kkn.unnes.ac.id€¦  · web view2017. 10. 7. · (4) buku inventaris (5) buku notulen rapat (6)...

of 93/93
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Pendidikan merupakan suatu proses yang menjadikan manusia yang mampu berpikir dewasa dan mandiri sehingga dapat menjalani kehidupan dengan rasa tanggung jawab. Tanggungjawab tersebut dinyatakan dengan keberanian mengambil keputusan dan tindakan yang bijaksana, serta berani menanggung segala konsekuensi atas tindakan yang diambil. Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus berusaha melaksanakan pendidikan untuk membekali mahasiswanya dengan kemampuan dalam mengembangkan lingkungan sekitar dan dapat berguna bagi lingkungannya, memiliki kecakapan, keterampilan, kepekaan, dan kecintaan dengan lingkungan sekitarnya. Peran perguruan tinggi sangat besar dimana selain menyiapkan generasi muda untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, juga harus memastikan bahwa kebutuhan IPTEKS tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat diterima dan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Unnes terus berinovasi untuk mengembangkan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma

Post on 09-Aug-2021

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pendidikan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Pendidikan merupakan suatu proses yang menjadikan manusia yang mampu berpikir dewasa dan mandiri sehingga dapat menjalani kehidupan dengan rasa tanggung jawab. Tanggungjawab tersebut dinyatakan dengan keberanian mengambil keputusan dan tindakan yang bijaksana, serta berani menanggung segala konsekuensi atas tindakan yang diambil.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus berusaha melaksanakan pendidikan untuk membekali mahasiswanya dengan kemampuan dalam mengembangkan lingkungan sekitar dan dapat berguna bagi lingkungannya, memiliki kecakapan, keterampilan, kepekaan, dan kecintaan dengan lingkungan sekitarnya.
Peran perguruan tinggi sangat besar dimana selain menyiapkan generasi muda untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, juga harus memastikan bahwa kebutuhan IPTEKS tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat diterima dan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Unnes terus berinovasi untuk mengembangkan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
( 1 )
Kemampuan mahasiswa tidak hanya dibentuk dari kegiatan-kegiatan di dalam kampus, namun juga di luar kampus, seperti di lingkungan masyarakat. Salah satu kegiatan belajar mahasiswa yang berkaitan langsung dengan lingkungan masyarakat adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan suatu kegiatan yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk bisa mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu yang telah diperolehnya selama di kampus. Mahasiswa KKN akan berperan secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi
di masyarakat, sehingga mahasiswa mampu mengamati, menganalisis, menarik kesimpulan, dan memberikan tanggapan berupa tindakan yang sesuai dengan kondisi yang terjadi di masyarakat, sehingga mampu memberikan berbagai alternatif solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat serta dapat melakukan pemberdayaan terhadap sumber daya yang telah ada di masyarakat.
KKN Lokasi adalah KKN yang dilakukan dalam jangka waktu dan mekanisme tertentu dengan memperhatikan berbagai permasalahan yang ada, sehingga akan dibentuk berbagai program yang menjadi solusi atas permasalahn- permasalahan tersebut. Bidang-bidang yang menjadi pokok kajian dalam KKN Lokasi adalah bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan serta infrastruktur.
B. Deskripsi Situasi dan Kondisi Desa Kebondalem
Sejalan dengan perkembangan pembangunan Indonesia, masyarakat pedesaan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan melakukan pembangunan baik dalam bidang fisik maupun non fisik, dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi-potensi alam serta SDM.
Desa Kebondalem merupakan desa yang tergolong masih merintis menjadi desa yang lebih maju, sehingga tidak menutup kemungkinan masih menghadapi banyak permasalahan untuk mencapai sebuah usaha pembangunan desa. Masalah yang ada di daerah pedesaan pada dasarnya merupakan masalah mendasar yang mungkin dialami oleh desa-desa pada umumnya.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh tim KKN 2017 di Desa Kebondalem diperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat, kegiatan- kegiatan yang sedang berjalan, dan permasalahan-permasalahan pokok yang ada di masyarakat yang terbagi menjadi empat bidang yaitu bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan/infrastruktur.
1. Dalam bidang pendidikan, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Terdapat fasilitas pendidikan berupa 1 SD, 1 TK (besar dan kecil), dan Playgroup untuk pendidikan formal namun belum ada kegiatan untuk meningkatkan kemampuan komputer bagi anak-anak sekolah dasar, selain itu juga terdapat kendala berupa kekurangan materi belajar bagi anak usia dini.
b. Minat belajar anak-anak di desa Kebondalem sangat tinggi, namun terdapat keterbatasan sarana pendampingan belajar dan dari sisi orang tua tidak memiliki waktu untuk memberikan pendampingan belajar dikarenakan kesibukan mereka dalam bertani kopi.
c. Minat belajar ilmu agama dari anak-anak yang tinggi dan telah memiliki 1 TPQ yang aktif namun masih kekurangan tenaga pengajar.
d. Belum ada pusat informasi terpadu bagi kegiatan-kegiatan kepemudaan di Desa kebondalem.
2. Dalam bidang ekonomi, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Fokus pada home industry yang sudah ada di desa Kebondalem, belum memiliki buku profil sebagai identitas kelompok.
b. Terdapat dua kelompok tani yang belum memiliki kelengkapan administrasi, baik buku administrasi umum maupun keuangan.
c. Upaya pemerintah untuk menggerakkan masyarakat menjadi lebih mandiri dengan melakukan budidaya tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan pangan pribadi.
d. Masih diperlukan pengenalan usaha pengolahan hasil/makanan lainnya untuk lebih memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Kebondalem.
3. Dalam bidang kesehatan, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Kurangnya pengetahuan anak mengenai cara sikat gigi dan cuci tangan yang baik dan benar.
b. Kurang adanya kesadaran kaum lansia untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
4. Dalam bidang lingkungan dan infrastruktur, beberapa keterbatasan yang ada di desa Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Belum ada plang yang menunjukkan arah menuju Desa Kebondalem dari jalan raya.
b. Gapura perbatasan Desa Kebondalem dengan desa lainnya kurang terawat dan menarik.
( 5 )
SOLUSI DAN LUARAN
Untuk memecahkan permasalahan di atas, kami Tim KKN Unnes Desa Kebondalem melakukan pendekatan sosial kepada kepala desa, perangkat desa, ketua RW, ketua RT, guru sekolah dasar, guru TK, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, kepala TPQ, ketua kelompok tani, karang taruna, dan masyarakat secara langsung melalui silaturahmi dan mengkonsultasikan kegiatan yang bersangkutan. Kegiatan yang diikuti berupa acara-acara rutin yang dilakukan oleh warga seperti yasinan rutin, rapat karang taruna, RT, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan kader Posyandu.
B. LUARAN
Berikut ini klasifikasi program kerja secara lebih rinci berdasarkan 4 bidang:
1. Bidang Pendidikan
No
Siswa TK kecil dan
desa Kebondalem sangat
Mengatasi ketidakmampuan siswa
Siswa SD kelas 1
Mampu mengerjakan tugas
sekolah dengan jawaban
tinggi, dukungan, dan
permintaan dari kepala sekolah SD N 1 Kebondalem khususnya untuk membantu meluluskan siswa kelas 6 SD.
sekolah dan memotivasi untuk rajin
belajar.
benar.
3.
namun kekurangan pengajar.
Memberikan pendampingan lebih
Seluruh peserta TPQ
di desa Kebondalem.
Memperkenalkan pemanfaatan
dilakukan oleh karang taruna, namun kurang terdokumentasi dengan baik serta masih minim dalam pemanfaatan teknologi.
Meningkatkan kemampuan karang
Pengurus karang
taruna Desa
Pemuda desa se-
Terciptanya masyarakat yang solid, kompak, rukun, dan mengedepankan kerjasama dalam tim.
2. Bidang Ekonomi
1.
bagi pihak lain untuk bekerjasama (misalnya perbankan untuk pemberian kredit), selain itu sebagai sarana pertanggungjawaban segala kegiatan yang ada di KWT.
Pengurus dan anggota
KWT “Wanita Utama”.
Buku profil KWT
Kelompok Tani Maju (RT 08)
dan Kelompok Tani Ngudi Mulyo (RT 02) belum memiliki kelengkapan administrasi.
Memberikan pelatihan manajemen
“Maju” dan “Ngudi Mulyo”
Pertanian Kecamatan Bejen.
menanam dan merawat tanaman cabai sendiri, sehingga mengurangi pembelian cabai untuk konsumsi pribadi dan dapat menghindari gejolak harga cabai di pasaran.
Seluruh anggota KWT
kopi menjadi produk konsumsi lain yaitu pelatihan pembuatan selai kopi.
Masyarakat dapat memanfaatkan komoditas
unggulan desa menjadi produk konsumsi lainnya, selain diolah menjadi bubuk kopi.
Seluruh anggota KWT
1.
Meningkatkan kesehatan masyarakat,
memberi pengetahuan anak-anak
menerapkan PHBS.
tangan.
2.
Membantu keberlangsungan
3.
Menjaga tubuh dalam keadaan sehat
dan aktif untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani.
Masyarakat Desa
Kebondalem (ibu-ibu).
Peningkatan kebugaran
Tabel 1.4 Program Kerja Bidang Lingkungan dan Infrastruktur
1.
layak dan gapura masuk desa perlu di cat ulang.
Membantu memberikan petunjuk arah
Pengunjung Desa
2.
Meningkatkan kesadaran akan
Seluruh masyarakat
Desa Kebondalem.
Desa Kebondalem.
Seluruh masyarakat
Desa Kebondalem.
KARTEL merupakan program dimana tim KKN memberikan pelatihan pembuatan dan manajemen website bagi pengurus karang taruna sebagai administrator website. Pembentukan website ini dapat memberikan manfaat berkesinambungan karena dapat dikelola secara terus-menerus. Salah satu manfaat adanya website ini adalah sebagai sarana menampilkan berbagai kegiatan karang taruna baik kesenian, budaya, dan lain-lain yang dapat dilihat oleh seluruh masyarakat, apabila kesenian tersebut diminta untuk tampil di daerah lain maka dapat menjadi sarana peningkatan income bagi masyarakat Desa Kebondalem.
2. MANIS (Manajemen Administrasi)
MANIS merupakan program dimana tim KKN berpartisipasi dalam usaha memenuhi kelengkapan administrasi bagi suatu kelompok tani di Desa Kebondalem yaitu kelompok tani “Maju” yang berada di RT 09 dan kelompok tani “Ngudi Mulyo” yang beradi di RT 02. Buku administrasi yang dibuat meliputi buku administrasi umum dan keuangan. Buku administrasi ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pihak eksternal dalam hal pemberian kredit usaha, bantuan dalam rangka peningkatan usaha produksi, maupun kerjasama dalam hal pemasaran produk.
3. PELDIPRO (Pelatihan Diversifikasi Produk)
PELDIPRO merupakan program dimana tim KKN berusaha memberikan pelatihan pengolahan komoditas ungulan Desa Kebondalem yaitu kopi. Diversifikasi produk yang akan didemonstrasi yaitu selai kopi. Sasaran dari program ini adalah KWT “Wanita Utama” sebagai wadah perkumpulan wanita-wanita tani di Desa Kebondalem.
( 10 )
Kode



dan besar.
Kebondalem
C2
POSTA
Ardha
dan Gapura desa



A. Pembahasan Program Tematik (Unggulan)
1. KARTEL (Karang Taruna Berteknologi)
a. Latar Belakang
Dewasa ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi manusia. Banyak aktivitas yang membutuhkan teknologi sebagai sarana komunikasi. Semakin berkembangnya zaman, penggunaan teknologi tidak hanya terbatas sebagai sarana komunikasi saja, tetapi juga merambah pada area lain yaitu sebagai sarana dokumentasi. Setiap hal yang didokumentasikan dengan baik akan dapat bermanfaat bagi dimasa mendatang.
Karang taruna “Prasetya” Desa Kebondalem hingga saat ini telah banyak menyelenggarakan acara kepemudaan, namun belum didokumentasikan dengan baik sehingga tidak banyak masyarakat dari dalam maupun luar desa yang mengetahuinya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan SDM dalam membuat dan mengelola website.
KARTEL merupakan program dimana tim KKN memberikan pelatihan pembuatan dan manajemen website bagi pengurus karang taruna sebagai administrator website. Diharapkan dengan adanya website ini, pemuda karang taruna Desa Kebondalem dapat mengasah ketrampilannya dalam memanfaatkan IT dan dapat mempromosikan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan dengan menginformasikan secara luas kegiatan tersebut.
b. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemuda karang taruna dalam memanfaatkan IT untuk mendokumentasikan seluruh kegiatannya.
c. Deskripsi Kegiatan
1) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan kartel ini adalah membeli paket hosting dan domain, dilanjutkan dengan pembuatan web berbasis Wordpress.
2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5-8 September 2017 setiap pukul 16.00 - 18.00 WIB berlokasi di posko KKN dengan sasaran yaitu pengurus karang taruna “Prasetya” yang akan menjadi administrator website. Tim KKN membimbing pengurus karang taruna dalam membuat post dan mengedit layout web. Output yang dihasilkan dari program kerja ini adalah web dengan domain www.pemudakebondalem.com.
3) Pengevaluasian
a) Fasilitas kurang memadai, dimana komputer milik administrator kurang mampu mendukung akses terhadap website.
b) Masih perlunya peningkatan kemampuan jurnalistik, terutama dalam hal menulis redaksi artikel kegiatan.
4) Dampak Jangka Panjang
Kegiatan KARTEL yang telah dilaksanakan dengan maksimal ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang, khususnya bagi seluruh anggota karang taruna “Prasetya” dan seluruh masyarakat Desa Kebondalem pada umumnya. Dokumentasi kegiatan dapat menjadi sarana promosi, utamanya kesenian yang ada di Desa Kebondalem sehingga dapat dilihat oleh masyarakat luar desa dan dapat memicu minat untuk menyewa kesenian tersebut dan dapat meningkatkan income bagi kelompok kesenian Desa Kebondalem.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan KARTEL dilaksanakan oleh pengurus karang taruna “Prasetya” Desa Kebondalem sebagai administrator website.
6) Dokumentasi kegiatan
a. Latar Belakang
Buku administrasi merupakan syarat kelengkapan suatu organisasi, biasanya dalam hal pengajuan kredit ke pihak swasta atau bantuan ke pemerintah. Kelancaran seluruh kegiatan organsisasi juga didukung dengan adanya buku administrasi. Misalnya buku daftar hadir dapat digunakan untuk menilai tingkat partisipasi anggota dan menjadi sarana evaluasi bagi anggota dan pengurus. Terdapat dua kelompok tani yang belum memiliki kelengkapan administrasi, baik buku administrasi umum maupun keuangan yaitu kelompok tani “MAJU” yang berada di RT 08 dan kelompok tani “NGUDI MULYO” yang berada di RT 02.
b. Tujuan
c. Deskripsi Kegiatan
Hal-hal yang perlu disiapakan dalam pelaksanaan kegiatan manajemen administrasi adalah penyiapan format buku-buku administrasi yang tepat dan mudah digunakan oleh pengurus.
2) Pelaksanaan
WIB berlokasi di rumah pengurus Kelompok Tani “MAJU” yaitu
Bapak M. Aminudin di RT 08 dan pada tanggal 18 September
2017 di rumah pengurus kelompok tani “NGUDI MULYO” yaitu di rumah Bapak Sukandar di RT 02 Desa Kebondalem. Output yang dihasilkan yaitu terbitnya buku-buku administrasi baik umum maupun keuangan sejumlah 8 jenis buku sebagai berikut.
a) Buku Administrasi Umum
(2) Buku Daftar Anggota
(3) Buku Daftar Hadir
Pengurus kelompok tani “NGUDI MULYO” tidak menyampaikan dari awal permasalahan buku administrasi ke tim KKN, sehingga kegiatan baru terlaksana pada akhir KKN.
4) Dokumentasi Kegiatan
1) Buku-buku administrasi dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani yang bersangkutan untuk lebih dapat mengelola organisasi dengan baik.
2) Buku-buku administrasi dapat digunakan sebagai syarat kelengkapan administrasi kelompok dalam mengajukan kredit ke pihak swasta, bantuan dari pemerintah, maupun pelatihan bagi anggota kelompok.
e. Tindak lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan MANIS dilaksanakan oleh pengurus kelompok tani “MAJU” dan “NGUDI MULYO” Desa Kebondalem.
f. Dokumentasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Pemanfaatan komoditas unggul dari suatu desa perlu dikembangkan, agar masyarakat mendapat nilai tambah dari produk tersebut. Kopi merupakan komoditas unggulan di Desa Kebondalem dan saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengolahan kopi saat ini hanya terbatas pada pengolahan menjadi bubuk kopi, sehingga diperlukan pengenalan pengolahan kopi menjadi jenis produk konsumsi lainnya, salah satunya adalah pelatihan pembuatan selai kopi.
b. Tujuan
Tujuan dari diadakannya pelatihan pembuatan selai kopi ini adalah untuk mengenalkan pengolahan kopi sebagai upaya diversifikasi produk olahan kopi selain bubuk kopi.
c. Deskripsi Kegiatan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan pelatian pembuatan selai kopi adalah persiapan bahan, peralatan pembuatan selai kopi, dan perizinan tempat untuk praktik.
2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 September 2017, pukul 14.00-selesai berlokasi di Sekretariat KWT “Wanita Utama” dengan sasaran perngurus dan anggota KWT “Wanita Utama”.
3) Pengevaluasian
Pelatihan pembuatan selai kopi masih perlu dikembangkan tidak hanya ditujukan kepada anggota KWT “Wanita Utama” namun juga ke seluruh masyarakat Desa Kebondalem.
d. Dampak Jangka Panjang
Dari kegiatan pelatihan pembuatan selai kopi ini, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan produk olahan kopi lainnya, tidak hanya menjadi selai kopi yang dapat dikonsumsi secara pribadi namun dapat dipasarkan secara luas.
e. Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan PELDIPRO dilaksanakan oleh pengurus KWT “Wanita Utama”, diharapkan selai kopi ini dapat diuji dari segi kualitas, kehalalan, dan daya simpannya agar selai yang dihasilkan tidak hanya dapat dikonsumsi secara pribadi namun juga dapat dipasarkan.
f. Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Setiap anak memiliki potensi dalam berkreasi di bidang kesenirupaan dan hal itu harus dimunculkan dengan cara pengenalan dan pembinaan tentang seni rupa. KREGAS adalah wadah untuk mengembangkan jiwa-jiwa seni dan kreativitas terutama di bidang kesenirupaan di kalangan anak-anak. Berikut ini adalah kegiatan dalam pelaksanaan KREGAS:
a) Finger Painting
Kreasi lukisan tematik dengan jari sebagai alatnya dengan bahan pewarna yang aman bagi anak. Bertujuan untuk melatih daya kreativitas anak dalam memvisualisasikan ide dengan mengkomposisikan bentuk yang serupa.
b) Meronce
Bertujuan untuk melatih kesabaran anak. Hasil kreasinya dapat digunakan untuk menghias ruang kelas.
2) Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk menumbuhkan jiwa seni dan mengembangkan kreatifitas anak dengan finger painting dan meronce.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan KREGAS adalah persiapan bahan-bahan meronce, alat finger painting yaitu pelepah pisang dan pepaya serta pewarna, dan gambar untuk mewarnai.
b) Pelaksanaan
Kegiatan meronce dilaksanakan hari Rabu, 23 Agustus
2017 pukul 09.00 – 11.00 berlokasi di TK Masyitoh dengan sasaran siswa TK kecil.
Kegiatan finger painting dilaksanakan hari Rabu, 30
Agustus 2017 pukul 08.00 – 11.00 berlokasi di TK Masyitoh dengan sasaran siswa TK besar.
Kegiatan mewarnai dilaksanakan hari Selasa, 4 September
2017 pukul 08.00 – 10.00 berlokasi di Playgroup Desa
Kebondalem dengan sasaran siswa playgroup.
Metode dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan KREGAS adalah dengan membuat kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dan tim KKN memberikan bimbingan dalam kelompok tersebut. Output dari program ini adalah hasil kreasi meronce, hasil kreasi finger painting, dan hasil mewarnai.
c) Pengevaluasian
Evaluasi dari program ini adalah kesulitan anak-anak dalam mengikuti arahan dari tim KKN, selain itu adalah kemampuan memvisualisasikan ide-ide mereka masih kurang, sehingga
kegiatan ini sebaiknya dapat dilanjutkan untuk materi bagi pihak sekolah.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan-kegiatan KREGAS dapat dilaksanakan oleh pengurus TK Masyitoh.
6) Dokumentasi Kegiatan
b) Bimbel ASIK
1) Latar Belakang
Semangat belajar siswa di desa Kebondalem sangat tinggi, sehingga selain pendidikan formal di dalam kelas diperlukan pula pendampingan belajar di luar jam sekolah untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran di sekolah mereka. Selain itu juga mendapat dukungan dan permintaan dari kepala sekolah SD N 1 Kebondalem khususnya untuk membantu meluluskan siswa kelas 6 SD.
2) Tujuan
Tujuan diadakan Bimbel ASIK adalah untuk mengatasi ketidakmampuan siswa dalam memahami mata pelajaran di sekolah dan memotivasi untuk rajin belajar.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan Bimbel ASIK secara umum tidak ada. Anak-anak hanya perlu datang ke posko KKN pada jam 13.00-15.00 WIB.
b) Pelaksanaan
Kegiatan bimbel dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 9
Agustus - 2 September 2017 pukul 13.00 – 15.00 berlokasi di posko KKN dengan sasaran seluruh pelajar SD di Desa Kebondalem.
c) Pengevaluasian
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Bimbel ASIK adalah mayoritas siswa yang datang hanya pada saat mereka memiliki tugas sekolah atau pada saat ada ujian dihari berikutnya. Hal ini sebenarnya sudah diatasi dengan tim KKN menginformasikan ulang adanya kegiatan bimbel pada setiap awal minggu dan telah dibantu penyebaran informasi oleh guru dari SD N 1 Kebondalem.
4) Dampak Jangka Panjang
Kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan Bimbel ASIK dapat dilanjutkan sebagai program bimbingan belajar yang nantinya diselenggarakan oleh SD N 1 Kebondalem untuk siswa-siswanya.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan Bimbel ASIK dapat dilaksanakan oleh guru-guru SD N 1 Kebondalem.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Mayoritas warga Desa Kebondalem menganut agama islam dan terdapat 1 TPQ yaitu TPQ Al Hidayah. Kegiatan TPQ dibagi menjadi dua waktu yaitu sore hari untuk anak-anak yang masih membaca iqro dan malam hari (setelah Maghrib) untuk anak-anak yang telah lulus iqro. Namun untuk TPQ sore hari terdapat masalah yaitu kekurangan pengajar, sehingga kegiatan belajar iqro menjadi tidak kondusif.
Genta Qur’an merupakan program dimana tim KKN ikut serta dalam membantu pelaksanaan TPQ di desa Kebondalem, sebagai bentuk kontribusi kerja nyata dalam rangka optimalisasi pelaksanaan TPQ. Selain mengajarkan membaca Al-Qur’an akan ditambah juga dengan memberikan pelajaran agama islam seperti kisah nabi-nabi, membaca doa sehari-hari, dan tata cara wudhu dan sholat.
2) Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan Genta Qur’an adalah memberikan pendampingan lebih intensif dalam pengenalan agama islam dan cara membaca Al Qur’an.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan Genta
Qur’an secara umum tidak ada, tim KKN hanya perlu datang ke
TPQ dan membantu memberikan pendampingan baca tulis Al-
Qur’an kepada peserta didik.
b) Pelaksanaan
Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 10-20 Agustus 2017, pukul 16.00 - 17.30 WIB berlokasi di TPQ Al Hidayah Desa Kebondalem dengan sasarannya yaitu seluruh anak-anak TPQ.
c) Pengevaluasian
Dalam pelaksanaan Genta Qur’an, evaluasi oleh tim KKN difokuskan pada kendala yang dihadapi yaitu mayoritas anak-anak TPQ tidak datang pada saat ada acara-acara tertentu di Desa Kebondalem. Selain itu, jumlah tenaga pengajar masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah anak-anak, sehingga walaupun sudah naik kelas namun kemampuan baca huruf hijaiyah anak-anak masih kurang lancar. Dalam hal ini, tim KKN telah berusaha untuk terus mengajak anak-anak datang ke TPQ untuk mengaji.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan-kegiatan Genta Qur’an dapat dilanjutkan oleh pengurus TPQ Al-Hidayah.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Teknologi sudah menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Desa Kebondalem merupakan salah satu desa yang masih minim dalam hal pemanfaatan teknologi, baik dikalangan anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Oleh sebab itu, tim KKN merancang kegiatan pelatihan komputer untuk siswa SD yang meliputi:
1) Mengenal bagian-bagian komputer.
2) Cara menghidupkan dan mematikan komputer.
3) Cara menggunakan mouse dan keyboard.
4) Mengoperasikan computer: mengetik dengan Ms. Word dengan berbagai aturan text formatting.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan
BERKOBAR adalah materi, komputer, dan hadiah. b) Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan komputer dilaksanakan pada tanggal 19
Agustus 2017, pukul 11.00 – 13.00 WIB berlokasi di SD N 1
Kebondalem dengan sasarannya yaitu siswa kelas 4. Pelatihan komputer yang kedua dilaksanakan pada tanggal 7 September
2017, pukul 11.00-13.00 WIB berlokasi di SD N 1 Kebondalem dengan sasarannya yaitu siswa kelas 5 dan 6.
Teknis pelaksanaan pada pelatihan yang pertama yaitu diawali dengan penayampaian materi dan dilanjutkan dengan praktik. Pada pelatihan yang kedua yaitu dengan menggambar di papan tulis materi-materi yang akan disampaikan sambil berpraktik langsung di komputer per materi. Output yang dihasilkan dalam pelatihan
komputer ini adalah cetakan hasil ketikan dengan berbagai text formatting bagi masing-masing siswa.
c) Pengevaluasian
Evaluasi terhadap pelaksanaan BERKOBAR adalah terhadap kendala yang dihadapi yaitu proyektor yang digunakan kurang memadai (sering mati) sehingga memperlambat pelaksanaan pelatihan. Kendala ini diatasi dengan pada saat pelatihan yang kedua tidak lagi menggunakan proyektor, tetapi pemateri menggambar perangkat-perangkat komputer dipapan tulis dan langsung dilanjutkan dengan praktik di komputer. Hal ini justru lebih efisien, karena anak-anak lebih mudah mengingat dan memahami beberapa fungsi dari ikon-ikon yang diajarkan.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan-kegiatan BERKOBAR dapat dijadikan program pelatihan komputer yang nantinya dapat diselenggarakan oleh SD N 1 Kebondalem.
6) Dokumentasi Kegiatan
Bola voli merupakan salah satu olahraga yang populer baik ditingkat internasioanl dan nasional, dalam perkembangannya saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia baik masyarakat umum maupun dikalangan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya kejuaraan bola voli yang diadakan baik ditingkat daerah maupun tingkat nasional.
Dalam hal ini untuk program kerja perpisahan Kuliah Kerja Nyata UNNES 2017 Kecamatan Bejen bermaksud menyelenggarakan turnamen bola voli se-Kecamatan Bejen yang diikuti oleh masing- masing pemuda di desa se-Kecamatan Bejen. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kekompakan serta sportivitas pemuda khususnya dibidang olahraga voli.
2) Tujuan
a) Meningkatkan solidaritas sportifitas dalam permainan olahraga yang jauh lebih baik.
b) Untuk mempererat tali silahtuhrami antar warga dalam bidang olahraga.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan
Vollydaritas adalah sebagai berikut.
(1) Koordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak keamanan setempat (Polsek).
(2) Perizinan peminjaman lapangan.
Kecamatan Bejen.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16-17 September 2017 di lapangan Kecamatan Bejen dengan sasaran yaitu Pemuda desa se Kecamatan Bejen.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas pelaksanaan turnamen bola voli ini adalah pada kendala yang dihadapi yaitu defisit dana dalam penyelenggaraan acara ini. Usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan silaturahmi ke seluruh kepala desa se-Kecamatan Bejen dan mengajukan bantuan berupa donasi.
Kendala kedua adalah kesulitan kerjasama dengan wasit, sehingga rencana awal untuk membagi menjadi dua lapangan tidak terlaksana. Usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menggunakan satu lapangan dengan rundown acara dimajukan.
4) Dampak Jangka Panjang
Dengan adanya turnamen bola voli ini seluruh pemuda desadi Kecamatan Bejen dapat mempererat tali silaturahmi baik dengan anggota satu tim maupun dengan tim dari desa lainnya. Hal ini akan berdampak pada terciptanya kerukunan dan solidaritas antar pemuda di Kecamatan Bejen.
5) Tindak Lanjut
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Buku profil kelompok merupakan kumpulan identitas, kegiatan, keuangan, dan informasi-informasi penting lainnya mengenai kelompok tersebut. Kelompok Wanita Tani “Wanita Utama” sebagai salah satu usaha home industry di Desa Kebondalem telah berdiri sejak lama, namun hingga saat ini belum memiliki buku profil sebagai kumpulan identitas kelompok. BUFIL merupakan program dimana tim KKN berpartisipasi dalam memajukan kelompok tani tersebut dengan membantu membuatkan buku profil. Permintaan pembuatan buku profil Kelompok Wanita Tani (KWT) “Wanita Utama” berasal dari pendamping KWT tersebut.
2) Tujuan
Tujuan dari diadakannya program BUFIL ini adalah untuk membantu membuatkan buku profil bagi KWT tersebut.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan BUFIL
adalah materi buku profil yang meliputi sejarah, logo, visi dan
misi,keadaan umum, inventaris, AD/ART kegiatan, pemasaran, kelengkapan administrasi, keuangan, pemasaran, dan mars KWT.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 10 September 2017 pukul 14.00 – 16.00 WIB berlokasi di Sekretariat KWT “Wanita Utama” dengan sasaran yaitu pengurus dan anggota KWT “Wanita Utama”.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas pelaksanaan program BUFIL ini berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu kesulitan dalam pengumpulan data-data BUFIL dimana beberapa buku-buku administrasi, AD/ART dan sertifikasi pangan sebagai sumber data tersebar di beberapa pengurus. Dalam mengatasi kendala ini tim KKN bekerjasama dengan pengurus KWT “Wanita Utama” untuk saling membantu melengkapi data-data bagi buku profil tersebut. Selain itu, dalam penyusunan buku profil harus terus berkonsultasi dengan PPL KWT “Wanita Utama”. Upaya untuk mengatasi kendala ini adalah dengan konsultai baik secara langsung (face to face) dan tidak langsung (melalui media sosial) sehingga mempercepat pembuatan buku profil.
4) Dampak Jangka Panjang dan Tindak Lanjut
Buku profil ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak lain untuk bekerjasama (misalnya perbankan untuk pemberian kredit), selain itu sebagai sarana pertanggungjawaban segala kegiatan yang ada di KWT.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan pembuatan buku profil ini diserahkan kepada pengurus KWT “Wanita Utama” untuk direvisi
pada tahun-tahun yang akan datang apabila terdapat perubahan dalam kontennya.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Cabai termasuk salah satu kebutuhan pangan pokok, khususya bagi orang Indonesia. Namun harga cabai sering kali berfluktuasi, sehingga pada saat harga cabai tinggi masyarakat sulit untuk membeli cabai.
Pemerintah telah berupaya untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai dengan mengadakan program Gertam (Gerakan Tanam) cabai secara serentak, dalam hal ini se-Kecamatan Bejen. Pemberdayaan anggota KWT “Wanita Utama” dalam program pemerintah ini mendapat pendampingan dari UPT Pertanian Kecamatan Bejen.
2) Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya GERTAM adalah membantu anggota KWT “Wanita Utama” dalam menanam dan merawat tanaman cabai sendiri, sehingga dapat mengurangi pembelian cabai untuk konsumsi pribadi dan dapat menghindari gejolak harga cabai di pasaran.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan dalam pelaksanaan gerakan tanam (GERTAM) cabai adalah koordinasi dengan pihak sekretariat dan PPL KWT “Wanita Utama” dalam hal waktu dan tempat pelaksanaan serta teknis pelaksanaan penananaman.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 11 September
2017, pukul 08.00-selesai berlokasi di Sekretariat KWT “Wanita Utama” dengan sasaran perngurus dan anggota KWT “Wanita Utama”. Output yang dihasilkan yaitu terlaksananya program UPT Pertanian Kecamatan Bejen yaitu Gertam.
c) Pengevaluasian
Evaluasi terhadap pelaksanaan GERCAM berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu kesulitan koordinasi dengan PPL KWT “Wanita Utama” dan penyediaan media tanam dimana pencampuran tanah, pupuk, dan sekam dilakukan secara mandiri dan banyak anggota KWT yang belum paham pengaturan komposisi media tanam. Upaya untuk mengatasi kendala adalah dengan turut serta dalam membuat media tanam, sehingga anggota KWT dapat memperhatikan proporsi dari masing-masing komponen media tanam.
4) Dampak Jangka Panjang
Upaya pemerintah dalam mengatasi gejolak harga cabai dengan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dan polybag akan dapat terealisasi apabila program ini berhasil.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan penanaman cabai secara mandiri ini diserahkan kepada anggota KWT “Wanita Utama” yaitu untuk dapat merawat tanaman cabai tersebut dan dapat
menanam tanaman lainnya dengan metode yang sama dengan tanaman cabai ini.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Dengan tubuh yang sehat maka manusia akan dapat melakukan segala aktivitas dengan baik. Menjaga kebersihan merupakan faktor penting agar tubuh tetap sehat. Penyebaran penyakit perlu dicegah sedini mungkin dengan menjaga kebersihan diri. Bakteri dan kuman sering tersebar melalui tangan dan mulut. Apalagi bagi anak-anak yang aktif, penyebaran bakteri dan kuman dapat menjadi lebih cepat. Berawal dari kesadaran anak-anak di Desa Kebondalem untuk hidup bersih melalui kebiasaan cuci tangan dan sikat gigi masih kurang, tim KKN mengadakan sosialisasi dan praktik mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui program SIGI & CITA (Sikat Gigi dan Cuci Tangan).
2) Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memberi pengetahuan anak-anak tingkat SD agar mau dan mampu menerapkan PHBS.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah persiapan materi (video dan slide presentasi), persiapan peraga (replika gigi), persiapan bahan (sabun cair, sikat gigi, dan pasta gigi), dan persiapan hadiah.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Agustus 2017, pukul 11.00–12.30 WIB berlokasi di SD N 1 Kebondalem dengan sasaran siswa kelas 3 SD N 1 Kebondalem. Output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah siswa dapat mengetahui dan melakukan sikat gigi dan cuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas pelaksanaan program SIGI & CITA berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu kendala yang dihadapi yaitu siswa sulit dikendalikan dan mengikuti arahan dari tim KKN. Pada pelaksanaan praktik sikat gigi dan cuci tangan, siswa dibagi menjadi 2 kelompok agar mudah untuk diajari cara sikat gigi dan cuci tangan yang benar.
4) Dampak Jangka Panjang dan Tindak Lanjut
Setelah dilakukan sosialisasi dan praktik bersama, siswa diharapkan mampu mempraktikkan kembali apa yang telah dipelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan sosialisasi tata cara sikat gigi dan cuci tangan ini diserahkan kepada pihak SD N 1
Kebondalem untuk dapat dijadikan program rutin dari pihak sekolah yang dilaksanakan setiap minggu atau setiap bulannya.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Tingkat kesadaran terhadap kesehatan di Desa Kebondalem sudah baik ditandai dengan ketika masyarakat sakit segera ditujukan ke fasilitas sarana kesehatan yang ada (Puskesmas Bejen, posyandu, atau bidan desa). Posyandu merupakan salah satu program dari pemerintah yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu, balita, dan lansia.
Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. Di Desa Kebondalem terdapat posyandu balita dan untuk membantu keberlangsungan peningkatan fungsi Posyandu, maka tim KKN mengadakan program POSTA, dimana tim KKN membantu mendampingi pelaksanaan Posyandu yang diadakan setiap hari kamis pada minggu pertama di balai Desa Kebondalem. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan masyarakat dan upaya pencegahan terhadap penyakit.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam program ini secara umum tidak ada. Tim KKN hanya membantu mendampingi tim kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Bejen dan kader Posyandu dalam melaksanakan Posyandu bagi balita dan ibu hamil.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 07 September
2017, pukul 09.00-10.30 WIB berlokasi di balaidesa dengan sasaran semua balita dan ibu hamil yang ada di Desa Kebondalem. Output yang dihasilkan adalah partisipasi dari semua masyarakat Desa Kebondalem dalam kegiatan Posyandu.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas pelaksanaan program POSTA berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu peserta terlambat hadir, dimana masyarakat tidak datang secara serentak dan beberapa masyarakat datang pada saat kegiatan sudah akan berakhir, sehingga menjadi tidak efektif.
4) Dampak Jangka Panjang
Dengan adanya program POSTA, diharapkan dapat membantu terselenggaranya kegiatan Posyandu balita dengan lancar. Kader Posyandu dapat terbantu dan masyarakat yang memiliki balita secara aktif mengikuti kegiatan Posyandu secara tepat waktu.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan pendampingan Posyandu balita ini diserahkan kepada pihak kader Posyandu Desa Kebondalem agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap balita-balita di Desa Kebondalem.
6) Dokumentasi Kegiatan
a. PLASA (Plangisasi Desa)
1) Latar Belakang
Plangisasi merupakan hal yang harus ada di suatu desa sebagai sebuah petunjuk mengenai jalan atau lokasi agar dapat dijangkau oleh masyarakat dari dalam maupun luar desa. Program plangisasi sangat diperlukan karena plang di desa tersebut sudah tidak layak, seperti tulisan petunjuk arah menuju ke Desa Kebondalem. Dengan adanya program plagisasi ini diharapkan dapat memudahkan warga dalam menemukan lokasi Desa Kebondalem.
2) Tujuan
Tujuan dari program PLASA adalah untuk membantu memberikan petunjuk arah menuju ke desa Kebondalem dan renovasi gapura masuk desa.
3) Deskripsi Kegiatan
a) Pemasangan papan penunjuk arah menuju posko KKN (1) Persiapan
Persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah pembelian alat dan bahan, pengukuran papan penunjuk arah, pembuatan pola tulisan, dan pengecatan.
(2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Agustus
2017 pukul 14.00 – 17.00 WIB berlokasi mulai dari jalan masuk desa dari jalan raya hingga ke posko KKN dengan sasaran warga desa dalam dan luar Kebodalem. Output yang dihasilkan adalah papan penunjuk arah menuju posko KKN.
(3) Pengevaluasian
Evaluasi terhadap program pemasangan penunjuk arah menuju posko KKN berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu biaya pembuatan tinggi. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyiasati dengan membuat sendiri plang penunjuk arah menuju posko KKN. Hal ini dipilih untuk menghindari biaya pemesanan plang yang mahal.
b) Pengecatan infrastruktur desa
Persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah pengukuran daerah pengecatan, pembelian bahan dan peralatan, pembersihan daerah pengecatan, dan pembuatan pola tulisan.
(2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 5 September
2017 pukul 09.00 – 17.00 WIB berlokasi di gapura masuk desa dengan sasaran warga desa dalam dan luar Kebodalem. Output yang dihasilkan adalah gapura masuk desa terenovasi.
(3) Pengevaluasian
Evaluasi yang dilakukan atas terlaksananya program pengecatan infrastruktur desa berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu biaya pengecatan (alat dan bahan) tinggi dan pembelian bahan pengecatan jauh. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyiasati dengan memainkan warna cat dengan membuat gradasi warna, sehingga dihasilkan warna yang bervariasi meskipun hanya berasal dari satu warna.
c) Pendirian plang penunjuk arah masuk desa
(1) Persiapan
(2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 6 September
2017 pukul 14.00 – 17.00 WIB berlokasi di depan jalan raya (jalan masuk desa) dengan sasaran warga desa dalam dan luar Kebondalem.
(3) Pengevaluasian
Evaluasi yang dilakukan atas terlaksananya program pendirian plang penunjuk arah masuk desa berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu biaya plang (alat dan bahan) tinggi dan pembelian bahan plang jauh. Upaya untuk mengatasi hal ini yaitu dengan mengajukan permohonan bantuan ke Perhutani dan mendapatkan dana sebesar Rp
100.000,00 kemudian tim KKN melakukan survei harga dari beberapa tempat pembuatan plang dan memilih memesan di tempat yang menawarkan harga terendah.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan plangisasi ini diserahkan kepada masyarakat Desa Kebondalem agar dapat merawat plang dan gapura desa agar tetap indah dan dapat dibaca secara jelas.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Kebersihan tempat ibadah merupakan salah satu hal yang dapat menunjang kualitas ibadah. Hal ini dikarenakan tempat yang bersih dan rapi dapat menciptakan rasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Namun kesadaran masyarakat Desa Kebondalem untuk menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih masih rendah. Untuk menciptakan kesadaran masyarakat, tim KKN melaksanakan program kebersihan tempat ibadah, agar masyarakat mengetahui dan mencontoh kegiatan tersebut.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan dalam pelaksanaan program meliputi perizinan untuk membersihkan area dalam dan luar tempat ibadah dan persiapan peralatan kebersihan.
b) Pelaksanaan
(1) Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Agustus 2017, pukul 09.00 – 11.00 WIB berlokasi di mushola RT 01.
(2) Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Agustus 2017, pukul 09.00 – 11.00 WIB berlokasi di gereja St. Mikael
(3) Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Agustus 2017, pukul 09.00 – 11.00 WIB berlokasi di majid Syuhada. Output yang dihasilkan yaitu kebersihan tempat ibadah.
terutama untuk gereja dilakukan sebelum ibadah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Begitu juga dengan kebersihan masjid Syuhada dilakukan sehari sebelum ibadah Idul Adha.
c) Pengevaluasian
berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu:
(1) Mushola RT 01: saluran pembuangan air mampet, sehingga memperlambat pembersihan area wudhu.
(2) Gereja St. Mikael: tidak ada sumber air sehingga harus mencari air ke rumah warga untuk membersihkan area dalam gereja.
(3) Masjid Syuhada: tempat wudhu sangat kotor dan berkerak, sehingga memeperlambat pembersihan area wudhu.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Kendal atersebut adalah dengan bekerjasama dengan warga sekitar untuk turut membantu dalam hal penyediaan sumber air pada saat membersihkan gereja dan bekerjasama dengan takmir masjid pada saat membersihkan area masjid.
4) Dampak Jangka Panjang
Dengan adanya program BERPAEDAH, diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui dan mencontoh kegiatan tersebut untuk kegiatan baik rutin atau incidental di masa depan.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan BERPAEDAH ini diserahkan kepada masyarakat Desa Kebondalem agar dapat meneruskan kegiatan tersebut.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Desa Kebondalem merupakan desa yang memiliki potensi yang besar baik potensi sumber daya alam, manusia, dan sosial budaya sehingga kondisi ini harus diketahui oleh masyarakat luas. Gambaran mengenai kondisi desa saat ini belum banyak diketahui
oleh masyarakat umum sehingga pemanfaatan apa yang ada di dalam desa belum maksimal.
Saat ini, belum banyak warga yang mengetahui mengenai potensi apa saja yang ada di Desa Kebondalem karena minimnya informasi yang bisa di akses. Dalam buku profil desa yang dibuat berisi gambaran apa saja yang ada di Desa Kebondalem seperti visi dan misi desa, kondisi geografis, kondisi demografi, pemerintahan, dan kesenian yang diharapkan mampu memberikan keterbukaan informasi bagi masyarakat umum. Hal ini juga bertujuan untuk mempromosikan potensi desa yang ada, seperti dalam bidang perkebunan, pertanian, peternakan dan kesenian.
2) Tujuan
a) Meningkatkan pemahaman dan ketertarikan masyarakat, baik dari dalam maupun luar Desa Kebondalem tentang potensi desa.
b) Mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan di Desa
Kebondalem.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelasksanaan program yaitu pengumpulan data-data riil desa yaitu melalui website Prodeskel Bina Pemkab serta konsultasi dengan perangkat desa dan dosen pembimbing lapangan.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 11 September
2017, pukul 08.00 – 16.00 WIB berlokasi di balai desa dengan sasaran perangkat desa. Output yang dihasilkan yaitu terbitnya buku profil Desa Kebondalem.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas terlaksananya program PODES berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu kesulitan pengumpulan data-data desa. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan bekerjasama dengan perangkat Desa Kebondalem untuk memperbarui data desa di Prodeskel Bina Pemkab agar diperoleh data yang relevan bagi penyusunan buku profil.
4) Dampak Jangka Panjang dan Tindak Lanjut
Terbitnya buku profil diharapkan dapat menjadi referensi bagi gambaran desa yang ada serta diharapkan dapat terus diperbarui untuk tahun-tahun selanjutnya dengan data yang sudah diperbaharui. Selain itu juga diharapkan dapat dibaca oleh masyarakat Desa Kebondalem khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, dapat tercipta dalam bentuk elektronik, dan diunggah di website desa yang aktif agar dapat dibaca oleh masyarakat secara umum dari berbagai wilayah.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan PODES ini diserahkan kepada perangkat Desa Kebondalem agar dapat terus memperbarui data-data dalam buku profil dan dapat mengkonversi ke bentuk digital agar tampilan menjadi lebih baik.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Pelaksanaan program KKN yang bertepatan dengan hari ulang tahun RI yang ke 72 dan melihat antusias masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan RI yang sangat tinggi, sehingga tim KKN bekerjasama dengan pemuda karang taruna Desa Kebondalem menyelenggarakan beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan acara perayaan HUT RI. Lomba-lomba yang digelar tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga untuk ibu-ibu yaitu lomba futsal antar RT.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan program yaitu koordinasi dengan karang taruna dan penyiapan hadiah- hadiah lomba sebelum acara puncak.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017, pukul 10.00-12.00 WIB untuk persiapan panggung dilanjut pada pukul 14.00-16.00 acara dangdut dan dilanjutkan dengan tarian topeng ireng yang berlokasi di lapangan Kalimining Desa Kebondalem. Output yang dihasilkan adalah terlaksananya acara puncak perayaan HUT RI ke 72.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas terlaksananya program LORI berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu kesulitan dalam koordinasi dengan pemuda karang taruna Desa Kebondalem. Hal ini disebabkan
oleh masih kurang akrabnya tim KKN dengan anggota karang taruna, sehingga upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pendekatan dengan anggota-anggota karang taruna agar tercipta suasana kakraban dan dapat menjalin kerjasama yang kompak demi suksesnya acara.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan LORI ini diserahkan kepada pemuda karang taruna Desa Kebondalem agar dapat terus dijaga dan dikembangkan terus-menerus sehingga terjalin kekompakan dan kerukunan diantara seluruh warga Desa Kebondalem.
6) Dokumentasi Kegiatan
Mural merupakan program kerja yang diselenggarakan oleh Kecamatan Bejen yaitu kegiatan menggambar atau melukis bersifat permanen pada media dinding utamanya halaman belakang Kecamatan Bejen. Pelaksanaan mural merupakan repon terhadap
permintaan pihak kecamatan untuk membantu memperindah lingkungan kecamatan.
2) Tujuan
Tujuan dari diadakannya program Mural adalah untuk membantu pihak kecamatan dalam menciptakan lingkungan kecamatan yang indah. Selain itu juga sebagai sarana memperkenalkan potensi yang ada di Kecamatan Bejen yang direpresentasikan melalui gambar-gambar dalamkegiatan mural, seperti gambar tarian Ndayakan yang merupakan kesenian lokal Kecamatan Bejen.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan program mural adalah persiapan alat dan bahan, pengajuan konsep gambar, permohonan biaya mural, dan pembelian alat dan bahan.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 12 September 2017 hingga 19 September 2017 yang berlokasi di lapangan Kecamatan Bejen. Output yang dihasilkan yaitu terciptanya hasil mural berupa gambar kekhasan dari Kecamatan Bejen.
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas terlaksananya kegiatan mural berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu luasnya media dinding yang akan di mural.
4) Dampak jangka Panjang
Dengan adanya program Mural, diharapkan agar masyarakat dapat menikmati keindahan area belakang Kecamatan Bejen. Diharapkan, pihak kecamatan dapat terus merawat dan menjaga keindahan lukisan mural tersebut.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Kecamatan Bejen) tindak lanjut atas kegiatan Mural ini diserahkan kepada pihak kecamatan utnuk selanjutnya dapat dirawat dan diperbarui untuk masa yang akan datang, sehingga kekhasan yang ditampilkan semakin banyak dan semakin merepresentasikan potensi yang ada di Kecamatan Bejen.
6) Dokumentasi Kegiatan
C. Program Konservasi
nama program “KODE (Konservasi Desa)”. a. KODE (Konservasi Desa)
1) Latar Belakang
Unnes merupakan universitas yang menjadikan konservasi sebagai program unggulan, sehingga pada KKN Unnes 2017 ini setiap tim KKN diwajibkan untuk melakukan aksi konservasi, salah satunya dengan penanaman pohon. Selain itu homogenitas jenis tanaman di Desa Kebondalem dan kesuburan tanah masih tinggi. KODE (Konservasi Desa) merupakan program penanaman pohon dimana tim KKN beserta pemuda karang taruna Desa Kebondalem mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan dalam pelaksanaan program adalah pengajuan proposal permohonan bantuan bibit pohon (ditolak), pembelian bibit pohon secara kolektif se-Kecamatan Bejen, dan penyiapan media tanam.
b) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 September 2017 pukul 17.00–18.00 WIB dan Senin, 11 September 2017 pukul
09.00-12.00 WIB berlokasi di lahan karang taruna Prasetya Desa Kebondalem. Output yang dihasilkan yaitu terlaksananya penanaman pohon.
Tabel 1.6 Penanaman Pohon
Rp 110.000,00
c) Pengevaluasian
Evaluasi atas terlaksananya program KODE berfokus pada kendala yang dihadapi yaitu penolakan pengajuan permohonan bantuan bibit pohon dan kondisi tanah yang keras karena musim kemarau. Upaya untuk mengatasi kendala yang pertama yaitu dengan melakukan pembelian secara kolektif se-Kecamatan Bejen dengan sebelumnya melakukan survei harga.
4) Dampak Jangka Panjang
Dengan adanya program KODE, diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui dan mencontoh kegiatan tersebut untuk kegiatan baik rutin atau insidental di masa depan.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem) tindak lanjut atas kegiatan KODE ini diserahkan kepada masyarakat Desa Kebondalem agar dapat meneruskan kegiatan tersebut.
A. Simpulan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa KKN Unnes 2017 di Desa Kebondalem, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung memiliki program kerja yang dapat dikelompokkan dalam 4 bidang kegiatan. Keempat bidang tersebut antara lain adalah bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan dan infrastruktur. Semua program kerja yang direncanakan telah terlaksana dan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara langsung (jangka pendek) dan tidak langsung (jangka panjang).
B. Saran
Berdasarkan pelaksanaan KKN Unnes 2017 di Desa Kebondalem, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, penulis ingin memberikan saran agar program kerja yang telah dilaksanakan tim KKN dapat terus berlanjut seperti KREGAS dan BERKOBAR agar dapat menjadi materi pembelajaran di sekolah; SIGI & CITA dapat dipraktikkan oleh anak-anak sebagai upaya menjaga kebersihan diri; BUFIL dan PODES dapat digunakan sebagai kelengkapan identitas kelompok, khususnya PODES agar dapat diperbarui setiap tahun untuk menjaga kebaruan data; PELDIPRO dapat dipraktikkan sebagai alternatif pengolahan bubuk kopi untuk konsumsi pribadi atau dijual; SEGAR dapat dilakukan secara rutin kembali; BERPAEDAH dapat dilanjutkan untuk menjaga kebersihan tempat ibadah; KARTEL dapat dilanjutkan agar segala kegiatan-kegiatan baik yang dilakukan karang taruna maupun acara desa dapat didokumentasikan dengan baik; KODE dapat dilanjutkan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Secara umum, masyarakat Desa Kebondalem juga perlu untuk melakukan hal-hal berikut.
a. Masyarakat hendaknya mau menerima kegiatan-kegiatan yang diusulkan tim KKN, selama itu baik, dan dapat membuat masyarakat semakin berkembang ke arah yang lebih baik.
b. Mampu bekerja sama dengan tim KKN dan mau melanjutkan program
–program yang diciptakan oleh tim KKN dengan baik.