Komunikasi PC to PC

Download Komunikasi PC to PC

Post on 06-Nov-2015

6 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Komunikasi Data

TRANSCRIPT

<p>LAPORAN PRAKTIKUMKOMUNIKASI DATA</p> <p>KOMUNIKASI SERIAL PC to PC</p> <p>Oleh :Ellen Kurniawati Esmono1331130015 / TT-2A</p> <p>POLITEKNIK NEGERI MALANGJURUSAN TEKNIK ELEKTROPROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI2015 </p> <p>PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATAPENGKODEAN DATA DIGITAL</p> <p>I. Tujuan Khusus1) Mampu melakukan komunikasi antara dua komputer menggunakan interface serial RS 2322) Memahami sistem pengkabelan untuk menghubungkan dua komputer melalui port serial3) Memahami standarisasi komunikasi serial RS 2324) Memahami prosedur untuk melakukan komunikasi serial RS 232</p> <p>II. Tujuan Umum1) Memahami komponen untuk melakukan komunikasi serial RS 232 menggunakan delphi2) Mampu melakukan instalasi komponen komunikasi serial RS 2323) Mampu membuat program untuk komunikasi antara komputer dengan komputer</p> <p>III. Alat dan Bahan1) Program Delphi versi 72) Komponen komunikasi serial (CPORT)3) Konektor DB9 female 2 buah4) Kabel (secukupnya)5) Komputer 2 unit</p> <p>IV. Teori DasarA. Komunikasi Serial (RS 232)Komunikasi serial merupakan komunikasi yang pengiriman datanya dikirimkan per elemen. Dengan transmisi serial pengiriman data jarak jauh menjadi lebih efektif dibandingkan dengan transmisi paralel. Data paralel internal komputer dimasukkan ke pengubah paralel ke serial. Saluran serial mengirimkan setiap karakter per elemen sehingga hanya diperlukan satu atau dua penghantar, yaitu kirim data (Tx) dan terima data (Rx). Contoh transmisi serial ditunjukkan pada gambar 1.</p> <p>Gambar 1. Transmisi SerialPada gambar 2 ditampilkan bahwa transmisi serial membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan transmisi paralel, hal ini dikarenakan untuk komunikasi serial hanya menggunakan satu saluran. Berikut ini gambar arah transmisi dari komunikasi serial.</p> <p>Gambar 2. Arah transmisi komunikasi serialSebagai contoh, jika akan dikirim data serial 10011010 maka agar data tersebut dapat dikirim dan diterima dengan baik, selang waktu yang digunakan oleh pengirim dari penerima satu dengan yang lain harus sama. Jika penerima telah menerima penyesuaian bit, maka seharusnya juga harus segera menerima penyesuaian karakter dan penerima juga harus mengetahui awal dan akhir blok dat yang dikirim. Penyesuaian yang diperlukan dapat diperoleh secara sinkron maupun asinkron, data yang dikirim oleh terminal komputer lewat jalur Rx dimasukkan ke pengubah seri ke paralel sebelum diteruskan ke komputer. </p> <p>B. Parameter Komunikasi SerialPada komunikasi serial data yang dikirimkan berupa bit 1 (high) atau bit 0 (low), untuk bit 1 diwakili sebagai tegangan +3 s/d +15 volt dan bit 0 diwakili sebagai tegangan -3 s/d -15 volt dengan demikian tegangan dalam komunikasi serial memiliki ayunan tegangan maksimal sebesar 30 volt.Suatu karakter yang ditransfer harus didahului oleh kondisi (high) ke rendah (low) yang dinamakan start bit, yang digunakan untuk mensinkronkan antara pengirim dan penerima. Setelah start bit, selanjutnya berisi karakter yang diikuti dengan parity bit dan terakhir adalah stop bit. Berikut ini contoh sinyal informasi komunikasi serial RS 232 pada pengiriman huruf A dalam format ASCII tanpa bit paritas.</p> <p>Gambar 3. Gelombang informasi komunikasi serialGambar 3 menunjukan bentuk gelombang komunikasi serial dengan format 8NI, yaitu 8 bit-data, tanpa parity dan 1 stop bit. Pada keadaan idle atau menganggur, jalur RS 232 ditandai dengan mark state atau logika high. Pengiriman data diawali dengan start bit yang berlogika nol 0 atau low, berikutnya data dikirimkan bit demi bit mulai dari LSB (least Significant Bit) atau bit ke-0 (nol). Pengiriman setiap byte diakhiri dengan stop bit, ini adalah start bit yang menandakan data berikutnya akan dikirimkan. Jika tidak ada lagi data yang ingin dikirim, maka jalur transmisi ini akan dibiarkan dalam keadaan high. Ada yang disebut break sinyal, yaitu keadaan low yang lamanya cukup untuk mengirimkan 8-bit data. Jika pengirim menyebabkan jalur komunkasi dalam keadaan seperti ini, penerima akan menganggap ini adalah break sinyal atau sinyal rusak.Data yang dikirimkan dengan cara seperti gambar 2.11 ini disebut data yang terbingkai (to be framed) oleh start dan stop bit. Jika stop bit dalam keadaan low, berarti telah terjadi framing error. Biasanya hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan komunikasi (baudrate) antara pengirim dan penerima. Berikut ini beberapa parameter dari komunikasi serial: Data BitsJumlah bit yang akan ditransmisikan mempunyai nilai 5 sampai 8 bit. Parity BitUntuk mendeteksi kesalahan (error) yang berbentuk odd (ganjil), even (genap) atau tanpa parity (no parity). Start Bit dan Stop bitStart Bit digunakan untuk sinkronisasi penerima, start bit berukuran 1 bit.Stop Bit menandakan akhir dari data yang dikirimkan, stop bit berukuran 1 bit, 1.5 bit atau 2 bit. Baud Rate atau kecepatan data (bps)Merupakan kecepatan transmisi data dari transmitter ke receiver, mempunyai nilai antara (50 s/d 19,2 kbps).</p> <p>C. Konfigurasi Pengkabelan Komunikasi Serial antara 2 KomputerUntuk dapat melakukan komunikasi serial antara dua komputer maka dibutuhkan media kabel untuk mengirimkan informasi. Dalam komunikasi serial antara dua komputer dibutuhkan media kabel serta konektor yang berupa DB9 (female). DB9 (female) memiliki 9 pin out yang tiap-tiap pin out memiliki fungsi masing-masing. Pada tabel 1. dibawah ini, menunjukkan konfigurasi pin out beserta fungsi dari masing-masing pin.</p> <p>Tabel 1. Fungsi dari masing-masing pin keluaranFungsi Pin OutKeterangan Fungsi </p> <p>TxTransmit DataUntuk pengiriman data serial</p> <p>RxReceiver DataUntuk penerimaan data serial</p> <p>CTSClear To SendDigunakan untuk memberitahukan bahwa modem siap untuk melakukan pertukaran data </p> <p>CDCarrier DetectSaat modem mendeteksi suatu carrier dari modem lain (dari tempat lain) maka sinyal ini akan diaktifkan</p> <p>DSRData Set ReadyMemberitahukan UART bahwa modem siap untuk melakukan komunikasi (link)</p> <p>DTRData Terminal ReadyKebalikan dari DSR, untuk memberitahukan bahwa UAT siap untuk melakukan hubungan komunikasi</p> <p>RTSRequest To SendSinyal untuk menginformasikan modem bahwa UART siap untuk melakukan pertukaran data</p> <p>RIRing InduktorAkan aktif jika modem mendeteksi adanya sinyal dering dari saluran telepon</p> <p>Untuk konfigurasi pin out antara DB9 (female) dengan DB9 (female) yang lain ditunjukkan pada gambar berikut:</p> <p>Gambar 4. Konfigurasi pin out DB9Pada gambar 4 diatas merupakan konfigurasi untuk komunikasi antara dua komputer yang menggunakan koneksi point-to-point, artinya hanya komunikasi dalam mode half duplex.</p> <p>D. Installasi Komponen Cport pada delphiInstalasi ComPort di Delphi 7.1) Buat folder baru di directory Delphi, beri nama, misalnya comport.2) Copy file di comport hasil download-an ke dalam folder yang baru anda buat tadi.3) Tambahkan ke Library Path dengan cara pilih dari menu Tools Environment Option sehingga muncul window seperti ini :</p> <p>4) Pilih tab Library, kemudian pilih Library Path, klik pada kotak disebelah kanan</p> <p>5) Klik tombol browse pada menu Greyed items denote invalid path, pilih folder yang tadi dibuat. Kemudian klik Add sehingga lokasi folder akan muncul di bagian Ordered list of Library paths.6) Buka file CportLib7.dpk dari menu File Open</p> <p>7) Klik Compile.8) Copy file CportLib7.dcu dari folder dimana anda menyimpan file CPort ke dalam Folder \System32.9) Buka file DsgnCport7.dpk dari menu File Open</p> <p>10) Klik Compile, kemudian klik Install.11) Jika sudah berhasil komponen ComPort terlihat di component pallete Delphi, disebelah paling kanan.</p> <p>membuat program yang berbasis pada komunikasi serial, baik antar PC maupun PC dengan device yang lain seperti mikrokontroler. Materi yang akan datang kita praktekkan, kita gunakan mikrokontroler sebagai teman komunikasinya.</p> <p>V. Perencanaan</p> <p>VI. PembahasanPertama-tama yang dilakukan dalam membuat tampilan Komunikasi Serial adalah melakukan identifikasi pada setiap fungsi-fungsi yang diperlukan. Identifikasi ini dilakukan dengan mengedit pada menu Box Inspector sesuai dengan yang diinginkan sehingga pada listing program akan muncul otomatis sepeti ini.type TFrmpctopc = class(TForm) Mekirim: TMemo; Meterima: TMemo; Label1: TLabel; Label2: TLabel; comserial: TComPort; Btsend: TButton; Btsetup: TButton; Btexit: TButton; Edinputteks: TEdit; procedure comserialRxChar(Sender: TObject; Count: Integer); procedure FormCreate(Sender: TObject); procedure BtsendClick(Sender: TObject); procedure BtsetupClick(Sender: TObject); procedure BtexitClick(Sender: TObject);private { Private declarations } public { Public declarations } end;</p> <p>var Frmpctopc: TFrmpctopc;</p> <p>Selanjutnya adalah menuliskan program dari tiap-tiap menu. Berikut adalah listing program dari tiap-tiap menu gelombang:implementation</p> <p>{$R *.dfm}</p> <p>procedure TFrmpctopc.comserialRxChar(Sender: TObject; Count: Integer);varstr:string;//variabel penyimpanan data yang diterimabegin comserial.ReadStr(Str,Count); meterima.Text :=meterima.Text+str;end;</p> <p>procedure TFrmpctopc.FormCreate(Sender: TObject);begin comserial.Open;end;</p> <p>procedure TFrmpctopc.BtsendClick(Sender: TObject);var i,n:integer; str:string;begin str:=edinputteks.Text; comserial.WriteStr(str); mekirim.Lines.Add('Pengirim:'+edinputteks.Text );end;</p> <p>procedure TFrmpctopc.BtsetupClick(Sender: TObject);begincomserial.ShowSetupDialog;end;</p> <p>procedure TFrmpctopc.BtexitClick(Sender: TObject);begin comserial.Close; //menutup port com application.Terminate; // keluar dari programend;</p> <p>end.Selesai penulisan listing program selanjutnya klik Run. Tampilan awal saat dilakukan Run :</p> <p>Selanjutnya adalah mengetikkan text yang akan dikirim pada kolom edit (Edinputteks), lalu klik Send selanjutnya akan muncul text yang kita kirim pada kolom Kirim dan akan muncul pada kolom Terima pada PC penerima, dan pada kolom Terima akan muncul text yang dikirim dari PC lain.</p> <p>Selanjutnya Setup digunakan untuk pengaturan dengan tampilan sebagai berikut:</p> <p>Selanjutnya Exit digunakan untuk keluar dari program.</p> <p>VII. Kesimpulan1) Dalam komunikasi PC to PC dapat dilakukan dengan menggunakan interface serial RS 232 dan komponen Cport pada Delphi7.2) Komunikasi serial merupakan komunikasi yang pengiriman datanya dikirimkan per elemen. Dengan transmisi serial pengiriman data jarak jauh menjadi lebih efektif dibandingkan dengan transmisi paralel.</p> <p>VIII. Referensi1) Panduan Praktikum Komunikasi DataSENDER</p> <p>RECEIVER</p> <p>--00-</p> <p>--00-</p> <p>1 1 0 1 0 0 1 0 </p> <p>Dibutuhkan 1 line mengirimkan 8 bit</p> <p>Paralel/serial konverter</p> <p>Paralel/serial konverter</p> <p>8 bit dikirim satu per elemen</p> <p>1 1</p> <p>0</p> <p>1</p> <p>0 0</p> <p>1</p> <p>0</p> <p>Bit-bit yang ditransmisikan</p> <p>Panjang karakter 8 bit</p> <p>Start</p> <p>Stop </p> <p>Arah transmisi</p> <p>MARK</p> <p>SPACE</p> <p>Logic 0</p> <p>Logic 1</p> <p>Start </p> <p>1</p> <p>0</p> <p>1</p> <p>+ 15 volt</p> <p>0 volt</p> <p>-15 volt</p> <p>0</p> <p>0</p> <p>0</p> <p>0</p> <p>0</p> <p>Tx</p> <p>PIN 1 : CD</p> <p>PIN 2 : RX</p> <p>PIN 3 : TX</p> <p>PIN 4 : RX</p> <p>PIN 5 : SG</p> <p>PIN 6 : DSR</p> <p>PIN 7 : RTS</p> <p>PIN 8 : CTS</p> <p>PIN 9 : RI</p> <p>Rx</p> <p>PIN 1 : CD</p> <p>PIN 2 : RX</p> <p>PIN 3 : TX</p> <p>PIN 4 : RX</p> <p>PIN 5 : SG</p> <p>PIN 6 : DSR</p> <p>PIN 7 : RTS</p> <p>PIN 8 : CTS</p> <p>PIN 9 : RI</p> <p>START</p> <p>KONFIGURASI SERIAL</p> <p>SEND</p> <p>TX</p> <p>RX</p> <p>SETUP</p> <p>EXIT</p> <p>MASUKKAN DATA</p> <p>KELUAR DARI PROGRAM</p> <p>START</p> <p>SEND</p> <p>TX</p> <p>RX</p> <p>SETUP</p> <p>EXIT</p> <p>MASUKKAN DATA</p> <p>KONFIGURASI SERIAL</p> <p>KELUAR DARI PROGRAM</p> <p>KIRIM</p> <p>TERIMA</p> <p>TERIMA</p> <p>KIRIM</p> <p>PC 1</p> <p>PC 2</p>