jurnal kajian geologi lingkungan terhada

Download Jurnal Kajian Geologi Lingkungan Terhada

Post on 05-Jul-2018

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/16/2019 Jurnal Kajian Geologi Lingkungan Terhada

    1/13

    Kajian Geologi Lingkungan Terhadap Penetapan Calon Lokasi TPA Sampah Pitay –

    Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang

    Provinsi Nusa Tenggara Timur

     Adept Talan Titu Eki, ST  

    ABSTRACT 

    The determination of the Pitay Village, in the district of Sulamu – Kupang regency as a

     potential regional landfill site for the Kupang Regency and Kupang City’s municipal waste was the

    result of the spatial planning for the year 2010 - 2030 as well as the evaluation planning results

     based on SNI 03-3241-1994 by the Provincial Government. The need of knowing the feasibility of

    the landfill’s location locally in accordance with the geological aspects of the environment was

    done by considering the various issues that has arisen in the form of environmental degradation in

    landfill sites in various cities in Indonesia, especially in East Nusa Tenggara Province. The purpose of this study was to evaluate the parameters of environmental geology-based assessment on the

    determination of Pitay landfill’s site and to know the feasibility levels in the form of tabulations and

     prospective landfill zone maps in the scale of 1:20,000. The feasibility zones are obtained by the

    analysis of the geological environment which consists of regional analysis and criteria analysis.

    From the results it has been clarified to be 6 (six) zones that were eligible for the landfill waste to

     be placed. The zone with the highest score was to be the main chosen site whereas the other zones

    were just an alternative choice.

    Keywords: Pitay landfill, environmental geology, Kupang Regency

    ABSTRAK

    Penetapan Desa Pitay, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang sebagai calon lokasi TPA

    Sampah regional Kota Kupang dan Kabupaten Kupang merupakan hasil dari Rencana Tata Ruang

    Wilayah Kabupaten Kupang tahun 2010 – 2030 serta hasil evaluasi Perencanaan Penyiapan TPA

    Regional berdasarkan SNI 03-3241-1994 oleh Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk

    itu perlu diketahui kelayakan calon lokasi TPA sampah ini secara lokal sesuai dengan aspek-aspek

    geologi lingkungan dengan mempertimbangkan bahwa berbagai permasalahan berupa degradasi

    lingkungan telah timbul pada lokasi-lokasi TPA sampah di berbagai kota di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi parameter-

     parameter penilaian berbasis geologi lingkungan terhadap penetapan calon lokasi TPA Pitay,

    sehingga mengetahui tingkat kelayakannya dalam bentuk tabulasi perhitungan serta peta zona calon

    TPA dalam skala 1:20.000. Zona kelayakan ini didapatkan dari hasil analisis geologi lingkungan

    yakni analisis regional dan analisis kriteria penetapan. Dari hasil penelitian telah didapati 6 (enam)

    calon lokasi yang dinyatakan layak untuk ditempatkan TPA Sampah dengan perbedaan tingkat

    kelayakan masing-masing. Lokasi dengan nilai tertinggi pada zona layak tinggi merupakan lokasi

    yang menjadi pilihan utama serta lokasi lainnya merupakan lokasi pilihan alternatif.

    Kata kunci: TPA sampah Pitay, geologi lingkungan, Kabupaten Kupang

    Jurusan Teknik Pertambangan, FST, Universitas Nusa Cendana - Kupang, Juni 2014

  • 8/16/2019 Jurnal Kajian Geologi Lingkungan Terhada

    2/13

    Penentuan lokasi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah di daerah Nusa Tenggara

    Timur sering menuai masalah. Selain daripada

    masalah politik dan polemik kepemilikan

    lahan, rencana pembangunan TPA dinilai

    sangat merugikan kesehatan masyarakat dan

    lingkungan karena tidak berbasis geologi

    lingungan.

    Contoh kasus yakni penempatan TPA

    Alak di Kecamatan Alak Kota Kupang yang

    sudah dioperasikan sejak tahun 1998 tidak

     berbasis geologi sebab basement atau litologi

    lokasi TPA tersebut merupakan batugamping.

    Parameter-parameter yang digunakan dalam

    menentukan cluster tata ruang ini tidak

     berbasis geologi, sehingga dapat menimbulkan

    masalah di kemudian hari.

    Pada tahun 2006, Ibukota Kabupaten

    Kupang dipindahkan ke Oelamasi, maka

    sehubungan dengan adanya sebuah area

     perkotaan yang baru, tentunya jumlah produksi

    sampah akan semakin meningkat. Oleh karenaitu dibutuhkan TPA sampah di daerah

    Kabupaten Kupang yang hingga saat ini belum

    memiliki TPA sampah. Satu-satunya TPA

    Sampah yang sudah ada dan yang terdekat

    dengan wilayah Kabupaten Kupang adalah

    TPA Sampah Alak di Kelurahan Alak,

    Kecamatan Alak, Kota Kupang. Namun

    dengan semakin meningkatnya jumlah sampah

    yang masuk ke TPA Sampah Alak, maka dalam

     beberapa tahun ke depan TPA Sampah Alak tidak dapat lagi mampu menampung sampah

    Kota Kupang.

    Pemerintahan Provinsi NTT telah

    menetapkan daerah Pitay – Kecamatan Sulamu

    sebagai daerah yang akan dijadikan sebagai

    lokasi TPA Sampah Regional baru. Penetapan

    lokasi ini merupakan hasil evaluasi berskala

    regional berdasarkan SNI 03-3241-1994

    tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA yang

    ditetapkan oleh Departemen PU. Oleh karena itu, daerah Pitay inilah yang akan menjadi

    objek lokasi penelitian, yaitu untuk mengkaji

    lokasi ini dengan skala lokal sesuai dengan

    aspek geologi lingkungan serta menyatakan

    kelayakan/ ketidaklayakan lokasinya sebagai

    Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah. 

    Maksud dan Tujuan  

    Maksud dan tujuan penelitian ini adalah:  

    1. Untuk mengetahui hasil evaluasi parameter-

     paramete r peni la ian berbasis geologi

    lingkungan terhadap penetapan calon lokasi

    Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah

    Pitay.

    2. U n t u k m e n g a n a l i s i s k e l a y a k a n /

    ketidaklayakan calon lokasi Tempat

    Pengolahan Akhir (TPA) sampah Pitay

     berdasarkan evaluasi parameter geologi

    lingkungan.

    MATERI DAN METODE

    Materi

    Geologi lingkungan pada hakekatnya

    merupakan ilmu geologi terapan yang

    ditujukan sebagai upaya memanfaatkan

    sumberdaya alam dan energi secara efisien dan

    efek t i f un tuk memenuhi kebu tuhan

     perikehidupan manusia masa kini dan masamendatang dengan seminimal mungkin

    mengurangi dampak lingkungan yang

    ditimbulkannya (Noor, 2006).

    Aplikasi Kajian Geologi Lingkungan

    Geologi Lingkungan sebagai ilmu yang

    mempelajari bumi, mempunyai peranan

     penting di dalam perencanaan tataguna lahan,

    yang kajian utamanya adalah membahas

    karakteristik fisik lingkungan peruntukan lahan yang meliputi aspek-aspek geologi lingkungan.

    Geologi Tata Lingkungan merupakan media

    dalam penerapan informasi geologi melalui

     penataan ruang dalam rangka pengembangan

    wilayah dan pengelolaan lingkungan, yaitu

    memberikan informasi tentang karakteristik

    lingkungan geologi suatu lokasi/wilayah

     berdasarkan keterpaduan dari aspek sumber

    daya geologi sebagai faktor pendukung dan

    aspek bencana geologi sebagai faktor kendala. Selanjutnya hasil kajian geologi lingkungan

    Jurusan Teknik Pertambangan, FST, Universitas Nusa Cendana - Kupang, Juni 2014

  • 8/16/2019 Jurnal Kajian Geologi Lingkungan Terhada

    3/13

    menggambarkan tingkat keleluasaan suatu

    wilayah untuk dikembangkan.

    Pen y u su n an in fo rmas i Geo lo g i

    Lingkungan dilakukan dengan menggabungkan

    informasi dari peta tematik geologi maupun

     peta non-geologi . Informasi geologi

    lingkungan dapat membantu mengatasi

     pe rmasa lahan l ingkungan dan upaya

     pengelolaannya mela lui rekomendasi

     penggunaan lahan dan juga menyediakan

    alternatif pemecahan permasalahannya.

    Analisis geologi lingkungan menggunakan

    metode pembobotan/skoring secara kuantitatif

    dan penilaian para ahli ditumpang susun

    (overlay) dari peta-peta tematik secara manual

    maupun dengan Sistem Informasi Geografi

    (SIG).

    Parameter-parameter penentuan lokasi TPA

    sampah 

    Penelitian mengenai penentuan lokasi TPA

    sampah diawali dengan penetapan kriteria

     pemilihan TPA sampah berdasarkan SNI

    03-3241-1994 tentang Cara Pemilihan Lokasi

    Tempah Pembuangan Akhir Sampah serta

    disesuaikan dengan ruang lingkup geologilingkungan. Tata cara ini menetapkan 14

    kriteria pemilihan lokasi TPA sampah, yang

    dikelompokan dalam dua kategori kelayakan

    regional, yaitu (a) parameter kriteria penilaian,

    meliputi; batuan, muka air tanah, kemiringan

    lereng, dan curah hujan, (b) parameter kriteria

     penyisih, meliputi; jarak terhadap sesar,

    kerentanan terhadap gerakan tanah, kerentanan

    terhadap banjir, jarak terhadap sungai dan

    danau, jarak terhadap garis pantai, daerah lindung, jarak terhadap pemukiman, jarak

    terhadap jalan raya, jarak terhadap bandara,

    dan daerah potensi sumberdaya geologi.

    1. Parameter Kriteria Penilaian

    Batuan

    Jenis batuan sangat berperan dalam mencegah

    atau mengurangi pencemaran air tanah dan air

     permukaan secara alami yang berasal dari

    leachate  (air lindi). Tingkat peredaman sangat tergantung pada kemampuan peredaman dari

     batuan. Kemampuan peredaman mencakup

     permeabilitas, daya filtrasi, pertukaran ion,

    absorb