kelompok 6

19
KELOMPOK 6 MUHAMMAD MIRZA NURDARMAWI SRI JULIANAa SUWANDA SAPUTRA TEDI MAULANA YOSI WIRA AULIANTI

Upload: albany

Post on 23-Feb-2016

121 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

KELOMPOK 6. MUHAMMAD MIRZA NURDARMAWI SRI JULIANA a SUWANDA SAPUTRA TEDI MAULANA YOSI WIRA AULIANTI. ANTIKOLINERGIK. Obat obat yang menghambat kerja asetilkolin dengan menempati reseptor-reseptor asetilkolin disebut dengan antikolinergik atau parasimpatolitik . - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Page 1: KELOMPOK 6

KELOMPOK 6 MUHAMMAD MIRZA

NURDARMAWI

SRI JULIANAa

SUWANDA SAPUTRA

TEDI MAULANA

YOSI WIRA AULIANTI

Page 2: KELOMPOK 6

ANTIKOLINERGIK

Obat obat yang menghambat kerja asetilkolin dengan menempati reseptor-reseptor asetilkolin disebut dengan antikolinergik atau parasimpatolitik.

Obat ini mempengaruhi organ jantung, saluran pernapasan, saluran gastrointestinal, kandung kemih, mata dan kelenjar eksorin dengan menghambat saraf parasimpatis, sehingga sistem saraf simpatis (adrenergic) menjadi dominan.

Page 3: KELOMPOK 6

PENGGOLONGAN OBAT ANTIKOLINERGIK

A. Alkaloid Beladona : atropin, skopolamin, dan homatropin.

B. Zat Ammonium Kwaterner : propantein, ipratropium dan tiotropium

C. Zat Amin Tersier : pirenzepin, flavoxat, oksibutinin, tolterodin, dan tropicamida.

Page 4: KELOMPOK 6

A. ALKALOID BELADONA

1) Atropin Mekanisme kerja

Mata :Atropin menyekat semua aktifitas kolinergik pada mata,sehingga menimbulkan midriasis (dilatasi pupil),mata menjadi tidak bereaksi terhadap cahaya dan sikloplegia(ketidak mampuan memfokus untuk penglihatan dekat ).

Page 5: KELOMPOK 6

Gastrointestinal:Atropin digunakan sebagai obat antipasmodik untuk mengurangi aktivitas saluran cerna.atropin dan psikopolamin merupakan obat terkuat sebagai penghambat saluran cerna.walaupun motilitas (gerakan usus) dikurangi,tetapi produksi asam hidroklorat tidak jelas berpengaruh.oleh karena itu obat ini tidak efektif untuk mempercepat penyembuhan ulkus peptikum.

Sistem kemih:Atropin digunakan untuk mengurangi keadaan hipermotilitas kandung kemih.obat ini kadang kadang masih dipakai untuk kasus enuresis(buang air seni tanpa disadari/ ngompol)diantara anak anak,tetapi obat agonis adrenergik alfa jauh lebih efektif dengan efek samping yang sedikit.

Page 6: KELOMPOK 6

KardiovaskularAtropin menimbulkan efek difergen pada sistem kardiovaskular, tergantung pada dosisnya. Pada dosis rendah efek yang menonjol adalah penurunan denyut jantung(bradikardia).pada dosis tinggi,reseptor jantung pada nodus SA disekat,dan denyut jantung sedikit bertambah (takikardia).Tekanan darah arterial tidak dipengaruhi tetapi pada tingkat toksik , atropin akan mendilatasi pembuluh darah dikulit.

Sekresi:Atropin menyekat kelenjar saliva sehingga timbul efek pengeringan pada lapisan mukosa mulut(serostomia).kelenjar saliva sangat peka terhadap atropin.kelenjar keringat dan kelenjar air mata terganggu pula dikarenakan hambatan sekresi pada kelenjar keringat menyebabkan suhu tubuh meningg

Page 7: KELOMPOK 6

INDIKASI1.Pada trauma mata, salep mata atropin meyebabkan efek

midriatik dan sikloplegik dan memungkinkan untuk pengukuran kelainan refraksi tanpa gangguan oleh kapasitas akomodatif mata.

2.Sebagai obat antispasmodik untuk melemaskan saluran cerna dan kandung kemih.

3.Mengobati kelebihan dosis organofosfat (yang mengandung insektisida tertentu) dan beberapa jenis keracunan jamur(jamur tertentu yang mengandung substansi kolinergik).kemampuan obat ini masuk kedalam SSP sangat penting sekali.

4.mengurangi sekresi lendir sal nafas (rinitis),medikasi preanestetik (mengurangi lendir saluran pernafasan)

Page 8: KELOMPOK 6

Efek samping:tergantung sekali pada dosis , atropin dapat menyebabkan mulut kering, gangguan miksi, meteorismus, dimensia, retensio urin, muka merah.

Gejala keracunan:pusing, mulut kering, tidak dapat menelan, sukar bicara, haus, kabur, midriasis, fotopobia, kulit kering dan panas, demam, jantung tachicardi, TD naik, meteorismus, bising usus hilang, oligouria/anuria, inkoordinasi, eksitasi, bingung, delirium, halusinasiDiagnosis keracunan: gejala sentral, midriasis, kulit merah kering, tachikardiAntidotum keracunan: fisostigmin 2 – 4 mg sc → dapat menghilangkan efek SSP dan anhidrosis.

Dosis atropin:umumnya berkisar 0,25 – 1 mg.

Page 9: KELOMPOK 6

Contoh obat dipasaran:

Untuk obat bronkodilator:1. atroventDosis:3-4 dd 2 semprotan dari 20mcg(bromida)2. teofillin Dosis: 3-4 dd 125-250mg microfine

Untuk obat lain:

1.Difenoksilat Dosis: 2,5-5mg 3-4 kali sehari2.DifenoksinDosis: 2tablet diawal penggunaan kemudian 1tablet setiap kali diare.

Untuk obat mata:HomatropinDosis :larutan 0,5-2% 1-2 tts.

Page 10: KELOMPOK 6

2.) Skopolamin Mekanisme kerja: Derivat-epoksi dari atripin bekerja lebih

kuat.Efek sentralnya kira-kira 3kali lebih kuat dapat menimbulkan efek tepi yang sama dengan efek atropin,tetapi efek skopolamin lebih nyata pada SSP dan masa kerjanya lebih lama dibandingkan atropin

Page 11: KELOMPOK 6

Indikasi

1. Digunakan sebagai obat mabuk jalan dalam bentuk plester2. Digunakan sebagai mediatrikum3. Digunakan sebagai obat anti kejang lambung- usus4. Digunakan sebagai premedikasi anestesi

Page 12: KELOMPOK 6

Kontra indikasiGlaukoma, pembesaran prostat.

Efek sampingSedasi,rasa mengantuk,tetapi pada dosis yang tinggi dapat menyebabkan kegelisahan / kegundahan.

Page 13: KELOMPOK 6

B. ZAT AMMONIUM KWATERNER

1) Propantein • Dosis tinggi→efek kurare(mengendurkan otot-otot lurik rangka)• Banyak digunakan pada tukak lambung,gastritis dan kejang-kejang lambung-usus• Dosis →oral 3 dd 15 mg(HBr)

2) Ipratropium • Digunakan sebagai inhalasi pada asma dan bronkhitis• Khasiat →bronkhodilatasi dengan mengurangi hipersekresi dahak

3) Tiotropium• Digunakan sebagai inhalasi pada asma dan bronkhitis• Khasiat →bronkhodilatasinya lebih lama dari pada ipratropium• Dosis 1x sehari

Page 14: KELOMPOK 6

C. ZAT AMIN TERSIER

1) Pirenzepin Pada dosis tinggi menghambat reseptor di organ-organ (jantung,

mata, lambung-usus, urogenital). Pada dosis rendah menghambat secara selektif reseptor muscarin-M

dalam sel-sel parietal lambung yang membentuk Hcl. Digunakan dalam tukak lambung-usus dan gastritis. Dosis →oral 2 dd 50 mg pada pagi hari.

2) Flovoxat Berkhasiat merelaksasi langsung terhadap otot kandung kemih. Berdaya lokal anestetis dan analgetis. Kontra indikasi→tidak boleh digunakan pada pasien glaukoma dan

pada gangguan fungsi ginjal. Dosis→pada urge-inkontinensi 3 dd 200-400 mg (garam HCl).

Page 15: KELOMPOK 6

3.Oksibutinin Khasiat→spasmolitis pada otot polos kandung kemih

Digunakan khusus pada urge-inkontinensi urin untuk mengurangi hasrat berkemih, juga pada kejang-kejang kandung kemih akibat iritasi oleh kateter.

Dosis→oral 3 dd 2,5 mg(HCl), bila perlu 3-4 dd 5 mg

4.Tolterodin Khasiatnya anti kolinergis sedang. Digunakan pada urge-inkontinensi kemih. Dosis →oral 3dd 2,5-5 mg(tartrat)

5.Tropicamida Khasiat →anti kolinergis kuat.

Digunakan sebagai midriatikum untuk diagnosa ada dosis lebih besar(larutan 1%) berefek cycloplegis→melumpuhkan akomodasi.

Dosis →untuk midriasis 1-2 tetes larutan 0,5% minimal 15mnt sebelum pemeriksaan mata

Page 16: KELOMPOK 6

EFEK ANTIKOLINERGIK Meningkatkan denyut nadi Mengurangi sekresi mukus Menurunkan peristaltik Dilatasi pupil mata (midriasis) Merangsang SSP Mengurangi tonus dan motilitas saluran Penggunaan Sebagai midriatikum Sebagai spasmolitikum Pada inkontinensi urin Pada parkinsonisme Pada asma dan bronkhihis Sebagai premedikasi pra-bedah Sebagai zat anti-mabuk jalan Pada hiperdrosus Sebagai zat penawar pada intoksikasi

Page 17: KELOMPOK 6

CONTOH OBAT DAGANG1. Holopon

Dosis: 3kali sehari 15-30 tts.2. Spaminal

Dosis :1 tab setiap 6-8 jam3. Buscopan

Dosis :4. Arkine

Dosis :5. Spasmolit

Dosis :3 kali sehari 1-2 tab6.Gitas plus

Dosis :

Page 18: KELOMPOK 6

DAFTAR PUSTAKA

Mycek.mery j. farmakologi ulasan bergambar edisi 2. 2001. jakarta : widya medika.

Lepper,hans.Farmakologi dan toksologi .2003.jakarta :buku kedokteran EGC.

Page 19: KELOMPOK 6