kesehatan paparan bkp

Click here to load reader

Post on 25-Jul-2015

187 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENANGANAN DAN PENANGGULANGAN KEBUTUHAN GIZI PADA DAERAH RAWAN PANGANOleh : DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR

2011

1

8 FOKUS PRIORITAS NASIONAL BIDANG KESEHATAN1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita dan KB 2. Perbaikan status gizi masyarakat 3. Pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyehatan lingkungan 4. Pemenuhan pengembangan SDM Kesehatan 5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu, penggunaan obat dan pengawasan obat dan makanan 6. Jamkesmas 7. Pemberdayaan masyarakat, penanggulangan bencana dan krisis kesehatan 8. Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier

MDGs

2015

RPJMN 2010-2014Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi 15%.

Renstra Kemenkes RI 2010-2014 Sasaran Keluaran Pembinaan Gizi Masyarakat 100% gizi buruk mendapat perawatan 80% bayi 0-6 bln mendapat ASI Esklusif 90% RT mengkonsumsi garam beryodium 85% balita 6-59 bulan mendapat kapsul Vit. A 100% kab/kota melaksanakan surveilan gizi 85% ibu hamil mendapat tablet besi 85% balita ditimbang berat badannya 100% penyediaan buffer stock MP-ASI u/ daerah bencana

Prevalensi Gizi Kurang 15%

Inpres No.3 Thn 20101.Peningkatan kualitas gizi anak 2.Penyediaan data kecukupan kalori penduduk 3.Penyusunan RANPG

STRATEGI PEMBANGUNAN PANGAN & GIZI PADA TAHUN 2011 - 20151. Perbaikan gizi masyarakat Peningkatan ketersediaan dan jangkauan pelayanan kesehatan berkelanjutan yang difokuskan pada intervensi gizi efektif pada ibu pra-hamil, ibu hamil, bayi dan anak baduta 2. Peningkatan akselibitas pangan yang beragam Peningkatan ketersediaan dan aksebilitas pangan yang difokuskan pada keluarga rawan pangan dan miskin 3. ..

3. Peningkatan pengawasan mutu dan keamanan pangan Peningkatan pengawasan keamanan pangan yang difokuskan pada makanan jajanan yang memenuhi syarat dan produk industri rumah tangga (PIRT) tersertifikasi 4. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan peran pimpinan formal serta non formal terutama dalam perubahan perilaku atau budaya konsumsi pangan yang difokuskan pada penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, perilaku hidup bersih dan sehat serta merevitalisasi posyandu 5. ..

5. Penguatan kelembagaan pangan dan gizi Penguatan kelembagaan pangan dan gizi di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten dan kota yang mempunyai kewenangan merumuskan kebijakan dan program bidang pangan dan gizi, termasuk sumber daya serta penelitian dan pengembangan

TARGET SASARAN RAD-PG1. Sasaran Penurunan Kerawanan pangan dan peningkatan gizi masyarakatIndikator Kerawanan pangan (%) Balita gizi kurang & buruk (%) Penurunan balita sangat pendek dan pendek (%) 2011 9,07 11,3 35,5 2012 8,07 10,8 35,0 2013 7,07 10,3 34,0 2014 6,07 9,8 33,0 2015 5,07 9,3 32

2. Sasaran ketersediaan dan konsumsi pangan di Jawa Timur Meliputi ketersediaan : Beras, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, daging, telur, susu dan ikan 3. ..

3. Sasaran Pola Pangan Harapan Meliputi : - Skor pola pangan - Kelompok pangan meliputi : padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, sayuran dan buah, dan lain-lain

NO 1 2 3 4 5 6

Prioritas Kabupaten Daerah Rawan Kab. Sumenep Kab. Pamekasan Kab. Sampang Kab. Bangkalan Kab. Gresik Kab. Jombang

TFC V V -

Kegiatan Tahun 2011 Intervensi gizi Review daerah bencana SKPG (PMT untuk bencana) V V V -

Investigasi Gizi Buruk di Kab/Kota V V V V V V

78 9

Kab. SitubondoKab. Bondowoso Kab. Probolinggo

V -

VV V V

VV V -

VV V V

10 Kab. Bojonegoro

*) Sumber Dana : APBD Prov Jatim & APBN Dinkes Prov Jatim T.A 2011

Rencana Kegiatan Tahun 2012 Intervensi Gizi Pelaporan Prioritas Kabupaten Intervensi Gizi PMT Pemulihan Pemantauan kasus gizi Surveilans gizi NO PMT Pemulihan Daerah Rawan bagi Balita Status Gizi buruk Kab/Kota balita gizi buruk Daerah Bencana kab/Kota 1 Kab. Sumenep V V V V 2 3 4 5 6 7 Kab. Pamekasan Kab. Sampang Kab. Bangkalan Kab. Gresik Kab. Jombang Kab. Situbondo V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V

89

Kab. BondowosoKab. Probolinggo

VV V

VV V

VV V

VV V

VV V

10 Kab. Bojonegoro

*) Sumber Dana : APBD Prov Jatim & APBN Dinkes Prov Jatim T.A 2012

PETA SEBARAN BALITA KURANG ENERGI PROTEIN (GIZI KURANG DAN GIZI BURUK) MENURUT INDEKS BB/U DI JAWA TIMUR TAHUN 2010

Keterangan : Prevalensi : > 15 % Prevalensi : 10 - 15 % Prevalensi : < 10 %

100

200

400

500

600

700

800

300

0 PACIT2

70 240 172 25 60 87 102 7760

P.ROGO13 9 7 10 12 23

TRENGGALEK TULUNGAG BLITAR KEDIRI MALANG LUMAJANG JEMBER5 80

26 642 149 42866

BANYUWANGI BONDOWOSO19

SITUBONDO PROBOLIN PASURUAN0

144

14 31

22 7

SIDOARJO MOJOKERTO0

033

JOMBANGNGANJUK12 18

449 63 258

MADIUN MAGETAN5

40301 102 382 111 147

NGAWI1620 31 13

BOJONEGO TUBAN

LAMONGAN8

GRESIK BANGKALAN SAMPANG PAMEKASAN

49015

10029 37

425SUMENEP KEDIRI BLITAR MALANG PROBOLIN PASURUAN MOJOKERTO MADIUN SURABAYA1

423

10

JUMLAH KASUS GIZI BURUK DI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2011 (BULAN SEPTEMBER)

0

0

205 1

18010 79

167 19 1179

721BATU

14

40

100,00

120,00

140,00

20,00

40,00

60,00

80,00

-

%

Kab. Pacitan Kab. Trenggalek Kota Blitar Kab. Madiun Kab. Jember Kab. Bangkalan Kab. Banyuwangi Kab. Pasuruan Kab. Malang Kab. Kediri Kab. Tulungagung Kab. Ngawi Kota Batu Kota Kediri Kab. Gresik Kab. Lumajang Kab. Problinggo Kab. Sumenep Provinsi Kab. Bojonegoro Kab. Bondowoso Kota Madiun Kab. Blitar Kab. Mojokerto Kab. Situbondo Kab. Jombang Kab. Nganjuk Kab. Sidoarjo Kab. Magetan Kota Pasuruan Kota Surabaya Kab. Sampang Kab. Lamongan Kab. Tuban Kota Mojokerto Kota Malang Kota Probolinggo Kab. Pamekasan Kab. Ponorogo 65,58 110,69 109,83 107,97 106,32 105,95 104,15 102,75 102,57 102,31 101,17 99,32 99,24 97,99 97,41 96,40 95,80 95,37 95,19 95,18 94,84 94,52 93,65 93,11 91,29 91,28 89,03 87,81 84,57 80,86 79,80 79,65 77,56 75,72 111,57 111,94 112,14 113,30

118,76

CAKUPAN BAYI MENDAPATKAN VITAMIN A TAHUN 2011

Rata2 Provinsi

100,00

120,00

20,00

40,00

60,00

80,00

Kota Kediri 98,97 95,52 95,10 94,75 94,67 93,71 93,17 92,23 90,63 90,47 90,18 90,02 89,16 88,69 88,56 87,90 87,29 85,29 84,94 84,77 84,75 83,83 83,50 83,25 82,65 82,44 81,73 80,95 Kab. Blitar Kab. Jember Kab. Tulungagung Kab. Bangkalan Kab. Banyuwangi Kab. Sidoarjo Kab. Jombang Kab. Nganjuk Kab. Situbondo Kab. Lamongan Kab. Ponorogo 54,25 62,79 80,84 80,75 79,43 78,66 77,94 76,62 75,28 74,34 72,94 Kab. Tuban Kota Probolinggo Kab. Lumajang Kab. Bondowoso Kab. Pasuruan Kab. Gresik Kab. Sumenep Kota Blitar Kab. Pacitan Kota Madiun Kab. Problinggo Kab. Trenggalek Kab. Magetan Kota Mojokerto Kota Surabaya Kota Malang Kab. Malang Kota Pasuruan Kab. Bojonegoro Kab. Sampang Kab. Madiun Provinsi Kota Batu Kab. Ngawi Kab. Kediri Kab. Mojokerto Kab. Pamekasan

-

%

CAKUPAN BALITA MENDAPATKAN VITAMIN A TAHUN 2011

Rata2 Provinsi

10,00

15,00

20,00

25,00

30,00

35,00

40,00

45,00

5,00

-

%

Kota Probolinggo 39,95 24,42 23,67 23,36 23,17 23,12 23,12 22,90 22,44 22,43 20,93 20,72 20,70 20,62 19,54 19,13 18,75 18,61 18,40 17,83 17,43 17,36 17,19 16,33 16,07 13,76 13,40 13,24 13,02 Kab. Kediri Kab. Situbondo Kota Mojokerto Kab. Jember Kota Surabaya Kab. Lamongan Kab. Pacitan Kota Pasuruan Kota Madiun Kota Batu 2,93 5,91 5,55 8,44 12,26 11,64 11,63 10,85 Kab. Magetan Kab. Bondowoso Kab. Problinggo Kab. Tuban Kab. Lumajang Kab. Banyuwangi Kab. Jombang Kab. Gresik Kab. Malang Kab. Ponorogo Kab. Sidoarjo Kab. Bojonegoro Kab. Mojokerto Kab. Pamekasan Kab. Pasuruan Kota Kediri Kab. Sumenep Kota Blitar Kab. Trenggalek Kab. Nganjuk Provinsi Kab. Sampang Kota Malang Kab. Tulungagung Kab. Ngawi Kab. Madiun Kab. Blitar Kab. Bangkalan

Cakupan Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A Tahun 2011

Rata2 Provinsi

100,0

120,0

140,0

160,0

20,0

40,0

60,0

80,0

KAB. JOMBANG 136,8 135,2 108,1 100,1 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 99,9 99,9 99,9 99,7 99,4 99,4 98,8 98,8 98,5 98,4 98,2 97,1 96,7 96,4 KAB. KEDIRI KAB. BANYUWANGI KAB. LUMAJANG KAB. SAMPANG KAB. PROBOLINGGO KAB. TRENGGALEK KAB. PONOROGO KAB. SITUBONDO KAB. NGAWI KOTA PROBOLINGGO KOTA MALANG KAB. SUMENEP 96,3 95,8 95,5 92,2 90,7 89,3 86,9 85,1 84,4 81,6 80,3 73,3 KAB. BANGKALAN KAB. MALANG KAB. LAMONGAN KAB. BLITAR KAB. NGANJUK KAB. MAGETAN KOTA BLITAR KOTA PASURUAN KOTA MOJOKERTO KOTA MADIUN KOTA SURABAYA KOTA BATU KAB. TULUNGAGUNG KAB. SIDOARJO KAB. MADIUN KAB. PACITAN KAB. JEMBER KAB. BOJONEGORO KAB. BONDOWOSO KAB. MOJOKERTO KAB. GRESIK PROVINSI KAB. TUBAN KOTA KEDIRI KAB. PASURUAN KAB. PAMEKASAN

0,0

%

DATA CAKUPAN PENIMBANGAN (K/S) TAHUN 2011

Rata2 Prov

100,0

120,0

20,0

40,0

60,0

80,0

KOTA PASURUAN 100,0 100,0 100,0 92,0 88,0 87,0 86,3 85,7 84,2 83,7 83,4 83,1 82,2 81,8 81,6 81,1 80,4 80,0 79,7 78,7 78,4 78,3 77,8 77,2 76,8 76,5 76,1 KOTA BLITAR KAB. LAMONGAN KAB. MALANG KAB. PACITAN KAB. SITUBONDO KAB. PASURUAN KAB. SAMPANG KOTA SURABAYA KAB. NGAWI KOTA MALANG KAB. PAMEKASAN KOTA PROBOLINGGO KAB. BONDOWOSO 75,8 75,7