kmb kel 5 askep artitis

Download Kmb Kel 5 Askep Artitis

Post on 10-Apr-2016

8 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

a

TRANSCRIPT

A. PENGERTIAN, PATOFISIOLOGI DAN WOCPengertian adalah penyakit inflamasi sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarakteristikan oleh kerusakan dan proliferasi membrane sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas (Doenges, 2002).Patofisiologi pada Arthritis Reumatoid, reaksi auto-imun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. Proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. enzim-enzim tersebut akan memecah kalogen sehingga terjadi edema, poliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukkan pannus. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi tulang. Akibatnya akan menghilangnya permukaan sendi yang akan menggangu gerak sendi. Otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekakuan kontraksi otot (Smeltzer, 2002).

WOC

B. DATA FOKUS DAN PENGKAJIAN1. Aktivitas atau istirahat

Gejala : nyeri sendi karena gerakan ,nyeri tekan, memburuk dengan stress pasa sendi , kekakuan pada pagi hari, biasanya terjadi secara bilateral dan simetris

Tanda : malaise, keterbatasan rentang gerak : atropi otot, kulit : kontraktur/kelainan pada sendi dan otot

2. Kardiovaskuler

Gejala: fenomena rainaud jari tangan/kaki (missal: pucat intermiten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal.

3. Integritas ego

Gejala : factor factor stress / kronis : missal finansial, pekerjan , ketidakmampuan, factor factor hubungan.

4. Makanan atau cairan

Gejala : Ketidakmampuan untuk menghasilkan / mengkonsumsi makanan/ cairan adekuat : mual, anoreksia, kesulitan mengunyah

Tanda : penurunan BB, kekeringan pada membrane mukosa.

5. Hygiene

Gejala : berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktiftas pribadi. Ketergantungan pada orang lain.

6. Neuro sensori

Gejala : kebas / kesemutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan. Pembengkakan sendi simetris

7. Nyeri atau kenyamanan

Gejala : fase akut dari nyeri (mungkin tidak disertai oleh pembengkakan jaringan lunak pada sendi). Rasa nyeri kronis dan kekakuan (terutama pada pagi hari)8. Keamanan

Gejala : kulit mengkilat, tegang, nodul subkutaneus. Lesi kulit, ulkus kaki. Kesulitan dalam menangani tugas, pemeliharaan rumah tangga. Demam ringan menetap. Kekeringan pada mata dan membran.

9. Interaksi social

Gejala : kerusakan interaksi dengan keluarga atau orang lain, perubahan peran, isolasi.

10. Penyuluhan atau poembelajaran

Gejala : riwayat AR pada keluarga. penggunaan makanan kesehatan, vitamin, penyembuhan artritis tanpa pengujian. Riwayat pericarditis, lesi katup : vibrosis pulmonal, pleuritis. (Doengus, 2002).11. Pengkajiana. Pemeriksaan fisik berdasarkan survey umum (apendiks F) dan pengkajian system musculo skeletal (apendiks C )

b. Gejala gejala dini non spesifik seperti lemah, lelah, adanya nyeri musculoskeletal menyebar

c. Gejala gejala yang lebih pasti yang menunjukan progresi penyakit:

1) Nyeri sendi dan nyeri tekan disertai dengan kemerahan dan bengkak pada jaringan lunak sekitar sendi

2) Kekakuan sendi setelah periode takaktif dan pada timbul yang berakhir 30 menit atau lebih lama.

3) Demam ringan ( selama periode eksasebrasi )

4) Pembesaran tulang dari sendi interfalangeal distal (nodul heberdens) dan sendi interfalangeal proksimal (nodus bouchard) keduanya spesifik untuk OA.

d. Manifestasi yang menunjukan keterlibatan sistemik pada AR:

1) Mata skleritis, keratokonjungtivitis

2) Nodus limfa-limfadenopati

3) Limpa-spenomegali

4) Sumsum tulang anemia, trombositopenia

5) Pembuluh darah vaskulitis (ulkus disekitar dasar kuku) fenomena nayrauds

6) Pulmoner-efusi pleural, fibrosis pulmoner

7) Jantung efusi pericardial, perikarditis

8) Ginjal amyloidosis

9) Otot-penggunaan otot, myositis

10) Kulit- nodulus subkutan dari tonjolan tulang

e. Kaji terhadap factor factor atau situasi yang menycetuskan eksaserbasi dari nyeri sendi seperti stress emosi ,cuaca dingin latihan berlebihan dan kelelahan ekstrem

f. Kaji pemahaman pasien tentang kondisi dan dampaknya pada gaya hidup dan melakukan kemampuan untuk melakukan AKS (mandi,jalan