kesehatan haji kloter

Click here to load reader

Post on 28-Sep-2015

22 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Kesehatan HajiOleh : IBNU FADIRUL WAHED

  • Topik Yang DibahasLatar BelakangVisiMisiTujuan UmumTujuan KhususSasaran

    KebijakanStrategiTargetKegiatan Pokok Pelayanan Kesehatan

  • LATAR BELAKANGTugas nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah secara inter departementalDepartemen Kesehatan bertanggung jawab dalam pembinaan dan pelayanan kesehatan calon/ jemaah haji IndonesiaTanggung jawab pelayanan ini sejak sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, diperjalanan pergi/ pulang, selama di Arab Saudi dan setelah kembali ke tanah air.

  • Tantangan pelayanan kesehatan hajimeningkatnya jumlah calon jemaah haji risiko tinggi beragamnya latar belakang pendidikan, etnis dan sosial budaya kondisi fisik yang kurang baikkondisi lingkungan di Arab Saudi yang berbeda secara bermakna dengan kondisi di tanah airperbedaan musim (panas, dingin)kelembaban udara yang rendahperbedaan lingkungan sosial budayaWabah penyakit di jazirah arab

  • Tantangan pelayanan kesehatan hajiketerbatasan waktu perjalanan ibadah haji kepadatan populasi jemaah haji pada saat Thawaf, Sai, wukuf di Arafah, melontar jumrah di Mina dll

  • V i s i Calon/ jemaah haji bebas penularan penyakit, mandiri dalam pemeliharaan kesehatan, untuk istithoah ibadah haji

  • M i s iMemfasilitasi terselenggaranya upaya-upaya mencapai kemandirian calon/ jemaah haji dalam pemeliharaan kesehatannya dan perilaku hidup sehat.Meningkatkan kualitas penyelenggaraan kesehatan haji.Mengembangkan dan memanfaatkan jejaring informasi tele komunikasi berbasis komputer untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

  • M i s iMengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berpengetahuan, terampil, berdedikasi dan profesional dalam kesehatan haji.Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dalam surveilans, penanggulangan KLB/ wabah dan bencana atau musibah masal.Mengembangkan kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi profesi, badan pengelola pembiayaan pemeliharaan kesehatan, lembaga/ badan penelitian dan kerja sama lintas program serta lintas sektor.

  • Tujuan umum Meningkatnya kondisi kesehatan calon/ jemaah haji Indonesia serta terbebasnya masyarakat Indonesia/ Internasional dari transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar/ masuk oleh calon/ jemaah haji Indonesia

  • Tujuan KhususTerindentifikasinya calon jemaah haji yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk ibadah haji. Terbinanya kondisi kesehatan calon jemaah haji dan kemandirian pemeliharaan kesehatan.Tersedianya petugas kesehatan haji yang berpengetahuan, terampil, berdedikasi dan profesional disetiap jenjang pelayanan kesehatan haji.

  • Tujuan KhususMeningkatnya surveilans, sistem kewaspadaan dini dan respon KLB.Terwujudnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi penanggulangan bencana dan musibah masal pada jemaah haji Indonesia.Tersedianya data/ informasi cepat, tepat, terpercaya dan diseminasi informasi kesehatan haji.

  • SasaranSasaran penyelenggaraan kesehatan haji Indonesia adalah seluruh calon/ jemaah haji sejak terdaftar di daerah asal, di perjalanan, selama di Arab Saudi dan 14 hari setelah kembali dari Arab Saudi, pengelola kesehatan haji, tenaga kesehatan, instansi pemerintah di semua jenjang administrasi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan haji, dan petugas kesehatan haji (Tim Kesehatan Haji Indonesia dan Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji di Arab Saudi bidang kesehatan)

  • KebijakanMengembangkan dan meningkatkan pembinaan kesehatan calon/ jemaah haji dengan pendekatan manajemen risiko, profesional, terintegrasi lintas program, lintas sektor terkait dan mengikut sertakan peran masyarakat.

  • KebijakanMengembangkan dan memperkuat jejaring surveilans dengan fokus penyakit potensial wabah terutama Meningitis meningokokus, penyakit menular baru (new emerging diseases) dan penyakit menular yang berjangkit kembali (re emerging diseases), sistem kewaspadaan dini dan respon KLB, bencana serta musibah masal.

  • StrategiAdvokasi pada pengambil keputusan untuk dukungan politis dan komitmen dalam pembiayaan terutama SKD dan respon KLB, bencana dan musibah masal.Intensifikasi pemeriksaan fisik didukung pemeriksaan laboratorium yang akurat, tatalaksana kasus dengan pendekatan manajemen risiko sesuai dengan standar yang berlaku.

  • TargetCakupan imunisasi Meningitis meningokokus tetravalen 100 % dengan Indeks Pemakaian (IP) 9Frekuensi KLB menurun.Menurunnya angka kunjungan dan angka kematian.Seluruh pelabuhan Embarkasi/ Debarkasi Haji melaksanakan pemeriksaan dokumen kesehatan haji sesuai dengan standar.Cakupan pengumpulan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) 80 %

  • Kegiatan pokok pelayanan kesehatan hajiPemeriksaan kesehatan calon jemaah hajiPembinaan kesehatan calon jemaah hajiPelayanan medisImunisasiSurveilansKesiapsiagaan Penanggulangan KLB dan Musibah MasalKesehatan Lingkungan

  • Kegiatan manajemen penyelenggaraan kesehatan hajiPerencanaanPengorganisasian Pelatihan Pembinaan teknisSistem Informasi Monitoring dan Evaluasi

  • Tahap - Tahap Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah HajiPemeriksaan Kesehatan IPemeriksaan Kesehatan II

  • Pemeriksaan Kesehatan I Pemeriksaan kesehatan I dilaksanakan di puskesmas oleh dokter puskesmas sebagai pemeriksa kesehatan, dibantu tenaga keperawatan dan analis laboratorium puskesmas sebelum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ke Bank Penerima Setoran (BPS)

  • Pemeriksaan Kesehatan IPemeriksaan kesehatan I dilakukan untuk mengetahui faktor risiko calon jemaah haji dan selanjutnya dilakukan manajemen terhadap faktor risiko tersebut sehingga calon jemaah haji mencapai kesehatan yang optimal untuk menunaikan ibadah haji.

  • Pemeriksaan Kesehatan I Pada saat pemeriksaan kesehatan I tersebut, foto harus sudah ditempel pada lembar Surat Keterangan Kesehatan yang akan diserahkan ke BPS dan sesuai dengan wajah calon jemaah haji. Selanjutnya calon jemaah haji diingatkan bahwa setelah memperoleh kursi (seat) atau terdaftar di Siskohat, calon jemaah haji harus kembali ke puskesmas untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut dan dibuatkan buku kesehatan

  • Pemeriksaan Kesehatan IPasfoto yang ditempel pada buku kesehatan dan surat keterangan kesehatan harus sama dengan pasfoto yang digunakan untuk paspor haji dan berukuran 4 x 6 cm kemudian dibubuhi stempel puskesmas dan harus mengenai pasfoto.

  • Pemeriksaan Kesehatan I Bila yang diperiksa calon jemaah haji wanita sebaiknya pemeriksa kesehatan adalah dokter wanita. Apabila yang memeriksa dokter pria harus didampingi oleh perawat wanita.Data hasil pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji harus ditulis dengan lengkap dan benar dalam BKJH dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sesuai dengan lembar I Petunjuk Pengisian Buku Kesehatan Jemaah Haji terlampir

  • Pemeriksaan Kesehatan ITenaga kesehatan harus mengisi kode diagnosis sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, sesuai dengan lembar II petunjuk pengisian terlampir. Calon jemaah haji yang hasil pemeriksaan kesehatannya BAIK atau KURANG BAIK kesehatannya, tetapi besar harapan dapat disembuhkan sebelum keberangkatannya, maka buku kesehatannya dapat ditanda tangani langsung oleh dokter pemeriksa dengan catatan harus mengikuti pengobatan dan pembinaan kesehatan secara teratur

  • Pemeriksaan Kesehatan I Khusus untuk calon jemaah haji wanita pasangan usia subur (PUS) perlu dilakukan pemeriksaan tes kehamilan (bagi puskesmas yang sudah mampu). Bagi yang tidak hamil ditekankan untuk mengikuti keluarga berencana (KB), untuk mencegah kehamilan sampai keberangkatan. Kemudian menanda tangani surat pernyataan pada buku kesehatan bahwa jika ternyata hamil menjelang saat keberangkatan bersedia menunda keberangkatannya ke Arab Saudi

  • Pemeriksaan Kesehatan I Bagi wanita hamil dengan usia kehamilan kurang dari 14 minggu dan lebih dari 26 minggu harus menunda keberangkatannya sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Kesehatan serta peraturan penerbangan InternasionalBagi wanita hamil dengan usia kehamilan antara 14 s/d 26 minggu dan telah divaksinasi Meningitis meningokokus tetravalen sebelum hamil diizinkan berangkat dengan syarat menanda tangani surat pernyataan bersedia menanggung segala risikonya

  • Pemeriksaan Kesehatan I Khusus bagi calon jemaah haji usia lanjut (Usia >60 tahun ) selain dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah dan urin) perlu dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten/ Kota untuk dilakukan pemeriksaan EKG, foto thorak dan kimia darah sesuai indikasi. Hasil pemeriksaan dilampirkan pada Buku Kesehatan Jemaah Haji

  • Pemeriksaan Kesehatan I Bagi calon jemaah haji yang batuk lebih dari 3 minggu, dilakukan pemeriksaan laboratorium Basil Tahan Asam (BTA) dan foto thorak. Apabila hasilnya positif maka diberi pengobatan sesuai dengan ketentuan Program Pemberantasan TB Paru Nasional

  • Pemeriksaan Kesehatan I Hasil pemeriksaan kesehatan harus ditulis sesuai kode diagnosis calon jemaah haji risti maksimal 5 kode dengan urutan pertama yang terberat.

  • Pemeriksaan Kesehatan IIPemeriksaan kesehatan II dilaksanakan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/ Kota dengan penanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang anggotanya terdiri dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Kabupaten/ KotaPemeriksaan kesehatan II dilakukan terhadap seluruh calon jemaah haji untuk menentukan layak tidaknya calon jemaah haji berangkat ke Arab Saudi

  • Pemeriksaan Kesehatan IIPelaksana pemeriksaan kesehatan II dan rujukan adalah dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya (dinas kesehatan dan rumah sakit) dan atau dokter yang pernah bertugas sebagai Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) ata