keracunan co

Download Keracunan CO

Post on 05-Sep-2015

32 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Keracunan Karbon Monoksida (CO)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kasus keracunan gas banyak terjadi pada masyarakat salah satunya yaitu keracunan gas karbon monoksida (CO). CO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna dari material berbahan dasar karbon seperti kayu, batu bara, bahan bakar minyak dan zat-zat organik lainnya. Gas ini berasal dari kendaraan bermotor, alat pemanas, nyala api (seperti tungku kayu), asap dari kereta api, pembakaran gas, dan asap tembakau, namun sumber yang paling sering berasal dari residu pembakaran mesin dan banyak ditemui di dunia industri.1,2 Karbon monoksida dijuluki juga sebagai silent killer (pembunuh diam-diam). Banyak kasus kematian akibat keracunan CO terjadi setiap tahunnya baik keracunan karena kecelakaan, bunuh diri atau pembunuhan, di dalam rumah atau garasi mobil maupun pencemaran udara oleh gas buangan industri. Jumlah rata-rata kematian per tahun akibat keracunan gas CO di Amerika dari tahun 1999-2004 adalah 439 jiwa. Tahun 2007 dilaporkan kasus keracunan gas CO sebanyak 21,304 kasus.3 Sementara itu, tahun 2014 Central for Disease Control (CDC)4 melaporkan di Amerika sebanyak 3289 kematian akibat keracunan CO, dan tercatat 50.000 kasus keracunan CO setiap tahun.4Di Indonesia, belum didapatkan data prevalensi keracunan gas CO per tahun.5 Beberapa kasus keracunan karbon monoksida yang berakibat kematian pernah terjadi di beberapa daerah. Pada bulan april 2015 dilaporkan kasus kematian satu keluarga akibat keracunan CO di desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Jawa Timur. Sumber gas CO diduga berasal dari kebocoran yang terjadi pada genset yang ada di kediaman korban, namun kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.6 Masih di tahun yang sama, di Surabaya, sebuah taksi terjebak macet dan berhenti di pemberhentian lampu merah, tiba-tiba mobil mogok kemudian semua penumpang serta sopir tidak sadarkan diri. Hal ini diduga terjadi akibat kebocoran gas CO yang berasal dari knalpot taksi dan terhirup oleh korban.7 Tahun 2014 kasus keracunan CO menimpa seorang dokter praktek di Bekasi, Jawa Barat kronologi kejadian berawal dari sering padamnya listrik dan penggunaan genset. Hasil pembuangan genset mengandung CO dengan kadar yang tinggi sehingga menyebabkan keracunan bahkan kematian.8 Dengan demikian, untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan dengan baik hal-hal terkait keracunan karbon monoksida, maka referat ini akan memaparkan karbon monoksida mulai dari sifat-sifat molekul hingga terapi akibat keracunan gas tersebut dan juga pemeriksaan jenazah yang meninggal akibat keracunan CO mulai dari pemeriksaan TKP hingga pemeriksaan toksikologi yang terkait erat dengan bidang Ilmu Kedokteran Forensik, maka judul referat ini yaitu Keracunan Karbon Monoksida (CO).1.2. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan referat ini antara lain:

1.2.1. Tujuan Umum

Untuk menjelaskan keracunan karbon monoksida dari aspek kedokteran forensik dan pemeriksaan korban akibat keracunan karbon monoksida tersebut.

1.2.2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus referat ini antara lain:

1. Menjelaskan sifat fisik dan kimia karbon monoksida2. Menjelaskan sumber-sumber karbon monoksida

3. Menjelaskan patofisiologi keracunan karbon monoksida4. Menjelaskan toksikodinamik dan toksikodinamik karbon monoksida5. Menjelaskan cara kejadian keracunan karbon monoksida6. Menjelaskan manifestasi klinis keracunan karbon monoksida7. Menjelaskan terapi keracunan karbon monoksida8. Menjelaskan pemeriksaan korban akibat keracunan karbon monoksida di TKP 9. Menjelaskan pemeriksaan dalam dan luar korban mati akibat keracunan karbon monoksida10. Menjelaskan pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan toksikologi korban keracunan karbon monoksida1.3. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan referat ini antara lain:1. Bagi para dokter dan tenaga medis agar mampu mengenali tanda-tanda pada korban akibat keracunan karbon monoksida, menangani pasien keracunan karbon monoksida, serta mampu mengkomunikasikan bahaya keracunan karbon monoksida pada masyarakat.2. Bagi polisi dan masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda pada korban akibat keracunan karbon monoksida sehingga menjadi informasi tambahan mengenai bahaya karbon monoksida dan bisa ikut serta dalam mengurangi hasil pembakaran karbon monoksida di masyarakat.BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Karbon Monoksida (CO)2.1.1. Sifat Fisik dan Kimia Karbon Monoksida (CO)Karbon dan oksigen dapat bergabung membentuk senyawa CO sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dari senyawa organik dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Karbon monoksida terdiri dari satu atom karbon yang berikatan secara kovalen dengan satu atom oksigen.9Data kimiawi dan fisik dari karbon monoksida adalah sebagai berikut:10,111. Nama International Union of Pure and apllied Chemistry (IUPAC) : Carbon monoksida

2. Nama lain

: Carbonous Oksida, Carbonil

3. Rumus empiris

: CO

4. Berat Molekul Relatif

: 28,01 g

5. Densitas

: 1,25 g/l pada 0oC

6. Densitas gas relatif

: 0,97

7. Titik didih

: -191,5oC

8. Titik leleh

: -199oC

9. Temperatur nyala

: 605oC

10. Batas meledak

: 12,5 74 vol.%

11. Tekanan meledak maksimum : 7,3 x 105 Pa

12. Faktor konversi

: 1 ppm = 1.145 mg/m3, 1 mg/m3 = 0.873 ppmStruktur molekul CO memiliki panjangikat0,1128nm. Panjang ikatan molekul karbon monoksida sesuai dengan ikatan rangkap tiga parsialnya. Molekul ini memilikimomen dipol ikatan yang kecil dan dapat diwakili dengan tiga struktur resonansi:

Gambar 1. Struktur molekul karbon monoksida (CO)11Resonans paling kiri adalah bentuk yang paling penting. HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_monoksida" \l "cite_note-gilliam-2" Hal ini diilustrasikan dengan reaktivitas karbon monoksida yang bereaksi dengankarbokation.11

Standar batas paparan karbon monoksida,berdasarkan Occupational Safety and Health Administration(OSHA), The American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH), National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) antara lain :12,13

50 ppm (55 mg/m3) OSHA

35 ppm (40 mg/m3) OSHA

200 ppm (229 mg/m3) OSHA

25 ppm (29 mg/m3) ACGIH

35 ppm (40 mg/m3) NIOSH2.1.2 Sumber-Sumber Karbon Monoksida (CO)Secara alami, gas CO terbentuk dari proses meletusnya gunung berapi, proses biologi, dan oksidasi metal di atmosfir dan badai listrik alam. Selain itu, secara alami CO juga diemisikan dari laut, vegetasi, dan tanah. Sumber CO buatan yaitu kendaraan bermotor terutama yang menggunakan bahan bakar bensin, pembakaran batu bara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik. Selain itu asap rokok juga mengandung CO, sehingga para perokok dapat memajan dirinya dengan CO. Daerah dengan tingkat populasi yang tinggi dengan jalur lalu lintas yang padat akan memiliki kadar CO yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan.14,15 Dibawah ini menunjukkan beberapa sumber karbon monoksida :a. Hasil pembakaran mesin

: 3 7%

b. Gas penerangan dari pabrik : 20 30%

c. Polusi udara bisa mencapai : 52%

d. Asap rokok

: 5 10%

e. Pada kebakaran mobil

: 8 40%

Gambar 2. Sumber CO di Rumah Tangga14 1. Garasi, 2. Mesin cuci, 3. Pipa air, 4. Kulkas, 5. Pemanas makanan

Adapun konsentrasi sumber CO disajikan dalam tabel di bawah ini:14

KonsentrasiSumber

0.1 ppmKadar latar alami atmosfer

0.5 5 ppmRata-rata kadar latar di rumah

5 15 ppmKadar dekat kompor gas rumah

100 200 ppmDaerah pusat kota Meksiko

5000 ppmCerobong asap rumah dari pembakaran kayu

7000 ppmGas knalpot mobil yang tidak diencerkan (tanpa pengubah katalitik)

2.1.3. Patofisiologi CO Dalam Tubuh

Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan turunnya kapasitas transportasi oksigen dalam darah oleh hemoglobin dan penggunaan oksigen di tingkat seluler. Karbon monoksida mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh. Organ yang paling terganggu adalah organ banyak menggunakan oksigen dalam jumlah besar, seperti otak dan jantung.5 Keberadaan gas CO akan sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia karena akan menggantikan posisi oksigen yang berkaitan dengan hemoglobin darah.16 Efek toksisitas utama adalah hasil dari hipoksia seluler yang disebabkan oleh gangguan transportasi oksigen. CO mengikat hemoglobin secara reversibel, yang menyebabkan anemia relatif karena CO mengikat hemoglobin 230-270 kali lebih kuat daripada oksigen. Kadar COHb 16% sudah dapat menimbulkan gejala klinis. CO yang terikat hemoglobin menyebabkan ketersediaan oksigen untuk jaringan menurun.CO mengikat mioglobin jantung lebih kuat daripada mengikat hemoglobin yang menyebabkan depresi miokard dan hipotensi yang menyebabkan hipoksia jaringan. Keadaan klinis sering tidak sesuai dengan kadar COHb yang menyebabkan kegagalan respirasi di tingkat seluler.16CO mengikat sitokrom c dan P450 mempunyai daya ikat lebih lemah dari oksigen yang diduga menyebabkan defisit neuropsikiatris. Beberapa penelitian mengindikasi bila CO dapat menyebabkan reaksi peroksidasi di otak dan perubahan inflamasi di otak yang dimediasi oleh leukosit. Proses tersebut dapat dihambat dengan terapi hiperbarik oksigen. Pada keracunan berat, pasien menunjukkan gangguan sistem saraf pusat termasuk demyelinisasi substansia alba. Hal ini menyebabkan edema dan nekrosis fokal.162.1.4. Toksikokinetik dan Toksikodinamik

Absorbsi CO terjadi di paru-paru. CO dengan cepat berdifusi melintasi membran alveolus dan kapiler paru. CO kemudian mengikat protein heme, kura