kmb trauma fix banget

Download Kmb Trauma Fix Banget

Post on 23-Dec-2015

16 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TRAUMA KEPALA DAN MEDULA SPINALISMakalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah III yang diampu oleh : Camelia S Sahat M.Kep Sp. KMB

Disusun oleh :Dina Nurhayati (P17320313068)Ismi Yulia Andini (P17320313061)Putri Syifa Fauziah (P17320313002)Rifqi Ben Bany (P17320313049)Tingkat 2A36

PRODI KEPERAWATAN BOGORPOLTEKKES KEMENKES BANDUNG2015 38

Kata PengantarAlhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT.atas segala rahmat-Nya, sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah Keperawatan Medikal Bedah III yang berjudul Trauma Kepala dan Trauma Medula Spinalis.Dengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa akan mengerti lebih dalam tentang Cidera Kepala dan Medulla Spinalis. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah yang telah membimbing sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.Kami menyadari makalah ini masih memerlukan perbaikan, untuk itu tim penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk meningkatkan kualitas makalah ini dan kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Bogor, Maret 2015

Penyusun Daftar isiKata PengantariDaftar isiiiBAB I PENDAHULUAN1A.Latar Belakang1B.Rumusan Masalah1C.Tujuan2BAB II PEMBAHASAN3A.Anatomi Fisiologi3B.Trauma Kepala71.Pengertian72.Etiologi73.Patofisiologi84.Mekanisme cidera85.Respon terhadap cidera96.Klasifikasi Trauma Kepala97.Jenis Trauma Kepala118.Manifestasi klinis139.Penatalaksanaan medis14C.Trauma Medulla Spinalis151.Pengertian152.Patofisiologi153.Etiologi164.Manifestasi Klinis175.Komplikasi216.Penatalaksanaan Medis217.Skor Koma Glasgow (SKG)22D.Konsep Asuhan Keperawatan Trauma Kepala231.Pengkajian232.Diagnosa keperawatan253.Intervensi264.Evaluasi29E.Konsep Asuhan Keperawatan Cidera Medulla spinalis291.Pengkajian292.Diagnosa Keperawatan313.Intervensi324.Evaluasi36BAB III PENUTUP37A.Kesimpulan37Daftar Pustaka38

BAB I PENDAHULUANLatar BelakangCedera medulla spinalis adalah masalah kesehatan mayor yang memperngaruhi 150.000 500.000 orang di Amerika Serikat, dengan perkiraan 10.000 cedera baru yang terjadi setiap tahun. Kejadian ini lebih dominan pada pria usia muda sekitar lebih dari 75% dari seluruh cedera,Setengah dari kasus ini akibat dari kecelakaan kendaraan bermotor.Selain itu banyak akibat jatuh, olahraga dan kejadian industry dan luka tembak. Dua pertiga kejadian adalah usia 30 tahun atau lebih muda. Kira-kira jumlah total biaya yang digunakan pada cedera ini 2 juta dolar pertahun. Hal ini merupakan frekuensi yang tinggi dihubungkan dengan cedera dari komplikasi nedis.Vertebra yang paling sering mengalami cedera adalah medulla spinalis pada daerah servikal (leher) ke-5, -6 dan -7, torakal ke-12 dan lumbal pertama.Vertebra ini adalah paling rentan karena ada rentang mobilitas yang lebih besar dalam kolumna vertebral dalam area ini.Rumusan Masalah Apa pengertian dari Trauma medula spinalis dan truma kepala? Bagaimana etiologiTrauma medula spinalis dan truma kepala ? Bagaimana manifestasi klinisTrauma medula spinalis dan truma kepala? Bagaimana patofisiologiTrauma medula spinalis dan truma kepala? Bagaimana cara pencegahan Trauma medula spinalis dan truma kepala? Apa saja komplikasi yang bisa di sebabkan oleh Trauma medulla spinalis dan kepala ? Bagaimana penatalaksanaan Trauma medula spinalis dan truma kepala? Bagaimana konsep asuhan keperawatan Trauma medula spinalis dan truma kepala?

Tujuan Untuk mengetahui pengertian dari Trauma medula spinalis dan truma kepala ? Untuk mengetahui etiologi dari Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui manifestasi Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui patofisiologi Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui cara pencegahan Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui komplikasi yang bisa di sebabkan oleh Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui penatalaksanaan Trauma medula spinalis dan truma kepala? Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan Trauma medula spinalis dan truma kepala?BAB IIPEMBAHASAN1. Anatomi FisiologiAnatomi Fisiologi Sistem Syaraf1. OtakOtak, terdiri dari otak besar yang disebut cerebrum, otak kecil disebutcerebellum dan batang otak disebut brainstem. Beberapa karateristik khas Otak orang dewasa yaitu mempunyai berat lebih kurang 2% dari berat badan dan mendapat sirkulasi darah sebenyak 20% dari cardiac out put serta membutuhkan kalori sebesar 400 Kkal setiap hari. Otak merupakan jaringan yang paling banyak menggunakan energi yang didukung oleh metabolisme oksidasi glukosa. Kebutuhan oksigen dan glukosa otak relatif konstan, hal ini disebabkan oleh metabolisme otak yang merupakan proses yang terus menerus tanpa periode istirahat yang berarti. Bila kadar oksigen dan glukosa kurang dalam jaringan otak maka metabolisme menjadi terganggu dan jaringan saraf akan mengalami kerusakan. Secara struktural, cerebrum terbagi menjadi bagian korteks yang disebut korteks cerebri dan sub korteks yang disebut struktur subkortikal. Korteks cerebri terdiri atas korteks sensorik yang berfungsi untuk mengenal ,interpretasi impuls sensosrik yang diterima sehingga individu merasakan, menyadari adanya suatu sensasi rasa/indra tertentu. Korteks sensorik juga menyimpan sangat banyak data memori sebagai hasil rangsang sensorik selama manusia hidup. Korteks motorik berfungsi untuk memberi jawaban atas rangsangan yang diterimanya.Struktur sub kortikal :a. Basal ganglia; melaksanakan fungsi motorik dengan merinci danmengkoordinasi gerakan dasar, gerakan halus atau gerakan trampil dan sikap tubuh.b. Talamus; merupakan pusat rangsang nyeri.c. Hipotalamus; pusat tertinggi integrasi dan koordinasi sistem saraf otonom dan terlibat dalam pengolahan perilaku insting seperti makan, minum, seks dan motivasi.d. HipofiseBersama dengan hipothalamus mengatur kegiatan sebagian besar kelenjar endokrin dalam sintesa dan pelepasan hormon. Cerebrum terdiri dari dua belahan yang disebut hemispherium cerebri dan keduanya dipisahkan oleh fisura longitudinalis. Hemisperium cerebri terbagi menjadi hemisper kanan dan kiri. Hemisper kanan dan kiri ini dihubungkan oleh bangunan yang disebut corpus callosum. Hemisper cerebri dibagi menjadi lobus-lobus yang diberi nama sesuai dengan tulang diatasnya, yaitu:a. Lobus frontalis, bagian cerebrum yang berada dibawah tulang frontalisb. Lobus parietalis, bagian cerebrum yang berada dibawah tulang parietalisc. Lobus occipitalis, bagian cerebrum yang berada dibawah tulang occipitalisd. Lobus temporalis, bagian cerebrum yang berada dibawah tulang temporalis Cerebelum (Otak Kecil) terletak di bagian belakang kranium menempati fosa cerebri posterior di bawah lapisan durameter Tentorium Cerebelli. Di bagian depannya terdapat batang otak. Berat cerebellum sekitar 150 gr atau 8- 8% dari berat batang otak seluruhnya. Cerebellum dapat dibagi menjadi hemisper cerebelli kanan dan kiri yang dipisahkan oleh vermis. Fungsi cerebellum pada umumnya adalah mengkoordinasikan gerakan-gerakan otot sehingga gerakan dapat terlaksana dengan sempurna. Batang Otak atau Brainstern terdiri atas diencephalon, mid brain, pons dan medula oblongata. Merupakan tempat berbagai macam pusat vital seperti pusat pernafasan, pusat vasomotor, pusat pengatur kegiatan jantung dan pusat muntah, bersin dan batuk.2. Medula SpinalisMedula spinalis merupakan perpanjangan medula oblongata ke arah kaudal di dalam kanalis vertebralis mulai setinggi cornu vertebralis cervicalis I memanjang hingga setinggi cornu vertebralis lumbalis I - II. Terdiri dari 31 segmen yang setiap segmennya terdiri dari satu pasang saraf spinal. Dari medula spinalis bagian cervical keluar 8 pasang , dari bagian thorakal 12 pasang, dari bagian lumbal 5 pasang dan dari bagian sakral 5 pasang serta dari coxigeus keluar 1 pasang saraf spinalis. Seperti halnya otak, medula spinalispun terbungkus oleh selaput meninges yang berfungsi melindungi saraf spinal dari benturan atau cedera.Gambaran penampang medula spinalis memperlihatkan bagian-bagian substansia grissea dan substansia alba. Substansia grisea ini mengelilingi canalis centralis sehingga membentuk columna dorsalis, columna lateralis dan columna ventralis. Massa grisea dikelilingi oleh substansia alba atau badan putih yang mengandung serabut-serabut saraf yang diselubungi oleh myelin. Substansi alba berisi berkas-berkas saraf yang membawa impuls sensorik dari SST menuju SSP dan impuls motorik dari SSP menuju SST. Substansia grisea berfungsi sebagai pusat koordinasi refleks yang berpusat di medula spinalis.Disepanjang medulla spinalis terdapat jaras saraf yang berjalan dari medula spinalis menuju otak yang disebut sebagai jaras acenden dan dari otak menuju medula spinalis yang disebut sebagai jaras desenden. Subsatansia alba berisi berkas-berkas saraf yang berfungsi membawa impuls sensorik dari sistem tepi saraf tepi ke otak dan impuls motorik dari otak ke saraf tepi. Substansia grisea berfungsi sebagai pusat koordinasi refleks yang berpusat dimeudla spinalis. Refleks-refleks yang berpusat di sistem saraf puast yang bukan medula spinalis, pusat koordinasinya tidak di substansia grisea medula spinalis. Pada umumnya penghantaran impuls sensorik di substansia alba medula spinalis berjalan menyilang garis tenga. ImPuls sensorik dari tubuh sisi kiri akan dihantarkan ke otak sisi kanan dan sebaliknya. Demikian juga dengan impulsmotorik. Seluruh impuls motorik dari otak yang dihantarkan ke saraf tepimelalui medula spinalis akan menyilang. Upper Motor Neuron (UMN) adalah neuron-neuron motorik yang berasal dari korteks motorik serebri atau batang otak yang seluruhnya (dengan serat saraf-sarafnya ada di dalam sistem saraf pusat. Lower motor neuron (LMN) adalah neuron-neuron motorik yang berasal dari sistem saraf pusat tetapi serat-serat sarafnya keluar dari sistem saraf pusat dan membentuk sistem saraf tepi dan berakhir di otot rangka. Gangguan fungsi UMN maupun LMN menyebabkan kelumpuh