jumat1 oke

of 32 /32
Jumat, 22 Maret 2013 ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S PRIMIPARA DENGAN POSTPARTUM FISIOLOGIS BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa nifas (puerperium) merupakan masa kembalinya alat reproduksi (organ kandungan) wanita sejak bayi lahir dan plasenta keluar dari rahim sampai dengan enam minggu berikutnya. Bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas untuk dapat memastikan ibu merasa nyaman dalam dukungan dalam proses adaptasi masa nifas. Seorang Bidan dapat menilai atau mendeteksi keadaan ibu pada saat masa nifas dengan sering mengontrol perubahan-perubahan yang dialami oleh ibu. Hal ini penting karenan untuk deteksi dini adanya infeksi puerperium, karena jika terjadi infeksi puerperium maka akan menghambat proses involusi rahim serta dapat memperlambat masa nifas akibat adanya infeksi. Pengawasan dapat dilakukan secara berkolaborasi dengan petugas medis lainnya dalam menghadapi kasus infeksi puerperium yang menyebabkan komplikasi yang berat. Karena jika Bidan tidak

Author: heru-dwi-saputra

Post on 28-Sep-2015

241 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

eo lah

TRANSCRIPT

Jumat, 22 Maret 2013ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S PRIMIPARA DENGAN POSTPARTUM FISIOLOGIS

BAB IPENDAHULUAN

1.1Latar BelakangMasa nifas (puerperium) merupakan masa kembalinya alat reproduksi (organ kandungan) wanita sejak bayi lahir dan plasenta keluar dari rahim sampai dengan enam minggu berikutnya. Bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas untuk dapat memastikan ibu merasa nyaman dalam dukungan dalam proses adaptasi masa nifas. Seorang Bidan dapatmenilai atau mendeteksi keadaan ibu pada saat masa nifas dengan sering mengontrol perubahan-perubahan yang dialami oleh ibu. Hal ini penting karenan untuk deteksi dini adanya infeksi puerperium, karena jika terjadi infeksi puerperium maka akan menghambat proses involusi rahim serta dapat memperlambat masa nifas akibat adanya infeksi.Pengawasan dapat dilakukan secara berkolaborasi dengan petugas medis lainnya dalam menghadapi kasus infeksi puerperium yang menyebabkan komplikasi yang berat. Karena jika Bidan tidak dapat mendeteksi dini adanya ineksi puerperium, maka akibatnya bisa fatal yang dapat menyebabkan kematian ibu.1.2Tujuan Penulisan1.2.1TujuanUmumPenulis dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam menyusun laporan tentang perawatan masa nifas.1.2.2Tujuan Khusus1.Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian masa nifas.2.Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pembagian masa nifas.3.Mahasiswa dapat menjelaskan tentang perubahan-perubahan fisiologis masa nifas.4.Mahasiswa dapat menjelaskan tentang psikologis postpartum.5.Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kebijakan pemerintah dalam kunjungan masa nifas.1.3Metode Penulisan1.3.1Studi KepustakaanYaitu dengan membacaliteratur yang berkaitan dengantopik asuhan kebidanan pada masanifas.1.3.2Praktek LangsungYaitu dengan memberikan asuhan kebidanankepadaklien, melakukan pendekatan serta pelayanan kesehatan secara langsung.1.3.3Bimbingan dan KonsultasiDalam penyususnan asuhan kebidanan ini, penulis melakukan konsultasi dengan pembimbing ruangan dan pembimbing pendidikan.1.4Sistematika PenulisanDalam penyusunan Asuhan Kebidanan ini terdiri dari beberapa bab dan terdiri dari sub bab sistematikanya, adalah sebagai berikut :Bab IPendahuluanDalam bab ini penulis menjelaskan tentang latarbelakang, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.Bab IITinjauan KepustakaanDalam bab ini penulis mengemukakan tentang konsep dasar masa nifas.Bab IIITinjauan KasusPada bab ini akan dilakukan Asuhan Kebidanan pada klien.Bab IVPenutupDalam bab ini penulis memberikan beberapa kesimpulan dan saran dalam hasil laporan kasus.Daftar Pustaka

BAB IILANDASAN TEORI

2.1Konsep Dasar Masa Nifas2.1.1Pengertian1.Postpartum adalah periode 6 minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil.(Bobak, 2004)2.Nifas adalah dimulai setelah placentalahirdan berakhirsetelahalat-alat kandungan kembali sepertikeadaansebelum hamil.(Maternal dan Neonatal)3.Nifas adalah masa pulihsetelahpartus selesai sampaialat-alat kandungan kembali sepertisebelum hamil lamanya6-8 minggu.(Sinopsi Obstetri)2.1.2Pembagian MasaNifas1.Puerperium diniYaitu dimana kepulihan ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan dalam agama Islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.2.Puerperium IntermedialYaitu kepulihan menyeluruh otot-otot alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.3.Remote PuerperiumYaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi, waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan.(Rustam Muchtar, 1998 : 115)

2.1.3Perubahan Fisiologis Masa Nifas1.Laktasi1)Laktasi adalah pembentukan air susu2)Periode sesudah kelahiran pada waktu itu susu terbentuk3)Faktor yang mempengaruhi prose pembentukan dan pengeluaran ASI adalah makanan ibu, ketenangan jiwa dan pikiran.4)Proses laktasiSelama kehamilan, hormon prolaktin ddan placenta meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar karen masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari ke-2 pasca persalinan, kadar estrogen dan progesteron turun ddrastis sehingga prolaktin lebih ddominan dan terjadi sekresi ASI. engan menyusukan lebih dini, terjaddi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin sehingga ASI makin lancar.2.Involusi uterusInvolusi adalah pengembalian bentukuteruske bentuk semula. Adapun perubahan-perubahan dari proses involusi adalah sebagai berikut :1)UterusUterus berangsur-angsur menjadi kecil sampai kembali seperti sebelum hamil.Tabel Involusi uterus dan berat uterus menurut masa involusiInvolusiTinggi Fundus UteriBerat Uterus

Bayi lahirUri lahir1 minggu2 minggu6 minggu8 mingguSetinggi pusat2 jari dibawah pusatPertengahan pusat-simfisisTidak teraba diatas simpisisBertambah kecilSebesar normal1000 gram750 gram500 gram350 gram50 gram30 gram

(Rustam Muchtar, 1998 : 115)3.Tempat placentaPlacenta mengecil karena kontraksi ke cavum uteri dengan diameter 7,5 cm, sesudah 2 minggu menjadi 3,5 m dan pada minggu ke- menjadi 2,4 m dan akhirnya pulih.4.Servix dan VaginaSetelah partus, bentuk servix agak mengangga seperti corong berwarna merah kehitaman, konsistenya lunak, kadang terdapat perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga rahim setelah 2 jam dapat dilalui 2-3 jari dan setelah 7 hari terbuka jari vagina yang sangat regang waktu persalinan lambat laun mencapai ukuran-ukuran normal. Pada minggu ke-3 postpartum, rugae mulai tampak kembali.5.LocheaAdalahcairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas.1)Lochea rubraBerisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, desidua, verniks kaseosa, lanugo dan meconeum selama1-3hari pasca persalinan.2)Lochea SanguinolentaBerwarna merah kuning, cairantidakberdarahlagipada hari ke-3pasca persalinan.3)Lochea SerosaBerwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan.4)Lochea AlbaCairan putih selama 2 minggupasca persalinan.5)Lochea PurulentaTerjadi infeksi,keluar cairan seperti nanah berbau busuk.6.Luka PerineumLuka-luka jahitan/jalan lahir akan sembuh setelah 6-7 hari.

7.Ligamen-ligamenPada saat partus, ligamen meregang.Setelah bayi lahir,berangsur-angsurkembali pulih. Tidak jarang uterus jatuh ke belakang karenaligamenrotundum menjadi kendur. Apabila setelah melahirkan karena tekanan abddomen bertambah tinggi sehingga wanita tersebut dapat mengeluh kandungannya turun/terbalik.8.Eliminasi1)MiksiDinding vesika urinaria memperlihatkan oedema dan hyperemia, vesika urinaria dalam puerperium sensititi dan kapasitasnya bertambah sehingga vesika urinaria penuh/sesudah kencing masih tertinggal urine residual.2)DefekasiDeekasi normal berjalan berlangsung, hal ini disebabkan penurunan dari motilitas usus, kehilangan cairan. Deekasi kembali normal pada akhir minggu pertama sehubungan dengan pulihnya selera makan ibu dan peningkatan cairan.2.2PsikologisPostpartum1)Fasedependen (Taking In)1)1sampai2 hari2)Ibu telah fokus pada dirinya sendiri3)Ibu masih tergantung pada orang lain4)Ibu menceritakan pengalamannya2)FaseIndependen (Taking Hold)1)Terjadi pengeluaran fokus perhatian ibu2)Tertarik melakukan perawatan bayi3)Mudah diberi motivasi tentang perawatan bayi dan dirinya3)Fase Interddependen1)Kemandirian meningkat2)Mengenal bayi secara terpisah3)Penyesuaian hubungan keluarga

2.3Kebijakan Pemerintah dalam Kunjungan NifasKunjunganWaktuTujuan

I6-8 jam PP1.Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri2.Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan berlanjut3.Memberikan konseling pada ibu/salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.4.Pemberian ASI awal.5.Melakukan hubungan antara ibu dan BBL6.Menjaga bayi tetap hangat antara ibu dan BBL.7.Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. Jika petugas persalianan, ia harus tinggal dengan ibu dan BBL untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil.

II6 hari PP1.Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.2.Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi/perdarahan abnormal.3.Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat.4.Memastikan ibu mendapat menyusui dengan baik, merawat tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, merawat bayi sehari-hari.

III2 mggu PP1.Sama sepertihari PP.

IV6 mggu PP1.Menanyakan pada ibu penyulit-penyulit yang dialami ibu/bayi.2.Memberikan konseling KB secara dini.

BAB IIITINJAUAN KASUSASUHAN KEBIDANANPADA NY. S PRIMIPARA DENGAN POST PARTUM FISIOLOGISDI BPSSRI TAWANG SAPTO HASTUTI, AMD.KEBSEMOLOWARUELOK G/31, SURABAYA

Pengkajian tanggal:12Agustus2012Jam:17.30 WIBNo. Register:08/12

I.PENGKAJIANA.Data Subyektif1.IdentitasNama Istri:Ny. SNamaSuami:Ny. S

Umur:25tahunUmur:26 tahun

Suku/Bangsa:Jawa/IndonesiaSuku/Bangsa:Jawa/Indonesia

Agama:IslamAgama:Islam

Pendidikan:SMAPendidikan:SMP

Pekerjaan:IRTPekerjaan:Swasta

Alamat:Semolowaru SelatanI/22 ATelf.:-

Keluhan Utama: Ibu mengatakan perutnya terasa mulas dan nyeri pada luka jahitan2.Riwayat Obstetri1.Riwayat MenstruasiMenarche: 13 tahunDismenorhoe :TidakSiklus: 28 hariFlour Albus: ada sedikit jikaLama Haid: 5-7 hariterlalu capekBanyak Darah: Ganti pembalutSifat Darah: Warna merah, encer2-3 kali/seharibau anyir

2.Riwayatpersalinan sekarangNoUmurAnakUsiaKehamilanJenisPersalinanTempatPersalinanKomplikasiPenolongBayiNifas

IbuBayiL/PPB/BBKeadaanKeadaanLaktasi

11 hari38 mingguSpt BBPS Sri Tawang Sapto HastutiTAATAABidanL50 cm

3300 grBaikBaikYa

3.Riwayat KBIbu belum pernah memakai alat dan obat kontrasepsi KB4.Riwayat Penyakita.Riwayat penyakit sekarangIbu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis (Jantung, Hipertensi), penyakit menurun (DM, Asma), dan menular (TBC, HIV/AIDS, dan Hepatitis B).b.Riwayat penyakit keluargaKeluarga ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit kronis (Jantung, Hipertensi), penyakit menurun (DM, Asma), dan menular (TBC, HIV/AIDS, dan Hepatitis B).5.Pola Kehidupansehari-haria.Polanutrisidan cairanSelama hamil :Makan 3kali/hari,denganporsi sedang (nasi, sayur, lauk kadang buah), Minum8gelas/haridan minum susu 1 gelas/hari.Selama nifas :Makan 3 kali/hari, dengan porsi sedang (nasi, sayur, lauk kadang buah), Minum3gelas/hari, teh dan air putih.b.PolaeliminasiSelama hamil :BAK : Lancar, tidak merasa sakit, warna urine kuning jernih, frekuensi 3-4 kali/sehari.BAB : Lancar, tidak merasa sakit, konsistensi lembek, frekuensi 1kali/sehari.Selama nifas :BAK : Ibu buang air kecil25 ccBAB : Ibu belum bisa buang air besarc.Pola istirahat dan tidurSelama hamil : Siang hari tidur 1 jam, (12.00 13.00 WIB), malam hari tidur 8 jam (21.00 04.00 WIB).Selama nifas :Ibu belum istirahat, karena merasa lelah setelah melahirkan.d.Pola personal hygieneSelama hamil :Mandi2 kali/hari, gosok gigi 2kali/hari, keramas1minggu2 kali, ganti bajudan celana dalam 2 kali/hari.Selama nifas :Ibu belum mandi, ibu dibantu petugas membersihkan diri setelah melahirkan.e.Pola hubungan seksualSelama hamil : Melakukan hubungan seksual teratur dan tidak ada keluhan.Selama nifas :Belum melakukan hubungan seksual.f.Perilaku kesehatanSelama hamil : Ibu tidak pernah merokok, minuman keras, jika sakit ibu dan keluarga memeriksakan diri ke puskesmas, dan BPS.Selama nifas :Ibu mengatakan tidak merokok, tidak minum jamu-jamuan, sudah mendapat perawatan di BPS selama persalinan sampai nifas ini dan minum obat serta minum vitamin sesuai anjuran Bidan.6.Riwayat psikososialStatus perkawinan: Sah, kawin 1 kaliMenikah umur: 23tahun, dengan suami berumur 26 tahunLama perkawinan:2tahun, pengambil keputusan suamiStatus emosional: Ibu sangat senang dengan kelahiran anak pertamanya dan diharapkan.Ibu merasa lelah dan sakit saat melahirkan.

7.Riwayat spiritualSelama hamil :Ibu melakukan sholat 5 waktu.Selama nifas :Ibu belum melakukan sholat 5 waktu karena masih dalam masa nifas.B.Data Obyektif1.Pemeriksaan Umum: BaikKeadaan Umum: ComposmentisKesadaran:composmentisTanda-tanda VitalTD: 100/70 mmHgNadi:87denyut/menitSuhu: 36,3oCPernapasan: 20kali/menit2.Pemeriksaan Fisik Khusus1.Inspeksia.Kepala:Rambut hitam, tidak rontok, tidak ada ketombe.

b.Muka:Tidak pucat, tidak oedema.

c.Mata:Simetris, bersih, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus, palpebra tidak oedema.

d.Hidung:Simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip.

e.Mulut dan gigiMukosa bibir lembab, lidah bersih, kebersihan cukup, tidak ada gigi palsu, tidak ada caries, gusi tidak anemis.

f.Telinga:Simetris, tidak ada serumen dan purulenta

g.Leher:Hiperpigmentasi

h.Ketiak:Hiperpigmentasi

i.DadaTidak ada refleksi intercostals.

j.Payudara:Simetris, bersih, puting susu menonjol, kolostrum belum keluar, pembesaran kelenjar montgomery, hiperpigmentasi areola mammae.

k.Abdomen:Tidak ada bekas luka operasi, hiperpigmentasi linea alba dan linea nigra terdapat strie albican dan strie livide.

l.Genetalia:Tidak ada condiloma, keluar lokhea rubra, terdapat luka perineum, luka perineum masih basah.

m.Anus:Tidak ada haemoroid.

n.EkstremitasAtas dan bawah:Simetris, tidak ada varises.

2.Palpasia.Kepala:Tidak ada benjolan.

b.Leher:Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan tidak ada bendungan vena jugularis.

c.Ketiak:Tidak ada pembesaran kelenjar limfe

d.Payudara:Tidak ada benjolan abnormal, konsistensi kenyal, tidak ada nyeri tekan, kolostrum keluar sedikit.

e.Abdomen

:Tidak ada nyeri tekan pada lambung, tidak ada nyeri tekan pada hepar, kontraksi uterus baik,konsistensi keras, TFU setinggi pusat, kandung kemih kosong.

f.GenetaliaTidak ada pembesaran kelenjar bartholini.

o.EkstremitasAtas dan bawah:Tidak oedema, tidak ada gangguan pergerakan.

3.Auskultasia.Dada:Tidak terdengar wheezing dan ronchi

b.Abdomen:Terdengar bising usus

4.Perkusia.Abdomen:Tidak ada kembung

b.Reflek patella:Kanan dan kiri+/+

3.Pemeriksaan penunjangTidak dilakukanII.DIAGNOSA, MASALAH, DAN KEBUTUHANA.DiagnosaNy. S P100012 jam postpartum fisiologisData Subjektif :Ibu mengatakan telah melahirkan dengan selamat, pada tanggal 12Agustus2012 pukul 16.44 WIB dan ada luka jahitan.Data Objektif :Tanda tanda vital:TD: 100/70 mmHgSuhu: 36,3CNadi: 87 denyut/menitPernapasan: 20 kali/menitKeadaan umum: BaikKesadaran: ComposmentisTFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik,konsistensi keras, perut agak kendur, kandung kemih kosong,keluar lokhea rubra, terdapat luka jahitan yang masih basah.B.MasalahTidak adaC.KebutuhanTidak adaIII.IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIALTidak adaIV.TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASITidak adaV.PERENCANAANDiagnosa :Ny. S P100012 jam postpartum fisiologis

Tujuan :1.Setelah dilakukan asuhan kebidanan2 jam postpartum masa nifas dapat berlangsung normal, tidak terjadi infeksi dan perdarahan.Kriteria hasil :1.Keadaan umum ibu baik2.Tanda tanda vital dalam batas normal :Tekanan darah 110/70 130/90 mmHg.Suhu 36,5 37,5C.Nadi 68 100 denyut/menit.Pernapasan 16 20 kali/menit.3.Ibu dapat BAK setelah 4 jam postpartum dan BAB setelah 3-4 jam postpartum.4.Ibu dapat segera menyusui bayinya.Rencana :1.Lakukan pendekatan secara terapeutik.R/ Agar membangun kepercayaan ibu supaya dapat kooperatif dengan petugas.2.lakukan pemeriksaanfisik dan observasi tanda tandavital selama 2 jam postpartum.R/Untuk mendeteksi dini adanya kelainan pada masa nifas.3.Beri tahu hasil pemeriksaan pada ibu.R/Agar ibu mengetahui kondisi kesehatannya.4.Beri terapi pada ibu berupa Asam mefenamat 500 mg, Vitamin A dosis tinggi, Amoxilin 500 mg.R/Mencegah infeksi, dan mengurangi nyeri padaluka bekas jahitan dan menambah darah serta menambah vitamin A untuk bayinya melalui ASI.5.Beri kesempatan pada pada ibu untuk istirahat cukup, siang hari2-3 jam, malam hari7-8 jam.R/Untuk mengembalikan stamina dan tenaga ibu.6.Bimbing ibu menyusui dengan cara yang benar.R/Agar bayi mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.7.Anjurkan ibu untuk ambulasi dini.R/Agar lochea cepat keluar serta memperlancar peredaran darah.8.Jelaskan tanda tanda bahaya 24 jam postpartum.R/Agar tidak terjadi kelainan masa nifas pada 24 jam postpartum.VI.IMPLEMENTASITanggal : 12Agustus2012

WaktuTindakan

17.20Melakukanpendekatan pada ibu dengan cara komunikasi terapeutik

17.30Melakukan pemeriksaan fisik :TD : 100/70 mmHgS: 36,3CN: 82 denyut/menitRR : 20 kali/menitTFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, konsistensi keras, kandung kemih kosongLochea rubraPerdarahan100 ccLuka bekas jahitan masih basah, jahitan baik

17.40Memberi penjelasan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan

17.45Memberikan terapi pada ibu :Asam mefenamat 500 mg,Vitamin A dosisi tinggi,Amoxilin 500 mg.

17.50Ibu diberi kesempatan istirahat tidur selama2 jam postpartum, yaitu untuk mencegah kelelahan yang berlebihan, agar produksi ASI tidak terganggu, serta agar proses involusi uterus tidak terganggu.

18.00Membimbing ibu menyusui dengan benar

19.00Menganjurkan ibu untuk ambulasi dini karena dengan mobilisasi dini dapat membantu aliran darah tetap lancar, dan mencegah sub involusi uteri, serta mencegah perdarahan.

19.10Menjelaskan tanda tanda bahaya 1 hari postpartum, yaitu HPP Primer (Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama, biasanya disebabkan karena atonia uteri).

VII.EVALUASITanggal: 13Agustus2012Jam: 07.00 WIBSubjektif :Tanda tanda vital:TD: 110/70 mmHgNadi: 80 denyut/menitSuhu: 36,5CPernapasan: 18 kali/menitTFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, konsistensi keras,kandung kemih kosong, lochea rubra, luka bekas jahitan baik.Assesment :Ny. S P100012 jam postpartum fisiologisMasalah : Sebagian teratasiPerencanaan :Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan dan merawat luka bekas jahitan dengan membersihkan menggunakan air sabun.Mengajarkan ibu untuk memandikan bayinya.Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara.mengajarkan ibu cara merawat tali pusat bayi.Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif sampai usia 6 bulan.Menganjurkan ibu untuk makan makanan dengan gizi seimbang dan menghindari pantangan makan.Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang seminggu setelah persalinan dan kembali jika ada keluhan.

BAB IVPENUTUP

4.1KesimpulanSetelahpenulis melaksanakanasuhan kebidanan pada Ny S P100012 jampostpartum harike-1, pada tanggal 12Agustus2012di BPS SriTawang Sapto Hastutidapat disimpulkan :1.Dalam melakukan pengkajian diperlukan adanya ketelitian, kepekaan dan peranan dari ibu sehingga diperoleh data yang menunjang untuk mengangkat diagnosa kebidanan.2.Dalam analisa data dan mengangkat diagnosa kebidanan pada dasarnya mengacu pada tinjauan pustaka dan adanya perubahan serta keseimbangan dengan tinjauan pustaka tergantung pada kondisi ibu.3.Pada dasarnya perencanaan yang ada pada tinjauan pustaka tidak semuanya dapat direncanakan pada tinjauan kasus nyata, karena dalam perencanaan disesuaikan dengan masalah yang ada pada saat itu, sehingga masalah yang ada pada tinjauan pustaka tidak akan direncanakan jika tidak ada tinjauan kasus nyata.4.Pada dasarnya pelaksanaan merupakan perwujudan dari perencanaan akan tetapi tidak dilaksanakan seperti perawatan payudara dalam kasus nyata hanya dilakukan penyuluhan saja sehingga klien melakukan sendiri dirumah sesuai petunjuk.5.Setelah penulisan mengadakan evaluasi pada Ny. S 2 jam postpartum maka sebagian dari semua masalah dapat diatasi. Pada akhirnya klien bersedia untuk kontrol 1 minggu lagi, keberhasilan dalam mengatasi masalah klien didukung oleh beberapa faktor diantaranya sarana yang memadai, adanya tindakan yang komperhensif serta adanya kesadaran klien.

4.2.Saran1.Bagi petugas.Bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kebidanan harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki serta harus memiliki kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain, klien dan keluarga.2.Bagi klien.Klien harus dapat bekerja sama dengan baik dengan tenaga kesehatan agar keberhasilan dalam asuhan kebidanan dapat tercapai serta semua masalah klien dapat terpecahkan.3.Bagi pendidikan.Tenaga kesehatan yang berada disuatu instansi kesehatan supaya lebih memperhatikan dan memberikan bimbingan kepada calon tenaga kesehatan pada umumnya serta supaya melengkapi buku-buku yang ada di perpustakaan yang merupakan gudang ilmu bagi para anak didik.

DAFTAR PUSTAKA

Handajani, Sutjiati Dwi. 2009.Manajemen Asuhan Kebidanan Pengantar dan Contoh Kasus.Jakarta : EGC.Ibrahim, Christina.1996.Perawatan Kebidanan Jilid I.Jakarta.

Manuaba, Ida Bagus Gde.1998.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana.Jakarga : EGC.

Mochtar, Rustam.1998.Sinopsis Obstetri Jilid I.Jakarta : EGC.

Prawirohardjo, Sarwono. 2009.Ilmu Kebidanan.Jakarta : PT : BINA PUSTAKA

Suherni, Widyasih, Hesti, Rahmawati, dkk. 2009.Perawatam Masa Nifas.Yogyakarta : Fitramaya.

Syaifuddin, Abdul Bari, 2002,Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, JNPK.KR.

Sastrawinata, Sulaiman, 1998, Obstetri Fisiologi, Bandung, Elemen.

Diposkan olehgallgellodi07.02