kementerian perencanaan pembangunan nasional/ · pdf filerencana pembangunan jangka menengah...

Click here to load reader

Post on 28-Jun-2019

220 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA

    (Setelah terbitnya Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 61 Tahun 2011)

    KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

  • Gesellscha ft fr InternationalZusammenarbeit

    Bekerjasama dengan

    e

  • Pada tahun 2009, Indonesia memberikan komitmen untuk penanggulangan perubahan iklim antara lain melalui komitmen untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan usaha sendiri dan sampai dengan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2020.

    Selama satu setengah tahun setelah pernyataan komitmen penurunan emisi tahun 2009, telah dilakukan penyusunan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No 61 tahun 2011. Penyusunan RAN-GRK telah melalui masukan para pakar, Pemerintah dan Pemda, serta para pelaku usaha dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) nasional. Tepat dua tahun kemudian, RAN-GRK berhasil diluncurkan sebagai Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Daerah GRK (RAD-GRK) pada tanggal 28 Oktober 2011.

    Sesuai dengan amanat Perpres 61/2011 tersebut, 3 (tiga) bulan setelah penerbitan Perpres, maka Pedoman Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD-GRK) telah dapat tersusun dan diluncurkan pada tanggal 12 Januari 2012. Dalam jangka waktu satu bulan pedoman tersebut telah disosialisasikan kepada Pemda Provinsi agar daerah memahami peran dalam penurunan emisi GRK dan perlunya penyusunan RAD-GRK di tingkat provinsi. Di tingkat daerah, langkah penurunan emisi GRK tidak hanya dilakukan untuk memenuhi pencapaian target penurunan emisi GRK nasional, namun perlu pula dilakukan langkah-langkah untuk mendorong kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat sehingga perubahan perilaku yang benar dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan sekaligus membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim. Berkaitan dengan itu, RAN-GRK yang merupakan rencana aksi mitigasi akan didampingi dengan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim yang sedang dalam proses penyusunan tahap akhir. Laporan perkembangan pelaksanaan penurunan emisi, setelah pernyataan komitmen Presiden tentang penurunan emisi GRK, disampaikan di dalam Buku Laporan ini.

    Kata Pengantar

    3

  • Dengan seluruh rangkaian langkah di atas, sampai dengan akhir tahun 2012 Indonesia akan sudah melaksanakan beberapa capaian: (i) penjabaran komitmen ke dalam program dan kegiatan operasional, baik berupa kebijakan pada Pemerintah dan Pemda maupun masyarakat dan dunia usaha; (ii) mengarus-utamakan program dan kegiatan perubahan iklim tersebut ke dalam pembangunan, sehingga ke depan sudah tercipta mekanisme untuk merencanakan program, kegiatan dan penyiapan anggaran untuk K/L terkait; (iii) dengan selesainya RAN-GRK dan RAD-GRK pada akhir tahun 2012 akan tercipta kerangka kerja di tingkat Pusat sampai dengan ke daerah untuk pelaksanaan secara koordinatif; dan (iv) dapat mulai diciptakan mekanisme pemantauan kegiatan yang berkontribusi pada penurunan emisi GRK melalui pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 39/2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.

    Jakarta, November 2012

    Deputi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup/ Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/

    Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

    Sebagai Penanggung jawab Sekretariat RAN - GRK

    4

  • DaFtar ISI

    KATA PENGANTAR 3

    I. KOMITMEN DAN RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA 8

    II. RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA DAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL 12

    III. PELATIHAN DAN FASILITASI PENYUSUNAN RAD-GRK 20

    IV. KOORDINASI DAN PEMANTAUAN AKSI PENURUNAN EMISI GRK 26

    V. AKTIVITAS YANG DIDUKUNG OLEH ICCTF: PILOT PROJECT UNTUK IMPLEMENTASI RAN DAN RAD-GRK 30

    5

  • Gambar 1 Peraturan Presiden No. 61/2011 9 Gambar 2 Peluncuran Perpres No.61/2011 pada tanggal 28 Oktober 2011 di Jakarta 10 Gambar 3 Penekanan Tombol Peluncuran Perpres No. 61/2011 tentang RAN-GRK 10 Gambar 4 Pelaksanaan RAN-GRK dalam rencana pembangunan 13 Gambar 5 Hubungan antara Rencana Aksi Nasional dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 13 Gambar 6 Konferensi Pers oleh Menteri PPN/kepala Bappenas bersama Menteri Lingkungan Hidup dalam Peluncuran Pedoman RAD GRK 14 Gambar 7 Pembukaan oleh Wamen PPN/Waka Bappenas 15 Gambar 8 Sambutan dan Pembukaan Sosialisasi di Makasar 16 Gambar 9 Penyampaian Pedoman Penyusunan RAD GRK di Bali dalam rangka Sosialiasi di Denpasar 17 Gambar 10 Sosialisasi RAD-GRK di Balikpapan 18 Gambar 11 Pelatihan Perhitungan Emisi Bidang Berbasis Lahan di Kampus ITB, Bandung 21 Gambar 12 Pelatihan Inventarisasi Emisi GRK dan Penghitungan BAU Baseline di Bandung, 21 25 Mei 2012 21 Gambar 13 Pendampingan dan Pelatihan Penghitungan Emisi GRK bidang berbasis Energi di Jogjakarta untuk wilayah Jawa 22 Gambar 14 Workshop Penyelesaian RAD GRK pada 10 14 September 2012 di Bandung 22 Gambar 15 SK Menteri Bappenas No 38/M.PPN/HK/03/2012 27 Gambar 16 Proses industri yang dapat ditingkatkan untuk menurunkan emisi danmeningkatkanefisiensienergi 31 Gambar 17 Demonstrasi plot pilot project ICCTF untuk manajemen lahan gambut berkelanjutan di Kalimantan Tengah dan Jambi 31 Gambar 18 Lokakarya Komunitas Sekolah sebagai salah satu dari project activities ICCTF-BMKG 33 Gambar 19ProduksifilmseriSiBolangtentangisuperubahaniklim 33

    Daftar gambar

    6

  • I. KOMItMen Dan renCana aKSI naSIOnaL PenUrUnan eMISI gaS rUMaH KaCa

  • I. KOMItMen Dan renCana aKSI naSIOnaL PenUrUnan eMISI gaS rUMaH KaCa

    Komitmen Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di depan para pemimpin negara pada pertemuan G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, 25 September 2009 menyatakan bahwa Indonesia secara sukarela berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada tahun 2020 dari tingkat Business as Usual (BAU) dengan usaha sendiri dan mencapai 41 persen apabila mendapat dukungan internasional. Komitmen ini disampaikan terutama karena Indonesia telah bertekad untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang di dalam rencana pembangunan nasional. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2010-2014 menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan pengarusutamaan, yang berarti setiap sektor harus mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program. Di dalam RPJMN 2010-2014 juga disebutkan bahwa perubahan iklim adalah program lintas sektor, yang berati bahwa ada beberapa sektor yang memiliki kegiatan untuk menghadapi perubahan iklim. Komitmen Presiden kemudian menjadi momentum penting untuk menegaskan target dan program sektoral yang berkontribusi terhadap penurunan emisi.

    Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Dengan adanya target kuantitatif penurunan emisi GRK dan menggunakan RPJMN sebagai pedoman, maka dapat tersusun Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK). Pembagian target emisi GRK ke dalam 5 (lima) bidang/sektor utama dilakukan berdasarkan berbagai

    Pada tahun 2009, Indonesia berkomitmen secara sukarela untuk menurunkan emisi GRK, usaha ini dimaksudkan untuk memberi

    contoh dan mendorong Negara-Negara lain bersama-sama mengurangi pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim

    8

  • Gambar 1 Peraturan Presiden No. 61/2011

    masukan para pakar dan pemilihan program dan kegiatan berdasarkan pada RPJMN 2010-2014, serta hasil diskusi berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun daerah. Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) diterbitkan sebagai Perpres No. 61/2011 menjabarkan target penurunan emisi GRK ke dalam 5 bidang/sektor utama, yaitu: (i) Kehutanan dan Lahan Gambut, (ii) Pertanian; (iii) Energi dan Transportasi; (iv) Industri, serta (v) Pengelolaan Limbah.Kegiatanyangdiidentifikasiterdiriatas:66kegiataninti,66kegiatanpendukung,dan24 kegiatan tentang pendataan di bidang informasi perubahan iklim, lingkungan hidup, kelautan dan data lintas bidang. Perpres No. 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi GRK tersebut diluncurkan pada tanggal 28 Oktober 2011 di Jakarta oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang dihadiri pula oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Kementerian/Lembaga terkait, serta mitra pembangunan.

    9

  • Dalam konteks Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC), RAN-GRK dipandang sebagai upaya sukarela Indonesia dalam menurunkan emisi GRK mengingat bahwa Copenhagen Accord yang dihasilkan dari COP 15 tahun 2009 bukan merupakan kesepakatan yang mengikat para negara Pihak (Parties) namun mendorong komitmen sukarela dari negara-negara di dunia. Dengan komitmen penurunan emisi GRK, Indonesia berharap bahwa aksi sukarela Indonesia akan menjadi pendorong bagi negara-negara lain, terutama negara maju untuk menurunkan emisi global GRK.

    Gambar 2 Peluncuran Perpres No.61/2011 pada tanggal 28 Oktober 2011 di Jakarta

    Gambar 3 Penekanan Tombol Peluncuran Perpres No. 61/2011 tentang RAN-GRK

    10

  • II. renCana aKSI naSIOnaL PenUrUnan eMISI gaS rUMaH KaCa Dan renCana PeMBangUnan naSIOnaL

  • RAN-GRK merupakan bagian dari kerangka pembangunan nasional. Perubahan iklim merupakan program lintas sektor pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2010-2014). Oleh karena itu, RAN-GRK merupakan dokumen yang mengarusutamakan penurunan emisi GRK ke dalam rencana pembangunan nasional. Hal ini berarti, program dan aktivitas yang berkontribusi untuk mengurangi emisi dapat dibiayai dan dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian terkait sebagai bagian dari program pembangunan nasional. Sebagai bagi

View more