kelimpahan dan keanekaragaman arthropoda bahwa cabai rawit termasuk tiga komoditas strategis...

Download KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA bahwa cabai rawit termasuk tiga komoditas strategis Nasional

If you can't read please download the document

Post on 05-Jun-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Crop Agro Vol No2018 Page1

    KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA EKOSISTEM PERTANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L. ) DI

    KURIPAN LOMBOK BARAT

    ABUNDANCE AND DIVERSITY OF SOIL SURFACE ARTHROPODS IN THE SMALL CHILI (CAPSICUM FRUTESCENS L.)PLANT

    ECOSYSTEM IN WEST LOMBOK

    JURNAL

    Oleh Kamila Yasurruni

    C1M014094

    FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MATARAM

    2018

  • Crop Agro Vol No2018 Page2

    HALAMAN PENGESAHAN

    Skripsi yang diajukan oleh :

    Nama : Kamila Yasurruni

    NIM : C1M014094

    Program Studi : Agroekoteknologi

    Jurusan : Budidaya Pertanian

    Judul Skripsi :Kelimpahan dan Keanekaragaman Arthropoda Permukaan Tanah Pada Ekosistem Pertanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Di Kuripan Lombok Barat.

    telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing utama dan dosen pembimbing

    pendamping yang terdiri atas : Dr. Ir. Ruth Stella Petrunella Thei, MS. dan Dr.Ir. Mery

    Windarningsih, M. Si.untuk diterbitkan pada jurnal Crop Agro.

    Menyetujui :

    Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

    Dr. Ir. Ruth Stella PetrunellaThei,MS. Dr. Ir. Mery Windarningsih, M.Si. NIP. 196104031985032001 NIP.196401101989032003

  • Crop Agro Vol No2018 Page3

    ARTIKEL UNTUK JURNAL

    KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA EKOSISTEM PERTANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KURIPAN LOMBOK BARAT

    ABUNDANCE AND DIVERSITY OF SOIL SURFACE ARTHROPODS IN THE

    SMALL CHILI (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PLANT ECOSYSTEM IN WEST LOMBOK

    Kamila Yasurruni1, Ruth Stella Petrunella Thei2, Dr. Ir. Mery Windarnigsih3 Alumni1, Dosen pembimbing utama2, Dosen pembimbing pendamping3

    Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram Korespondensi: kamilayasurruni123@gmail.com

  • Crop Agro Vol No2018 Page4

    KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA EKOSISTEM PERTANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM

    FRUTESCENS L.) DI KURIPAN LOMBOK BARAT

    ABUNDANCE AND DIVERSITY OF SOIL SURFACE ARTHROPODS IN THE SMALL CHILI (CAPSICUM FRUTESCENS L.)PLANT ECOSYSTEM IN WEST

    LOMBOK

    Kamila yasurruni1, Dr.Ir. Ruth stella petrunella thei2, Dr.Ir. Mery windarningsih3 Mahasiswa1), Dosen pembimbing utama2), Dosen pembimbing pendamping3)

    ABSTRAK

    Arthropoda yang terdapat pada permukaan tanah maupun tajuk tanaman yang berinteraksi dengan tanaman cabai rawit yaitu berperan sebagai predator, parasitoid, herbivore, scavenger, pengurai, polinator, perombak dan hama. Keanekaragaman merupakan fungsi kestabilan, dimana semakin beragam Arthropoda yang ada di ekosistem pertanaman maka semakin stabil juga ekosistem tersebut, dan sebaliknya .Penelitian bertujun untuk mengetahui tingkat kelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda permukaan tanah pada ekosistem pertanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)di Kuripan Lombok Barat, telah dilaksanakan sejak bulan Mei hingga Juli 2018. Jenis penelitian yaitudeskriptif dengan mengamati secara langsung di lahan ekosistem pertanaman cabai rawit.Pengamatan dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfall trappada saat umur tanaman 45 HST dengan interval waktu seminggu sekali selama 10 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 famili Arthropoda permukaan tanah yang dijumpai yaitu famili Formicidae 25,68 %, Carabidae 20,39 %, Lycosidae 19,26 %, Araneidae 13,48 %, Oxyopidae 13,32 %, Acrididae 5,30 %, Dan Trigoniulidae 2,57 %. Indeks keanekaragaman (H’) Arthropoda permukaan tanah yaitu 1,8termasuk keanekaragaman rendah.

    Kata kunci: Ekosistem cabai rawit, Arthropoda.

    ABSTRACT

    Arthropods found on the surface of the soil and plant canopy that interact with small chili plants, which act as predators, parasitoid, herbivores, scavengers, decomposers, pollinators, and pests. Diversity is a function of stability, the more diverse the arthropods in the plantation ecosystem, the more stable the ecosystem is, and vice versa. The research aims to determine the level of abundance and the diversity of soil the surface Arthropods in small chili (Capsicum frutescens L.) plantations in Kuripan West Lombok. The methods used in this research is descriptive, the observations were made using the pitfall trap when the plant age 45 days after the interval once a week for 10 observations. The finding showed that there were 7 soil surface Arthropods families of family Formicidae 25,68 %, Carabidae 20,39 %, Lycosidae 19,26 %, Araneidae 13,48 %, Oxyopidae 13,32 %, Acrididae 5,30 %, Dan Trigoniulidae 2,57 %. Soil Arthropods diversity (H’) index of 1,8 including low diversity. Keywords : Ecosystem of small chili, Arthropods.

  • Crop Agro Vol No2018 Page5

    PENDAHULUAN

    Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman perdu dari famili terong-

    terongan.Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-

    negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara Indonesia.Tanaman cabai yang

    umum dikenal oleh masyarakat yakni cabai besar, cabai keriting, cabai rawit dan

    paprika.Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah salah satu sayuran penting di dunia

    yang dibudidayakan sebagai komoditas unggulan hortikultura (Sulandari, 2004, Pramarta,

    2014). Berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 2010 tentang hortikultura disebutkan

    bahwa cabai rawit termasuk tiga komoditas strategis Nasional selain cabai besar dan

    bawang merah (BRS, 2014). Cabai digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu,

    tergantung bagaimana cabai digunakan.Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat

    populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Alex, 2013).

    Produksi cabai rawit di daerah Nusa Tenggara Barat pada musim tanam 2014

    sebanyak 64.010 ton, meningkat 121,29 persen dibanding tahun sebelumnya karena adanya

    kenaikan produktifitas dan luas lahan panen. Kenaikan produktifitasnya sebesar 110,31 %

    dan peningkatan luas panen sebesar 5,22 % dibanding musim tanam 2013 (BPS, 2014).

    Permintaan akan cabai Nasional untuk cabai besar dan cabai kecil (rawit)

    mencapai 1.220.008 ton dengan rata-rata konsumsi cabai per kapita mencapai 0,43

    kg/kapita/bulan (Windarningsih, 2015 ). Permintaan akan cabai setiap tahun selalu

    meningkat oleh karena itu cabai merah maupun cabai rawit menjadi salah satu sayuran

    yang penting dibudidayakan secara komersil didaerah komersil. Meningkatnya permintaan

    buah cabai dikarenakan bertambahnya pabrik makan yang membutuhkan bahan baku cabai

    dalam jumlah yang relatif besar. Selain itu juga kebutuhan cabai untuk keperluan rumah

    tangga juga cukup besar terutama ekspor luar daerah ataupun ke negara-negara beriklim

    dingin yang dikemas dalam bentuk kering.

    Kendala yang sering dihadapi petani dalam peningkatan produksi cabai adalah

    gangguan hama. Bebarapa hama penting yang umumnya menyerang tanaman cabai yaitu

    ulat grayak (Spodoptera litura fabricius), kutu daun (Myzus percisae), lalat buah

    (Bactrocera dorsalis hendel), thrips dan tungau (Rukmana,1996). Sehingga dalam

    pengendaliannya bisa digunakan pengendalian biologi praktis, ekonomis dan aman bagi

    lingkungan (Oka, 1995).

    Salah satu strategi pengendalian hama terpadu dapat dipelajari melalui pendekatan

    pembelajaran struktur agroekosistem. Komposisi jenis-jenis oganisme seperti serangga

  • Crop Agro Vol No2018 Page6

    hama, musuh alami dan kelompok boitik lainnya. Pendekatan untuk mempelajari struktur

    agroekosistem adalah dengan mempelajari keanekaragaman hayati.Kelompok hewan tanah

    sangat banyak dan beraneka ragam, mulai dari Protozoa, Porifera, Nematoda, Annelida,

    Mollusca, Arthropoda, hingga Vertebrata (Suin, 2003).Pada permukaan tanah terdapat

    banyak makhluk hidup terutama hewan yang sebagian besar dihuni oleh jenis-jenis

    Arthropoda.Keanaekaragaman Arthropoda menentukan kestabilan agroekosistem pada

    persawahan.Kehadiran Arthropoda sebagai salah satu agens hayati, tidak lepas dari

    peranannya sebagai bagian rantai makanan organisme yang memiliki peranan penting bagi

    kehidupan manusia (Untung dan Sudomo 1997). Peranan Arthropoda lainnya di alam

    diantaranya adalah sebagai perombak bahan organik, penyerbuk pada tanaman, musuh

    alami hama dan sebagai perusak tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian

    tentang ‘’Kelimpahan Dan Keragaman Arthropoda Permukaan Tanah Pada Tanaman

    Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)’’ sehingga pengetahuan terhadap keberadaannya

    dapat dijadikan dasar untuk pengendalian hama non kimiawi ( hayati ).

    METODE PENELITIAN

    Jenis Penelitian

    Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melakukan survei

    secara langsung yakni mengamati dan menghitung secara langsung kelimpahan dan

    keragaman Arthropoda predator pada tanaman cabai rawit.

    Waktu dan Tempat

    Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Kuripan Kabupaten Lombok Barat, Nusa

    Tenggara Barat dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2018.

    Alat dan Bahan Penelitian

    Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas plastik (pit fall trap),

    gelas plastik, plastik mika, tali rapia, gunting, meteran, kuas kecil, pinset, kaca pembesar,

    mikroskop, isolasi,s