kepmenkes ri nomor 496 menkes sk iv 2005.pdf

Download KEPMENKES RI NOMOR 496 MENKES SK IV 2005.pdf

Post on 17-Jan-2016

199 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • WMIMTERI KgSEHATANNEPUFI.IK IHDONESIA

    F

    }(EPTITUSAN MENTERI }(ESEHATAI.I REPUB[IK INDONESIA

    N OMOR 496/MENI(ES/SK/IVi2OO5TENTANG .. .

    PEDoMAI.I AUDI.T MEDIS DI RUMAI{ 'SAKIT. .

  • i.lrr..:

    ^/lli , ,),

    I (EPLI] 'LJSAN MEI ' ITERI I . IESEFIATAI ' I REPURLII(

    NOMOR 496/MEl ' l I (ES/SK/1V12005

    r \,r'' : - \

    INDONESIA: . 1"1Oui

    I ' leninrbang:1, ct.

    N4errginoat

    h

    rEN'TAN G

    PEIJOiUAI. I ,qUDIT MEDIS DI RUMAII SAKI 'T

    M EN] 'E RI I (ESEI. iP,TAN REPU B LI K IN DO N : S IA,

    t .

    Lrahvrra c la ' l . rnr upirya n,eningkatan p6layanan rumal ' r sal( i ttorhadai : t untutan n asyarakat akan pelayanan kesehatan yanglebi l r b,errnulu, per iu diselenggarakan l

  • UEMTERI KESEHATANIlEPUBLII( INOONESIA

    l (et iga

    Keempnt

    Kel ima

    Setiap rumalrmengacu paoat(edua.

    saki t dalanr melaksar,akan aurdi t medis aearpecJomarr sebaSaimana dinraksucj dalam Dikt [m

    Pembinaan dan pengawasan audi t medis di laksanakan olehDirektur Jenderal Deiayanan Medik, Dinar; Kesehatan Provinsl danDinas Ke.seltatan Kabupaten/Koia dengan mengikut sertakarOrgani.sasi Profesi sesu ai denga n tugas.fungsinya masing-mas,,tg.

    Keputusan ln i rnulai bei ' laku sejak iarrggal d i tetapl

  • MEl-NNRIKESEHATANREPUBLIK IITDOHES|A

    LAM P IRANKEPUTUSAN MENTERI KESEHATANNOMOR :496/MENKES/SK/IV/2005TANGGAL:5Aprl l 200s

    PEDOMAhI AUDIT MEDIS DI RUMAH SAKIT

    I. PENDAHULUAN

    1,1, LATAR BELAI(ANG

    Salah satrt faktor kunci dalam pengernbangan pela) 'anan rumah sakit adalalrbagalmana meningkatkan mutu perayanan medlk, rKarena mutu pelayananmedik morupakan indikator ponting, baik buruknya pelayanan di rurnah sakit .Di slsl laln mutu sangat terkait dengan safety (keselamatan), karena i tu upayaponcegahan medlcal.error sangal lah pentlng, , ' ,

    Di luar negeri , masalah medical error n erupakan masalah yang r:er ius, karena*semakin banyrspnya data terkait , .1engan merJica[ .error, Di Amerika Serikat 1dia:rtara 200 orang menghbdapi resiko nrcdical or:or di rumah sakit , apabi ladibandingl

  • 1,2.

    ME)TTERI KESFHATANFEP(IBLIK INDONESIA

    [ )er 1.000, terbanyak poda obat ant ib iot ik, obat kardiovaskuler, obatgastrolntest lnal dan na'kot i l

  • I/ENTERI KESEHATANREPUBLIK INOONES}IA

    Tujuan khusus i ra. Untt 'k melakukan evalr tasl mutu pelayanan medisb. Untuk mengetahui penerapan standar pelayanan medis

    kebutuhan paslea carr 5-,ai ' r : ?i 'p2,2;12' ,"- ' - ' t2 i-- ' ! ' -

    I

    2,2, Mutu Pelayanan Medls,

    rneots sesual

    Salah satu peran utama nlnrah sakit adalah memberikan pelayanan medis.Sedangkan salah satu pasal dalam Kode Eti l ( Kedokteren (KCDEKI)menybutkan balrwa seorang dokter harus senantlasa berupayamolaksanakan profcsinya sesuai rlengan standar profesi yang tertirrggl. Yangdimaksud dengan ukuran tert inggi adalah yang sesual dengan perke,r .oai .garrIPTEK kedokteran, e.t lka untunn, et ikrr kedokleran, hukum dan agama,..sesrr;qitrngRaUjenJang pelay an an' kesehata n, serta kondisi dan si tua si setempa t.

    Dengan di tetapkannya Undang-Urdang Nornor 39 ' [ahun 2004 tentangPrakt ik Kedokteratt , seorang dokter, dokter spesial is, dokter gigi dan dokterglgl.speslal ls dalam rnelaksanakan orakt ik kedoktoran atau kedokteran gigiwai lb memberlkan pelayanan medis sesual dengan standar profesl danstandar prosedur operasiona, scrta kebutuhan medls pasierr, Karena i tu set lapdol

  • HE}ffERI XESFIIATAN

    I . ' REPUBI.IK INDONESIA

    Spdangkan pengert ian 'audlt secara u mun meliput i review, assessment dansurvel l lanca, namun rrrenglngat pembahasan kasus adalah nrerupakan'upayaavaluasl secarej profeslonal terhadap mutu pelayanan medls yang diberikankepada paslen maka penbahasan kasus adalah mc.:rupakan bentuk auditmedls.yang sederhana i tau t ing,kat awal.

    Dalam menJalankan profeslnya di rumah sakit , tenaga nnedis yaitu dokter,dokter speslal ls, dokter ' glgl dan dokter gigl sprasial is rJikelompokkan ssu'3idengarr keahl lannya ataul cara lain dengan pert irnbangan khusus kedalamkeiompokstaf mudis K elompokstaf medis in i mempuryai fungsi .sebagaipelaksana pelayanan tnedls, oendldlkan, pelat ihan serta penel i t ian danpeqgembangan pelayanan medls. Sedangkan sebagai oengarah (steering)dal4rn pentberlan pelayanan medis adalah Komite Medis, Komite Medisntelrupakan wadah profeslc,nal 'nedis yang keanggotaann' la terdir i dari KetuaKelompok Staf Med's. Fungsi ' dan wewenang Komite Medis acala, rmenegakkan et ika dan atau disiol in profesi medis, dan mutu pelayanan medisberbasis bukt i . Karena i tu konsep dan f i losof i l (onite Medis adalah perpaduarrantara ket lga komponen yarg terdir i dari Et ika, Disipl in Profesi, Mutu Profesidan [:vldence-hased Me.J icin e,

    , Staf m edls sebagai p elaksarra oelayanan m edis merupakan pr:fesi m.gldi l l ,karena set lap tenaga medis memit ikl kebebasan profesi dararn mengambill leputusan kl inis pada paslen sesual dengan asas otorrcrmi d; lam konsepprcfeslonal lsme. Dalam menrutusk.rn t l rr f l6lsn medls maL,Duri penrberlantorapl l

  • ISSH'!i'i,"ilill'l3. Menge,tbangkan mekanisme melalu ' akredi tasi untuk mengakui

    karater lst lk provider pelayanan kesehatan bahwa telah melewat i, benchmark untuk unggularr dalam keselamatan dan f :earna^rn ra^i . '

    secara Internasional (p,l l iel t safety lnternation ally),

    4. Mendorong penel i t ian terkai t dengan pal ient safety,

    Keompat aspok diatas' sarrgat crat kal tarrnya dengan global isasi b idanglkosehatan yang rneni t ikberatkan akan "mutu". Derrgan adanya programkeselamatan dan kemanan paslen (pat lent safety) tersebut, d iharapkan rumahsakl t bertanggung jawab untr :k merr ingkatkan rnulu pelayanan dengan standaryang t lnggl gosuai dengar, kondis i rumah saki t sehingga terwujudnyapelayanan medik prima di rurnah se,ki t .

    Aspek mutu pelayanan medis rJ intmah sakl t berkai tan erat dengan masalahmedikolegal, Di masa lalu ;unrah sakit 'sering dianggap sebagai lembagasoslal yang keba' hukum berdasarkan "doctrin ef charitable irnmunify", sebabmengltukurn rumah sakit untuk membayar ganti rugi sanra art inya denganmengurangl asetnya, ) /ang pada gi i i rann)'a akan mengul 'angi kemampuannyauntuk nenolong masyarakat, Namun dengan ter jadinya perubahan paradlgmaperum?hsakitan di dur, ia, dlmana rumah sal

  • MENTENI KESEHATAIIc REPUBLIK [ iDoNES|A

    I

    c, Memberikan pelayana,r dengan pendekatan yang berfokus padf,pasien;

    d. Mencegah clinical nted.tc,t! errror;

    Upaya 'peningkatan mutu dapat di laf 'sanakan melarlui cl inical governance,l(arena secara sedorhana C' inical Governan:e ac. jalah suatu cara (slstem)upaya menjamirr dan meningkatkan mutu pelayanan secara sistemat's { lnef is ien dalam organisasi rumalr saki t , Karena upaya pcningkatan mutu sangatterkal t dengan standar bal l : innut, proses maupi ln outcomo maka penyusunanindikator mutu kl inis yang merupal

  • I ' IEI{TERI KFSEHATANREPUPL.IK I I IDOHESIA

    Klien adalah orang, departenter rr tau kelonrpok yan5; rneminta audit ataudengan kata la in k l ien adalah pelanggan audi tor . AurJi t d imulai berdasarkansuatu permintaan dar i k l ien atau pelanggan Perninta herrus yang mempunyaikewena.ngan untuk hai tersebut c.an harus mengetahLr i untuk apa audi tdlrnlnta.

    Audi tee dapat berupa orang, lungsi atau area yang aran di :udi t . Audi teemompunyal beberapa tanggung jau'aib untuk menrucJal- ikan pelaksanaan audit ,yal tu bekerJa sama dan rnetnbantu dalam suatu audi t , memberikan fasi l i tasyang momadal dan peralatarr yang diper lukan untuk nrenyelesaikan audi t ,nrengkaj i rekomendasi dan kesimpulan audi t , darr menerapkan set iap t lndakankorekt l f yang dlperlukan,Pengert lan auditof, kl ierr dan euditee sul i t untuk diteralt l

  • I,(ENTENI I(ESEHATANREPUDTIK !NDONESI, \

    Apabila d ari hasi l audit di temu'tan kesalalran atau t icJak dipatuhinya standarmaka perlu di lal

  • MITNTERI l' iESEHATANREPUE'. IK INDONESIA

    b. Polaksanaan audi t medis l rarus obycl

  • WUEH]ENI KESEHATAI.IAEPUBLIK I I {OONESIA

    Kumpulkan dat i r yang di , lutuhkan atau diper lukan saja,

    Menjamin untuk kerahasiaarr

    c, Hadl l audl t ( resul t ). Apakal t rnutu pelayanarr ya rg Ciukur, l rasi lnya tc lah memenuhi standar.. Per lu ada kesepakaten bagaimana mengubah prakt ik tenaga medis aga.

    dapat menca;rai rnt : tu pelayanan terbaik

    d. Reaudl t (second audi t cYcle)penlngkaian'mutu pelayar,an yang bagaimatra yarrg ingin c i icap.t pada audi tke dua,

    3,5. Tata laksana a udi t medis

    Pelaksanaan audi t harus r^ec0f? terbuka, t ransparan, t idak kontrontasional ,t idak menghakimi, f r iendls, dan konf idensia! , Setelah audi t d i lakukan per lu

    didukung dongan urnpan [ : ,a l ik antara la in berbentuk presentasi , Per lu selaludi tekankan bahvya audi t btkan untuk seseorang atau nama, bukan untt iknrenyalahkan atau memb,lat nralu tetapi "rntuk meningkatkan pelayanan

    terhadap pasien, t ' /engingat, t idak seorangpun senan( l untuk dikr i t ik , maka sub

    komite peningkatoh rr lutU p'ofesi /Tim pelaksana audi t medis merupakan orangyang pent lnE dalam menslksesl

  • | , , I t ' t ' t I I

    iiFilSll ff,:'Jii.3,lUpaya in i akan n,enjan, in rrrr tu pelayanan agar ietap t inggi dan er is i ln,khlsusnya di b idang kl i r , is , yang pada akhirnya akan berperan sebagai suatrni la l tambah bagl pelaksa raan upaya pelayar,ran nrct l is .Untuk r f l e laksanakan e'ralu 'asi p ada p roses audi t c l i f . 'er lukan s tandar, n amunbanyak faktor yang mempengaruhi penetapan