karakteristik syi'ir

Download Karakteristik Syi'ir

Post on 20-Jan-2017

214 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    TUJUAN

    Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan definisi

    ilmu ardh dan qawfi, tokohnya, latar belakang munculnya, objek pembahasannya,

    manfaat mempelajarinya dan tujuannya.

    BAHASAN

    A. Definisi Ilmu Ardh dan Qawf

    Kata ardh menurut etimologi berasal dari kata ridhah yang berarti

    melintang/ menghalang; yaitu kayu yang melintang di dalam rumah. Menurut

    istilah, ilmu ardh didefinisikan sebagai berikut: .

    Ilmu ardh adalah ilmu yang membahas pola-pola syiir Arab untuk mengetahui wazan yang benar dan yang salah.

    Kata qawfi adalah jamak dari qfiyah yang menurut etimilogi berarti di

    belakang leher. Menurut istilah, ilmu qawfi didefinisikan sebagai berikut:

    .

    Ilmu qawfi adalah ilmu yang membahas ujung kata di dalam bait syiir yang terdiri dari huruf akhir yang mati di ujung bait sampai dengan huruf hidup sebelum huruf mati.

    Pembahasannya meliputi nama-nama huruf, nama-nama harakah, nama-nama

    qfiyah dan noda-nodanya.

    B. Tokoh Ilmu Ardh dan Qawf

    Peletak batu pertama ilmu ardh dan qawf adalah al-Khall bin Ahmad al-

    Farhd al-Azd al-Bashr Syekh Sbaweh. Ia dilahirkan di Basrah pada tahun 100

    H dan meninggal di sana pada tahun 170 H.

    C. Latar Belakang Ilmu Ardh dan Qawf

    Latar belakang munculnya ilmu ardh dan qawf dilukiskan dalam syiir

    berikut:

  • 2

    #

    #

    #

    Ilmunya al-Khall (semoga rahmat Allah selalu diberikan kepadanya), penyebabnya adalah dukungan masyarakat terhadap Sbaweh. Maka al-Imam pun pergi bersai ke masjid al-Haram, memohon limpahan karunia dari penguasa al-Bait. Ilmu ardh menjadi tambahan ilmunya. Ilmu ini pun tersebar dan diterima di kalangan masyarakat.

    D. Objek Pembahasan Ilmu Ardh dan Qawf

    Objek pembahasa ilmu ardh dan qawf adalah syiir Arab dari segi

    wazannya dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya, baik perubahan

    yang diperbolehkan ataupun yang terlarang.

    E. Manfaat Ilmu Ardh dan Qawf

    Ilmu ardh dan qawf sangat bermanfaat dipelajari oleh para pecinta dan

    pembelajar bahasa Arab, terutama mereka yang mendalami ajaran Islam dengan

    menggali Alquran dan al-Sunnah, yaitu untuk menambah keyakinan bahwa

    Alquran bukanlah syiir dan demikian pula hadis Nabi Muhammad saw. Adapun

    secara khusus, manfaatnya ialah:

    - Dapat membedakan syiir dengan natsar.

    - Dapat menghindari campur aduknya bahar-bahar syiir satu sama lain.

    - Dapat menghindari kejanggalan wazan dengan perubahan yang terlarang.

    - Dapat membedakan wazan-wazan yang benar dengan yang salah.

    F. Tujuan Ilmu Ardh dan Qawf

    Tujuan mempelajari ilmu ardh dan qawfi adalah untuk mengetahui wazan-

    wazan syiir yang benar dan yang salah. RANGKUMAN

    1. Ilmu ardh membahas pola-pola syiir Arab untuk mengetahui wazan yang benar

    dan yang salah.

    2. Ilmu qawfi membahas ujung kata di dalam bait syiir yang terdiri dari huruf akhir

    yang mati di ujung bait sampai dengan huruf hidup sebelum huruf mati.

  • 3

    TUGAS TERSTRUKTUR

    1. Carilah definisi-definisi lain untuk ardh dan qawfi, lalu jelaskan sesuai dengan

    pemahaman anda!

    BAB II

    KHATH ARDH

    TUJUAN

    Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan macam-

    macam khath Arab dan keistimewaan khath ardh.

    BAHASAN

    A. Macam-macam Khath Arab

    Khath Arab terbagi 3 macam, yaitu khath Imli, khath Utsmni dan khath

    Ardh. Khath imli disebut juga dengan khath qiysi, yaitu tulisan umumnya

    bahasa Arab yang sesuai dengan kaidah iml, yang terdiri dari khath Nasakhi,

    khath Riqi, khath Tsulutsi, khath Diwni, khath Frisi dan khath Kfi. Perbedaan

    di antara macam-macam khath ini terletak pada bentuk tulisannya semata.

    Adapun bentuk-bentuk khath Imli adalah sebagai berikut:

    1. Contoh khath Nasakhi

    2. Contoh khath Riqi

  • 4

    3. Contoh khath Tsulutsi

    4. Contoh khath Diwni

    5. Contoh khath Frisi

    6. Contoh khath Kfi

    Khath Utsmni ialah tulisan Arab yang digunakan untuk menulis Alquran di

    dalam mushhaf. Perbedaannya dengan khath Imli bukan dari segi bentuk huruf,

    tetapi dari segi isi huruf, seperti huruf alif yang digunakan untuk memanjangkan

    bunyi dalam khath Imli ditulis dengan harakah berdiri dalam khath Utsmni

    (kata yang ditulis dalam khath Imli ditulis dalam khath Utsmni jadi

    Huruf alif dalam khath imli berubah menjadi wawu dalam khath .(

    Utsmni ( jadi , jadi )

    Khath Ardh adalah tulisan Arab yang digunakan dalam membentuk

    wazan syiir supaya sesuai dengan tafilah-nya.

    B. Khath Ardh

    Huruf yang ditulis dalam khath Ardh adalah semua bunyi yang

    diucapkan, sekalipun bunyi itu tidak tertulis dalam khath Imli, sedangkan yang

    tak terucapkan, maka tidak ditulis dalam khath Ardh, sekalipun tertulis dalam

    khath Imli.

    Di antara huruf yang ditulis secara khath Ardh walaupun tidak ada

    dalam khath Imli adalah:

    - Alif pada kata Lkin ( ) ditulis secara khath Ardh ( ),

    - Alif pada kata-kata ( , dan ) ditulis secara khath Ardh menjadi

    ( , , )

  • 5

    - Tanwin dalam khath Imli baik tanwin fathah, tanwin kasrah dan tanwin

    dhammah, ditulis secara khath Ardhi menjadi nun, seperti penulisan ( )

    menjadi ( ).

    - Huruf yang ada di ujung Bait yang dibaca panjang (musyba) jika yang

    dipanjangkannya harkah fathah, maka khath Ardh-nya dituliskan huruf alif,

    seperti ( ) menjadi ( ) jika yang dipanjangkannya harkah kasrah,

    maka dituliskan huruf ya seperti ( ) menjadi ( ) Dan jika yang

    dipanjangkannya harkah dhammah, maka dituliskan huruf wawu, seperti ( )

    menjadi ( )

    - Huruf yang ber-tasydd dalam khath Ardh menjadi dua huruf, yang pertama

    mati dan yang kedua hidup, seperti ( ) menjadi ( ), ( ) menjadi (

    ), dan termasuk dalam kategori ini adalah alif lm syamsiyah seperti huruf sn

    pada kata ( ) menjadi ( )

    - Wawu yang dibaca panjang pada nama-nama seperti ( ) dan ( ditulis

    secara khath ardh menjadi ( ) dan ( ).

    Dan di antara huruf yang tidak ditulis dalam khath ardh walaupun ada

    dalam khath imli adalah:

    - Hamzah washal yang terdapat di tengah kalimat, seperti ( ) ditulis dengan

    khath ardh ( )

    - Alif pada alif lm qamariyah seperti ( ) ditulis dengan khath ardh (

    - Alif pada alif lam syamsiyah seperti ( ditulis dengan khath ardh (

    )

    - Huruf-huruf mad baik alif, ya atau wawu apabila bertemu dengan huruf mati

    seperti alif pada kata ( ) ditulis dengan khath ardh menjadi (

  • 6

    ) ya pada kata ,( ) ditulis secara khath Ardh menjadi (

    ) dan wawu pada kata ( ) ditulis dengan khath ardh menjadi (

    ). Dan termasuk ke dalam kategori ini adalah alif Maqshr dan ya

    manqush yang keduanya tidak bertanwin dan menghadapi huruf mati seperti (

    ditulis ( dan ( ( ) ditulis dengan khath ardh menjadi (

    dengan khath ardh menjadi ( ).

    RANGKUMAN

    1. Khath Arab terbagi 3 macam, yaitu khath Imli, khath Utsmni dan khath Ardh.

    2. Khath Ardh melahirkan semua bunyi yang diucapkan, sekalipun tidak tertulis

    dalam khath Imli.

    TUGAS TERSTRUKTUR

    1. Jelaskan perbedaan khath Imli dengan khath Utsmni dan khath Ardh!

    BAB III

    WAZAN DAN TAFIL

    TUJUAN

    Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan wazan

    dan tafil.

    BAHASAN

    A. Wazan

    Wazan adalah kumpulan dari untaian nada yang harmonis bagi kalimat-

    kalimat yang tersusun dari satuan-satuan bunyi tertentu yang meliputi harakah

    (huruf hidup) dan sakanah (huruf mati) yang melahirkan tafilah-tafilah dan

    bahar syiir.

    Para ahli ilmu ardh bersepakat bahwa wazan syiir itu berupa lafazh-lafazh

    yang diramu dari sepuluh huruf, yaitu lm, mm, ain, ta, sn, ya, waw, fa, nn, dan

    alif. Kesepuluh huruf itu dikumpulkan dalam kalimat: .

  • 7

    B. Tafil

    Kesepuluh huruf di atas melahirkan 3 macam satuan bunyi, yaitu sabab,

    watad dan fshilah. Sabab terdiri dari 2 macam, yaitu sabab khaff dan sabab

    tsaql. Watad terdiri dari 2 macam, yaitu watad majm dan watad mafrq.

    Fshilah juga terdiri dari 2 macam, yaitu fshilah shughr dan fshilah kubr,

    sehingga jumlahnya menjadi enam macam satuan bunyi, yaitu:

    1. Sabab Khaff, ialah satuan bunyi dua huruf yang terdiri dari huruf hidup (yang

    pertama) dan huruf mati (yang kedua). Contoh : , , , , , .

    Contoh kata : , , , , . 2. Sabab tsaql, ialah satuan bunyi dua huruf yang terdiri dari huruf hidup dan

    huruf hidup.

    Contoh seperti : , . Contoh dalam kata: , , , ,

    3. Watad majm, ialah satuan bunyi tiga huruf yang terdiri dari dua huruf hidup

    (yang pertama dan yang kedua) dan satu huruf mati (yang ketiga).

    Contoh seperti : , , , .

    Contoh dalam kata : , , ,

    4. Watad mafrq, ialah satuan bunyi tiga huruf yang terdiri dari huruf hidup (yang

    pertama), huruf mati (yang kedua) dan huruf hidup lagi (yang ketiga)

    Contoh seperti : , , .

    Contoh dalam kata : , , .

    5. Fshilah shughr, ialah satuan bunyi empat huruf yang terdiri dari tiga huruf

    hidup (yang pertama, kedua dan ketiga) dan satu huruf mati (yang keempat).

    Contoh seperti : , . Contoh dala