komunitas 3 anggi

of 56 /56
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain diluar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tapi harus dilihat dari segi-segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah kesehatan tersebut. Tujuan utama pembangunan nasioal adalah peningkatan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi pembangunan nasional melalui pembangunan kesehatan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Indonesia sehat 2025. Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat bangsa, negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang tinggi (Potter dan Perry, 2005). Keperawatan komunitas merupakan bentuk pelayanan atau asuhan langsung yang berfokus kepada kebutuhan dasar komunitas, yang berkaitan dengan kebiasaan atau

Author: desy08nurikasari

Post on 16-Sep-2015

215 views

Category:

Documents


1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

osteomielitis 2

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangMasalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain diluar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tapi harus dilihat dari segi-segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah kesehatan tersebut.Tujuan utama pembangunan nasioal adalah peningkatan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi pembangunan nasional melalui pembangunan kesehatan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Indonesia sehat 2025. Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat bangsa, negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang tinggi (Potter dan Perry, 2005).Keperawatan komunitas merupakan bentuk pelayanan atau asuhan langsung yang berfokus kepada kebutuhan dasar komunitas, yang berkaitan dengan kebiasaan atau pola perilaku masyarakat yang tidak sehat, ketidakmampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan (biologis, psikologis, sosial, kultural, maupun spiritual).Masalah kesehatan masyarakat dapat bermula dari perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyrakat diantaranya berkaitan dengan masalah lingkungan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja serta kesehatan lanjut usia (lansia), maupun pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang masih sangat rendah seperti pemeriksaan kesehatan, kehamilan,imunisasi, posyandu dan lain sebagainya.Berdasarkan latar belakang diatas, maka mahasiswa program studi ilmu keperawatan Sekolah tinggi ilmu kesehatan bina putera banjar tahun akademik 2014-2015 melaksanakan pengambilan data keperawatan komunitas di wilayah .............. dalam rangka melakukan pembinaan, mengatasi masalah kesehatan serta meningkatakan derajat kesehatan yang optimal secara mandiri, dimana dalam pelaksaan praktek asuhan keperawatan komunitas menggunakan pendekatan proses keperawatan komunitas yang diawali dari pengkajian dengan cara mengumpulkan data, analisa, menentukan diagnosa atau permasalahan dan menyusun rencana sesuai permasalahan yang ditemukan, kemudian pelaksanaan dan yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut diatas, maka dapat diasumsikan bahwa perlunya untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Komunitas di ................

C. Tujuan1. Tujuan UmumSetelah melakukan praktek asuhan keperawatan komunitas, mahasiswa akan dapat meningkatkan kemampuan komunitas dalam mengenali masalah kesehatan, mengorganisasikan potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk mnegatasi masalah kesehatan yang dihadapinya.2. Tujuan Khususa) Mampu melakukan pengkajuan dan memberikan gambaran tentang situasi masyarakat di wilayah ................b) Mampu membuat perencanaan untuk memecahkan masalah kesehatan yang terdapat di wilayah ................c) Mampu melaksanakan implementasi asuhan keperawatan komunitas yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat khususnya di wilayah ..................d) Mampu mengevaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah ...............D. Manfaat1. MasyarakatDiharapkan dapat membantu masyarakat guna mengerti gambaran status kesehatannya dan menyadari permasalahan kesehatan yang ada serta mau menyelesaikan permasalahan tersebut.2. MahasiswaMembina pengalaman belajar mahasiswa untuk peka dalam mengenali masalah kesehatan dalam masyarakat serta menemukan langkah penyelesaiannya denan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan pada masyarakat khususnya tentang kesehatan.

E. Metode Pengumpulan Data1. Data PrimerData primer dalam makalah ini dikumpulkan melalui pendataan yaitu melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik pada masyarakat khususnya di wilayah ..................2. Data SekunderData sekunder dalam makalah ini diperoleh dari studi kepustakaan dan data-data yang menunjang dari pihak ketua RT serta Kader ...............

BAB IIPENGKAJIAN KOMUNITAS1. KependudukanJumlah KK : 32 KKJumlah KK inti: 30 KKJumlah KK tumpang: 2 KKJumlah warga: 82 jiwaTabel 2.1.1 Kependudukan berdasarkan jenis kelaminNo.Jenis KelaminJumlah%

1Laki-laki36 jiwa44%

2Perempuan46 jiwa56%

Jumlah82 jiwa100 %

Diagram 2.1.1 Kependudukan berdasarkan jenis kelamin

Interpretasi DataDari tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar penduduk ............ adalah jumlah laki-laki yaitu sebanyak 36 jiwa (44%) sedangkan perempuan berjumlah 46 jiwa (56%).Analisa DataDapat dilihat bahwa perempuan memiliki frekuensi yang lebih besar dari laki-laki tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Laki-laki sebagai pengambil keputusan dalam keluarga, pemikul tanggung jawab rumah tangga dan sebagai pendidik generasi muda, masih dapat menunjang berbagai aspek kehidupan terutama bagi anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus untuk keluarganya. Adapun perempuan sebagai pengasuh dan pendidik bagi anak-anaknya untuk menciptakan suatu lingkungan keluarga yang sehat dan dapat meningkatkan derajat kesehatannya.

Tabel 2.1.2 Kependudukan berdasarkan umurNo.UmurJumlah%

10-11 bulan

21-4 tahun

35-12 tahun

413-20 tahun

521-45 tahun

646-60 tahun

761 tahun ke atas

jumlah

Diagram 2.1.2 Kependudukan berdasarkan umur

Interpretasi DataDari tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar penduduk RT 06 RW 02 Dusun Priagung Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar berada pada usia produktif (15-49 tahun) yaitu sebanyak 18 jiwa (56%).Analisa DataPenduduk usia produktif merupakan sumber daya manusia potensial yang dapat dikembangkan untuk memecahkan masalah yang ada dan memenuhi kebutuhan keluarga dan kesehatan bagi anggota keluarganya. Adapun masalah kesehatan yang biasanya timbul adalah jika jenis pekerjaan yang dilakukannya beresiko terhadap keamanan dan keselamatan dalam kerja, sehingga perlu adanya pemahaman tentang pentingnya keselamatan kerja.Tabel 2.1.3 Kependudukan berdasarkan tingkat pendidikanNoTingkat pendidikanjumlah%

1Belum sekolah

2Tidak tamat SD

3Tamat SD

4Tamat SMP

5Tamat SMA

6Perguruan Tinggi

jumlah

Interpretasi DataDari diagram diatas dapat dilihat bahwa penduduk di RT 06 pendidikan terbanyak adalah tamat SD yaitu 17 orang ( 53%) dan yang paling rendah ialah tidak sekolah 1 orang (3%).Analisa DataTingkat pendidikan dapat mempengaruhi dua hal yang saling terkait yaitu adanya perasaan terhadap masalah kesehatan dan pengambilan keputusan keluarga terhadap masalah tersebut (Dyer, 1973). Pendidikan juga berpengaruh dalam pemahaman dan penerimaan keluarga terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu pendidikan juga memegang peranan penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga atau menghilangkan factor yang tidak sehat seperti pola makan, cara penyajian makanan dan budaya yang tidak mendukung kesehatan (Turner, 1989). Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan bila tingkat pendidikan tinggi maka pengetahuan pun tinggi.Tabel 2.1.4 Kpendudukan berdasarkan pekerjaanNo.PekerjaanJumlah%

1Belum bekerja

2Tidak bekerja

3IRT

4Berdagang

5Petani/pekebun

6wiraswasta

7buruh

8PNS

jumlah

Interpretasi DataDari diagram diatas dapat diketahui bahwa pada umumnya di antara ... orang dalam ... KK di ................... adalah belum bekerja ... orang (...%). Akan tetapi pekerjaan yang dilakukan ialah Petani/Pekebun dan wiraswasta sebanyak 5 orang petani/pekebun (16%) dan 5 orang bekerja wiraswasta (16%). Jenis pekerjaan seseorang menentukan tingkat penghasilan sehingga mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar keluarga yang dapat berpengaruh terhadap pemeliharaan kesehatan (Lukman M, 2003).Analisa DataMisalnya pekerjaan yang menghasilkan dana yang tergolong sedikit akan mempengaruhi terhadap nilai pemenuhan gizi yang dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan ini dapat diketahui penghasilan dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dimana jika penghasilan yang didapatkan sedikit maka akan menyebabkan keengganan berobat jika sakit, dan Jenis pekerjaan tertentu juga dapat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang.

2. Status Kesehatana. Kesakitan Hasil pengkajian terhadap warga masyarakat berikut menggambarkan keadaan kesehatan masyarakat yang dilihat dari jenis penyakit yang di derita.1) Jumlah orang sakit 1 bulan yang lalu : 5 orang (6,09%)2) Kondisi kesehatan pendudukTabel 2.2.1 status kesehatan penduduk berdasarkan data kesakitanJumlah %

Sakit 5 orang6,09%

Tidak sakit77 orang93,01%

Diagram 2.2.1 status kesehatan penduduk berdasarkan data kesakitan

Tabel 2.2.2 status kesehatan penduduk berdasarkan pemanfaatan pelayanan kesehatanNoJenis Yan KesJumlah%

1RSU240%

2Puskesmas120%

3Mantri120%

4Bidan120%

Jumlah5100%

Diagram 2.2.2 Status Kesehatan berdasarkan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan

Interpretasi dataBerdasarkan tabel di atas jumlah pelayanan kesehatan yang dapat di jangkau oleh Penduduk .................... yaitu : Puskesmas, Bidan Desa, Praktek Dokter/Mantri, RSUD Kabupaten Ciamis.b. KematianHasil pengkajian kematian dalam 1 tahun terakhir di ............... yaitu tidak ada kasus kematian dalam kurun waktu 1 tahun terahir.

3. Upaya Pelayanan Kesehatana. Kesehatan Ibu dan AnakHasil pengkajian kesehatan ibu dan anak mengenai kehamilan dan persalinan yaitu di ................. tidak ada warga yang sedang mengandung maupun melahirkan. Akan tetapi pada bulan April terjadi 1 kejadian abostus pada usia kehamilan 4 bulan.b. Keluarga BerencanaHasil pengkajian mengenai program keluarga berencana di ............... yaitu,PUS: 17 pasangAkseptor: 10 pasangPUS yang tidak menggunakan KB mengatakan masih ingin memiliki anak lagi karena rata-rata baru memiliki 1 anak, dan ada pula yang suaminya bekerja di luar kota sehingga menganggap tidak perlu menggunakan KB.Semua akseptor mendapatkan pelayanan KB tersebut dari kader.Tabel 2.3.1 upaya pelayanan kesehatan berdasarkan keluarga berencanaNoKBjumlah%

1Akseptor1058,8%

2Tidak menggunakan741,2%

Jumlah PUS17100%

Diagram 2.3.1 upaya pelayanan kesehatan berdasarkan keluarga berencana

Interprestasi DataDari Diagram diatas dapat dilihat bahwa terdapat 17 pasang PUS, yang ikut serta menjadi Akseptor KB sebanyak 10 pasang dan tidak menjadi anggota KB sebanyak 7 pasang.Analisa DataKesadaran masyarakat yang tinggi dalam merencanakan kelahiran melalui keikutsertaan akseptor KB akan mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera. Pada PUS dengan usia 35 tahun akan beresiko tinggi terhadap kehamilan ataupun melahirkan.

Tabel 2.3.2 jenis pemakaian keluarga berencanaNoJenis KBJumlah%

1Kondom00

2Pil880%

3Suntik110%

4Susuk110%

5MOP00

6MOW00

7IUD00

jumlah10100%

Diagram 2.3.2 jenis pemakaian keluarga berencana

Interprestasi DataDari Diagram diatas tampak bahwa jenis alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh Akseptor KB di ......................... adalah jenis KB PIL sebanyak 8 pasang (80%), 1 pasang (10%) menggunakan KB suntik dan 1 pasang (10%) lagi menggunakan KB susuk.Analisa DataPenggunaan KB suntik kemungkinan untuk terjadinya adalah 1 dari 100 wanita. Menurut Hartanto (2002). Penggunaan KB suntik sangat efektif dibandingkan dengan penggunaan kontrasepsi oral dan IUD. Penggunaan IUD dan susuk perlu adanya pemeriksaan terhadap alat kontrasepsi, karena dapat terjadi komplikasi dari alat tersebut. KB suntik berisi hormone-hormon yang dapat mengentalkan secret vagina, dan penggunaannya memiliki jangka waktu tertentu.c. Gizi Balita (0-4 tahun)Hasil pengkajian mengenai gizi balita di ............... yaitu terdapat 4 balita dan semuanya dalam status gizi baik.d. LansiaHasil pengkajian mengenai lansia di ......... yaitu ada 12 jiwa (14,63%) lansia dari jumlah warga 82 jiwa, semuanya mengikuti posyandu lansia.

Tabel 2.3.3 pola aktivitas lansiaNoJenis AktivitasJumlah%

1IRT325%

2Bertani/berkebun758,3%

3Buruh00%

4Lain-lain216,7%

jumlah12100%

Diagram 2.3.3 pola aktivitas lansia

Interpretasi dataDari tabel di atas tampak jelas bahwa kegiatan lansia didominasi oleh bertani/berkebun sebanyak 7 lansia (58,3%), sisanya sebanyak 3 lansia (25%) sebagai IRT dan sebanyak 2 lansia (16,7%) mempunyai aktivitas lain.Analisa dataLansia di ..... masih bekerja produktif dan mengikuti program posyandu lansia sehingga dapat disimpulkan bahwa lansia di......... sadar akan kesehatannya.e. Kesehatan LingkunganDari hasil pengkajian mengenai kesehatan lingkungan di .......... terdapat 2 KK (6,25%) dari 32 KK mempunyai usaha makanan dan minuman. Keduanya belum pernah diperiksa oleh petugas kesehatan.

f. P2MHasil pengkajian mengenai P2M menunjukan dari 32KK tidak ada yang menderita malaria, adapun yang pernah menjalani pemeriksaan labobratorium yaitu pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) yang merupakan pemeriksaan pada penyakit diabetes melitus.g. PerkesmasHasil pengkajian mengenai perkesmas di .......... yaitu terdapat 5 orang warga yang sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah oleh keluarga, sebelumnya sudah diperiksakan dan di konsultasikan ke tenaga kesehatan, dan apabila obat habis kembali kontrol ke tempat pelayanan kesehatan.h. LaboratoriumHasil pengkajian mengenai pemeriksaan laboratorium, di.......... terdapat 2 orang yang pernah menjalani pemeriksaan laboratorium sehubungan dengan penyakit DM yang dideritanya.

4. Perilaku Terhadap Kesehatana. Kebiasaan mandi dan gosok gigiTabel 2.4.1 kebiasaan mandiNoKebiasaan MandiJumlah KK%

11x00%

22x1753,12%

3>2x1546,88%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.1 kebiasaan mandi

Tabel 2.4.2 kebiasaan gosok gigiNoKebiasaan Gosok GigiJumlah KK%

11x00%

22x1553,12%

3>2x1746,88%

Jumlah 32100%

Diagram 2.4.2 Kebiasaan gosok gigi

Interpretasi dataDari kedua tabel tersebut terliahat jelas kebiasaan mandi warga di ............... berbanding lurus dengan kebiasaan gosok gigi. Sebanyak 17KK (53,12%) melakukan mandi dan gosok gigi sebanyak 2x sehari, dan 15KK (46,88%) melakukan mandi dan gosok gigi lebih dari 2x sehari.Analisa dataKebiasaan mandi dan gosok gigi warga di ......... menunjukan kesadaran warga akan kebersihan tubuh sangat tinggi.b. Kebiasaan BABTabel 2.4.3 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan BABNoJenis JambanJumlah%

1Angsa trin2062,5%

2Cemplung26,25%

3Kolam ikan1031,25%

4Sembarang tempat00%

jumlah32100%

Diagram 2.4.3 Perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan BAB

Interpretasi dataDari tabel di atas jelas terlihat bahwa sebanyak 20 KK (62,5%) BAB menggunakan angsa trin, 2 KK (6,25%) menggunakan cara BAB cemplung, dan 10 KK (31,25%) menggunakan cara BAB di kolam ikan.Analisis dataSebagian besar warga di ......... sadar akan kesehatan lingkungan dengan BAB menggunakan angsa trin, akan tetapi masih ada 12 KK (37,5%) yang belum sadar akan akibat dari kebiasaan BAB yang buruk, bisa terjadi pencemaran lingkungan dan mnegakibatkan gangguan kesehatan seperti pada saluran pencernaan dan pernafasan.c. Kebiasaan merokokHasil pengkajian pada warga di ........ mengenai kebiasaan merokok yaitu ada 17 KK (53,12%) dari 32 KK mempunyai kebiassaan merokok dengan rata-rata menghabiskan lebih dari 5 batang rokok perhari.

Analisis dataData tersebut menunjukan kesadaran warga akan kesehatan dirinya dan orang di sekitarnya masih rendah, terdapat resiko terjadi masalah gangguan pada sistem pernafasan pada perokok aktif maupun pasif.d. Kebiasaan mengambil air minumWarga di ......... mempunyai kebiasaan memasak air terlebih dahulu sebelum di konsumsi, kecuali air isi ulang dalam kemasan.Tabel 2.4.4 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan mengambil air minumNoJenis SumberJumlah%

1Mata air26,25%

2Sumur minum1237,5%

3Sumur keluarga1340,625%

4PAM00%

5Beli515,625%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.4 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan mengambil air minum

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat diketahui bahwa di ............ sebanyak 2 KK (6,25%) mengambil air minum dari mata air, 12 KK (37,5%) dari sumur minum, 13 KK (40,625%) dari sumur keluarga, dan 5 KK (15,625%) membelinya.Analisis dataKesadaran warga akan kesehatan lewat kebiasaan memasak air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi menunjukkan bahwa warga menyadari akan kesehatan, sehingga terhindar dari resiko masalah gangguan pada sistem pencernaan akibat konsumsi air yang belum dimasak.e. Kebiasaan ganti pakaianTabel 2.4.5 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan mengganti pakaianNoFrekuensi gantiJumlah KK%

1Setiap hari1856,25%

22hari 1x1031,25%

33hari 1x412.5%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.5 perilaku kesehatan berdasarkan kebiasaan mengganti pakaian

Interpretasi dataDari tabel di atas jelas terlihat bahwa warga di .............. sebanyak 18 KK (56,25%) mempunyai kebiasaan berganti pakaian setiap hari, 10 KK (31,25%) berganti pakaian tiap 2hari 1x, dan sebanyak 4 KK berganti pakaian tiap 3hari 1x.Analisis dataDari data tersebut menunjukkan bahwa warga ........... menyadari akan pentingnya kebersihan tubuh dengan kebiasaan berganti pakaian yang dilakukan. Kebiasaan mengganti pakaian setiap hari dapat mengurangi resiko terjangkit penyakit kulit akibat kuman-kuman yang menempel pada pakaian setelah dipakai beraktivitas.f. Kebersihan rumahTabel 2.4.6 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebersihan rumahNoFrekuensiJumlah KK%

11x sehari825%

22x sehari2268,75%

3>2x sehari00%

4Tidak teratur26,25%

jumlah32100%

Diagram 2.4.6 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebersihan rumah

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat diketahui bahwa 22 KK (68,75%) berkebiasaan membersihkan rumah 2x sehari, 8 KK (25%) membersihkan rumah 1x sehari dan sisanya 2 KK (6,25%) membersihkan rumah secara tidak teratur.Analisis data....................

Tabel 2.4.7 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan membersihkan sarang laba-labaNoFrekuensiJumlah KK%

11 minggu 1x1237,5%

22 minggu 1x13,125%

31 bulan 1x26,25%

4Tidak teratur1753,125%

jumlah32100%

Diagram 2.4.7 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan membersihkan sarang laba-laba

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat dilihat bahwa warga ............ sebanyak 12 KK (37,5%) mempunyai kebiasaan membersihkan sarang laba-laba seminggu 1x, 1 KK (3,125%) membersihkan sarang laba-laba 2 minggu 1x, 2 KK (6,25%) membersihkan sarang laba-laba 1 bulan 1x, dan 17 KK (53,125%) membersihkan sarang laba-laba secara tidak teratur apabila sudah terlihat ada sarang laba-laba maka segera dibersihkan.Analisi data............Tabel 2.4.8 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan membersihkan penampungan airNoFrekuensiJumlah KK%

1Tiap hari825%

21 minggu 1x618,75%

31 bulan 1x00%

4Tidak teratur1856,25%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.8 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan kebiasaan membersihkan penampungan air

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat diketahui bahwa warga di ........ sebanyak 8 KK (25%) mempunyai kebiasaan membersihkan penampungan air tiap hari, 6 KK (18,75%) membersihkan penampungan air 1 minggu 1x, dan sebanyak 18 KK (56,25%) membersihkan penampungan air secara tidak teratur tergantung kondisinya sudah kotor atau belum.Analisis data.............g. Pantangan makan dan minumData diambil dari 82 jiwa warga .............Tabel 2.4.9 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan pantangan makanan dan minumanNoPantanganJumlah%

1Ada22,4%

2Tidak 8097,6%

jumlah82100%

Diagram 2.4.9 perilaku terhadap kesehatan berdasarkan pantangan makanan dan minuman

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat diketahui bahwa hanya ada 2 (2,4%) warga ........... yang memiliki pantangan makanan, sisanya 80 (97,6%) warga tidak memiliki pantangan makanan maupun minuman.Analisis data...............h. Keluarga sadar giziPengkajian mengenai keluarga sadar gizi meliputi makanan pokok, sumber protein, sayuran, buah-buahan, susu, frekuensi makan dan cara menghidangkan makanan.Tabel 2.4.10 keluarga sadar gizi berdasarkan sumber makanan pokokNoJenisJumlah KK%

1Nasi 3196,875%

2Oyek 00%

3Lain-lain13,125%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.10 keluarga sadar gizi berdasarkan sumber makanan pokok

Interpretasi dataDari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas warga................ mendapat sumber makanan pokok dari nasiAnalisis data....................Tabel 2.4.11 keluarga sadar gizi berdasarkan sumber proteinNoJenisJumlah KK%

1Nabati412,5%

2Hewani26,25%

3campur2681,25%

jumlah32100%

Diagram 2.4.11 keluarga sadar gizi berdasarkan sumber protein

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa warga ............ sebanyak 4 KK (12,5%) mendapat sumber protein dari nabati, 2 KK (6,25%) dari hewani dan sisanya 26 KK (81,25%) mendapat sumber protein dari campuran nabati dan hewani.Analisis data............Tabel 2.4.12 keluarga sadar gizi berdasarkan pemenuhan sayuranNoSayurJumlah KK%

1Ada1753,125%

2Kadang26,25%

3Campuran1340,625%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.12 keluarga sadar gizi mengkonsumsi sayuran

Interpretasi dataDari tabel diatas dapat dilihat bahwa warga .................. sebanyak 17 KK (53,125%) ada sayuran dalam menu makanannya, 2 KK (6,25) kadang-kadang, dan 13 KK (40,625%) campuran.Analisis data.............

Tabel 2.4.13 keluarga sadar gizi berdasarkan pemenuhan buahNoBuahJumlah KK%

1Ada00%

2Kadang3196,875%

3Tidak ada13,125%

jumlah32100%

Diagram 2.4.13 keluarga sadar gizi mengkonsumsi buah

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga................ kadang-kadang mengkonsumsi buah-buahan.Analisis data...............Tabel 2.4.14 keluarga sadar gizi berdasarkan asupan susuNosusuJumlah KK%

1ada515,625%

2kadang2475%

3Tidak ada39,375%

jumlah32100%

Diagram 2.4.14 keluarga sadar gizi berdasarkan asupan susu

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat dilihat bahwa warga .............. sebanyak 5 KK (15,625%) selalu mengkonsumsi susu, 24 KK (75%) kadang-kadang mengkonsumsi susu, dan sisanya 3 KK (9,375%) tidak mengkonsumsi susu.Analisis data.............Tabel 2.4.15 keluarga sadar gizi berdasarkan frekuensi makanNoFrekuensiJumlah KK%

11x sehari00%

22x sehari26,25%

33x sehari2268,75%

4Tidak teratur825%

jumlah32100%

Diagram 2.4.15 keluarga sadar gizi berdasarkan frekuensi makan

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa warga ............... sebanyak 22 KK (68,75%) makan 3x sehari, sebanyak 2 KK (6,25%) makan 2x sehari, dan sisanya 8 KK (25%) makan tidak teratur.Analisis data......Tabel 2.4.16 keluarga sadar gizi berdasarkan kebiasaan menyajikan makananNomakananJumlah KK%

1tertutup2784,375%

2kadang412,5%

3terbuka13,125%

jumlah32100%

Diagram 2.4.16 keluarga sadar gizi berdasarkan kebiasaan menyajikan makanan

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat dilihat bahwa warga ................ sebanyak 27 KK (84,375%) menyajikan makanan secara tertutup, 4 KK (12,5%) menyajikan makanan kadang tertup kadang terbuka, dan 1 KK (3,125%) menyajikan makanan secara terbuka.Analisis data................Tabel 2.4.16 keluarga sadar gizi berdasarkan kebiasaan masak sayuranNokebiasaanJumlah KK%

1Dipotong baru dicuci2887,5%

2Dicuci baru dipotong422,5%

3Tidak dicuci00%

Jumlah32100%

Diagram 2.4.16 keluarga sadar gizi berdasarkan kebiasaan masak sayuran

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa warga ............ sebanyak 28 KK (87,5%) memotong sayuran terlebih dahulu sebelum dicuci, sisanya 4 KK (22,5%) mencuci sayuran terlebihdahulu sebelum dipotong.Analisis data.............Semua warga ................ menggunakan garam beryodium untuk memasak.Analisis data................

5. LingkunganPengkajian lingkungan meliputi ventilasi, jamban, sumber air minum, pembuangan air kotor, pembuangan sampah, sumber pencemaran dan pemanfaatan pekarangan.Jumlah KK: 32 KKJumlah rumah: 30 rumahJumlah KK inti: 30 KKJumlah KK tumpang: 2 KKTabel 2.5.1 Lingkungan berdasarkan ventilasi tinggi enternitNo.Tinggi enternitJumlah KK%

1

2

Diagram 2.5.1 Lingkungan berdasarkan ventilasi tinggi enternit

Tabel 2.5.2 Lingkungan berdasarkan ventilasi banyak lobang anginNo.Banyak lobang anginJumlah KK%

1Banyak1443,75

2tidak1856,25

Jumlah32100

Diagram 2.5.2 Lingkungan berdasarkan ventilasi banyak lubang angin

Tabel 2.5.3 Lingkungan berdasarkan ventilasi Luas jendela >10%No.Luas jendela >10%Jumlah KK%

1iya2475

2tidak825

Jumlah32100

Diagram 2.5.3 Lingkungan berdasarkan ventilasi Luas jendela >10%

Tabel 2.5.4 Lingkungan berdasarkan ventilasi keadaan ruanganNo.Keadaan ruanganJumlah KK%

1Sejuk3196,675

2panas13,125

3pengap00

Jumlah32100

Diagram 2.5.4 Lingkungan berdasarkan ventilasi keadaan ruangan

Tabel 2.5.5 Lingkungan berdasarkan ventilasi jendela rumahNo.Jendela rumahJumlah KK%

1.Ada2784,375

2.Tidak ada515,625

jumlah32100

Diagram 2.5.5 Lingkungan berdasarkan ventilasi jendela rumah

Tabel 2.5.6 Lingkungan berdasarkan ventilasi jendela rumahNo.Jendela rumahJumlah KK%

1.Dibuka 1237,5

2.Ditutup 2062,5

jumlah32100

Diagram 2.5.6 Lingkungan berdasarkan ventilasi jendela rumah

Tabel 2.5.7 Lingkungan berdasarkan ventilasi genteng kaca dalam rumahNo.genteng kaca dalam rumahJumlah KK%

1.Ada00

2.Tidak ada32100

jumlah32100

Diagram 2.5.7 Lingkungan berdasarkan ventilasi genteng kaca dalam rumah

Interpretasi dataDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa warga ............ sebanyak 32kk 100% memiliki enternit dengan tinggi minimal 2,4m. Sebanyak 14 kk (43,75%) memiliki banyak lobang angin, yang tidak memiliki lobang angin dari 18kk (56,25%). Ada 24kk (75%) yang luas jendelanya >10%, dan ada 8kk (25%) yang luas jendelanya tidak >10%. Sebanyak 31kk (96,675%)suhu ruangannya terasa sejuk, dan hanya 1kk (3,125%) yang suhu ruangannya terasa panas. Ada 27kk (84,375%)yang rumahnya memiliki jendela dan ada 12kk (37,5%) yang jendelanya dibuka, sedangkan ada 5kk (15,625%) yang rumahnya tidak memiliki jendela dan ada 20kk (62,5%) yang jendelanya ditutup. Semua warga dengan jumlah kk sebanyak 32kk (100%) di dalam rumahnya tidak menggunakan genteng kaca.

Tabel 2.5.2 Lingkungan berdasarkan kepemilikan jambanNo.kepemilikanJumlah KK%

1.Sendiri2062,25

2.kelompok1237,25

jumlah32100

Diagram 2.5.2 Lingkungan berdasarkan kepemilikan jamban

Tabel 2.5.3 Lingkungan berdasarkan jumlah jambanNo.Jumlah jambanJumlah KK%

1.13093,75

2.213,125

3.>213,125

jumlah32100

Diagram 2.5.3 Lingkungan berdasarkan jumlah jamban

Tabel 2.5.4 lingkungan berdasarkan jenis jambanNo.Jumlah jambanJumlah KK%

1.Angsa 1856,25

2.terbuka721,875

3.tertutup516,625

4.lainnya00

jumlah32100

Diagram 2.5.4 lingkungan berdasarkan jenis jamban

Interpretasi dataDari tabel di atasdapat disimpulkan bahwa warga........sebanyak 20kk (62,5%) memilki jamban sendiri, dan ada sebanyak 12kk (37,5%)yang menggunakan jambannya secara kelompok. Ada 30kk (93,75%) yang memiliki 1 jamban di dalam rumahnya, ada 1kk (3,125%) yang memiliki 2 jamban di dalam rumahnya, dan ada 1kk (3,125%) yang memiliki jamban >2. Sebanyak 18kk (56,25%) menggunakan jamban dengan jenis leher angsa, 7kk (21,875%) menggunakan jamban terbuka, dan 5kk (16,625%) menggunakan jamban tertutup.

BAB IIIDIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

1. Analisis MasalahData dan analisa dataMasalah kesehatan

DS: Warga mengatakan pengelolaan sampah dengan cara dibakarDO: Hasil data pengkajian menunjukan 100% warga mengelola sampah dengan cara dibakar Ada beberapa kandang ternak yang jaraknya cukup dekat dengan pemukiman warga Hasil data pengkajian ada beberapa kandang ternak yang kotorannya tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan bau tidak sedapResiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasan

DS:

DO: ...% warga ............... mempunyai kebiasaan BAB di kolam ikan, ....% mempunyai kebiasaan BAB di sungaiResiko penurunan kualitas sumber daya air

Skala prioritas1) Resiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasanNoMasalah KesehatanKriteriaScore

1.Kesadaran masyarakat akan adanya masalah.Tinggi3/3 x 5 = 5

2.Motivasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah. Sedang 2/3 x 10 = 6 2/3

3.Kemampuan perawat untuk mempengaruhi dalam penyelesaian masalah.Tinggi 3/3 x 5 = 5

4.Ketersediaan keahlian yang relevan.Tinggi 3/3 x 7 = 7

5.Konsekuensi jika masalah tidak terselesaikan.Sedang2/3 x 8 = 5 1/3

6.Percepatan penyelesaian masalah yang dapat dicapai.Rendah1/3 x 8 = 2 1/3

Total Score31 1/3

2) Resiko penurunan kualitas sumber daya airNoMasalah KesehatanKriteriaScore

1.Kesadaran masyarakat akan adanya masalah.rendah1/3 x 5 = 1 2/3

2.Motivasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah. Sedang 2/3 x 10 = 6 2/3

3.Kemampuan perawat untuk mempengaruhi dalam penyelesaian masalah.Sedang2/3 x 5 = 3 1/3

4.Ketersediaan keahlian yang relevan.Sedang 2/3 x 7 = 4 2/3

5.Konsekuensi jika masalah tidak terselesaikan.Sedang2/3 x 8 = 5 1/3

6.Percepatan penyelesaian masalah yang dapat dicapai.Rendah1/3 x 8 = 2 2/3

Total Score24 1/3

2. Prioritas MasalahNo.PrioritasMasalah keperawatanSkor

11Resiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasan

31 1/3

22Resiko penurunan kualitas sumber daya air

24 /3

3. Diagnosa Keperawatan KomunitasPrioritasMasalah KeperawatanDiagnosa keperawatan komunitas

1Resiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasanResiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasan pada warga di ................ berhubungan dengan: Kurangnya pengetahuan warga mengenai pengelolaan sampah Kurangnya pengetahuan warga mengenai perawatan kandang ternak

ditandai dengan: Hasil data pengkajian menunjukan 100% warga mengelola sampah dengan cara dibakar Ada beberapa kandang ternak yang jaraknya cukup dekat dengan pemukiman warga Hasil data pengkajian ada beberapa kandang ternak yang kotorannya tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan bau tidak sedap

2Resiko penurunan kualitas sumber airResiko penurunan kualitas sumber air di .......... berhubungan dengan: Kurangnya pengetahuan warga mengenai kesehatan lingkungan

ditandai dengan ...% warga ............... mempunyai kebiasaan BAB di kolam ikan, ....% mempunyai kebiasaan BAB di sungai

BAB IVRENCANA DAN STRATEGI KOMUNITASNo.Diagnosa keperawatan komunitasRencana kegiatanImplementasiIndikatorKriteria hasilPenanggungjawab

1Resiko terjadinya gangguan pada sistem pernafasan pada warga di ................ berhubungan dengan: Kurangnya pengetahuan warga mengenai pengelolaan sampah Kurangnya pengetahuan warga mengenai perawatan kandang ternak

Penyuluhan Menjelaskan tentang pengelompokan sampah menurut jenisnya (organik dan anorganik), pengelolaan sampah yang baik (daur ulang dan dijadikan pupuk) Menjelaskan dampak dari pengelolaan sampah yang tidak benar Menjelaskan tentang perawatan ternak yang baik seperti kebersihan kandang ternak dan vaksin untuk hewan ternak Menjelaskan dampak pengelolaan ternak yang tidak benar Menjelaskan kandungan pada rokok Menjelaskan dampak yang timbul akibat merokokMengenai kesehatan lingkungan: Penyehatan udara. Pengamanan limbah pada tempat sampah. Pengamanan vector penyakit.

Tidak terdapat nyamuk dan lalat dalam rumah. Rumah dengan ventilasi dibuka setiap hari. Penanganan sampah dengan benar. Penanganan kandang ternak yang benar Penyediaan pojok rokokKetua RT

2Resiko penurunan kualitas sumber air di .......... berhubungan dengan: Kurangnya pengetahuan warga mengenai kesehatan lingkungan

penyuluhan Menjelaskan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat Menjelaskan mengenai jamban sehat Menjelaskan dampak dari kebiasaan BAB di kolam ikan dan sungai Menjelaskan dampak dari pembuangan limbah cair yang tidak benar Penyehatan air Pengamanan limbah cair Pengamanan vektor penyakit Tidak terdapat cemplung Kebiasaan BAB warga di kolam ikan dan sungai berkurang Kesadaran warga akan pentingnya kesehatan lingkungan meningkat Pengelolaan limbah cair yang benar