kmb makalah

Download KMB MAKALAH

Post on 11-Jul-2015

23 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 2 TIN1AUAN TEORI 2.1Kolitis Ulseratif 2.1.1 Pengertian KolitisulseratiIialahpenyakitulserasidaninIlamasiakutataukronisdarirectum dan kolon, dengan tanda-tandayang khasyaitu adanya diare, perdarahan per rektal, nyeri di perut, panas, anoreksia, dan penurunan berat badan. 2.1.2 PenyebabSampaisekarangpenyebabcolitisulseratiIyangpastibelumdiketahuidenganjelas. Walaupundemikian,beberapasarjanamencobauntukmenerangkanpenyebab-penyebanya. (WARREN & BERK 1957) a. nIeksi PerubahanyangterjadidimukosayangberupainIlamasiialahkarena kemungkinan adanya inIeksi. Misalnya inIeksi oleh: 1. Bakteri - Bacillus dysentriae - Diplostrptococcus - Bact. Necrophorum - Staphylococcus aureus 2. Virus - Lymphogranuloma venereum - Enteovirus 3. Fungi - Histoplasma capsulatum - Geotrichium . Parasite - Entamoeba histolytica b. Gangguan immunologis ANDERSEN192menemukanbahwa2/3penderitamenunjukanadanya alergiterhadapmakanan,misalnyaterhadapsususapi,telor,tomat,jerukdan kentang.SelanjutnyaWRGHT&TRUELOVE1965menemukanbahwapada penderita colitis ulseratiI yang diberi diit bebas susu ternyata jarang imbul relaps jika di bandingkan dengan yang tanpa diberi diit. c. Nutrisi AdanyadeIisiensidaribeberapavitaminataumakananspesiIiklainnyayang didugadapatmenyebabkancolitisulseratiI.Perubahanpadaintestinedapatterjadi pada beberapa penyakit deIisiensi, misalnya pada pellagra, tapi deIisiensi tersebut tak dapatmenyebabkancolitisulseratiIwalaupunkadang-kadangtimbulgejala-gejala tersebut. d. Psikhosomatik Teoribelakanganinimengatakanbahwaadanyahubunganpenyakitini dengan kelainan psikhosomatitis. Hal ini dapat diterangkan bahwa: 1. DaripenyelidikanbahwatimbulnyacolitisulseratiIterdapatpadatipeorang tertentu. 2. Adayangmengatakanbahwaolehkarenakelainanjiwayangdapat menyebabkan colitis ulseratiI. 3. Dapatdilihatjugabahwadengandiberikanpsikotheraphypadabeberapa penderita colitis ulseratiI ternyata memberikan hasil yang baik. e. Enzim mukolitik MEYERdkk(197)yangpertamakaliberpendapatbahwacolitisulseratiI disebabkan kerusakan lapisan superIisial dari mukosa kolon karena enzim mukolitik. Sebagaimanadiketahuilisozimialahsatuenzimyangdidapatpasatraktus gastroenteritis baik pada orang normal maupun pada penderita colitis ulseratiI terbuka bahwakadarenzimtersebutdidalamtinjaterdapatlebihtinggi.Dengandemikian maka di duga bahwa lisozim tersebutlah penyebab colitis ulseratiI. 2.1.3 Tanda dan Gejala Suatuseranganbisamendadakdanberat,menyebabkandiarehebat,demamtinggi, sakit perut dan peritonitis (radang selaput perut). Selamaserangan, penderita tampaksangat sakit.Yanglebihseringterjadiadalahserangannyadimulaibertahap,dimanapenderita memilikikeinginanuntukbuangairbesaryangsangat,kramringanpadaperutbawahdan tinja yang berdarah dan berlendir. Jika penyakit ini terbatas pada rektum dan kolon sigmoid, tinja mungkin normal atau kerasdankering.Tetapiselamaataudiantarawaktubuangairbesar,darirektumkeluar lendiryangmengandungbanyakseldarahmerahdanseldarahputih.Gejalaumumberupa demam, bisa ringan atau malah tidak muncul. Jika penyakit menyebar ke usus besar, tinja lebih lunak dan penderita buang air besar sebanyak10-20kali/hari.Penderitaseringmengalamikramperutyangberat,kejangpada rektum yang terasa nyeri, disertai keinginan untuk buang air besar yang sangat. Pada malam haripungejalainitidakberkurang.Tinjatampakencerdanmengandungnanah,darahdan lendir.Yangpalingseringditemukanadalahtinjayanghampirseluruhnyaberisidarahdan nanah.Penderita bisa demam, naIsu makannya menurun dan berat badannya berkurang. 2.1.4 Patofisiologis Lesi patologis awal adalah terbatas pada lapisan mokusa dan terdiri atas pembentukan abses dalam kriptus. Pada permulaan penyakit, terjadi udema dan kongesti mukosa. Udema dapat mengakibatkan kerapuhan yang hebat sehingga terjadi perdarahan dari trauma yang ringan, seperti gesekan ringan pada permukaan. Pada stadium penyakit yang lebih lanjut, abses kriptus pecah melewati didinding kriptus dan menyebar dalam lapisan mukosa, menimbulkan terowongan dalam mukosa. Mukosa kemudian terkelopas dalam lumen usus, meninggalkan daerah yang tidak diliputi mukosa (tukak).Pertukakan mula-mula tersebar dan dangkal, tetapi pada stadium lebih lanjut permukaan mukosa yang hilang luas sekali mengakibatkan banyak kehilangan jaringan, protein dan darah. Pada kondisi yang Iisiologis system imun pada kolon melindungi mukosa kolon dari gesekan dengan Ieses saat akan deIekasi, tetapi karena aktiIitas imun yang berlebihan pada colitis maka system imunnya malah menyerang sel-sel dikolon sehingga menyebabkan terjadi ulkus Ulkus terjadi di sepanjang permukaan dalam (mukosa) kolon atau rectum yang menyebabkan darah keluar bersama Ieses. Darah yang keluar biasanya bewarna merah, karena darah ini tidak masuk dalam proses pencernaan tetapi darah yang berasal dari pembuluh darah didaerah kolon yang rusak akibat ulkus. Selain itu ulkus yang lama ini kemudian akan menyebabkan peradangan menahun sehingga terbentuk pula nanah (pus). Ulkus dapat terjadi pada semua bagian kolon baik, pada sekum, kolon ascenden, kolon transversum maupun kolon sigmoid. Akibat ulkus yang menahun maka terjadilah perubahan bentuk pada kolon baik secara mikroskopik ataupun makroskopik Gejala yang sering timbul pada penyakit colitis ulseratiI ini adalah : - Nyeri perut- Diare berdarah,berlendir dan bernanah - Anemia - Turunnya berat badan 2.1.5 Pemeriksaan diagnostic - Enemabarliumdenganpemotretansinarxatausigmoldoskopidapatmemperlihatkan usus yang ireguler dan dipenuhi jaringan perut. - Pemeriksaan Ieses untuk membedakan dengan disentri. - Test laboratorium. - Biasanya hematokrit dan hemoglobin rendah - Peningkatan hitung darah. - Albumin rendah dan ketidakseimbangan elektrolit. Untuk kolitis ulseratiI akut, waktu menjalankan endoshopi atau enema barium harus diperhatikan bahannya, karena dapat mengakibatkan ekserbasasi, perIorasi dan mega kolon. 2.1.6 Manifestasi klinis Kebanyakan gejala Colitis ulserativa pada awalnya adalah berupa buang air besar yang lebih sering. Gejala yang paling umum dari kolitis ulseratiI adalah sakit perut dan diare berdarah. Pasien juga dapat mengalami: 1. Anemia 2. Fatigue/ Kelelahan 3. Berat badan menurun . Hilangnya naIsu makan 5. Hilangnya cairan tubuh dan nutrisi 6. Lesi kulit (eritoma nodosum) 7. Lesi mata (uveitis) 8. Nyeri sendi 9. Kegagalan pertumbuhan (khususnya pada anak-anak) 10.Buang air besar beberapa kali dalam sehari (10-20 kali sehari) 11.Terdapat darah dan nanah dalam kotoran. 12.Perdarahan rektum (anus). 13.Rasa tidak enak di bagian perut. 1.Mendadak perut terasa mulas. 15.Kram perut. 16.Sakit pada persendian. 17.Rasa sakit yang hilang timbul pada rectum 18.Anoreksia 19.Dorongan untuk deIekasi 20.Hipokalsemia Sekitar setengah dari orang-orang didiagnosis dengan kolitis ulserativa memiliki gejala-gejala ringan. Lain sering menderita demam, diare, mual, dan kram perut yang parah. Kolitis ulserativa juga dapat menyebabkan masalah seperti radang sendi, radang mata, penyakit hati, dan osteoporosis. Tidak diketahui mengapa masalah ini terjadi di luar usus. Para ilmuwan berpikir komplikasi ini mungkin akibat dari peradangan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa masalah ini hilang ketika kolitis diperlakukan. Presentasi klinis dari kolitis ulserativa tergantung pada sejauh mana proses penyakit. Pasien biasanya hadir dengan diare bercampur darah dan lendir, dari onset gradual. Penyakit ini biasanya disertai dengan berbagai derajat nyeri perut, dari ketidaknyamanan ringan untuk sangat menyakitkan kram. Kolitis ulseratiI berhubungan dengan proses peradangan umum yang mempengaruhi banyak bagian tubuh. Kadang-kadang terkait ekstra-gejala usus adalah tanda-tanda awal penyakit, seperti sakit, rematik lutut pada seorang remaja. Kehadiran penyakit ini tidak dapat dikonIirmasi, namun, sampai awal maniIestasi usus. 2.7 Penatalaksanaan 1. Karier asimtomatik. Diberi obat yang bekerja di lumen usus (luminal agents) antara lain: odoquinol (diiodohidroxyquin) 650 mg tiga kali per hari selama 20 hari atau Paromomycine 500 mg 3kali sehari selama 10 hari 2. Kolitis ameba akut. Metronidazol 750 mg tiga kali sehari selama 510 hari, ditambah dengan obat luminal tersebut di atas. Amebiasis ekstraintestinal (misalnya : abses hati ameba). Metronidazol 750 mg tiga kali sehari selama 5-10 hari ditambah dengan obat luminal tersebut diatas. Penggunaan 2 macam atau lebih amebisidal ekstra intestinal tidak terbukti lebih eIektiI dari satu macam obat. 2.8Komplikasi Jika kondisinya parah kolitis dapat menyebabkan: 1. Anemia 2. abses hati pada kolitis amuba 3. dehidrasi . hipoksia 5. syok 6. disseminated intravascular coagulation (D) 7. toksik megakolon 8. peritonitis 9. perIorasi usus 10. obstruksi 11. hemolytic uremic syndrome (HUS) merupakan komplikasi penting pada kolitis karena enterohemorrhagic E coli (EHE). Perlu pertolongan medis yang adekuat untuk menghindarkan terjadinya kematian. 2.9 PencegahanKolitis yang disebabkan inIeksi dapat dilakukan pencegahan seperti: 1. menjaga kebersihan makanan dan minuman 2. mencuci tangan sebelum makan Penyebab genetik dan autoimun sulit dicegah, seperti pada kolitis ulseratiI dan penyakit rohn`s. Pada kolitis iskemik yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah harus dilakukan pencegahan risiko terjadinya penyempitan di organ lain seperi stroke, serangan jantung, penyakit vaskular periIer dengan mengatasi Iaktor risikonya (stop merokok, kontrol tekanan darah kolesterol dan diabetes). 2. Kolelitiasis 2.1Pengertian Kolelitiasis (kalkuli/kalkulus,batu empedu) merupakan suatu keadaan dimana terdapatnya batu empedu di dalam kandung empedu (vesika Ielea) yang memiliki ukuran,bentuk dan komposisi yang bervariasi. Kolelitiasis lebih sering dijumpai pada individu berusia diatas 0 tahun terutama pada wanita dikarenakan memiliki Iaktor resiko,yaitu : obesitas, usia lanjut, diet tinggi lemak dan genetik. 2.2Penyebab Etiologi batu empedu masih belum diketahui secara pasti,adapun Iaktor predisposisi terpenting, yaitu : gangguan metabolisme yang menyebabka