kmb parkinson

Download Kmb Parkinson

Post on 30-Nov-2015

14 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sippp

TRANSCRIPT

DEFINISI Penyakit Parkinson adalah suatu gangguan neurologis progresif yang mengenai pusat otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol dsn mengatur gerakan. Karakteristik yang muncul berupa bradikinesia( perlambatan gerakan ), tremor dan kekakuan otot ( Smeltzer dan Bare 2002 ). Penyakit ini ini bersifat lambat yang menyerang usia pertengahan atau lanjut, dengan onset pada umur 50 sampai 60an.Tidak ditemukan sebab genetik yang jelas dan tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkannyaETIOLOGI Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak, tepatnya di substansi nigra. Suatu kelompok sel yang mengatur gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki (involuntary). Akibatnya, penderita tidak bisa mengatur/menahan gerakan-gerakan yang tidak disadarinya. Mekanis-me bagaimana kerusakan itu belum jelas benar.Penyakit Parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak faktor-faktor lainnya seperti :1. Defisiensi dopamine dalam substansia nigra di otak memberikan respon gejala penyakit Parkinson,2. Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus, genetik, toksisitas, atau penyebab lain yang tidak diketahuiPatofisologi

Lesi utama tampak menyebabkn hilangnya neuron pigmen , terutama neuron di dalam substansia nigra pada otak ( substansia nigra merupakan kumpulan nukleus otak tengah yang memproyeksikan serabut- serabut korpus striatum). Salah suatu neurotransmiter mayor didaerah otak ini dan bagian bagian lain pada sistem saraf pusat adalah dopamin yang mempunyai fungsi penting dalam menghambat gerakan pada pada pusat kontrol gerakan . secara normal dopamin memiliki kosentrasi yang tinggi di bagian bagian otak tertentu , namun pada penyakit parkinson kosentrasi dopamin menipis dan substansia nigra dan korpus striatum. Penipisan kadar dopamin dalam basal ganglia yang berhubungan dengan adanya bradikinesia , kekakuan dan tremor . Aliran darah serebri regional menurun pada klien dengan penyakit parkinson dan ada kejadian demensia yang tinggi . Data patologis dan biokimia menunjukan bahwa klien demensia dengan penyakit parkinson mengalami penyakit penyerta alzheimer. Pada kebanyakaan klien penyebab penyakit tersebut tidak diketahui parkinsonisme arterisklerosis terlihat lebih sering pada kelompok usia lanjut . ini menyertai ensefalitis, keracunaan atau toksisitas ( mangan , karbon monoksida ) hipoksia , atau dapat pengaruh obat

Manifestasi utama penyakit parkinson adalah gangguan gerakan , kaku otot , tremor menyeluruh , kelemahan otot, dan kehilangan refleks postural . Gejala awal yang dialami klien adalah kaku ekstermitas dan kaku pada semua gerakan. Klien mengalami kesulitan untuk memulai , mempertahankan dan membentuk aktivitas motorik dan lambat dalam menghasilkan aktivitas normal . Gejala yang terlihat sebagai pertanda bahwa penyakit telah berlanjut adalah tremor, sering kali pada salah satu tangan dan lengan , kemudian kebagian yang lain dan akhirnya pada bagian kepala , walaupun tremor ini tetap unilateral . Karekteristik tremor dapat berupa lambat , gerakan membalik ( pronasi-supinasi ) pada lengan bawah dan telapak tangan, dan gerakan ibu jari terhadap jari- jari seolah olah memutar sebuah pil diantara jari- jari . Keadaan ini meningkat bila klien sedang berkosentrasi atau merasa cemas , dan muncul pada klien sedang beristirahat

Karakteristik lain adalah penyaknit ini mempengaruhi wajah , sikap tubuh , dan gaya berjalan . klien mengalami kehilangan ayunan tangan normal , sehingga menyebabkan keterbatasan otot , wajah mengalami sedikit ekspresi . hal ini terlihat saat klien berbicara , wajah klien seperti topeng ( sering mengedipkan mata ) raut wajah yang ada muncul sekilas.

Klien mengalami kehilangan refleks postural , berdiri dengan kepala cenderung ke depan dan berjalan dengan gaya berjalan seperti didorong . Kesulitan dalam berputar dan hilangnya keseimbangan ( salah satunya kedepan atau kebelakang ) dapat menyebabkan klien sering terjatuh . tanda depresi ydenang muncul pada klien belum dapat ditetapkan apakah depresi sebagai reaksi terhadap gangguan atau yang berhubungan dengan abnormalitas biokimia .

Rigiditas pada penyakit parkinson jelas sekali memperlihatkan tahanan yang bergelombang sehingga dinamakan cogwheel rigidity. Pada rigiditas deserbrasi terdapat tahanan pada gerakan fleksi dan ekstensi pasif anggota gerak yang memupunyai segi spastik juga. Rigiditas deserebrasi merupakan manifestasi hilangnya pengaruh inhibisi dan meningkatnya pengaruh eksitasi terhadap gamma loop akibat kerusakan di bagian rostral batang otak. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa sebenarnya pengaru inhibisi pada sumsum ekstrapiramidal adala faktor utama terjadinya genesis rigiditas deserebrasi

Rigiditas deserebrasi memperlihatkan juga pengaruh penurunan implus vestibularis terhadap sikap tubuh yang serba kaku itu. Sikap tubuh yang kaku tersebut adalah seluruh tubuh kaku , dengan kedua lengan dirotasikan pada sendi bahu dan lurus pada sendi siku. Kedua tangan bersikap pronasi dengan jari jari lurus tapi ditekuk di sendi sendi metakarpofalangeal . kedua tungakainya bersikap lurus disendi panggul dan lutut sedangkan kaki dan jari jarinya berfleksi kaku . jika kepala diputar kekanan, lengan kiri akan melakukan gerakan fleksi di sendi siku secara reflestorik . bila kepala ditengadahkan secara pasif sikap deserebrasi seperti yang digambarkan diatas menjadi berlebihan ,berminyak dan sering menderita dermatitis seboronik , sulit menelan konstipasi dan gangguan kadung kemih yang diperberat oleh obat obatan anti kolinergik dan hipertropi prostat .

Gangguan saraf okulomotorius terlihat saat klien melakukan konvegerensi . penglihatan menjadi kabur karena klien tidak mampu mempertahankan kontraksi otot otot bola mata . gerakan kedua bola mata untuk menatapkan mata pada sesuatu tidak tidak selalu berjalan searah , melainkan bisa juga berlainan. Gerakan bola mata yang singkron dengan arah yang berlawanan hanyalah gerakan kedua bola mata ke arah nasal . dalam gerakan itu bola mata kiri bergerak kekanan dan bola mata kanan bergerak kekiri . gerakan kedua bola mata keara nasal dinamakan kovergen yang terjadi karena kedua otot rektus medialis ( internus) berkontraksi . Krisis oligurik menyertai parkinsonisme jenis pasca ensefalitis yaitu terjadi spasme pada otot otot konjugasi mata , mata terfiksasi biasanya keatas selama beberapa menit sampai beberapa jam. Saat ini , krisis oligurik jarang diketemukan karena jumla klien yang masih bertahan hidup dengan tipe parkinsonisme ini semakin sedikit

Rasa lelah berlebihan dan otot terasa nyeri . otot otot kelelahan karena terjadi rigiditas pada otot karena terjadi rigiditas pada otot . hipotensi postural yang terjadi berkaitan dengan efek samping pemberian obat dan juga gangguan pada pengaturan tekanan darah oleh sistem saraf otonom .Gangguan fungsi pernafasan yang terjadi berkaitan dengan hipoventilasi , inaktivitas, aspirasi makanan atau saliva dan berkurangnya fungsi pembersihan saluran jalan nafas .PATHWAY

Pengkajian

Pengumpulan data subjektif dan objektif pada klien dengan gangguan sistem persarafan meliputi anamnesis riwayat penyakit, pemeriksaan fisik , pemeriksaan dignostik dan pengkajian psikososial

Anamnesis

Identitas klien meliputi nama, umur (lebih sering pada kelompok usia lanjut, pada usia 50-an dan 60-an), jenis kelamin (lebih banyak pada laki-laki), pendidikan, alamat, pekerjaan, agama, suku bangsaa, agama, tanggal dan jam masuk rumah sakit, nomor register, diagnosis medis. Keluhan utama yang sering menjadi alasan klien untuk meminta pertolongan kesehatan adalah gangguan gerakan, kaku otot, tremor menyeluruh, kelemahan otot, dan hilangnya refleks postural.

RIWAYAT PENYAKIT SAAT INI

Pada anamnesis , sering klien mengeluhkan adanya tremor pada salah satu tangan dan lengan, kemudian ke bagian lain, dan akhirnya bagian kepala, walaupun tremor ini tetap unilateral. Karakteristik tremor dapat berupa lambat, gerakan membalik (pronasi-supinasi) pada lengan bawah dan telapak tangan, dan gerakan ibu jari terhadap jari-jari seolah-olah memutar sebuah pil di antara jari-jari. Keadaan ini meningkat bila klien sedang berkonsentrasi atau merasa cemas dan muncul pada saat klien istirahat.

Keluhan lainnya pada penyakit meliputi adanya perubahan pada sensasi wajah, sikap tubuh, dan gaya berjalan. Adanya keluhan rigiditas deserebrasi, berkeringat, kulit berkeringat, dan sering menderita dermatitis seboroik, sulit menelan, konstipasi, dan gangguan kandung kemih yang diperberat oleh obat-obat antikolinergik dan hipertrofi prostat.

Pertanyaan yang bisa disampaikan pada klien pada pengkajian ini meliputi :

Apakah anda mengalami kekakuan tangan atau kaki ?

Apakah anda mengalami sentakan tidak teratur pada tangan atau kaki ?

Apakah anda mengalami beku atau terpaku dan tidak mampu bergerak ? Apakah air liur anda berlebihan ?

Pernahkah anda (orang lain) melihat diri anda meringis atau membuat gerakan wajah atau mengunyah ?

Aktifitas fisik apa yang sulit anda lakukan ?

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pengkajian yang dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan tentang adanya riwayat hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, anemia, penggunaan obat-obat antikoagulan, aspirin, vasodilator, dan penggunaan obat-obat antikolinergik dalam jangka waktu yang lama.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Walaupun tidak ditemukan adanya hubungan penyakit parkinson dengan sebab genetik yang jelas, perawat perlu melakukan pengkajian riwayat penyakit pada keluarga. Pengkajian dilakukan dengan menanyakan apakah ada anggota keluarga terdahulu yang menderita hipertensi dan diabetes melitus. Hal ini diperlukan untuk melihat adanya komplikasi penyakit lain yang dapat mempercepat progresifnya penyakit.

Pengkajian Psiko-Sosio-Spiritual

Pengkajian mekanisme koping yang digunakan kli