kasus fm 2015 fix

Download Kasus Fm 2015 Fix

Post on 02-Oct-2015

11 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rheumatoid

TRANSCRIPT

  • Artritis Reumatoid

    Oleh:Kelompok 2Gunawan usmanBengi MuthmainnahNaili RahmiRika ZardiniReza Fahlevi

    Pembimbing:Dr. Azhari Gani, Sp.PD, KKV

  • LAPORAN KASUS

    IDENTITAS PENDERITANama: SamsiahUmur: 30 TahunAlamat : Gampong BaroJenis Kelamin: PerempuanPekerjaan: PenjahitStatus: MenikahAgama: IslamStatus Perkawinan: KawinSuku : Aceh BB: 50 kgTB: 158 cmIMT : 20,0 (Normal)Tanggal Kunjungan Rumah: 11 Maret 2015No. CM: 664/08

  • ANAMNESISNyeri Sendi pada tangan dan kakiKeluhan Utama

  • Pasien datang dengan keluhan nyeri sendi yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu dan memberat dalam seminggu terakhir. Nyeri diarasakan memberat pada saat pagi hari dan saat beraktifitas. Menurut pasien, nyeri berkurang jika pasien istirahat. Nyeri dirasakan di seluruh jari tangan dan kaki. Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluhkan saat nyeri timbul, jari-jari tangan terasa kaku dan sulit untuk digerakkan.

  • Pasien sebelumnya belum pernah menderita keluhan yang sama seperti ini. Pasien mempunyai riwayat hipetensi.Riwayat Penyakit DahuluDisangkalRiwayat Penyakit Keluarga

  • DisangkalRiwayat Penyakit Keluarga

  • Amlodipin 1x5mg tabRiwayat Penggunaan Obat

  • Pasien bekerja sebagai seorang penjahitRiwayat Kebiasaan SosialPasien tidak mengingat imunisasi apa saja yang sudah diberikanRiwayat Imunisasi

  • Pemeriksaan UmumKeadaan Umum : BaikKesadaran: Kompos MentisTekanan Darah: 150/90 mmHgNadi: 88 x/menitSuhu: 36,4 oCPernafasan: 20x/menitSTATUS INTERNUSa. KulitWarna: Kuning langsatTurgor: Cepat kembaliSianosis: (-)Ikterus: (-)Udema: (-)Anemia: (-)

  • KepalaRambut: Hitam, sukar dicabutWajah: Asimetris, edema (-), deformitas (-)Mata: Conjunctiva pucat (-/-), ikterik (-/-),sekret (-/-), RCL (+/+),RCTL (+/+), pupil isokorTelinga: Serumen (-/-)Hidung: Sekret (-/-), NCH (-/-)MulutBibir: Pucat (-), mukosa basah (+)Lidah: Tremor (-), hiperemis (-)Tonsil: Hiperemis (-/-) T1 T1Faring: Hiperemis (-)Caries: (-)LeherInspeksi: Simetris, retraksi (-)Palpasi: JVP (N) R-2cm H2O, Pembesaran KGB (-)

  • Thorax

  • JantungInspeksi: Ictus Cordis tidak terlihatPalpasi: Ictus Cordis tidak teraba, thrill (-)Perkusi: Batas-batas jantungAtas : Sela iga IIKiri: dua jari medial linea midclavikulaKanan : linea parasternal kananAuskultasi : BJ I > BJ II, HR : 88x/menit Genetalia: Tidak diperiksaAnus: Tidak diperiksaTulangBelakang: SimetrisKelenjarLimfe: Pembesaran KGB (-)

  • Diagnosis

    Diagnosis SementaraRheumatoid Arthritis + Hipertensi Stage I

  • Konfirmasi DiagnosisKonfirmasi diagnosis yang dapat mengarah kepada Rhumatoid Arthritis bisa didapatkan melalui subjektif maupun objektif yaitu sebagai berikut: Nyeri sendi pada seluruh jari tangan dan kakiNyeri dirasakan memberat pada pagi hari dan saat beraktifitas.Pada saat nyeri timbul, pasien sulit menggerakkan jari-jarinya.

  • Langkah BerikutnyaPada pasien ini berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik didiagnosa sementara dengan Rheumatoid Arthritis, maka langkah selanjutnya pada pasien ini adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium (Darah Rutin, Rheumatoid faktor, Asam urat, kolesterol, HLA, MDT dan lain-lain). Selanjutnya, pasien direncanakan untuk dilakukan pemeriksaan foto rontgen manus dan pedis.

  • Faktor Resiko pada Kasus iniJenis Kelamin ( perempuan lebih sering dibandingkan laki-laki)Riwayat Keluarga Perokok PasifImunitasAgen infeksi (Epstein-Bar virus dan Human Parvo Virus B19, Cytomegalovirus, Retrovirus, Mycobacteria)\

  • KomplikasiDeformitas pada anggota gerakPenyakit Jantung Rematik

  • Penatalaksanaan Komprehensif

    Rencana Pengobatan/ medikamentosaPemberian Steroid atau NSAIDPemberian AntasidAnjuran dan Edukasi/ non medikamentosaKonsumsi makanan bervariasi sesai dengan kebutuhan kalori tubuhKonsumsi makanan kaya akan omega 3, zat besi, kalsium, mineral dan multivitaminKonsumsi suplemen minyak ikanDan kenali makanan yang membuat serangan bertambah.

  • Pelayanan pendekatan Kedokteran Keluarga

    Pelayanan/pendekatan kedokteran keluarga adalah memberikan/ mewujudkan:Pelayanan yang holistik dan komprehensifPelayanan yang kontinuPelayanan yang mengutamakan pencegahanPelayanan yang koordinatif dan kolaboratifPenanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganyaPelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan tempat tinggalnyaPelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukumPelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertanggungjawabkanPelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu

  • A.Latar Belakangkarakteristiknya adalah peradangan yang menetap pada cairan sendi (sinovitis), biasanya menyerang area sekitar sendi dengan distribusi yang simetris

  • A.Latar BelakangPotensi dari inflamasi yang terjadi pada cairan sendi dapat menyebabkan kerusakan kartilago, erosi pada tulang, dan perubahan yang lebih lanjut pada integritas sendi sebagai tanda khas pada penyakit ini. Walaupun berpotensi merusak, artritis reumatoid cukup bervariasi

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa artritis reumatoid mengalami penurunan dalam hal frekuensi dan tingkat keberatannya. Sebagian besar, tanda dari artritis reumatoid adalah homogen, dan pola dari perubahan sendi dipengaruhi oleh lingkungan dan faktor genetik.

  • Prevalensi dari artritis reumatoid mendekati 0,8 % dari populasi (kisaran 0,3 - 2,1%), wanita terkena tiga kali lebih sering dibandingkan dengan laki-laki. Prevalensi penyakit ini meningkat dengan umur, dan jenis kelamin, perbedaannya dikurangi pada kelompok usia tua. Penyakit ini menyerang orang-orang di seluruh dunia dari berbagai suku bangsa. Onset dari penyakit ini sering pada dekade ke-empat dan ke-lima dari kehidupan.Artritis reumatoid merupakan penyakit yang jarang pada laki-laki dibawah umur 30 tahun. Insiden penyakit ini memuncak pada umur 60-70 tahun. Pada wanita, prevalensi penyakit ini meningkat dari pertengahan abad ke-20 dan konstan pada level umur 45-65 tahun dengan masa puncak 65-75 tahunFaktor resiko genetik tidak sepenuhnya dihitung pada insiden terjadinya artritis reumatoid, hanya menyatakan bahwa faktor lingkungan juga berperan penting pada penyebab dari penyakit ini.

  • TINJAUAN PUSTAKA

  • DefinisiPenyakit peradangan sendi kronis terutama menyerang sendi-sendi kecil dan bilateral.

  • EtiologiPenyebab artritis reumatoid masih belum diketahui. Dikatakan bahwa artritis reumatoid mungkin merupakan manifestasi dari respon terhadap agen infeksius pada orang-orang yang rentan secara genetik.

    Walupun etiologi dari artritis reumatoid belum diketahui, namun nampaknya multifaktorial. Terdapat kerentanan genetik yang jelas, dan penelitian pada orang kembar mengindikasikan indeks sekitar 15-20%. Sebanyak 70% dari pasien artrirtis reumatoid ditemukan human leucocyte antigen-DR4 (HLA-DR4), sedangkan faktor lingkungan seperti merokok dan agen infeksius dikatakan memiliki peranan penting pada etiologi, namun kontribusinya sampai saat ini belum terdefinisikan

  • Gambar 1 : Gambaran skematik dari sendi sinvial. (1) periosteum, (2) lapisan fibrous terluar dari kapsul, (3) lapisan sinovial bagian dalam dari kapsul, (4) lemak dan jaringan lunak longgar, (5) celah artikular, (6) kartilago, (7) tulang, (8) bare area. [dikutip dari kepustakaan 5]

  • Artritis reumatoid adalah proses inflamasi kompleks yang merupakan hasil reaksi dari berbagai populasi sel imun dengan aktivasi dan proliferasi dari fibroblas sinovial. Respon inflamasi ini menyerang cairan sinovial pada persendian, bursa dan tendon, serta jaringan lain di seluruh tubuhPatofisiologi

  • KriteriaDefinisi Kekakuan pagi hariKekakuan pagi hari pada sendi atau disekitar sendi, lamanya setidaknya 1 jamArtritis pada tiga atau lebih area sendiSetidaknya tiga area sendi secara bersama-sama dengan peradangan pada jaringan lunak atau cairan sendi. 14 kemungkinan area yang terkena, kanan maupun kiri proksimal interfalangs (PIP), metakarpofalangs (MCP), pergelangan tangan, siku, lutut, pergelangan kaki, dan sendi metatarsofalangs (MTP) Artritis pada sendi tanganSetidaknya satu sendi bengkak pada pergelangan tangan, sendi MCP atau sendi PIPArtritis simetrisSecara bersama-sama terjadi pada area sendi yang sama pada kedua bagian tubuh Nodul-nodul reumatoidAdanya nodul subkutaneus melewati tulang atau permukaan regio ekstensor atau regio juksta-artikular Serum faktor reumatoidMenunjukkan adanya jumlah abnormal pada serum faktor reumatoid dengan berbagai metode yang mana hasilnya positif jika < 5% pada subyek kontrol yang normalPerubahan radiografikPerubahan radiografik tipikal pada artritis reumatoid pada radiografik tangan dan pergelangan tangan posteroanterior, dimana termasuk erosi atau dekalsifikasi terlokalisasi yang tegas pada tulang.Untuk klasifikasi, pasien dikatakan menderita atrtritis reumatoid jika pasien memenuhi setidaknya 4 dari 7 kriteria diatas. Kriteria 1 - 4 harus sudah berlangsung sekurang-kurangnya 6 minggu. Pasien dengan dua diagnosis klinis, tidak dikeluarkan pada kriteria ini.

  • Pemeriksaan Fisik

    penilaian standar untuk peradangan pada sendi,kelemahan dan keterbatasan gerak pada pemeriksaan fisis juga menunjukkan adanya gejala-gejala ekstra-artikular seperti skleritis, nodul-nodul, garukan perikardial, efusi pleura, splenomegali, dan ulkus kulit pada ekstremitas bawah

  • Pemeriksaan Radiologi

    Pemeriksaan Radiologi Artritis erosif yang mengenai tulang karpal dan sendi metakarpofalangs.

  • : A. Perubahan erosif pada ulna dan distal radius. B. Erosi komplit pada pergelangan tangan. [

  • Diagnosis BandingGout Artritis

    Osteoartritis

  • Perbandingan artritis reumatoid dengan diagnosa banding berdas