kelompok 4 (gol asam)

Click here to load reader

Post on 09-Jan-2017

2.180 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • IDENTIFIKASI ASAMNama Kelompok 4 :AisyahAfri YantiBerliana NovianitaElok FaikohFandi AkhmadFifi Nur Hidayah NingsehFaris Mohammad HadiningratNurillah Dwi Novarienti

  • Asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brnsted-Lowry, dan Lewis.Arrhenius: asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air.Brnsted-Lowry: asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat.Lewis: asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. DEFINISI ASAM

  • Cara Pemisahan Golongan AsamPemisahan destilasi uap

    Jenis senyawa asam yang dapat dipisahkan dengan cara destilasi uap : Asam formiat, Asam Benzoat, Asam asetat, Acetosal, salipyrin, dan asam sinamat.Pemisahan sisa destilat

    Dipisahkan dengan cara pengendapan, yaitu larutan diasamkan dengan asam asetat + Ca2+, maka terbentuk endapan, endapan disaring dan diasamkan kembali.

  • Acetosal (Asam Asetil Salisilat)

    Serbuk putih, fluorescensi unguTL 137CKelarutan dalam air 1: 550, spiritus 1:3, eter 1:2Reaksi :

    FeCl3 negatif,(spesifik/ beda dengan asam) salisilat) panaskan ungu Marquis : merah darahFrohde : segera ungu

  • Asam AsetatBaunya khasZat + FeCl3 -> Merah bataTitik Lebur 165CTitik Didih 118CGaram asetat + AsO3 (dipanaskan) -> kakodil oksida, yang baunya sangat tidak enak

  • Acidum MeconicumKelarutan: 1) Air dingin = Sukar larut 2) Air panas = Agak mudah larut 3) Eter = Sukar larut 4) Alkohol = Mudah larutGaram K, Na, dan NH4 = mudah larutLarutan dalam air dari garamnya FeCl3 = Warna Merah Darah, warna merah ini tahan terhadap HCl, HgCl, dan SnCl2 namun akan hilang jika ditambahkan terus menerus lalu menjadi merah dengan KNO3Reaksi Kristal, dengan garam Ag, Cu, Ferro, Pyridinenya

  • Sinonim Asam Nikotinat, Niasina (Antipelagra)Titik leleh = 235 250 CBentuk = kristal putih, tak berbauKelarutan = 1) air dingin = 1 : 70 = Agak sukar larut 2) air panas = 1 : 10 = Larut 3) spir port = 1 : 80 = Agak sukar larutDipijar dengan Na2CO3 = bau pyridineLarutan asam dalam air + HgCl = KristalLarutan + 2,4- dinitrochlorobenzen ----- + spir. KOH menghasilkan warna merah anggur sesudah beberapa waktu hilang, jika ditambahkan lagi spir. KOH warna akan timbul lagi.Larutan dalam air 1 cc CNBr + 1 cc spir, vanilin akan menghasilkan warna merah jingga, lalu endapan merah.

    Acidum NicotinicumPyridine-3-carbxilie / vitamin B3

  • Bentuk = cairan seperti minyak, berwarna kuning sampai merah coklat pada suhu ruang berupa cairan kental.Warna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Asam ini memiliki aroma yang khas (tengik). Titik leburnya 15.3 C dan titik didihnya 360 C.Larutan dalam spir (1:20) bereaksi asam terhadap lakmusTak larut dalam air, bercampur dengan eter, CHCl, benzen, etanol minyak, lemakRumus kimia: CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH.Acidum Oleinicum CrudumAsam Oleat

  • Pemerian = Hablur ,tidak berwarna .Kelarutan = Larut dalam air dan etanolKegunaan = Sebagai zat tambahanPenyimpanan = Dalam wadah tertutup rapatTitik leleh = anhydrida = 189C= 99,4CRx CARLETTI = Zat + Resoroin + gly-serin + H2SO4 pekat ----- Violet merah ----- biru ungu, yang kemudian akan hilang pada pengenceran dengan air.Rx GUNN = Lar. Pekat + larutan FeSO4 dalam H3PO4 (1:10) akan menghasilkan endapan kuning (Fe-oxalat)5 cc larutan + cc HCl + 1,2 g Zn dipanaskan 1 menit akan terbentuk glyoxyl. Hasil larutan dituang ke dalam tabung lain 5 gtt (tetes) phenylhydrazin HCl (1:100) akan menghasilkan warna merah.Sublimasi mikro = Larutan 1% + CdSO4 = kristalZat + FeCl3 menghasilkan warna kuning kenariReaksi KuprilZat + CuSO4 1% + NaOH menghasilkan warna biruZat dalam air + KmnO4 + H2SO4 dipanaskan warna hilang

    Acidum OxalicumAsam Oksalat (COOH)2. 2H2O

  • Asam Pantotenattersedia dalam garam kalsium (kalsium pantotenat)Rumus molekul : Asam Pantotenat : C9H17NO5 Kalsium Pantotenat : C18H32CaN2O10Pemerian dan kelarutan :Kalsium Pantotenat pemeriannya serbuk putih; tidak berbau; rasa pahit; agak higroskopis. Kelarutannya mudah larut dalam air; larut dalam gliserol; praktis tidak larut dalam etanol 95%, dalam kloroform, dan dalam eter.Acidum panthothenicumVitamin B-5/B-Kompleks

  • Identifikasi kalsium = reaksi positifZat ditambahkan asam oksalat akan menghasilkan kristal asam oksalat yang bila dilihat di bawah mikroskop berupa kristal putih amplop.Cuprifil = reaksi positifLarutan zat dibasakan dengan NaOH + 1 tetes CuSO4 , akan terjadi kompleks Cu yang biru jernih.Pemijaran : bau kacang, ketika dipijar akan terbentuk gelembung-gelembung.Reaksi penegasan :sejumlah lebih kurang 50 mg zat dalam 5 ml NaOH 1 N dipanaskan selama 1 menit, dinginkan. Tambahkan 5 ml HCl 1 N dan 2 tetes larutan FeCl3 akan terbentuk warna kuning terang.Identifikasi gugus hidroksil pada Asam pantotenatDengan uji diazo yaitu : Zat + Diazo A + Diazo B (4:1) + NaOH, panaskan merah frambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)Acidum panthothenicumVitamin B-5/B-Kompleks

  • BM = 137.1133Titik leleh = 214-217Titik didih = 336.2C at 760 mmHgTitik nyala = 171.3CAsam ini merupakan turunan fenol asam benzoat.Pemerian = putih kristal padat Kelarutan = sedikit larut dalam air dan kloroform tetapi lebih larut pelarut organik polar seperti alkohol dan aseton.asam 4-hidroksibenzoat terutama dikenal sebagai dasar penyusunan esternya, yang dikenal sebagai paraben, yang digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik.Rx dengan Aqua Brom = endapan putihRx Millon = merahPereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitratAcidum p-Oxybenzoicum4-Hydroxybenzoic acid C7H6O3

  • BM = 326,1Titik leleh = 91-92Pemerian = kristal putih berbentuk pelatKelarutan = Sukar larut dalam air dan mudah larut dalam spir Larutan + FeCl3 = UnguLarutan NaNO2 + 5 tetes H2SO4 dilut = hijauDitambahkan Aqua Brom = endapan putih Dipijar = bau fenol

    SalypyrinSalycylas antipyrin C18H18O4H2

  • Reaksi terhadap antipyrin :a) Mayer = Endapan kuning mudaPembuatan = 1,36 gram HgCl2dilarutkan dalam 60 ml air dan 5 gram KI dilarutkan dalam 10 ml air, lalu kedua larutan tersebut dicampurkan dan di add air sampai volume campuran seluruhnya menjadi 100 mlb) Dragendrof = JinggaPembuatan = 8 gram Bi(NO3)3.H2O dilarutkan dalam 30% b/v HNO3dan 27,2 gram KI dilarutkan dalam 50 ml air, lalu kedua larutan tersebut dicampurkan dan dibiarkan selama 24 jam, saring lalu ad air sampai volume keseluruhan campuran menjadi 100 ml.c) Bouchardat = Endapan coklatPembuatan = Sebanyak 4 g kalium iodida ditimbang dan dilarutkan dalam air suling, ditambahkan iodium sebanyak 2 g dan dicukupkan dengan air suling sampai 100 ml. d) DAB (Di Metil Amino Benzaldehid ) HCl = Rosa merah Pembuatan = Timbang dengan tepat 4-Dimetil Amino Benzaldehida sebanyak 2,00 gram, larutkan dalam 90 ml HCL 6N lalu tambah aquadest hingga 100 ml larutan.

    SalypyrinSalycylas antipyrin C18H18O4H2

  • Acidum Ascorbicum (Asam Askorbat)

    Asam askorbat berupa hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Dalam keadaan kering stabil di udara, dalam larutan mudah teroksidasi. Melebur pada suhu lebih kurang 190. Asam askorbat mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform, eter dan benzena (Farmakope Indonesia, 1995).

  • Acidum Ascorbicum (Asam Askorbat)

    Asam askorbat dengan logam membentuk garam, peka terhadap panas, tidak larut dalam lemak dan sangat mudah teroksidasi dalam keadaan larutan, adanya katalisator Fe dan Cu, enzim askorbat oksidasi, sinar serta suhu tinggi menjadi asam dehidroaskorbat. Namun, senyawa ini juga mudah tereduksi kembali menjadi asam askorbat. (Counsell, 2004).

  • Acidum Ascorbicum (Asam Askorbat)

  • ReaksiWarna yang ditimbulkan+ FeCl3Kuning Larutan asam askorbat + CuSO4 + NaOHBiru ungu+ IodWarna hilang+ FehlingEndapan CH2O+ KMnO4Endapan putih+ NaOHMerah *bila tidak dalam campuranReaksi warna Szest-Gyirgyl :Larutan asam askorbat + NaOH 1,0 N + Asam lemah + FeSO4 UnguSpot Test:Asam askorbat + FeSO4 + NaHCO3Ditambah asamDitambah basaUnguHijauUnguPemijaranKuning

  • Acidum Asparacinum (Asam Aspartat)

    Asam aspartat (aspartat) merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein. Asam aspartat bersifat asam dan dapat digolongkan sebagai asam karboksilat. Asam aspartat adalah zat non-essensial bagi mamalia. Fungsinya diketahui sebagai pembangkit neurotransmisi di otak dan saraf otot.

  • Acidum Asparacinum (Asam Aspartat)

  • ReaksiWarna yang ditimbulkanAsam aspartat + FeCl3Cokelat mudaAsam aspartat + NaOH + CuSO4UnguAsam aspartat + KMnO4Bau asetal

  • Acidum Benzoicum (Asam Benzoat)

    Asam Benzoat (C7H6O2) merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Asam lemah ini dan derivatnya biasanya digunakan sebagai bahan pengawet makanan, terutama saos dan sambal. Zat ini merupakan antimikroba karena dapat menghambat pertumbuhan khamir dan bakteri pada makanan yang telah dibuka kemasannya.

  • Acidum Benzoicum (Asam Benzoat)Pemerian asam benzoat berupa hablur berbentuk jarum atau sisik, putih, sedikit berbau (bau benzaldehida). Agak mudah menguap pada suhu hangat dan mudah menguap dalam uap air. Asam benzoat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, kloroform dan eter (Farmakope Indonesia, 1995).

  • Acidum Benzoicum (Asam Benzoat)

  • ReaksiWarna yang ditimbulkanFeCl3CokelatCaCO3 + FeCl3 3NNetral, membentuk Fe-BenzoatAsam benzoat + alkohol + konsentrat H2SO4 Lalu diencerkanBau etilbenzoat (spesifik)Asam benzoat + Pb AsetatDipanaskanTerbentuk Kristal pada dinding tabung reaksi