kelompok 8 pddk

Click here to load reader

Post on 25-Dec-2014

436 views

Category:

Healthcare

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Hasil Observasi!

TRANSCRIPT

  • 1. KELOMPOK 8 NAMA KELOMPOK : KETUA : 1. EVELYN (13-076) ANGGOTA : 2. FARIZ HAFIZHAN (13-026) 3. AJI DAMADAN (13-056) 4. SYAILA ANNURY (13-058) 5. MALINDO AGNES (13-136)
  • 2. PROFIL SEKOLAH Nama sekolah : Sekolah SMA CAHAYA Alamat : Jl. Hayam Wuruk no. 11 Medan Nilai uang sekolah yaitu sebesar : Rp. 344.000
  • 3. PROFIL KELAS Kelas yang di observasi adalah kelas 11 IPS1 Jumlah murid adalah sebanyak 42 orang.
  • 4. LAPORAN OBSERVASI Setting ruangan kelas. Di dalam kelas terdapat : 21 buah meja dan 21 buah bangku berbentuk persegi panjang. Setiap meja ditempati oleh 2 orang siswa 1 buah meja guru yang berada di sisi kiri depan kelas 1 buah white board 2 buah AC, 1 buah kipas angin yang terletak di langit- langit kelas dan 2 kipas angin yang terletak di dinding bagian depan dan belakang 2 buah jendela di bagian belakang kelas Hiasan-hiasan dinding yang berupa gambar Presiden dan wakil Presiden RI, Garuda Pancasila, foto pahlawan, dan karya tulis siswa.
  • 5. Setting lokasi sekolah. Di lokasi sekolah terdapat : Kantor Kepala Sekolah Ruang BP SMA Kantor guru 20 buah ruang kelas, yang terdiri dari : o Kelas X terdapat 7 ruang kelas o Kelas XI terdapat 6 ruang kelas o Kelas XII terdapat 7 ruang kelas 5 laboratorium, yang terdiri dari : lab Bahasa, lab Komputer, lab Kimia, lab Biologi, dan lab Fisika.
  • 6. Perpustakaan Koperasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Rumah ibadah yang berupa gereja Aula 4 toilet, yang terdiri dari : 2 untuk guru dan 2 untuk siswa 2 lapangan basket yang dipakai untuk SMP dan SMA.
  • 7. Lama observasi Waktu yang dipergunakan oleh kelompok kami dalam melaksanakan observasi adalah selama 2 hari dengan rincian waktu : Hari pertama untuk video observasi di kelas selama 30 menit. Hari kedua untuk observasi setting sekolah selama 1 jam.
  • 8. LAPORAN HASIL OBSERVASI Observasi di kelas Pelajaran matematika. Dinamika pembelajaran antara siswa dan guru berjalan dengan baik. Banyak interaksi antara guru dan siswa. Guru sangat serius dalam mengajar dan terkadang guru menyelinginya dengan bercandaan untuk mencairkan suasana. Agar materi mudah dipahami oleh murid-muridnya, guru memberi contoh yang nyata pada murid. Guru melibatkan murid pada proses pengajarannya. Misalnya, guru memberi contoh di papan tulis dan memanggil 1 orang siswa untuk menyelesaikan soal tersebut. Tetapi karena siswa yang disuruh maju untuk mengerjakan soal tersebut kurang mengerti, maka akhirnya guru menyelesaikan soal tersebut secara bersama-sama dengan melakukan interaksi kepada murid- murid.
  • 9. Guru juga membahas pelajaran kelas 1 SMA untuk mengulang kembali pelajaran tersebut. Supaya murid-muridnya dapat mengingat kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya. Kemudian, guru memberikan soal latihan kepada murid supaya guru mengetahui apakah muridnya sudah benar-benar mengerti atau belum mengerti. Untuk murid yang belum begitu mengerti, guru memberikan waktu kepada murid yang digunakan untuk bertanya kepada teman yang lebih mengerti (kerja kelompok). Sehingga murid akan menjadi lebih aktif. Guru juga berjalan untuk memperhatikan murid-muridnya dan membantu murid yang mengalami kesukaran dalam menyelesaikan soal-soal. Cara berbicara guru sangat jelas dan tegas dalam menyalurkan materi kepada muridnya. Guru juga dapat berkomunikasi dengan baik kepada murid-muridnya. Sehingga materi dapat tersalurkan denga baik kepada muridnya. Guru memakai bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga proses pengajaran berjalan cukup baik.
  • 10. Sorot tatap mata guru tajam kepada murid- muridnya yang berarti guru sangat antusias dalam proses mengajar sehingga murid terlihat sangat menangkap materi yang diberikan oleh gurunya. Body language guru terlihat sangat memperkuat pengaruh komunikasi antara guru dengan murid. Guru terlihat menekankan suatu pesan dalam body languagenya. Contohnya: ketika guru membuat sebuah contoh kepada muridnya, maka dia langsung mempraktekkan apa yang sedang beliau jelaskan.
  • 11. ANALISIS SINGKAT DENGAN TEORI BELAJAR Pengetahuan dan Keahlian Profesional Penguasaan Materi Pelajaran. Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru juga harus mempunyai strategi pengajaran yang didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pelajaran, dan manajemen kelas. Mereka juga memahami cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas. Di kelas yang kami observasi, guru yang mengajar sudah menguasai materi pelajaran dengan baik dan sangat bagus dalam menyalurkan materinya. Tetapi, di dalam kelas belum ada teknologi yang mendukung proses pembelajaran, seperti layar proyektor. Namun, murid- murid tetap bersemangat dalam menerima materi yang diberikan oleh guru.
  • 12. Strategi Pengajaran Dalam strategi pengajaran terdapat prinsip konstruktivisme yang merupakan inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Konstruktivisme menekankan agar individu dapat secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Konstruktivisme juga menekankan pada kolaborasi anak-anak untuk saling bekerja sama supaya dapat mengetahui dan memahami pelajaran. Berdasarkan observasi kelompok kami, guru yang di dalam kelas menggunakan prinsip konstruktivisme, di mana guru mendorong anak untuk berpikir secara kritis. Murid-murid diberikan soal latihan dan guru membiarkan murid mencari jawaban atas soal yang telah diberikan dengan membentuk kelompok. Mereka dituntut untuk menjadi lebih aktif dan dapat memecahkan soal tersebut. Murid-murid dalam kelompok aktif mendengarkan teman yang sedang menjelaskan, dan mereka juga aktif bertanya apabila masih ada yang kurang paham. Jadi mereka tidak hanya duduk diam dan mendengarkan, tetapi mereka juga ikut mencari tahu proses pada rumus yang telah ditetapkan. Jika mereka mengerjakan soal tersebut secara bersama-sama, maka mereka akan lebih mudah dalam mengingat dan memahami pelajaran tersebut.
  • 13. Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional Guru harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu. Dalam menyusun rencana, guru memikirkan tentang cara agar pelajaran bisa menantang sekaligus menarik. Dalam kelas, dapat dilihat bahwa guru menyuruh 1 orang murid untuk menyelesaikan soal di depan. Dengan begini, murid akan tertantang untukk menyelesaikan soal tersebut. Tetapi murid yang di depan kurang mengerti bagaimana harus menjawab soal matematika tersebut. Sehingga akhirnya guru membantu menjelaskan kepada murid yang di depan sekaligus melakukan interaksi dengan murid-murid yang duduk di bangku. Tujuan dari guru adalah supaya murid tersebut dapat meraih hasil maksimal dari kegiatan belajarnya.
  • 14. Keahlian Manajemen Kelas Aspek penting lain untuk menjadi guru yang efektif adalah mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. Guru juga harus membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif. Dalam kelas yang kami observasi, guru sudah memiliki keahlian manajemen dalam kelas. Terkadang guru akan mendiamkan murid jika ada yang berbicara. Suasana kelas lumayan kondusif karena mereka cukup mendengarkan dan memerhatikan guru dengan seksama. Guru juga aktif berinteraksi kepada murid-murid, sehingga mereka tetap aktif bersama. Tetapi suasana mulai sedikit ribut ketika sudah dibentuk kelompok. Hal tersebut lumayan wajar, karena jika dibentuk kelompok maka murid-murid akan menerima dan ikut berbicara dan bertanya mengenai bagian mana yang belum dipahami. Guru juga memonitoring dalam kerja kelompok tersebut.
  • 15. Keahlian Motivasional Guru yang efektif punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar. Dalam kelas yang diobservasi, guru memotivasi murid dengan terus memberikan soal-soal yang baru dan sulit. Jadi dengan demikian, murid akan termotivasi untuk memecahkan soal tersebut meskipun mendapatkan soal yang baru dan sulit. Keahlian Komunikasi Guru yang efektif juga bekerja untuk meningkatkan keahlian komunikasi dengan murid. Dalam observasi kami, ini dapat dilihat ketika guru menyalurkan materi kepada murid- muridnya. Komunikasi menjadi hal yang penting. Karena dengan komunikasi yang bagus, murid dapat dengan mudah mencerna apa yang disampaikan oleh gurunya dan murid juga mengerti sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam materi yang telah disampaikan tersebut.
  • 16. Bekerja secara efekif dengan murid dari latar kultural yang berlainan Dalam observasi kami, guru dan murid yang berada di dalam kelas mempunyai latar kultural yang sama. Keahlian Teknologi Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam proses belajar di kelas. Dalam kelas observasi, di kelas tidak terdapat proyektor. Jadi guru tidak menggunakan proyektor dalam proses pengajarannya.
  • 17. Murid-murid sudah menggunakan tahap operasional formal. Pada pemikiran ini, remaja akan berpikir lebih abstrak, idealistis, dan logis. Hal ini terlihat dari segi murid mengerjakan soal tersebut. Murid sudah bisa berpikir rumus mana yang cocok untuk digunakan dalam mengerjakan soal tersebut. Murid juga sudah bisa membedakan rumus yang berbeda-beda dengan penggunaannya. Kemudian, murid akan mengevaluasi rumus tersebut dengan membuat kerangka-kerangka dari rumus tersebut. Ketika sudah mendapatkan jawaban dari soal tersebut, maka murid akan diminta untuk menginterpretasikan data tersebut. Teori Piaget
  • 18. TEORI VYGOTSKY Gunakan zone of proximal development Mengajar harus dimulai pada batas atas zona, di mana murid mampu untuk mencapai tujuan dengan kerja sama erat dengan pengajar. Pada kelas yang kami observasi, guru sudah menggunakan ZPD. Hal ini terlihat pada saat pelajaran diberikan, dengan penjelasan berulang-ulang yang dijelaskan oleh guru, murid akan mengorganisasikan dan menguasai urutan-urutan dalam mengerjakan soal matematika tersebut. Gunakan teknik scaffolding Scaffolding adalah teknik untuk mengubah bantuan level untuk belajar. Hal ini juga di terapkan oleh guru matematika tersebut. Guru mengawasi murid yang sedang mengerjakan soal, jika murid tampak ragu, maka guru akan memberikan bantuan dan menjelaskannya kepada murid.
  • 19. Gunakan teman sesama murid yang lebih ahli sebagai guru. Dalam teori Vygotsky, bukan hanya orang dewasa saja yang penting dalam membantu murid, tetapi murid juga bisa mendapat manfaat atau petunjuk dari teman yang lebih ahli. Hal ini juga tampak pada kelas matematika ini. Guru membentuk kerja kelompok untuk para murid dalam membuat tugas. Di mana murid saling bertanya kepada murid lain yang lebih mengerti dari mereka. Dorong pembelajaran kolaboratif dan sadari bahwa pembelajaran melibatkan suatu komunitas orang yang belajar. Anak tidak belajar sendiri. Melainkan bekerja sama dalam komunitas pelajar. Hal ini dapat dilihat dari kerja kelompok yang dibentuk. Mereka bekerja sama dalam memecahkan pertanyaan yang diberikan oleh guru.
  • 20. PANDANGAN SIEGLER Robert Siegler (1998) mendeskripsikan tiga karakteristik dari pendekatan pemrosesan informasi, yaitu : proses berpikir, mekanisme pengubah, dan modifikasi diri. Pemikiran Menurut pandangan Siegler, berpikir adalah pemrosesan informasi. Siegler menyatakan bahwa ketika anak merasakan, melakukan penyandian, mempresentasikan, dan menyimpan informasi dari dunia sekelilingnya, mereka sedang melakukan proses berpikir. Dalam observasi, kami melihat bahwa semua murid-murid di kelas menggunakan proses pemikiran ini. Hal ini terlihat jelas sejak proses pengajaran berlangsung. Setiap murid yang menerima pelajaran pasti akan menyimpan pelajaran tersebut di dalam memori dengan melakukan pengkodean (penyandian) terlebih dahulu. Apabila murid bingung terhadap materi yang diajarkan, berarti murid sedang melakukan proses berpikir. Guru akan menjelaskan sampai mereka benar-benar mengerti mengenai materi tersebut.
  • 21. Mekanisme Pengubah Ada mekanisme yang bekerja sama menciptakan perubahan dalam keterampilan kognitif anak : o Encoding (penyandian) Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Dalam observasi kelas matematika, murid melakukan penyandian terhadap materi-materi yang baru diajarkan. Misalnya dalam segi rumus. Murid akan membuat penyandian terhadap rumus. Sehingga murid mengetahui kapan rumus tersebut dapat digunakan pada soal yang tepat. o Otomatisitas Otomatisitas adalah kemampuan untuk memproses informasi dengan sedikit. Dalam kelas matematika tersebut, murid-murid tidak mungkin memproses infomasi dengan sedikit. Karena dalam pelajaran matematika diperlukan informasi yang banyak supaya dapat lebih memahami materinya dan supaya tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan rumus.
  • 22. o Konstruksi Strategi Konstruksi strategi adalah penemuan prosedur baru untuk memproses informasi. Siegler mengatakan bahwa anak perlu menyandikan informasi kunci untuk suatu problem dan mengoordinasikan informasi tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang relevan untuk memecahkan masalah. Pada kelas matematika, murid-murid memakai konstruksi strategi dalam menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru. Di mana murid menggabungkan pengetahuan yang baru didapat dengan pengetahuan yang sudah didapat sebelumnya. Sehingga murid dapat menyelesaikan pertanyaan tersebut dengan menggunakan pengetahuan yang telah digabung tersebut. Seperti yang dilakukan oleh guru matematika, guru mengulang kembali pelajaran dari kelas sebelumnya, supaya murid-murid tetap meningat dan supaya mereka mengetahui bahwa dalam pelajaran tersebut masih berkaitan dengan materi dari kelas sebelumnya.
  • 23. o Generalisasi Anak perlu melakukan generalisasi, atau mengaplikasikan, strategi pada problem lain. Pada pertanyaan yang baru dan sulit murid akan menyusun strategi untuk memecahkan pertanyaan dalam kondisi yang baru. Modifikasi Diri Mereka menggunakan pengetahuan dan strategi yang telah mereka pelajari untuk menyesuaikan respons pada situasi pembelajaran yang baru. Dalam kelas matematika tersebut, murid-murid menggunakaan pengetahuan yang telah dimiliki dan menyesuaikan pengetahuan tersebut dengan bentuk pertanyaan yang diberikan oleh guru. Setiap pengetahuan akan diproses dan dari proses tersebut, murid akan mendapatkan solusi yang tepat untuk memecahkan pertanyaan tersebut.
  • 24. KESIMPULAN Dari hasil observasi kelompok kami, kami dapat melihat bahwa proses pengajaran lumayan bagus. Guru tidak hanya fokus pada murid yang di depan, tetapi guru aktif dan menguasai kelas dengan baik. Sehingga murid yang duduk di belakang juga aktif mengikuti pembelajaran. Guru terlihat mengulangi pelajaran kelas X untuk mengingatkan muridnya bahwa pelajaran tersebut ada kaitannya. Dan pembelajaran yang dipakai guru tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya pada murid lainnya yang lebih mengerti untuk menyelesaikan soal-soal yang dianggap sukar (kerja kelompok). Sehingga murid dapat berperan aktif secara bersama. Interaksi antara guru dan murid juga terus dipakai agar tidak terjadinya kecanggungan antara guru dan siswa. Memang di dalam kelas tidak terdapat proyektor untuk mendukung proses pengajaran. Tetapi hal tersebut tidak menjadi hambatan kepada muridnya. Semua murid tetap antusias mendengarkan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas. Menurut kelompok kami, fasilitas sekolah lumayan lengkap. Karena terdiri dari beberapa laboratorium yang mendukung proses pembelajaran murid. Misalnya laboratorium komputer. Lab komputer tersebut sangat mendukung karena murid dapat mempelajari teknologi dengan mendapatkan informasi yang terupdate.
  • 25. DOKUMENTASI Penghargaan yang diterima oleh SMA Cahaya
  • 26. Kantor Kepala Sekolah SMA Ruang BP SMA
  • 27. Lab Kimia
  • 28. UKS Perpustakaan
  • 29. Rumah Ibadah Aula