karsinoma tiroid -dee-

Download KARSINOMA TIROID -DEE-

Post on 02-Jul-2015

1.240 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LEMBAR PERSETUJUAN Nama NIM : : Dian Puteri Pratami 030.06.068 KARSINOMA TIROID

Judul Presentasi Kasus :

Telah diterima dan disetujui oleh pembimbing, sebagai syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik ilmu bedah di RSUP Fatmawati periode 3 januari 20011 12maret 2011, pada : Hari................................tanggal........................................................

Jakarta, februari 2011

( Dr. Enos H. Siburian, Sp.B(K)ONK )

1

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah di RSUP Fatmawati Jakarta, dengan judul karsinoma Tiroid tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dr. Enos Siburian, SpB(K)Onk atas bimbingannya, serta kepada seluruh staf pengajar bedah yang telah bersedia memberikan kesempatan dan waktunya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Penulis sadar dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya agar makalah ini dapat menjadi lebih baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya

Jakarta, februari 2011

Penyusun

2

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN....................................................................................1 KATA PENGANTAR.............................................................................................2 DAFTAR ISI............................................................................................................3 BAB I BAB II PENDAHULUAN ...................................................................................4 ILUSTRASI KASUS..............................................................................6

BAB III TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... DAFTAR PUSTAKA28

3

BAB I PENDAHULUAN Setiap tahunnya, sekurang-kurangnya ada 37000 kasus baru dari karsinoma tiroid di Amerika serikat, menurut National Cancer Institute. Perempuan lebih beresiko untuk terkena kanker ini dengan rasio 3:1. Kanker dapat terjadi pada umur berapapun walaupun umumnya pada usia 30an, dan akan semakin parah gejalanya pada pasien usia tua. Umumnya, pasien dengan nodul tiroid tidak menimbulkan gejala klinis, yang perlu di ingat adalah 99% nodul tiroid adalah bukan kanker. Tetapi ketika seseorang telah terkena karsinoma tiroid perlu dicurigai berawal dari nodul tiroidnya.( anonimous, 2010. Thyroid cancer. [accessed 20th January 2011] Available from : http://www.endocrineweb.com/conditions/thyroid-cancer/thyroid-cancer . 2010) Tumor tiroid merupakan penyakit yang sering ditemukan, pada umumnya berupa tumor jinak, sebagian kecil berupa karsinoma, jarang sekali dijumpai sarkoma. Kesulitan terbesar dalam menangani nodul tiroid adalah dalam memastikan ada tidaknya karsinoma di dalamnya. Ada yang telah mengumpulkan data sampel tiroid dari hasil otopsi 1116 kasus dari Jepang, Kanada, Polandia, Kolombia dan Hawaii, ditemukan adanya kanker tersembunyi pada 5,6-28,4% kasus, yang tertinggi di Jepang. (emedicine.2010 A review of thyroid cancer. [accessed 20th January 2011] Available from : http://www.emedicine.com) Karsinoma tiroid berasal dari sel kelenjar tiroid. Karsinoma tiroid terjadi ketika selsel tiroid mengalami mutasi yang menyebabkan peningkatan pembelahan dan pertumbuhan secara abnormal disertai penurunan kemampuan untuk apoptosis. Peningkatan sel tiroid yang abnormal ini membentuk tumor. Sel abnormal kelenjar tiroid ini dapat menyerbu jaringan sekitarnya serta dapat menyebar ke tubuh lain di luar daerah leher. Penyebab karsinoma tiroid tidak diketahui secara pasti. Pada stadium awal, karsinoma tiroid tidak menimbulkan gejala dan tanda pada penderita. Bila karsinoma tiroid berkembang maka akan menyebabkan benjolan yang dapat dirasakan pada kulit leher, perubahan suara

4

yang menjadi lebih serak, sulit menelan, pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, serta rasa sakit pada kerongkongan dan leher. (Mayoclinic,2010. Thyroid Cancer. [accessed 20th January 2011] Available from: 4 cm dengan konsisitensi keras dan tidak bisa digerakkan dari dasarnya, raba ada tidaknya pembesaran KGB regional secara lengkap, cari juga ada tidaknya benjolan pada calvaria, tulang belakang, clavicula, sternum serta tempat metastasis lainnya di paru, hati, ginjal, dan otak. (endokrin web. 2010. Thyroid cancer physical examination .[accessed january 24] .available form http://www.endocrineweb.com/conditions/thyroidcancer/thyroid-cancer) Tidak semua pemeriksaan fisik ditemukan pada pasien sesuai dengan literartur, didapatkan hasil : Teraba massa di regio colli anterior sinistra42

dengan ukuran 3 x 2 cm, bentuk bulat, batas tegas, konsistensi kenyal, permukaan licin, tidak mobile, melekat pada dasar jaringan sekitar. Teraba massa di regio colli anterior dextra dengan ukuran 5x3 cm , bentuk agak lonjong, batas tegas, konsistensi kenyal, permukaan licin, tidak mobile, melekat pada dasar jaringan sekitar. Benjolan ikut bergerak saat pasien menelan. Teraba pembesaran kelenjar getah bening anterior cervical bilateral. Beberapa bagian di kepala teraba lebih lunak, dari hasil pemeriksaan CT scan menunjukan multiple mieloma yang mungkin merupakan metastasis dari kanker tiroidnya. Klinis benjolan serta gejalagejalanya mirip dengan struma nodosa non toxic, oleh karena itu di lakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis.

Pemeriksaan penunjang FNAB (fine-needle aspiration biopsy) adalah pemeriksaan yang paling penting untuk mengevaluasi nodul pada tiroid. Pemeriksaan laboratorium kadar T4/FT4 total di dalam serum adalah refleksi tepat untuk fungsi kelenjar tiroid. Pencitraan seperti Sintigrafi Tiroid cara ini berguna untuk menentukan apakah nodul dalam kelenjar tiroid bersifat hiperfungsi (nodul panas = hot nodule), hipofungsi (nodul dingin = cold nodule), dan normal (nodul hangat = warm nodule). Kemungkinan keganasan ternyata lebih besar pada nodul dingin meskipun karsinoma tiroid dapat ditemukan juga pada nodul hangat dan nodul panas. USG tiroid dapat menentukan bentuk, ukuran dan jumlah nodul tiroid, dan yang lebih penting menentukan sifatnya kistik atau padat. Jika sifatnya padat, soliter, permukaan tidak rata harus diwaspadai kemungkinan karsinoma tipe folikular. X-ray, CT-Scan dan MRI digunakan untuk mengevaluasi jaringan lunak yang besar dan dicurigai massa yang terdapat pada leher, trakea atau esofagus dan untuk melihat adanya metastase ke kelenjar limfa di servikal serta metastase ke luar daerah leher seperti paru dan tulang.( Sjamsuhidajat R, de Jong W, 2005). Pada pasien tidak dilakukan FNAB, karena curiga ke arah ganas maka pengambilan sample untuk diagnose histopatologi didapat dari VC saat subtotal tiroidektomi. Hasil mikroskopis maupun makroskopis menunjukan karsinoma tiroid,42

tetapi tidak di paparkan jenis karsinomanya. Pada USG tiroid didapatkan massa tiroid multinodosa pada kedua tiroid, kalsifikasi kasar pada tiroid kanan suspek maligna dan limfadenopati colli bilateral ec metastasis. CT scan thorax terlihat pembesaran multiple KGB intratorakal. Destruksi scapula kanan inferior dan klavicula kiri distal costae 6 , metastasis. Rontgen cranium kesan multiple myeloma. Sebagian besar menunjukan malignansi dan metastasis. Dari metastasis ke kelenjar getah bening baik leher maupun intratorakal dapat ditarik kesimpulan karsinoma tiroid ini adalah type folikuler.

Diagnosis Karsinoma tiroid type papiler T3N1bM1. Karsinoma papiler adalah keganasan tiroid yang paling sering, sekitar 80%. Wanita yang berumur 34-40 tahun tiga kali lebih sering terkena daripada pria. Tumor ini bermetastasis secara limfogen, jarang secara hematogen tetapi pada 10% kasus terdapat pula metastasis jauh. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian lateral yaitu grup juguler, tumor primernya justru tidak menimbulkan keluhan. T3 tumor sebesar