kelenjar endokrin

Download KELENJAR ENDOKRIN

Post on 18-Oct-2015

64 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kelenjar endokrin

TRANSCRIPT

6

KELENJAR ENDOKRIN

Sistem endokrin : semua sistem organ dan sel yang menghasilkan dan membawa hormon ke organ target (sasaran) melalui darah atau limfe atau ke sel sasaran dekat melalui spatium interselulare.

Kelenjar endokrin semata-mata memproduksi hormon.

Organ yang mempunyai fungsi pokok tetapi pada waktu yang sama juga mempunyai sistem sel penghasil hormon disebut organ endokrin aktif.

Hormon adalah pengantar kemis yang vital yang memelihara komunikasi sel dalam organ. Meskipun kecil mempunyai pengaruh proses metabolisme organ sasaran.

Hormon dibedakan menurut bahan kimia yang dihasilkan :

1. kelompok amine ( adrenalin, noradrenalin, dopamin, melatonin,

serotonin )2. kelompok steroid ( mineralokortikoid, hormon seks )3. kelompok peptida ( hormon hipotalamus, hormon

gastroenteropankreatik )4. kelompok protein ( gonadotropin, hormon pertumbuhan )

Sel endokrin sering menghasilkan lebih dari satu hormon ( hormon peptid )

Struktur kelenjar endokrin bentuk bagian sekresi karakteristik bagi masing-masing kelenjar sel epitel disusun dapat dalam bentuk bola, tali atau anyaman vesikel (folikel) hormon diikat dalam substansia karier untuk disimpan (mis. kelenjar tiroid) jumlah hormon sangat kecil dan dilepas dengan cara eccrine fungsi saluran keluar (pada kelenjar eksokrin) diambil alih oleh kapiler dan vena postkapiler dan mempunyai fenestra kelenjar endokrin bersifat vaskuler (banyak vaskularisasi) jaringan pengikat kelenjar endokrin longgar, dengan serat sedikit dan hormon dari sel penghasil ke vasa darah melewati jaringan pengikat vasa limfatika juga membawa hormon ke sirkulasi darah kelenjar di sarafi oleh saraf otonom (kholinergik, aminergik dan peptidergik) dan berakhir sebagian di sel sekretoris dan sebagian di vasa darahOrganisasi

kelenjar endokrin mempunyai efek dalam jarak jauh dipengaruhi oleh pusat, diencephalon bagian terbawah diencephalon, hipotalamus pusat pengatur kelenjar endokrin nuclei di hipotalamus mengirimkan

a. secara neural ke nucleus viseromotoris melalui saraf otonom ke kelenjar endokrin

b. secara hormonal, mengatur kelenjar endokrin melalui sistem hipotalamohipofiseal sistem hipotalamohipofiseal

nuclei hipotalamisi secara tidak langsung mempengaruhi kelenjar endokrin perifer, sebagai :

hormon kontrol releasing factors release inhibiting factorsyang mengatur pelepasan hormon adenohipofisis (lobus anterior hipofisis)Adenohipofisis sebagai mediator antara hipotalamus dan kelenjar endokrin perifer (terminal) dihubungkan dengan hipotalamus melalui vasa darah

adenohipofisis menghasilkan hormon gonadotropin

secara langsung memacu pertumbuhan

bekerja pada :-ovarium, hormon seks wanita

-testes, menghasilkan hormon seks laki-laki dalam

sel interstitial

-korteks gladula suprarenalis, disintesis macam-

macam hormon yang menjaga keseimbangan KH,

hormon kelamin

-gld tiroidea, hormon yang dihasilkan memacu

metabolism selular, mempengaruhi pertumbuhan

badan dan menurunkan kadar Ca darah

feedback : sebagian langsung ke hipotalamus sebagian ke adenohipofisis adanya feedback melengkapi sistem kontrol sekresi hormon kelenjar endokrin terminal berlebihan melalui umpan balik ke pusat kontrol, menahan produksi

sekresi inadekuat menyebabkan produksi bertambah

kelenjar endokrin yang tidak langsung tergantung sistem saraf otonom (tidak langsung oleh saraf eferen hipotalamus) dan sebagian melalui organ spesifik Epiphysis (corpus pineale)

terletak di belakang atap ventrikulus III, memproduksi hormon yang menghambat perkembangan seksual Medula glandula suprerenalis melekat pada ginjal menghasilkan hormon yang meningkatkan tekanan darah

Glandula paratiroidea, 4 buah di sisi belakang glandula tiroidea, menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme kalsium dan fosfat

Pulau Langerhans, pulau-pulau sel di pankreas, mengontrol kadar gula darah

Sistem sel endokrin gastrointestinal, mempengaruhi fungsi saluran pencernaan

Paraganglia, bentuk seperti kacang di aorta, menghasilkan hormon seperti medulla glandula suprarenalis, hormon mempengaruhi sirkulasi

Plasenta, mengambil alih fungsi hormonal adenohipofisis dan ovarium selama hamil

HIPOTHALAMUS pusat saraf otonom dihubungkan dengan 1). paleopallium dan archipallium (system limbik ) dan melalui 2). traktus neuro endokrin ke hipophysis hypothalamus anterior dan medial terdiri dari substansia grisea akson neuroendokrin nukleus hipothalamus anterior dan medial berakhir di neurohipofisis eminensia mediana lobus posteriorDaerah kumpulan nukleus hypothalami hipothalamus yang mengontrol sistem otonom terdapat di dasar/basal ventriculus tertius sebagai substansia grisea periventrikularr centralis. Dikelompokkan menjadi 4 kelompok :1. nuclei mamillaris2. nuclei tuber cinereum3. nuclei supraopticus anterior4. nuclei preopticus nucleus mamillaris hypothalaminucleus corporis mamillarisnucleus hypothalamicus posterior dengan memakai serabut periventricular, fasciculus longitudinalis dorsale meluas sampai medulla spinalis, berhubungan dengan formatio reticularis dan tegmentum fungsi visceromotor (otonom) dari nucleus hypothalami posterior bersamaan dengan kinerja somatomotor (somatik), termasuk : absorpsi makanan sekresi reproduksi pertahanan nucleus hypothalamus medius dan anterior melepaskan lintas hormonal (eferen) nucleus supraopticus nucleus hypothalamic nucleus para ventricularis terletak dekat ventriculus belakang nucleus supraopticus kedua nucleus mendapat vaskularisasi banyak dan menghasilkan hormon ke target organ: oksitosin dan vasopresin oksitosin mempengaruhi otot uterus dan sel otot polos yang lain vasopresin mengatur retensi air di dalam ginjal

neurohormon dibentuk didalam badan sel dan terikat oleh karier protein, melalui transport aksonal ke neurohypophysis diberikan ke kapiler darah dan selanjutnya ke sirkulasi tubuh tractus supra opticohypophysialis tractus paraventriculohypophysalis neuron periventricular (neuroendocrine) memproduksi : releasing factors release inhibiting factors hasil produksi di bawa ke enimencia medialis melalui tractus tubero infundibularis (axon transport) diteruskan ke adeno hypophysis melalui vasa portal vasa portal menghubungkan 2 kelompok kapiler eminensia medialis dan adeno hypophysis nuclei tuberalis nucleus ventromedialis hypothalamus nucleus infundibularis GLANDULA PITUITARI

(Hipofisis)

bentuk ovoid, warna abu-abu kemerahan berat 500- 600 mg dengan penampang 8 x 12 mm melanjutkan ke infundibulum, bawah tuber cinereum hypothalami terletak di dalam fossa hypophyseos, cekungan di os sphenoidalis hypophysis membesar saat hamil

dibelakang chiasma opticum, bila membesar menekan tractus opticus

ditutup sebelah atas oleh diafragma selae, lipatan duramater menghasilkan 9 macam hormon protein dan polipeptide

fungsi hypophysis tergantung hubungan dengan hypothalamus, neural atau vaskular

dibedakan : neurohypophysis (pertumbuhan diencephalon ke arah bawah)

adenohypophsis (asal dari stomodeum)

neurohypophysis termasuk : eminentia medialis

infundibulum

lobus neuralis (pars anterior) Infundibulum dikelilingi pars tuberalis adenohypophysis

Adenohypophysis dibedakan : pars anterior (pars distalis atau glandularis) pars intermedia (pada manusia rudimentar)

pars tuberalis

ADENOHYPOPHYSIS

bersifat vaskular terdiri dari sel epitel, berbeda dalam ukuran dan bentuk disusun dalam folikel ireguler di antaranya terdapat sinusoid yang disokong oleh jaringan retikular hormon yang disintesis dan dilepas termasuk hormon tropis

somatotropin, termasuk yang mengontrol pertumbuhan (STH)

mamotropin, (lactogenik hormon = LTH) yang menstimuli pertumbuhan dan sekresi mamma perempuan adrenocorticotropin (ACTH), sekresi hormon korteks glandula suprarenalis

thyrotropin (TSH), stimulasi aktivitas tiroid

folikel stimulating hormon (FSH), menstimulasi pertumbuhan dan sekresi estrogen folikel dan spermatogenesis di dalam testes

interstitialcellstimulating hormon, memacu aktivitas sekresi androgen testes

luteinizing hormone, menginduksi sekresi progesteron korpus luteum

melanocyte stimulating hormone, meningkatkan pigmentasi kulit

tipe sel : dibedakan dengan tehnik pemulasan beda, awal-awal dengan tehnik afinitas sel terhadap pemulasan asam dan basa seperti Orange G dan aldehyde fuchsin

pars anterior terdiri dari :

somatotropik

asidofil sel

mammotropiks

( sel )

mammosomatotrophik

sel khromofil

kortikotropik

basofil

tirotropik

( sel )

gonadotropik

sel khromofob

sel folikulostelat, bekerja sebagai :

sel penyokong

proses tropik

proses katabolik

transport makromolekul

pars intermedia, terdapat sel dan folikel sel khromofob pars tuberalis, banyak vasa darah, menerima saraf simpatis, kaitan dengan fungsi endokrin tidak diketahui dengan pasti pelepasan sekresi : eksositosis isi vesikel ke spatium perivaskulare sinusoid tetangga (terdekat) yang dilapisi endotelium berfenestra difusi dalam darah signyal sekresi akibat bebasnya releasing faktor dari neuron di nuklei infundibularis (nucleus arkuatus), neuron di eminentia media nuclei hypothalami yang lain ke anyaman kapiler sistema vasa portae ke adenohypophysis mempengaruhi sel endokrin sel nerosekretoris merupakan neroendokrin transducers menerima signal neral dan hormonal yang di jawab dengan sekresi hormon neuron yang menghasilkan rel

Recommended

View more >