kepemimpinan dan negosiasi

Download Kepemimpinan dan Negosiasi

Post on 31-Oct-2014

135 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kepemimpinan, Leadership, Negosiasi dalam Konflik, Analisa Konflik Papua Kwamki Lama

TRANSCRIPT

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG

MAKALAH ANALISIS KONFLIK DAN PEMILIHAN SERTA PERANAN MEDIATOR DALAM PERANG SUKU DI KWAMKI LAMA TIMIKA PAPUA TAHUN 2012

Diajukan oleh: A. Tri Abdiawan Amir NPM: 114060017969

Mahasiswa Program Diploma IV Akuntasi Reguler

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Peranan Mediator dalam Perang Suku di Timika Papua tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah Seminar Kepemimpinan dan Negosiasi Program Diploma IV Semester VIII Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntanssi Negara. Makalah ini berusaha untuk memberikan sumbangan pemikiran sederhanadalam membantu menyelesaikan perang suku yang terjadi di Timika Papua dengan analisis konflik dan pemilihan mediator seperti apa yang paling tepat dan bagaimana peranannya dalam penyelesaian perang suku tersebut. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan YME senantiasa memberkahi segala usaha kita.Amin. Tangerang, 10 Oktober 2012

Penyusun

ii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .................................................................................................... i KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii DAFTAR ISI............................................................................................................... iii DAFTAR TABEL ...................................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................v DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... vi BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1 A. Latar Belakang ......................................................................................1 B. Tujuan Penulisan ...................................................................................2 BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN ...........................................3 A. Situasi Konflik ......................................................................................3 B. Pihak dalam Situasi Konflik .................................................................4 C. Mediasi ..................................................................................................5 D. Wheel of Conflict...................................................................................6 E. Analisis Konflik ....................................................................................8 F. Pemilihan Mediator .............................................................................15 G. Peran Mediator ....................................................................................16 BAB III KESIMPULAN .........................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Peristiwa dan Kronologis ..............................................................................9 Tabel 2.2 Hubungan Antar Pihak................................................................................14 Tabel 2.3 Posisi Mediator ...........................................................................................15

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Jumlah Korban Kekerasan .....................................................................10 Gambar 2.2 Circle of Conflict.....................................................................................11

v

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I. Jenis-jenis Mediator Lampiran I. Pemetaan Peran Aktor Konflik dan Aktor Mediasi

vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ketika disebutkan perang suku yang terlintas dipikiran kita adalah bentrok antar dua suku yang dilakukan dengan senjata adat, panah, bambu runcing dan sebagainya yang erat kaitannya dengan persoalan religi, tanah ulayat, tempat sakral dan harga diri suku. Seperti itulah yang terjadi di papua saat ini. Perang suku di Papua sudah berlangsung sejak dulu, adapun penyebabnya antara lain uang harta kawin yang tidak dilunaskan yang mengakibatkan perampasan wanita, korban perang yang tidak dibayarkan oleh pihak lawan, dan pelanggaran batas kawasan ketika seseorang/kelompok masyarakat berburu pada daerah yang bukan miliknya. Perang suku yang terbesar pernah terjadi di papua pada tahun 1952-1953 antara Keret Ketagame dari kelompok Ninume melawan Keret Kemong di pihak Odimangau. Namun perang ini berhasil dihentikan oleh Pastor M. Kamerer dan Guru Moses Kilangin tokoh pendidikan asal suku Amungme. Perang suku yang paling baru terjadi dan sampai sekarang masih berlangsung adalah perang suku antar kelompok atas dan kelompok bawah di wilayah Kwamki

1

2

Lama, Timika, Papua. Selama perang suku berlangsung upaya perdamaian terus dilakukan kedua belah pihak melalui negosiasi, akan tetapi selalu saja pertikaian kembali memanas, terpicu tidak dipatuhinya kesepakatan dan kembali jatuhnya korban di salah satu pihak. Kedua pihak merasa bahwa perdamaian dapat tercipta apabila ada penengah. Sekelompok masyarakat dari kedua belah pihak pernah melakukan demonstratsi ke kantor DPRD Timika karena jenuh dengan perang yang berlangsung, hingga sempat mengancam untuk membakar kantor karena tidak adanya anggota DPRD yang mau menemui. Masyarakat Timika juga menuntut Bupati untuk diadakannya rapat Muspida membahas perihal tersebut. Beberapa pihak pun mencoba untuk menengahi, mulai dari upaya tokoh masyarakat dari suku yang bertikai, gereja, tokoh agama, dan aparat keamanan setempat. B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran sederhana dalam membantu menyelesaikan perang suku yang berlangsung di Kwamki Lama Timika Papua tahun 2012 dengan menggunakan analisis konflik dan pemilihan mediator seperti apa yang paling tepat serta bagaimana peranan yang sebaiknya dilakukan.

BAB II LANDASAN TEORIA. Situasi Konflik Perang suku pada di Kwamki Lama bukan merupakan konflik yang baru terjadi melainkan buntut dari konflik-konflik sebelumnya yang telah menjadi dendam masing-masing suku untuk saling balas serangan. Menurut Demi Nikus Bebari (2008) dalam hipotesanya dari telaah terhadap sejarah konflik di Kabupaten Timika Papua, dapat diambil kesimpulan sementara, bahwa di Kabupaten Timika dan Papua sangat rentan terhadap konflik yang diakibatkan oleh: 1. Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitas. 2. Kekurangan dukungan infrastruktur, energi dan telekomunikasi. 3. Lemahnya dukungan kelembagaan (sistem organisasi dan management) dan kepemimpinan (leadership) yang memadai. 4. Penerapan sistem sentralisasi dan pendekatan pembangunan top down telah menciptakan ketergantungan yang sangat tinggi kepada pemerintah yang berakibat melemahnya partisipasi aktif masyarakat terhadap proses pembangunan. 5. Hak-hak masyarakat tidak terlindungi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga sumber daya alam milik rakyat hanya dikelola oleh sekolompok orang

3

4

yang tidak memberi dukungan kepada rakyat dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. 6. Tidak ada pemberdayaan terhadap kepemimpinan organisasi kemasyarakatan, sehingga hak-hak dasar masyarakat tertindas. Suku yang ikut dalam perang suku tahun 2012 ini adalah kelompok atas terdiri dari suku Dani yang dipimpin oleh Hosea Ongomang dan kelompok bawah yang terdiri dari suku Amungme yang dipimpin oleh Atinus Komangal. B. Pihak dalam Situasi Konflik Dengan menggunakan telaah dokumentasi pada media elektronik dan penelitian pustaka pada media cetak yang terbit terkait dengan konflik ini, maka konflik tahun 2012 ini mengikutkan beberapa pihak yang mempunyai keterkaitan baik secara wilayah maupun politik, antara lain: 1. Suku Amungme, Kelompok Bawah; 2. Suku Dani, Kelompok Atas; 3. Pemerintah Daerah; 4. Kepolisian dan TNI (Aparat keamanan setempat); 5. Gereja; 6. Surat kabar dan LSM. Semua pihak tersebut bertanggung jawab untuk terwujudnya perdamaian atas konflik perang suku tahun 2012 ini.

5

C. Mediasi Mediasi menurut Gatot P. Soemartono (2006) adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian yang diterima oleh kedua belah pihak. Adapun pengertian mediasi menurut Kamus Collin dan Oxford adalah aktifitas untuk menjembatani dua pihak yang bersengketa untuk menghasilkan kesepakatan. Pihak ketiga yang terlibat dalam penyelesaian konflik dengan mediasi disebut mediator. Terdapat perilaku yang harus dilakukan oleh mediator menurut Wikipedia yang pertama adalah problem solving atau integrasi, yaitu usaha menemukan jalan keluar win-win solution. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa mediator akan menerapkan pendekatan ini bila mereka memiliki perhatian yang besar terhadap aspirasi pihak-pihak yang bertikai dan menganggap bahwa jalan keluar menangmenang sangat mungkin dicapai. Perilaku kedua adalah kompensasi atau usaha mengajak pihak-pihak yang bertikai supaya membuat konsesi atau mencapai kesepakatan dengan menjanjikan mereka imbalan