kajian perubahan penggunaan lahan untuk .penataan pola ruang kawasan ... untuk menyusun arahan...

Download KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK .Penataan Pola Ruang Kawasan ... untuk menyusun arahan kebijakan

Post on 11-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN

UNTUK ARAHAN PENATAAN POLA RUANG KAWASAN

HUTAN PRODUKSI GEDONG WANI PROVINSI LAMPUNG

ARIYADI AGUSTIONO

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis berjudul Kajian Perubahan

Penggunaan Lahan Untuk Arahan Penataan Pola Ruang Kawasan Hutan Produksi

Gedong Wani Provinsi Lampung adalah benar karya saya dengan arahan dari

komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan

tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang

diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks

dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, Maret 2014

ARIYADI AGUSTIONO

NIM A156120354

RINGKASAN

ARIYADI AGUSTIONO. Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Arahan

Penataan Pola Ruang Kawasan Hutan Produksi Gedong Wani Provinsi Lampung.

Dibimbing oleh SANTUN R.P SITORUS dan HARIADI KARTODIHARDJO.

Berdasarkan UU No 41/1999 tentang kehutanan, fungsi utama hutan

produksi adalah memproduksi hasil hutan, baik kayu, non kayu maupun jasa lingkungan. Akan tetapi, hal ini tidak ditemui pada kawasan hutan produksi Gedong Wani Provinsi Lampung, karena kawasan ini telah berkembang menjadi desa definitif dengan penggunaan lahan berupa pemukiman, ladang dan perkebunan sehingga kawasan hutan tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan desa dalam kawasan hutan, menganalisis penggunaan lahan dan perubahannya pada periode tahun 2000-2013, menganalisis besarnya pengaruh faktor fisik lahan, demografi dan kebijakan penggunaan kawasan hutan terhadap perubahan penggunaan lahan dalam kawasan hutan, memprediksi penggunaan lahan dalam kurun waktu 13 tahun ke depan dan merumuskan arahan kebijakan penataan pola ruang kawasan hutan agar berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Penelitian dilakukan di kawasan hutan produksi Gedong Wani yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur. Metode yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) untuk analisis perkembangan desa digunakan analisis skalogram,(2) analisis penggunaan lahan melalui interpretasi Citra Satelit Landsat TM. 5 tahun 2000 dan TM 8 Tahun 2013, sedangkan analisis perubahan penggunaan lahan melalui operasi tumpang susun (overlay) dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG), (3) prediksi penggunaan lahan dengan pendekatan model spasial Cellular Automata, (4) untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan ditinjau dari aspek fisik lahan, demografi dan kebijakan penggunaan kawasan hutan menggunakan regresi logistic binner dan (5) untuk menyusun arahan kebijakan penataan pola ruang kawasan hutan produksi dengan sintesis analisis penggunaan lahan dan perkembangan desa serta mempertimbangkan kebijakan pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan menurut UU No 41/1999.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 desa di kawasan hutan produksi Gedong Wani dengan tingkat perkembangan paling tinggi pada tahun 2011 yaitu desa Jati Baru kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan. Perubahan penggunaan lahan periode tahun 2000 ke 2013 adalah peningkatan luas perkebunan rakyat dan area terbangun, serta penurunan luas ladang dan hutan. Ditinjau dari aspek fisik lahan, demografi dan kebijakan penggunaan kawasan hutan, faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan menjadi ladang dan area terbangun adalah kebijakan penggunaan kawasan hutan dan pertambahan jumlah penduduk. Peluang terjadinya perubahan penggunaan lahan banyak terjadi pada lahan yang telah dibebani izin resmi penggunaan kawasan hutan untuk industri dan lahan yang telah dibebani hak izin tukar menukar kawasan hutan untuk pengembangan kota baru Lampung serta lahan-lahan yang belum dibebani hak/izin pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan, sedangkan peluang terjadinya perubahan penggunaan lahan menjadi perkebunan rakyat banyak terjadi pada jenis tanah Ultisol. Prediksi penggunaan lahan tahun 2026

berdasarkan asumsi perilaku perubahan penggunaan lahan pada periode tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan luas perkebunan rakyat dan area terbangun serta penurunan luas ladang dan hutan.

Arahan kebijakan penataan pola ruang kawasan hutan produksi adalah dengan mengatur penggunaan lahan existing sesuai mekanisme pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan produksi menurut UU No 41/1999 yaitu menambah luas tegakan hutan melalui rehabilitasi lahan pada tipe penggunaan lahan ladang dan perkebunan rakyat melalui mekanisme pemanfaatan kawasan hutan dengan pelibatan masyarakat dalam pengelolan kawasan hutan, serta melokalisir penggunaan lahan untuk area terbangun sebagai area tidak efektif produksi hasil hutan. Prioritas pembangunan kehutanan diarahkan pada antisipasi untuk mengurangi efek penyebaran (spread effect) perkembangan wilayah yang relatif tinggi terhadap wilayah sekitarnya, utamanya pada kecamatan Tanjung Bintang dan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.

Kata kunci: arahan, desa, kawasan hutan produksi, penggunaan lahan,

prediksi

SUMMARY

ARIYADI AGUSTIONO. Study of Land-use change for referral of spatial

pattern arrangement in the Gedong Wani Production Forest Area, Lampung

Province. Supervised by SANTUN R.P SITORUS and HARIADI

KARTODIHARDJO.

According to Law No. 41/1999 regarding Forestry, production forest has

principal function of producing timber forest products, non- timber and other

environment services. However, it is not found in the Gedong Wani production

forest area Lampung province, as the region has grown to become the definitive

rural land uses such as residential, farm and forest plantations that do not function

as intended. This study aims : (1) to analyze the development of the village in a

forest area, (2) to analyze land use and land use changes in the period 2000-

2013, (3) to analyze influence of physical factors of land, demography and forest

land use policies on land use change in forest area, (4) to predict landuse within a

period of 13 years ahead and (5) to formulate policy directives of spatial patterns

arrangement of forest area in order to function as intended.

The study was conducted in Gedong Wani production forests area in South

Lampung and East Lampung regencies. The method was used as follow : (1) to

analyze of rural development using schallogram analysis, (2) to analyze land use

through interpretation of satellite imagery Landsat 5 TM in 2000 and Landsat 8

TM In 2013, landuse changed analysis through overlay with Geographic

Information Systems (GIS), (3) landuse prediction with Cellular Automata

approach, (4) to analyze physical aspects of the land , demography and landuse

forest policies that influence land use through regression logistic Binner, (5) to

formulate refferal of spatial patterns arrangement of forest production area

through synthesis of land-use and rural development analysis with consider of

utilization and using of forest area according to Act No. 41/1999.

The results showed that there were 39 villages in GedongWani production

forest area with the highest growth rate in 2011 found in Jati Baru village

Tanjung Bintang districts South Lampung regency. Land-use change between

2000 and 2013 show an increase in smallholder plantation and built up area,

conversely, a decrease in extent of dry land cultivation and forests. In terms of the

physical aspects of the land, demography and landuse forest policy, the factors

that influence land use change into dry land cultivation and built up area are land-

use forest policy and addition of number of people. Land -use change posibility

occurs on land that has borrow-use permits of forest area for industrial and land

rights that have been change of forest land for development of the new city of

Lampung as well as lands that have not allocated the rights / permits and forest

use, while the chances of a change in land use to smallholder plantations occur on

Ultisol soil type. Prediction of land use in year of 2026 based on the assumption

of behavioral changes in land use in the periode of previous years, showed an

increase in smallholder plantations and built-up area, and decrease in dry land

cultivation and forest area.

Policy directives of spatial patterns arrangement of production forests is to

regulate the use of existing land use and the use of appropriate mechanisms of

production forest area according to Act No. 41/1999 which adds forest area

through rehabilitation in dry land cultivation and smallholder plantations with

community-based forest management mechanisms, as well as localizing land use

of built up area for an area established as ineffective for the current forest

production, and gradually build up collaboration for the ultimate goal to be

achieved. Furthermore, forestry development priorities aimed to anticipatien for

reducing the relative high spread effect of regional growth to the surrounding

areas, primarily in the Tanjung Bintang and Jati Agung districts, South Lampung

Recommended

View more >