kegiatan subdit kerawanan sosial

Click here to load reader

Post on 12-Jan-2016

86 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kegiatan Subdit Kerawanan Sosial. Oleh: Dewa Eka Ayu Sumarningsih, M.Stat Retno Harisah. Direktorat Statistik Ketahanan Sosial. Subdit Stat istik Ketahanan Wilayah. Subdit Statistik Lingkungan Hidup. Subdit Stat istik Politik & keamanan. Subdit Statistik Kerawanan Sosial. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

  • KEGIATANSUBDIT KERAWANAN SOSIAL

    Oleh:Dewa Eka Ayu Sumarningsih, M.StatRetno Harisah

    *

  • STRUKTUR ORGANISASI*

  • SEKSI STATISTIK KEMISKINANKemiskinan ada 2 jenis: 1. Kemiskinan makro dihitung dari hasil Susenas (provinsi dan kabupaten/kota) - Provinsi: Maret, Juni, September dan Desember - Kabupaten: Tahunan Direktorat Analisis dan Pengembangan Stastistik 2. Kemiskinan Mikrosurvei PSE, PPLS - Dilakukan setiap 3 tahun sekali (2005, 2008 dan 2012).*

  • SEKSI STATISTIK KERAWANAN SOSIAL BARUJenis kerawanan sosial: kemiskinan, kematian ibu, kematian bayi, buta aksara, perceraian, penggangguran, kawasan kumuh, tindak kriminal dsbJenis Kerawanan Sosial Baru 1. Kekerasan dalam rumah tangga 2. Kekerasan terhadap perempuan 3. Kekerasan terhadap anak 4. Perdagangan orang (2009) 5. Anak jalanan (2011), 6. dsb

    *

  • APA ITU PPLSPPLS (Pendataan Program Perlindungan Sosial): merupakan kegiatan pendataan rumah tangga by name by address untuk program bantuan dan perlindungan sosial.Sejarah data by name by address dari PSE ke PPLS PSE 2005: Daftar RTS untuk distribusi BLT; dasar usulan toga/tomas dan BPS melakukan verifikasi yang berhak memperoleh BLT => 19,1 juta RTSPPLS 2008: Updating PSE 2005 dilengkapi data anggota RTS; 17,5 juta RTS dan 60,4 juta art PPLS 2011: Unifikasi data targeting untuk berbagai program bantuan dan perlindungan sosial [klaster-1] 25,2 dan 96,8 juta art

    *

  • KARAKTERISTIK KEMISKINAN INDONESIA *Sumber: Susenas 2010Jika GK dinaikkan 60% maka penduduk miskin menjadi 40%, yang berarti 27% penduduk rentan miskin

    Chart1

    0.133284131023390

    0.393829191668190

    0.476053110806735

    % miskin

    Penduduk

    Sheet1

    Susenas Maret 2010

    Poverty line (Rupiah)National Poverty rateNumber of poor (individual)

    Benchmark (DKI Jakarta - urban)331,17013.33%31,023,390

    Scenario 1: 1.5 x Poverty line496,75439.38%91,668,190

    Scenario 2: 1.7 x Poverty line562,98847.61%110,806,735

    % miskinPenduduk

    GK13%31,023,390

    1.5GK39%91,668,190

    1.7GK48%110,806,735

    Sheet1

    % miskin

    Penduduk

  • *KONSEP KEMISKINANKonsep yang dipakai BPS adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach)Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran)Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki pengeluaran per kapita perbulan lebih kecil dari Garis Kemiskinan.

  • *PENGUKURAN KEMISKINAN (1)Kemiskinan absolut (ketidakmampuan mencukupi kebutuhan pokok)Menyatakan jumlah dan persentase penduduk miskin; penduduk dengan pengeluaran di bawah batas minimal hidup layak = garis kemiskinanGaris kemiskinan: uang untuk membayar kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan minimal untuk hidup layakUkuran: a. Head Count Ratio [% penduduk miskin], b. Poverty Gap (rata2 kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap GK) c. Severity Index (penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin

  • *PENGUKURAN KEMISKINAN (2)Kemiskinan relatif (pengaruh kebijakan pembangunan yg blm mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat)Akses pada faktor produksiPengangguranAkses pada pelayanan dasar Kemiskinan kronik dan transientKronik: poorest of the poor Transient: kelompok masyarakat yang rentan terhadap kebijakan yang menyebabkan kenaikan biaya hidup

  • PROYEKSI KEMISKINAN NASIONAL 2012 - 2014*Skenario Moderat: 1. Penajaman berbagai proyek pemerintah shg PDB tumbuh dg perkiraan 6,71% (2012), 6,98 % (2013) dan 7,33% (2014) 2. Pengendalain inflasi dan harga komoditas secara longgar 5,5 persenSkenario Optimis : 1. Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui MP3EI shg PDB tumbuh 6,71% (2012), 7,30 (2013) dan 7,77% (2014) 2. Pengendalain inflasi dan harga komoditas secara ketat 4,5 persenTahunPersentase

    Chart1

    13.32010

    12.512.5

    11.711.2

    10.79.8

    9.98.4

    Moderat

    Optimis

    Sheet1

    ModeratOptimis

    201013.3

    201112.512.5

    201211.711.2

    201310.79.8

    20149.98.4

    To resize chart data range, drag lower right corner of range.

  • PENGANTARTARGET 2014 angka kemiskinan 8-10%; Perpres No 15 Tahun 2010: Pembentukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dipimpin langsung Wakil PresidenSalah satu prioritas TNP2K: perbaikan penargetan program perlindungan sosial (program klaster 1),merealisasikan sistem penargetan nasional, semua program klaster-1 menggunakan database yang sama (unifikasi) melalui PPLS2011

    *

  • PROGRAM KLUSTER IProgram Keluarga Harapan (PKH), Beras untuk masyarakat miskin (raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),Bantuan sosial untuk pengungsi/korban bencana,Bantuan untuk penyandang cacat, Bantuan untuk kelompok lansia, dan lain sebagainya.

    *

  • ..OLEH SEBAB ITU DIPERLUKAN PROGRAM ANTI-KEMISKINAN DAN PERLINDUNGAN SOSIALHampir setengah penduduk Indonesia rentan terhadap kemiskinan dan menghadapi banyak risiko (tingkat individu maupun komunitas) yang dapat membuat semakin miskin maupun jatuh miskinPertumbuhan ekonomi memang diperlukan tetapi tidak cukup, belanja untuk program perlindungan sosial bisa menjadi instrumen meningkatkan pertumbuhan ekonomiPerlindungan sosial yang mengandalkan keluarga (family-based social protection) telah memudar/melemah karena:Berubahnya struktur keluarga, kebiasaan kerja dan nilai-nilai budayaUrbanisasi Globalisasi (semakin terintegrasinya ekonomi lokal ke dalam ekonomi pasar nasional and internasional)

    *

  • TUJUAN PPLS 2011Menghasilkan data base tunggal Rumah Tangga dan Keluarga untuk sasaran pelbagai program bantuan dan perlindungan sosial:menurut nama dan alamat Kepala RTS/KS, mencakup 40 % kelompok masyarakat menengah bawah (masyarakat miskin dan rentan miskin), dengan persentase berbeda untuk setiap provinsi/ kabupaten/kota sesuai intensitas kemiskinan-memuat informasi eligibilitas program yang diluncurkan oleh K/L*

  • PPLS 2011: APA DAN BAGAIMANAData hasil PPLS 2011 akan menjadi data base penerima program bantuan dan perlindungan sosial, baik oleh K/L maupun pemerintah daerah: - BLSM, Raskin, Jamkesmas, PKH, program beasiswa dllPPLS 2011 mencakup 40% rumahtangga/keluarga dengan pengeluaran terendah nasional (miskin dan rentan miskin)Pemanfaatan data hasil SP2010 untuk menentukan individu rumahtangga yang tercakup [Povtar]Secara metodologi lebih mudah, mekanisme pendataan lapangan akan lebih nyaman*

  • TAHAPAN KEGIATAN PPLS 2011Penetapan Eligible rumah tangga yang akan didataPendataan rumah tangga sebagai rumah tangga sasaran (RTS)Pengolahan data dan verifikasi dataPenyiapan database RTS yang telah terurut secara ascending*

  • JADWAL PPLS 2011

    URAIAN KEGIATANJADWAL1Ujicoba instrumen ppls11Maret M2-Mei M22Finalisasi kuesioner dan buku pedomanApril M43Workshop intamaMei M34Pencetakan kuesioner dan pedomanMei M45Finalisasi pembuatan program pengolahanMei M26Pencetakan pedoman pengolahanMei M47Pelatihan teknis pimpinan BPS propinsiMei M48Pelatihan innas Pendataan/PengolahanJun Minggu 2-39Pelatihan Inda pendataanJuni M410Sosialisasi di tingkat pusat Juni M411Pelatihan petugas lapangan /pengolahan ppls 2011 (di kab/kota)Juli M1 M412Sosialisasi pemda tingkat Provinsi/kabupatenJuni M313Pencacahan RTS15 Juli - 14 Agustus 14Data entryJuli M3-Agustus M315Edit pasca komputerAgst M4 - Sept M316Kompilasi hasil pengolahan di pusatSept M4 - Okt M317Verifikasi lapangan/ Data entryOkt M4 - Nov M218Kompilasi hasil pengolahan verifikasi di pusatNov M3 - Des M119Penyiapan data hasil/perangkinganDes M 1 - Des M2

  • TAHAPAN PENETAPAN ELIGIBLE RTS*Prelisted RTS per SLSKAJIAN LITERATUR: Identifikasi variabel prediksi pendapatan DATASP 2010DATA SUSENAS 2008-2010Membangun model dan penetapan target RTS per kab/kota, kecamatan,desa, sls Replikasi model prediksi pendapatan dengan data sensusDATASP 2010Test dan seleksi modelRunning modelPrediksi pendapatan 1.6*GKSiap dipergunakan untuk Pendataan

  • TEST DAN SELEKSI MODEL(POVMAP)*

  • MODEL SPECIFICATION [ELBERS, LANJOUW AND LANJOUW (2001)]*.. (1).. (2)(Beta Model).. (3).. (4)(Alpha Model->A= )

  • KUOTA PPLS 2011 MENURUT PROVINSI*

    ProvinsiPerkiraan RTSPersentaseProvinsiPerkiraan RTSPersentase(1)(2)(3)(1)(2)(3)1. Aceh 585,175 54.9018. Nusa Tenggara Barat 768,124 61.372. Sumatera Utara 1,128,386 37.1619. Nusa Tenggara Timur 596,816 58.893. Sumatera Barat 454,622 39.5020. Kalimantan Barat 441,563 43.174. Riau 426,720 32.2121. Kalimantan Tengah 180,405 31.505. Jambi 247,450 32.2622. Kalimantan Selatan 273,623 28.066. Sumatera Selatan 840,885 46.4023. Kalimantan Timur 292,174 33.587. Bengkulu 189,475 43.8724. Sulawesi Utara 261,952 45.038. Lampung 971,356 50.3425. Sulawesi Tengah 294,617 47.519. Bangka Belitung 75,815 24.4126. Sulawesi Selatan 957,516 51.8410. Kepulauan Riau 104,187 23.6327. Sulawesi Tenggara 307,326 61.2911. DKI Jakarta 322,361 12.9828. Gorontalo 147,163 60.3712. Jawa Barat 4,392,737 38.2529. Sulawesi Barat 141,184 54.6313. Jawa Tengah 4,326,650 49.7230. Maluku 180,937 57.1614. D.I. Yogyakarta 486,612 47.0931. Maluku Utara 78,440 36.6215. Jawa Timur 4,860,675 47.9332. Papua Barat 104,521 62.4516. Banten 905,237 34.9433. Papua 481,3