karsinoma tiroid

Download KARSINOMA TIROID

Post on 24-Apr-2015

155 views

Category:

Documents

20 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat

TRANSCRIPT

KARSINOMA TIROIDIda Ayu Nova Anggarita, Yulius P. Tandi, H. Hasanuddin

I.

PENDAHULUAN Kanker tiroid merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada kelenjar endokrin insidensnya sekitar 1% dari seluruh keganasan. Sekitar 90% kanker tiroid adalah tipe well-differentiated. Welldifferentiated thyroid cancer (WDT) carcinoma mempunyai perjalanan penyakit yang lambat dan prognosisnya sangat baik,sedang

undifferentiated thyroid cancer atau kanker tiroid tipe anaplastik mempunyai sifat yang sangat agresif, tumbuh cepat dan prognosisnya sangat jelek. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis yang teliti dan pastikan dengan pemeriksaan fine needle aspiration baik dengan atau tanpa bantuan USG. Tujuan utama dari penanganan kanker tiroid adalah memperkecil resiko rekurensi dan metastasis jauh, sehingga bisa menurunkan angka morbiditas dan mortalitas penderita. Banyak kombinasi modalitas terapi yang bisa digunakan untuk penanganan penderita kanker tiroid diantaranya adalah tiroidektomi, ablasi tiroid dengan iodine radioaktif, supresi thyrotropin dan radiasi eksternal. Pasien kanker tiroid ( PTC dan FTC) yang telah dilakukan total tiroidektomi dan ablasi tiroid dengan I131

perlu dilakukan follow-up dengan mengukur kadar

thyroglobulin (Tg) secara periodik dan dilakukan I131 diagnostik Whole Body Scan ( dxWBS) sampai remisi komplit tercapai.Prognosis penderita kanker tiroid (WDT) sangat baik dengan survival >90% namun demikian ada sepertiga dari penderita ini dapat mengalami rekurensi. [1] Karsinoma tiroid umumnya bermanifestasi klinis berupa, nodul tiroid soliter yang teraba dan tidak nyeri. Pasien maupun pemeriksa biasanya menemukan nodul ini dalam palpasi rutin leher. Nodul tiroid

1

teraba ditemukan pada sekitar 4-7% populasi umum, dan rata-rata merepresentasikan penyakit benigna. High-resolution-ultrasonography dilaporkan menggambarkan nodul tiroid dalam 19-67% pada orang yang dipilih secara acak. Diperkirakan 5-10% nodul tiroid soliter adalah kanker. Nodul yang teraba maupun yang tidak teraba yang memiliki ukuran sama , sama-sama beresiko mengalami kanker. [3]

Nodul tiroid maligna biasanya tidak nyeri. Nyeri tiba-tiba lebih sering diasosiasikan dengan penyakit-penyakit benigna, seperti kista benigna hemoragik atau viral tiroiditis sub-akut, daripada maligna. [3] Suara serak yang muncul dapat diperkirakan sebagai adanya paralisis syaraf laring dan lipatan suara (pita suara). Sedangkan , disfagia menandakan penekanan traktus digestivus. Sensitivitas panas dan palpitasi menandakan nodul yang bekerja otonom. [3] Karsinoma medulla dapat terjadi sebagai bagian dari multiple endocrine neoplasia (MEN) sindrom 2A atau 2B, sebagaimana sindrom familial MTC (FMTC). Pasien dengan riwayat keluarga kanker tiroid harus dievaluasi sebab terdapat kemungkinan menderita penyakit diatas. [3]

II.

EPIDEMIOLOGI Kanker tiroid relatif jarang terjadi di Amerika Serikat setiap tahun di Amerika ditemukan 30.000 kasus, dengan insidens sekitar 5 per 100.000 dan angka kematian sebesar 0,4 per 100.0009. Kanker tiroid merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada kelenjar endokrin, meskipun penyakit tiroid jinak relatif jamak dijumpai. Meskipun pasien dengan kanker tiroid umumnya memiliki prognosis yang baik dibandingkan dengan pasien dengan tumor solid lainnya, diperkirakan sekitar 1.200 pasien meninggal karena kanker tiroid di

2

Amerika Serikat pada tahun 1998. Pasien kontemporer dengan kanker tiroid memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli endokrinologi , seorang ahli bedah tiroid,seorang ahli radiologi , dan terkada ahli onkologi medikal dan radiasi.[3]

Sekitar 1 % kanker tiroid berhasil terdiagnosa setiap tahunnya. Sekitar 23.500-30.000 kasus kanker tiroid berhasil didiagnosis tiap tahunnya di amerika serikat dengan insidens sekitar 5 per 100.000. Angka kematian sebesar 0,4 per 100.0009. Kanker tiroid merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada kelenjar

endokrin[dokterdaniel journal] .Insidensi kanker tiroid tiga kali lebih tinggi pada wanita daripada pria. Insiden penyakit ini memuncak pada decade ketiga atau keempat kehidupan manusia. [3] Kanker tiroid dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Non Medullary Thyroid Cancer (90%) yang berasal dari sel epitel dan Medullary Thyroid Cancer [< 5%] [3] Kanker primer tiroid yang paling sering ditemukan adalah PTC (papillary thyroid cancer) dan FTC (follicular thyroid cancer) , sedang Medullary dan Anaplastic cancer jarang ditemukan. Tumor metastasis pada tiroid sangat jarang, biasanya merupakan metastasis dari karsinoma sel ginjal, kanker payudara, kanker endoserviks, dan kanker paru. Tiroglobulin dan Calcitonin dapat digunakan untuk membedakan tumor primer dan sekunder pada tiroid[3]. Kanker tiroid tipe medullary, anaplastic dan metastasis mempunyai tingkat kematian yang tinggi, sedang kanker tiroid tipe differentiated kurang agresif. Anaplastic Thyroid Carcinoma (ATC) merupakan salah satu tumor solid yang paling agresif dengan prognosis yang sangat jelek, dengan median survival sekitar 4 sampai 12 bulan. Sering ditemukan ada metastasis kelenjar, saat diagnosis ditegakkan 50% sudah ada metastasis. Insidens ATC 2 kali lebih banyak pada

3

daerah endemic goiter. Secara mikroskopis ATC terdiri dari 3 tipe yaitu : spindle cell (53%), giant cell (50%) dan sguamoid (19%) dan ketiga jenis ini mempunyai prognosis yang sama. [1] III. ANATOMI Bentuk dan lokasi Tiroid adalahkelenjar yang berkonsistensi lembut, berwarna merah coklat, berbentuk H, terbentuk dari 2 lobus lateral , kiri dan kanan, dan bagian ismus. Sekitar separuh dapat ditemukan lobus piramit, umumnya muncul dari isthmus. Lobus lateral terletak di kedua sisi dari laring dan trakea, kutub atasnya umumnya setinggi margo superior kartilago krikoideus, kutub bawahnya umumnya setinggi antara cincin tulang rawan ke-4 dan ke-5 trakea, ismus umumnya terletak di depan cincin tulang rawan ke-2 dan ke-4 trakea. Di dorsal lobus lateral kelenjar tiroid terletak kelenjar paratiroid yang memproduksi hormon yang berfungsi penting mengatur metabolism kalsium dan fosfat. Sisi medial berbatasan dengan laring, trakea, faring , esophagus. Arteri tiroidea inferior dan nervus laringeus rekuren berjalan bersama di sisi medial lobus lateral. [5]

4

ganti gambarnya yang besar dan jelas tulisannya keterangannya tempatkan dekat gambarnyagambar I : kelenjar thyoid, glandula thyroidea dan tenggorok , larynx (dikutip dari atlas anatomy sobotta)[9]

Kapsul kelenjar tiroid Kelenjar tiroid memiliki 2 lapis kapsul yaitu yang sejati dan yang semu, kapsul sejati langsung melekat pada permukaan parenkim kelenjar serta mengeluarkan banyak septula kedalam parenkim kelenjar , hingga kelenjar tiroid terbagi menjadi banyak lobuli. Kapsul semu disebut juga kapsul luar, merupakan ekstensi dari fasia pretrakea. Kapsul semu menyatukan badan kelenjar ke laring dan trakea, sehingga kelenjar tiroid dan tumor di dalamnya dapat bergerak turun naik sesuai gerakan menelan. Antara kapsul sejati dan semu terdapat celah tiroid, di dalamnya terdapat jaringan penunjang longgar. [7]

Pembuluh darah tiroid Tiroid memiliki pasokan darah yang kaya terutama dari arteri tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior, kadang kala terdapat arteri tiroidea ima. A. tiroidea superior umumnya berasal dari bagian pangkal arteri

5

karotis eksterna, juga dapat berasal dari bifurkasio arteri karotis komunis. Arteri tersebut kemudian bersama nervus laringeus superior ramus eksterna berjalan ke kutub superior lobus lateral tiroid bercabang menjadi ramus anterior dan posterior masuk ke dalam badan kelenjar. Arteri tiroidea inferior berasal dari aksis tiroid , melalui posterior sarung arteri karotis menuju posterolateral lobus lateral tiroid di situ terbagi menjadi ramus superior dan inferior masuk ke kelenjar tiroid. Sekitar 10% manusia memiliki arteri tiroidea ima, umumnya berasal dari aksis sefalobrakialis, melalui anterior trakea menuju ke atas, tersebar di sekitar ismus. Vena tiroid membentuk jaringan di dalam badan kelenjar, lalu berkumpul menjadi vena tiroidea superior , media dan inferior. Vena tiroidea superior berjalan sepanjang sisi lateral arteri tiroidea superior ke atas , bermuara ke vena jugularis interna. Vena tiroidea media berjalan melintang masuk ke vena jugularis interna, kadang kala tidak ada vena tiroidea inferior biasanya masuk ke vena sefalobrakialis. Vena tiroidea inferior bilateral sering membetuk pleksus vena di anterior segmen servikal trakea.[7]

Drainase limfatik tiroid Pembuluh limfe tiroid berasal dari seputar folikel tiroid, di dalam korpus kelenjar membentuk jaringan limfatik yang subur, menuju kelenjar limfe anterior trakea , pre-laring dan paratrakea, lalu ke untaian kelenjar limfe vena jugularis interna (kelenjar limfe profunda lateral leher), sebagian kecil saluran limfe dapat langsung bermuara ke duktus torakikus atau kelenjar limfe supraklavikular. [7]

6

gambar 2 : kelenjar thyroid (gambar dikutip dari : netter atlas of physiology hal. 168)

gambar 3 : kelenjar thyroid, limfatik dari kelenjari tiroid (gambar dikutip dari : radiology oncology management decision)

7

Folikel adalah unit fungsional kelenjar tiroid. Setiap folikel ditutup sebuah lapisan sel-sel folikular epitel tunggal, yang membungkus suatu rongga sentral. Epitelium folikular berbentuk kolumnar jika distimulasi TSH dan berbentuk kuboidal jika kelenjar tidak aktif. [8]

Rongga folikel berisi koloid,yang tersusun terutama dari protein globular tiroglobulin. Tiroglobulin adalah bentuk cadangan hormon tiroid.dan juga berfungsi dalam sintesis hormon tiroid.

Sel parafolikular yang jumlahnya sedikit (sel C), yang mensekresi kalsitonin , terdapat dalam ruang interfolikular dan di antara sel-sel folikel. Kalsitonin menurunkan konsentrasi kals