Kompet.farmasis File

Download Kompet.farmasis File

Post on 22-Aug-2014

139 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>KOMPETENSI DAN STANDAR PELAYANAN APOTEKER DI APOTEK</p> <p>Oleh ;</p> <p>Gustampera Bandung, September 2011</p> <p>Sekilas Info Cigalontang, September 2009</p> <p>SILABUS</p> <p>1. 2.</p> <p>KOMPETENSI APOTEKER STANDAR PELAYANAN APOTEKER DI APOTEK</p> <p>KOMPETENSI APOTEKER</p> <p>KOMPETENSI</p> <p>COMPETENCE = Kemampuan, Kecakapan atau Wewenang</p> <p>DEFENISI : PENGERTIAN KOMPETENSIADALAH KEMAMPUAN MANUSIA YANG MERUPAKAN SEJUMLAH KARAKTERISTIK, BAIK BERUPA BAKAT, MOTIF, SIKAP, KETERAMPILAN, PENGETAHUAN, PERILAKU YANG MEMBUAT SESEORANG BERHASIL DALAM PEKERJAANNYA, DENGAN KATA LAIN YANG DAPAT MEMBEDAKAN SESEORANG YANG MEMILIKI KINERJA RATA-RATA DENGAN ORANG YANG MEMILIKI KINERJA UNGGUL (KINERJA LEBIH BAIK) DAN SECARA EFEKTIF MEMBANTU DAN MEMBEDAKAN KINERJA DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN SEHARI-HARI.</p> <p>DASAR PELAKSANAAN KOMPETENSI APOTEKER(FARMASIS) </p> <p>PP RI NO. 51 TAHUN 2009 PASAL 37 AMANAT KONGRES NASIONAL ISFI XVII/2005, PROGRAM UMUM INTERNAL.(NO.008/K XVII/ISFI/05) SK MENTERI KESEHATAN NO 1027, TGL 15 SEPTEMBER 2004, TENTANG STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK. RUMUSAN DARI AS.PEND.TINGGI FARMASI INDONESIA TENTANG KOMPETENSI FARMASIS DI APOTEK, FARMASI RS, INDUSTRI DAN PEMERINTAHAN. JOGJAKARTA, TGL 6 MARET 2003. STANDARD KOMPETENSI FARMASIS INDONESIA /BPP ISFI.</p> <p>APOTEKA. MENURUT WHO : Merupakan tempat pengabdian profesi dimana Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) dilaksanakan, berpedoman pada Good Pharmacy Practice (GPP). B. MENURUT PP 51 TAHUN 2009 : Adalah sarana Pelayanan Kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.</p> <p>PELAYANAN KEFARMASIAN (PP 51 TAHUN 2009)</p> <p>Suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien</p> <p>KOMPETENSI FARMASIS(Buku Standard kompetensi farmasis Indonesia/ BPP ISFI)</p> <p># TERDIRI DARI : A. MANAJEMEN PRAKTIS KEFARMASIAN B. PRAKTEK KLINIK KEFARMASIAN C. KOMUNIKASI FARMASI D. PHARMACY PRACTISE GOVERNANCE E. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FARMASI F. RISET KEFARMASIAN. # Kemudian masing-masing dilengkapi dengan Standard Operating Procedures dengan format ; Judul SOP, tujuan, ruang lingkup, kegiatan, tanggung jawab dan cara evaluasi. #</p> <p>STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) DARI KOMPETENSI FARMASIS</p> <p>SOP AKAN MEMBANTU FARMASIS DALAM MELAKSANAKAN KOMPETENSINYA SEBAGAI FARMASIS. MERUPAKAN PERWUJUDAN STANDARD KOMPETENSI DALAM BENTUK YANG LEBIH SEDERHANA DAN TEKNIS. SOP MEMBERI PELUANG BAGI FARMASIS UNTUK MENAMPILKAN PROFESIONALISME &amp; TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL KEPADA MASYARAKAT &amp; PEMERINTAH. SERTA DALAM BEBERAPA HAL DIGUNAKAN UNTUK : MENGANTISIPASI ISU-ISU KHUSUSNYA DALAM BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN.</p> <p>Apa Saja Kompetensi Farmasi di Apotek ?1. 2.</p> <p>3.</p> <p>4. 5. 6.</p> <p>Pengelolaan Obat &amp; Perbekalan Kesehatan Lainnya. Pelayanan Obat &amp; Perbekalan Kesehatan Lainnnya Pelayanan Konsultasi, Informasi &amp; Edukasi Pencatatan &amp; Pelaporan Partispasi Monitoring Obat Partisipasi Promosi Kesehatan</p> <p>KOMPETENSI FARMASIS DI APOTEK(ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI FARMASI NDONESIA)1. PENGELOLAAN OBAT &amp; PERBEKALAN KESEHATAN - KOMPETENSI : MAMPU MELAKSANAKAN PENGELOLAAN OBAT SESUAI KETENTUAN YANG BERLAKU. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK : PERATURAN PERUNDANGAN TTG OBAT, STABILITAS OBAT, MANAJEMEN PRODUKSI</p> <p>LAINNYA.</p> <p>2. PELAYANAN OBAT &amp; PERBEKALAN KESEHATAN</p> <p>- KOMPETENSI : MAMPU MEMBERIKAN PEL OBAT KPD PASIEN SECARA PROFESIONAL, DG JAMINAN OBAT TEPAT, AMAN &amp; EFEKTIF. JUGA PELAYANAN OBAT BEBAS &amp; OBAT RESEP DOKTER YANG DIBUAT LANGSUNG DI APOTEK. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK : PATOLOGI/PATOFISIOLOGI, FARMAKOLOGI, INTERAKSI OBAT, BIOFARMASI &amp; FARMAKOKINETIK, FORMULASI SEDIAAN OBAT, CARA/ TEKNIK PEMBUATAN SEDIAAN OBAT/ PENCAMPURAN OBAT.</p> <p>LAINNYA</p> <p>3. PELAYANAN KONSULTASI, INFORMASI &amp; EDUKASI - KOMPETENSI : MAMPU MELAKSANAKAN FUNGSI PEL KONSULTASI, INFORMASI &amp; EDUKASI TTG OBAT &amp; PERB KESEHATAN LAINNYA KEPADA ; PENDERITA, TENAGA KESEHATAN LAINNNYA ATAU PIHAK LAIN YG MEMBUTUHKAN. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK:BERBAGAI PENGETETAHUAN TTG KEFARMASIAN, TTG SUMBER DATA &amp; INFORMASI, MENCARI DATA &amp; INFORMASI OBAT KE BERBAGAI SUMBER (INTERNET) APLIKASI KOMPUTER DALAM FARMASI, KEMAMPUAN BERBAHASA DENGAN BAIK, ILMU KOMUNIKASI &amp; PSIKOLOGI. 4. PENCATATAN &amp; PELAPORAN - KOMPETENSI : MAMPU MELAKSANAKAN PENCATATAN &amp; PELAPORAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN YG BERLAKU. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK : PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN.</p> <p>5. PARTISIPASI MONITORING OBAT - KOMPETENSI : MAMPU BERPARTISIPASI SECARA AKTIF DALAM PROGRAM MONITORING KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK: ILMU-ILMU KEFARMASIAN 6. PARTISIPASI PROMOSI KESEHATAN - KOMPETENSI : MAMPU BERPARTISIPASI SECARA AKTIF DALAM PROGRAM KESEHATAN DI MASYARAKAT LINGKUNGANNYA YANG BERKAITAN DENGAN OBAT - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK: ILMU-ILMU KEFARMASIAN ILMU - ILMU KOMUNIKASI , PSIKOLOGI. 7. FUNGSI/TUGAS LAIN (KEUANGAN, SDM DLL.) - KOMPETENSI : MAMPU MELAKSANAKAN TUGAS &amp; FUNGSI LAIN SEBAGAI PIMPINAN DI APOTEK, SEPERTI PENGELOLAAN KEUANGAN &amp; SDM. - PENGETAHUAN KEMAMPUAN AKADEMIK: MANAJEMEN KEUANGAN, KEPEGAWAIAN, FARMAKO EKONOMI.</p> <p>-</p> <p>Break (Istirahat) . Sejenak, Sakedap, Sabanta, Siat, Ngaso, Setumat.. Dll.</p> <p>STANDAR PELAYANAN APOTEKER DI APOTEK</p> <p>Oleh ;</p> <p>GustamperaBandung, September 2011</p> <p>PERKEMBANGAN PELAYANAN FARMASI Pelayanan</p> <p>kefarmasian mengalami perubahan yang cukup berarti dalam 20 tahun terakhir. ini dan masa mendatang apoteker menghadapi tantangan yang besar untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan sesuai dengan perkembangan sistem pelayanan kesehatan modern yang sangat pesat.</p> <p> Saat</p> <p>DASAR HUKUM :SK MENKES No.1027/MENKES/SK/IX/2004 Tentang : Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek</p> <p>SK MENKES, NO 1027/MENKES/SK/IX/041. PENDAHULUAN - TUJUAN : SEBAGAI PEDOMAN FARMASIS DALAM MENJALANKAN PROFESI, MELINDUNGI MASYARAKAT DARI PELAYANAN YANG TIDAK PROFESIONAL, MELINDUNGI PROFESI DALAM MENJALANKAN PRAKTEK KEFARMASIAN. 2. PENGELOLAAN SUMBER DAYA - SUMBER DAYA MANUSIA - SARANA &amp; PRASARANA - PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI &amp; PERBEKALAN KESEHATAN LAINNYA. - ADMINISTRASI (UMUM &amp; PELAYANAN)</p> <p>3. PELAYANAN - PELAYANAN RESEP : * SKRINING RESEP * PENYIAPAN OBAT (PERACIKAN, ETIKET, PENYERAHAN OBAT OLEH APOTEKER DISERTAI PEMBERIAN INFORMASI OBAT, KONSELING DAN MONITORING PENGGUNAAN OBAT) - PROMOSI &amp; EDUKASI - PELAYANAN RESIDENSIAL (HOME CARE) 4. EVALUASI MUTU PELAYANAN - INDIKATOR YG DIGUNAKAN UTK MENGEVALUASI MUTU PEL.: * TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN * DIMENSI WAKTU * PROSEDUR TETAP (PROTAP), FORMAT BERISI ; TUJUAN, RUANG LINGKUP, HASIL, PERSYARATAN &amp; PROSES. 5. PENUTUP.</p> <p>Perubahan Paradigma Layanan KefarmasianOrientasi Produk</p> <p>Orientasi Pasien</p> <p>PERAN FARMASIS KEDEPANDEWASA INI RETAIL FARMASI PERAN APOTEKER 10% - 30% MENINGKATKAN PERAN APOTEKER NO PHARMACIST NO SERVICE</p> <p>KEDEPANPHARMACIST FULL SERVICES</p> <p> PROFESI TERPINGGIRKAN PENGHASILAN MINIM</p> <p>APOTEKER TIDAK DI APOTEK</p> <p>APOTEK TIDAK BOLEH MELAYANI RESEP</p> <p>Spesialisasi Pendidikan FarmasiFarmasi Komunitas Farmasi Klinik / Hospital Industri : Produces QC / QA, R &amp; D Marketing (Kosmetik, Makanan) Regulatory / Pemerintahan</p> <p>Pendidikan TinggiJumlah Fakultas/Jurusan Farmasi : 6210 Negeri 52 Swasta</p> <p>Rekrutmen mahasiswa baru tiap tahun 4.500 orang Output 80% = 3.600 Apoteker tiap tahun</p> <p>Supply ?</p> <p>Demand ?</p> <p>1. Care - giver</p> <p>Ritailer Manager</p> <p>2. Decision maker 3. Communicator 4. Leader</p> <p>GPP</p> <p>5. Manager 6. Life long learner</p> <p>Professional</p> <p>7. Teacher8. Reseacher</p> <p>Peran</p> <p>Sistem</p> <p>Tugas/Fungsi</p> <p>Kompetensi, Komitmen, Konsistensi</p> <p>PERAN FARMASIS YG DIGARISKAN WHO DIKENAL DENGAN ISTILAH SEVEN STARS PHARMACIST1. CARE GIVER : FARMASIS SEBAGAI PEMBERI PELAYANAN, BERINTERAKSI DENGAN PASIEN SECARA BERKESINAMBUNGAN &amp; BERMUTU TINGGI. 2. DECISION MAKER : FARMASIS MENDASARKAN PEKERJAAN PADA KECUKUPAN, BIAYA EFEKTIF/EFISIEN TERHADAP SELURUH KEGIATAN. KEMAMPUAN PERLU DIUKUR UNTUK MENAMBAH PENDIDIKAN/PELATIHAN. 3. COMMUNICATOR : FARMASIS HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI YANG CUKUP BAIK. 4. LEADER : FARMASIS MEMPUNYAI KEMAMPUAN UTK MENJADI PEMIMPIN. 5. MANAGER : FARMASIS HARUS EFEKTIF DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA &amp; HARUS TANGGAP TERHADAP KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMATIKA.</p> <p>PERAN FARMASIS YG DIGARISKAN WHO DIKENAL DG ISTILAH SEVEN STARS PHARMACIST (lanjutan)6. LIFE LONG LEARNER : FARMASIS HARUS SENANG BELAJAR SECARA BERKESINAMBUNGAN &amp; MEMPELAJARI CARA BELAJAR YANG EFEKTIF. 7. TEACHER : MEMPUNYAI TANGGUNG JAWAB UNTUK MENDIDIK &amp; MELATIH GENERASI MENDATANG. 8. RESEACHER# KONSEP INI MENJADI GAMBARAN PROFIL MASA DEPAN FARMASIS, SEDANGKAN PHARMACEUTICAL CARE SECARA LUAS IDENTIK DENGAN GOOD PHARMACY PRACTICE, SEHINGGA DAPAT DIKATAKAN GPP ADALAH JALAN UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN PH CARE.#</p> <p>Beberapa protap standar pelayanan yang diperlukan di apotekI. Protap pelayanan - Pelayanan resep - Pelayanan pengobatan sendiri (swamedikasi) II. Protap pengelolaan obat (sediaan farmasi di apotek) - Pengadaan obat / sediaan farmasi - Penyimpanan obat / sediaan farmasi - Pengendalian persediaan III Protap Konseling (KIE) IV. Protap Evaluasi Pelayanan</p> <p>FARMASIS SAAT INI &amp; MASA DEPAN YANG KITA HARAPKAN</p> <p>FARMASIS SAAT INI &amp; MASA DEPAN YANG KITA HARAPKAN</p> <p>FARMASIS SAAT INI &amp; MASA DEPAN YANG KITA HARAPKAN</p> <p>PUSING DAN STRESS</p> <p>Peraturan Pemerintah No.51 Tahun 2009 1 September 2009</p> <p>Tentang Pekerjaan Kefarmasian</p> <p>Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 31 Oktober 2009</p> <p>Tentang Narkotika</p> <p>Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 31 Oktober 2009</p> <p>Tentang</p> <p>Kesehatan</p> <p>Permenkes RINo.889/MENKES/PER/V/2011 3 Mei 2011Tentang Registrasi, Izin Praktik, Dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian</p>