kelompok lima

Download Kelompok Lima

Post on 11-Dec-2014

140 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

presentasi

TRANSCRIPT

: 1. 2. 3.Indah Triana Apr (4301411076) 4. Fauziyah Nofiyanti (4301411 5.Aries Setyo W. (4301411 6.Cahyo Fajar H. (4301411

Nama anggota

Kelompok unsur ini adalah N, P, As, Sb, dan Bi Untuk N dan P termasuk senyawa non-logam, sedangkan untuk As, sb, Bi termasuk senyawa logam. Kecenderungan golongan logam adalah titik leleh naik seiring dengan naikny nomor atom dan kecenderungan sifat golongan non-logam adalah titik leleh naik seiring dengan naiknya nomor atom. Elektronegatifitas paling tinggi adalah N=3 P=2,1 As=2,0 Sb=1,9

gas N2 terdapat di udara kira-kira 78,09 %. Konsentrasi atom N2 dalam aliran gas ditentukan secara titrasi. Kelebihan gas NO yang tidak bereaksi akan bergabung dengan atom oksigen membentuk gas NO2 disertai cahaya hijau-kuning.

Atom N2 dengan konfigurasi elektronik 1s2 2s2 2p3 dapat

1.

2.

3.

4.

mencapai konf. Elektron valensi penuh dengan 4 proses : Penangkapan 3 elektron untuk membentuk anion nitrida, N3- . Pembentukan pasangan elektron ikatan sebagai ikatan tunggal. Pembentuk pasangan elektron ikatan disertai penangkapan elektron. Pembentukan pasangan elektron ikatan disertai pelepasan elektron.

bentuk molekul Nitrogen adalah piramida segitiga, karena adanya ikatan pembentuk orbital hibrida sp3 dengan pasangan elektron non-ikatan. Aspek kimiawi dalam senyawa ini berkaitan dengan peran pasangan elektron non-ikatan , sehingga bertindak sebagai basa lewis, oleh karena itu NR3 dapat membentuk senyawa kompleks dengan asam Lewis.

Kemampuan Nitrogen membentuk ikatan p-p, saling tumpang cara samping, merupakan karakteristik yang membedakan nitrogen dari unsur fosfor yang lain dalam golongannya. Nitrogen merupakan molekul N2 yang stabil dengan ikatan rangkap tiga yang sangat kuat dengan jarak sangat pendek. Atom nitrogen menggunakan salah satu orbital p untuk ikatan (saling tumpang tindih cara ujung) dan dua yang lain untuk ikatan .

Dengan Flourin, nitrogen hanya membentuk trifluorida, NF3, sedangkan fosfor membentuk trifluorida PF3 dan penta fluorida PF5. Atom fosfor dalam PF5 mengalami hibridisasi sp3d, yang melibatkan orbital 3d dalam membentuk ikatan P-F. Atom nitrogen tidak mungkin menyediakan orbital d, karena tidak mampu membentuk senyawa analog.

elektronegavitas

nitrogen jauh lebih tinggi dibanding dengan anggota-anggota lainnya dalam golonganya. polaritas ikatan senyawa nitrogen berlawanan dengn sifat polaritas ikatan dalam senyawa anggota lainnya

Sifat

perbedaan plaritas ikatan dalam N-Cl dan P-Cl mengakibatkan perbedaan hasil hidrolisis dari kedua senyawa triklorida yang bersangkutan menurut persamaan reaksi NCl3(l) + 3 H2O NH3(g) + 3HClO(aq) PCl3(l) + 3H2O H3PO4(aq) + 3HCl(g)

Beberapa senawa nitrogen amonia amonia meleleh pada temperatur -77,7 C dan mendidih pada -33,8 C. Amonia dibuat dengan proses haber, seperti reaksi di bawah ini; N2(g) + 3H2(g) 2NH3 amonia cair dapa dipakai sebagai pelarut baik untuk senyawa-senyawa anorganik dan sering digunakan untuk proses sintesis

Amonia sedikit mengalami swaionisasi menurut persamaan reaksi sebagai berikut; 2NH3 NH4+ + NH2bila dibandingkan dengan swaionisasi air menurut persaman reaksi; 2H2O H3O+ + OH-

Ion NH4+ sepadan dengan ion H3O+ dan bertindak sebagai asam dan ion amida NH2- sepadan dengan ion OH- dan bertindak sebagai basa. Kecilnya tetapan kesetimbangan amonia sangat mengungtungkan bila diinginkan bekerja dengan basa kuat

Amonia cair dapat melarutkan logam-logam yang sangat elektropositif seperti alkali dan alkali tanah Logam-logam amonia bersifat metastabil terhadap sifat dekomposisi menjadi H2 dan amida logam menurut persamaan ; M+ + e + x NH3 X H2 + M(NH2)x Amonia dalam temperatur kamar memiliki bau khas yang tidak enak

Amonia juga bersifat basa bronsted lowry yaitu dapat mengikat roton dari air sehingga menghasilkan larutan alkalis atau basa menurut persamaan reaksi; NH3 + H2O NH4+ + OHwalaupun larutan amonia dalam air diberi label amonium hidroksida. NH4OH sesunggunya belum diisolasi atau dideteksi di dalam larutan

Dijelaskan dalam uraian berikut 1. Bila diketahui pH larutan amonia dalam air maka dapat dikatakan tentu ada ion OH2. NH3 dalam fase gas maupun dalam lautan air keduanya menghasilkan bau yang sama, dan has NH3 mudah melepas ke udara dari larutannya 3. Bila NH4+ dan OH- benar-benar ada maka dapat dikristalkan pada pendinginan

Oleh karena bersifat basa, amonia bereaksi dengan asam menghasikan garam amonium dan dengan gugus gas HCl menghasilkan asap putih amonium klorida menurut persamaan reaksi;

NH3 + HCl NH4Cl hampir semua garam amonium larut dalam air dan bersifat asam oleh karena hidrolisis amonium tang bertindak sebagai asam bronsted lowry menurut persamaan reaksi NH4+ + H2O NH3 + H3O+

Semua garam amonium mengalami dekomposisi termal.

Garam-garam dengan anion yang bersifat oksidator mengalami dekomposisi swa-redoks (disproporsionasi) jika dipanaskan : NH4NO3 (s) N2O (g) + H2O (l) Dekomposisi ini sangat eksplosif, apalagi pada saat temperatur tinggi sehingga terjadi redoks lebih lanjut menjadi nitrogen dengan bilangan oksidasi nol : 2NH4NO3 (s) 2N2 (g) + 4 H2O (g) + O 2 (g)

H2N-NH2, dalam larutan air dibuat dari reaksi amonia dengan hipoklorit NH3 (g) + OCl- (g) NH2Cl (g) + OH- (aq) klroamin NH2Cl (g) + OH- (aq) +NH3 (g) N2H4 + Cl - + H2O Reaksi keseluruhannya adalah 2NH3 + OClN2H4 + Cl- + H2O

a)

b)

Tahap kedua diduga terdapat dua jejak yang tidak berkesinambungan yaitu Jejak bebas basa, NH3 + NH2Cl N2H5+ + Cl(berlangsung lambat) N2H5+ + OHN2H4 + H2O (berlangsung cepat) Jejak terkatalis basa NH2Cl + OHNHCl- + H2O (berlangsung cepat) NHCl- + NH3 N2H4 + Cl(berlangsung lambat)

Reaksi samping yang mencegah pembentukan hidrazin 100% 2NhCl + N2H4 N2 + 2NH4+ _ 2ClDalam larutan air, hidrazin bersifat basa lebih lemah daripada amonia 2NhCl + N2H4 N2 + 2NH4+ _ 2ClBaik dalam suasana asam maupun basa, hidrazin bersifat sebagi pereduksi kuat seperti pada komponen bahan bakar roket dalam bentuk dimetil hidrazin 2NhCl + N2H4 N2 + 2NH4+ _ 2Cl-

Oksidator HIO3, I2, Cu2+, dan K3Fe(CN)6, mengoksidasi hidrazin menjadi N2. Oksidator Fe(III), Ce(IV), dan MnO4-, mengoksidasi hidrazin menjadi N2 dan NH3 Peroksida asam dan HNO2, mengoksidasi hidrazin menjadi asam hidrozonik (atau hidrogen azida), HN3. Contoh : N2H4 + 2I2 N2 + 4HI N2H4 + 2Cu2+ 2Cu + N2 + 4H+

Apabila metal-amida dipanaskan, akan terjadi deamoniasi menjadi metal-nitrida 3Mg(NH2)2 Mg3N2 + 4 NH3

Metode pembuatan nitrida dengan pemanasan logam atau campuran oksida logam dan karbon dengan nitrogen dan amoniaNitrida dari logam: Nitrida ionik Nitrida kovalen Nitrida metalik

Sifat: tak berbau, tak berwarna, tak reaktif, dibuat dengan elektrolisis leburan amonium biflourida, atau larutannya dalam anhidrat hidrogen flourida.

Berupa cairan tak berwarna, Tb 37 C, Tf -80 C, berbau menyakitkan, sangat beracun, eksplosif Diperoleh dari: N2H4(aq) + HNO3(aq)

HN3(aq) + 2H2O(l)

dibuat dari penambahan secara bertetes H2SO4 ke dalam alkil metal azida.

Azida adalah garam dari asam hidrozoik Natrium azida dapat dibuat dengan reaksi: NaNO3(s) + 3 NaNH2(s) NaN3(g) + 3NaOH(l) + NH3(g)

Pembuatan azida NO2(g) + 2NaNH2(s) NH3(g) 3NO2(g) + 4Na(NH3) + NH3(l) +3NaOH(NH3)+2N2(g)

NaN3(g) + NaOH(l) + NaN3(s)

Gambar

ion Azida

Azida mempunyai kelarutan mirip dengan halida, azida halogen analog dengan senyawa inter halogen, azida logam berat dipakai sebagai detonator pada dinamit. Ion azida dimanfaatkan sebagai kantung gas dalam mobil.

Nitrogen dapat bersenyawa dengan oksigen, contohnya N2O, NO, N2O3, N2O4, NO2, dan N2O5. Asam oksi-nitrogen: H2N2O2, HNO2, HNO3, HNO4

Dinitrogen monoksida, N2O. Oksida monovalen nitrogen. Pirolisis amonium nitrat akan menghasilkan oksida ini melalui reaksi: NH4NO3 N2O + 2 H2O (pemanasan pada 250 C).

Nitrogen oksida, NOKNO2 + KI + H2SO4 NO + K2SO4 + H2O + I2 jumlah elektron valensinya ganjil (11 e), NO bersifat paramagnetik. Jarak N-O adalah 115 pm dan mempunyai karakter ikatan rangkap. Elektron tak berpasangan di orbital * antiikatan dengan mudah dikeluarkan, dan NO menjadi NO+ (nitrosonium) yang isoelektronik dengan CO. NO merupakan ligan kompleks logam transisi NO adalah ligan netral dengan 3 elektron

Dinitrogen trioksida, N2O3. Bilangan oksidasi nitrogen dalam senyawa ini adalah +3, senyawa ini tidak stabil dan akan terdekomposisi menjadi NO dan NO2 di suhu kamar. Senyawa ini dihasilkan bila kuantitas ekuivalen NO dan NO2 dikondensasikan pada suhu rendah. Padatannya berwarna biru muda, dan akan bewarna biru tua bila dalam cairan, tetapi warnanya akan memudar pada suhu yang lebih tinggi.

Nitrogen dioksida, NO2, merupakan senyawa nitrogen

berbilangan oksidasi +4. Dengan oksidasi satu elektron, NO2+ (nitroil) terbentuk dan sudut ikatan berubah dari 134o dalam NO2 netral menjadi 180o. Di pihak lain, dengan reduksi satu elektron, terbentuk ion NO2- (nitrito) dengan sudut ikatan 115o.

Dinitrogen pentoksida, N2O5, didapatkan bila asam nitrat pekat secara perlahan didehidrasi dengan fosfor pentoksida pada suhu rendah. Senyawa ini menyublim pada suhu 32.4 oC. Karena dengan melarutkannya dalam air akan dihasilkan asam nitrat, dinitrogen pentoksida juga disebut asam nitrat anhidrat. N2O5 + H2O 2 HNO3

Asam okso Asam okso nitrogen meliputi asam nitrat, HNO3, asam nitrit, HNO2, dan asam hiponitrat, H2N2O2. Asam nitrat, HNO3, merupakan asam yang paling penting di industri kimia, bersama dengan asam sulfat dan asam khlorida. Asam nitrat diproduksi di industri dengan proses Ostwald, yakni oksidasi amonia dari bilangan oksidasi -3 ke +5. energi bebas Gibbs konversi langsung dinitrogen ke nitrogen terdekatnya NO2 mempunyai nilai positif, dengan kata lain se