarah pada perebutan kekuasaan (1965). Selain PKI juga muncul berbagai gerakan lain di seluruh tanah air yang menuntut untuk melepaskan diri dari Negara Indonesia Serikat. Untuk mencukupi tenaga terdidik dari perguruan tinggi, Pemerintah membuka banyak universitas yang disebarkan di daerah. Budaya Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi, Pemerintah dianggap berhasil dalam bidang budaya ini. Angkatan 1950 disebut juga Generasi Kisah (nama majalah sastra). Di masa ini sastra Indonesia sedang mengalami booming cerpen. Juga marak karya-karya teater dengan tokohnya Motenggo Boesye, Muhammad Ali Maricar, W.S. Rendra (sekarang Rendra saja).Mulai tumbuh sarasehan-sarasehan sastra terutama di kampus-kampus. Sesungguhnya secara instrinsik cirri-ciri sastra terutama struktur estetiknya angkatan 45 dan angkatan 50 sukar dibedakan sebab gaya angkatan 45 dapat dikatakan diteruskan oleh angkatan 50. hanya saja, dengan adanya pergantian situasi dan suasana tanah air dari perang ke perdamaian, darimasa transisi penjajahan ke kemerdekaan, maka para sastrawan mulai memikirkan masalah kemasyarakatan yang baru dalam suasana kemerdekaan. Begitu juga para sastrawan mulai membuat orientasi baru dengan mencari bahan-bahan dari sastra dan kebudayaan Indnesia sendiri. Semuanya itu dituangkan kedalam karya-karya sastra mereka. Disamping itu, karena adanya berbagai ide politik yang dianut Indonesia, terutama karena sistem demokrasi parlementer pada periode itu, maka timbul parta-partai politik lagi, yang selama perang kegiatannya terbatas. Tiap-tiap partai besar mempunyai lembaga kebudayaan, seperti PNI mempunyai LKN (Lembaga Kebudayaan Nasional) partai Islam mempunyai Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Nasional), PKI mempunyai lekra (Lembaga Kbudayaan Rakyat). Maka corak kesusastraan Indonesia pada periode itu menjadi bermacam-macam Lesbumi dengan ide keislamaan. LKN dengan ide kenasionalan. Lekra dengan ide kemanusiaan dengan semboyan âseni untuk rakyatâ dan âpolitik sebagai panglimaâ. Prestasi lain adalah dalam bidang olah raga. Dalam perebutan Piala Thomas (Thomas Cup) Indonesia yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan ini berhasilmemperoleh piala tersebut (Juni 1958). Selain itu juga Indonesia berhasil menyelenggarakan Konfrensi Asia-Afrika dengan sukses. Tanggapan Sistem Politik yang sedikit carut marut dan tidak menentu berakibat pada keadaan sosial dan budaya pada masyarakat secara luas. Keadaan sosial pada masa ini terlihat begitu menurun. Kepuasan sosial masyarakat terhadap pemerintah telah turun hingga diambang batas. Kondisi ini membuat Indonesia sebagai bangsa mudah terpecah belah. Masyarakat yang tidak puas dengan sistem pemerintahan dan sikap pemerintah yang ada banyak mendirikan kumpulan-kumpulan masa, yang kemudian menyatakan diri ingin keluar dari Negara Indonesia Serikat, dan pada puncaknya melakukan pemberontakan. Hal ini saya kira terjadi karena pada masa itu Indonesia tidak menggunakan ideologi yang semestinya, ideologi yang benar-benar dicita-citakan oleh bangsa. Sehingga yang terjadi rakyat Indonesia merasa seperti tidak mempunyai pegangan hidup, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pemberontakan. Keadaan sosial yang terpuruk ini menyebabkan banyak ideologi-ideologi âjalur kiriâ melakukan penetrasi semakin mendalam ke kalangan masyarakat, terutama golongan bawah. Hingga akhirnya partai PKI semakin kuat menancapkan kukunya di nusantara. Karena budaya adalah cerminan dari masyarakat, maka budaya pada jaman ini juga terlihat mencerminkan keadaan sosial masyarakat yang sedang terpuruk. Juga banyak bermunculan karya-karya yang beraroma komunisme.