kompre bu siti

Click here to load reader

Post on 25-Jul-2015

126 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Uploaded from Google Docs

TRANSCRIPT

BAB II TINJAUAN TEORI

A.

KEHAMILAN1.

Definisi Kehamilan Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari), dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin, 2006). Kehamilan normal adalah lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 43 minggu. Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur (lebih bulan). Kehamilan antara 28-36 minggu disebut kehamilan premature (Sarwono, 2007). Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, yaitu :a.

Kehamilan trimester I berlangsung dalam 12 minggu, dalam trimester pertama alat-alat mulai dibentuk. Kehamilan trimester II antara 12 sampai 28 minggu, alat-alat telah dibentuk, tetapi belum sempurna dan viabilitas janin masih disangsikan.

b.

c.

Kehamilan Trimester III antara 28 sampai 40 minggu, dimana janin yang dilahirkan dalam triwulan terakhir telah dapat hidup (Sarwono, 2007).

Persatuan antara sebuah telur dan sebuah sperma disebut konsepsi yang menandai awal suatu kehamilan. Peristiwa ini bukan merupakan peristiwa yang terpisah , tetapi ada suatu rangkaian kejadian yang mengelilinginya. Kejadian-kejadian itu ialah pembentukan gamet (telur dari sperma), ovulasi (pelepasan telur), penggabungan gamet dan implantasi embrio didalam uterus. Hanya jika semua peristiwa itu berlangsung baik, maka proses perkembangan embrio dan janin dapat dimulai. Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung sel telur (ovarium). Saat ovulasi ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah. Kadar estrogen yang tinggi meningkatkan gerakan tuba uterin sehingga silia tuba tersebut dapat menangkap ovum dan menggerakannya sepanjang tuba menuju rongga rahim. Ovum tidak dapat berjalan sendiri. Ada dua lapisan jaringan pelindung yang mengelilingi ovum. Lapisan pertama berupa membrane tebal tidak berbentuk yang disebut zona felusida. Lingkaran luar yang disebut korona radiata. Ovum dianggap subur selama 24 jam setelah ovulasi. apabila tidak difertilisasi oleh sperma, ovum berdegenerasi dan di reabsorpsi. Ejakulasi pada hubungan seksual dalam kondisi normal mengakibatkan pengeluaran 1 sendok teh semen yang mengandung 200-500 juta sperma kedalam vagina. Sperma berenang dengan gerakan flagella pada ekornya. Beberapa sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam lima menit, tetapi rata-rata waktu yang dibutuhkan ialah empat sampai enam jam. Sperma akan tetap hidup dalam sistem reproduksi wanita selama dua sampai tiga hari. Kebanyakan sperma akan hilang di vagina, di dalam lendir serviks, diendometrium atau sperma memasuki saluran yang tidak memiliki

ovum. Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterin, enzim-enzim yang dihasilkan disana akan membantu kapasitas sperma. Kapasitas ialah perubahan fisiologis yang membuat perubahan lapisan pelindung lepas dari kepala sperma (aksrosom) yang memungkinkan enzim keluar. Enzim-enzim ini dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum sebelum fertilisasi. Proses fertilisasi ini berlangsung di ampula (sepertiga bagian luar) tuba uterin. Apabila sebuah sperma berhasil menembus membrane yang mengelilingi ovum, baik sperma maupun ovum akan berada di dalam membrane dan membrane tidak lagi dapat ditembus oleh sperma lain. Kemudian ovum yang tlah dibuahi segera membelah diri. Zona pelusida berdegenerasi dan trofoblas meletakan dirinya pada endometrium rahim, biasanya pada daerah fundus anterior atau posterior. Antara tujuh sampai sepuluh hari setelah konsepsi, trofoblas menyekresi enzim yang membantunya membenamkan diri kedalam endometrium sampai seluruh bagian blastosis tertutup. Proses ini dikenal dengan implantasi. (Bobak, 2004). Istilah untuk perkembangan keturunan dan implantasi sampai 8 minggu setelah konsepsi disebut embrio. Selama periode embrionik semua organ dan bagian tubuh tergeletak dalam bentuk rudimentary sehingga bila sudah lengkap akan bertumbuh menjadi matur dalam waktu 7 bulan berikutnya. Hasil konsepsi ini disebut sebagai janin. Ruangan yang dilapisi oleh selaput janin (amnion dan korion) berisi air ketuban (liquor amnii). Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1000-1500 cc. Air ketuban berwarna putih keruh, berbau amis, dan berasa manis. Cairan

amniotic ini membuat kantung amniotic mengencang dan memungkinkan pertumbuhan dan pergerakan janin. Cairan ini menyeimbangkan tekanan dan melindungi janin dari benturan dan perlukaan. Cairan ini mempertahankan suhu yang konstan untuk janin dan memberi sedikit zat gizi. Pada persalinan, selama membran tetap utuh, cairan amnion akan melindungi placenta dan tali umbilicus dari tekanan akibat kontraksi uterus. Cairan amnion berasal dari Fetal urine, transudasi darah

ibu, sekresi dari epitel amnion, asal campuran. Placenta berasal dari trofoblas pada ovum yang dibuahi, lalu terhubung dengan sirkulasi ibu untuk melakukan fungsi-fungsi yang belum dapat dilakukan oleh janin itu sendiri selama kehidupan intra uterin. Letak placenta yang normal umumnya pada korpus uteri bagian depan atau belakang agak kearah fundus uteri. Placenta terdiri dari :a.

Bagian Janin Vili Korialis, ruang-ruang interviler, pada permukaan janin placenta dilapisi oleh amnion yang kelihatan licin.

b.

Bagian maternal, terdiri atas desidua kompakta yang terbentuk dari beberapa lobus dan kotiledon. Tali pusat merentang dari pusat janin ke placenta bagian permukaan janin.

c.

Agar janin dapat tumbuh dengan sempurna, dibutuhkan penyalur darah yang membawa zat asam, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu kepada janin, begitu pula pembuangan karbon dioksida dan limbah metabolisme janin ke sirkulasi ibu. Maka fungsi dari placenta adalah :

1. 2.

Nutrisi, yaitu alat pemberi makanan pada janin Respirasi, yaitu oksigen dari hemoglobin ibu masuk ke dalam darah janin dengan cara difusi dan dengan cara yang sama janin melepaskan karbon dioksida ke dalam darah maternal.

3. 4.

Ekskresi, yaitu alat pengeluaran sampah metabolisme Penyimpanan, yaitu placenta melakukan metabolisme glukosa, menyimpannya dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa sesuai kebutuhan serta penyimpan zat besi dan vitamin yang larut dalam lemak.

5.

Perlindungan, yaitu alat penyalur bermacam-macam antibody ke janin. (Salmah, 2006).

2.

Tanda-tanda kehamilan Untuk menegakkan kehamilan ditetapkan dengan melakukan penelitian terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan. Berikut ini adalah tanda-tanda kehamilan menururut buku ilmu kebidanan (2009) :a.

Tanda-tanda tidak pasti kehamilan1.

Amenore (terlambat datang bulan)a.

Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan folikel de graaf dan ovulasi. Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus neagle dapat ditentukan perkiraan persalinan.

b.

2.

Mual (nausea) dan muntah (emesis)a.

Pengaruh estrogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan. menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebut morning sicknes. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat teratasi.

b.

3.

Ngidam

Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam.4.

Sinkope atau Pingsana.

Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan.

b.

Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu.

5.

Payudara teganga.

Pengaruh payudara.

estrogen-progesteron

dan

sometotropin

menimbulkan deposit lemak, air dan garam padab. c.

Payudara membesar dan tegang Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.

6.

Sering miksia.

Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Pada triwulan ke-2 sudah menghilang. Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic

b. 7.

Konstipasi atau obstipasi usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

8.

Pigmentasi kulita. b.

Sekitar pipi : Cloasma Gravidarum Keluarnya melanophore stimulating Hormon hifofisis anterior menyebabkan figmentasi pada kulit. Dinding perut Striae lividae, striae nigra, linea nigra makin hitam

c.

d.

Sekitar payudara

Hiperpigmentasi areola mamae, putting susu makin menonjol, kelenjar Montgomery menonjol, Pembuluh darah manifest sekitar payudara9.

Epulis atau radang gusi Suatu hipertropi papilla ginggipae. Sering terjadi pada trimester 1

10.

Varices atau penampakan pembuluh darah vena Sering dijumpai pada triwulan terakhir. Didapat pada daerah genital eksterna, fossa poplitea, kaki dan betis. Pada multigravida kadang-kadang varices ditemukan pada kehamilan yang terdahulu, timbul kembali pada triwulan pertama. Kadang-kadang timbulnya varices merupakan gejala pertama kehamilan muda.

11.

Pada kehamilan muda bisa pula ditemukan :a. b. c. d.

Tanda hegar Tanda chadwicks Tanda piscaseck Kontraksi brakston hicks

b.

Tanda pasti kehamilan1.

gerakan janin dalam Rahima. b.

Terlihat/teraba gerak janin Teraba bagian-bagian janin Didengarkan Ultrasonografi dengan stetoskop leanec, alat

2.

Terdengar denyut jantung janina.

kardiotokografi, alat dopler.b. 3.

Dapat dirasakan gerakan janin dan ballotemen

4.

Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin Pada pemeriksaan USG dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin, dan diameter biparietal hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan.

5.

3.