jenis parit on construction

Click here to load reader

Post on 21-Mar-2017

49 views

Category:

Education

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PowerPoint Presentation

PARITSales sparepart parit : Catim BintaraSektor Construction dan Sector Kebun

Fungsi parit di perkebunanParit merupakan sarana untuk membuang kelebihan air (sarana drainase) di areal tanaman, tetapi dalam pembuatannya tidak boleh terlalu banyak jumlahnya dan terlalu dalam sehingga dapat menyebabkan kekurangan air (over drained).

fungsi PARIT:a) Menyalurkan kelebihan air keluar areal tanamanb) Menjaga areal tidak tergenang (banjir) pada musim hujanc) Memungkinkan menahan/menyimpan air pada musim kemarau.

Parit adalah saluran untuk menyalurkanair pembuangandan/atauair hujanuntuk dibawa ke suatu tempat agar tidak menjadi masalah bagi lingkungandankesehatan. Selokan umumnya terdapat di pinggir jalan, didesain untuk mengalirkan kelebihan airhujandanairpermukaan darijalan raya,tempat parkir,sisi jalan, danatap.

mengurasmengalirkanmengeringkanmencucurkanmenyalurkan

2

Kalo di perkebunan jenis parit nya.Terdapat 4 jenis parit yang biasa digunakan dalam saluran air perkebunan.

1) Primer2) Sekunder3) Tersier4) Kuarter

Terdapat 7 jenis parit yang biasa digunakan dalam saluran air construction.

1) Pre Cast V Drain2) Pre Cast U Drain3) R.C Drain4) Half Round Drain5) Cascading Drain6) Scupper Drain7) Roadside Drain.

Kalo di construction jenis parit nya.Jenis Parit

3

Precast V Drain

Ciri-ciri:-Berbentuk "V"-Biasanya terdapat di sepanjang jalan raya atau ditepi pinggir bawah bukit.

Precast = buatan pabrik cor Erosi dilihat dari dua faktor yaitu erosivitas hujan dan erodibilitas (Gabriel, 1974).Hal ini dapat digambarkan dengan model seperti berikut ini:E = f (erosivitas; erodibilitas)...................(3.1)dimana : E adalah jumlah erosiErosivitas adalah kekuatan hujan menimbulkan erosiErodibilitas adalah kepekaan tanah menimbulkan erosi

4

2) Precast U Drain

Ciri-ciri:-Berbentuk "U"-Biasanya terdapat di sekeliling bangunan atau rumah dan di tengah jalan raya.

3) R C Drain

Ciri-Ciri:-Saluran yang di perkuat dengan kerangka sebagai tulang penguat.-Dibentuk dan di cetak berdasarkan ukuran yang berlaku.-Biasanya dipasang di tepi jalan.

R C = reinforce concrete : beton bertulang6

4) Half Round Drain

Ciri-Ciri:-Berbentuk separuh bulatan.-Biasanya dipasang di kawasan perumahan, dan kawasan tanah rendah.

7

5) Cascading Drain

Ciri-ciri:-Berbentuk seperti tangga.-Berfungsi sebagai penguat lereng bukit.-Pemasangan berdasarkan kemiringan bukit.-Bisanya dipasang di lereng bukit sebagai penghubung aliran air ke saluran berikutnya

Cascade = air terjun kecil8

6) Scupper Drain.

-Dipasang disepanjang tepi jalan.-Air yang menggenang di tepi jalan akan mengalir melalui saluran ini.Kalo di kapal scupper itu adalahlubang di sisi kapal untuk membawa air ke laut dari dek.

Scupper = membunuh9

7) Roadside Drain

Ciri-ciri:-Dibuat di tepi Jalan.-Bertujuan untuk menghindari jalan raya banjir

Jenis ParitLebar Atas(m)Lebar Dasar(m)Kedalaman(m)PrimerSekunderTersierKuarter3,5-5,02,2-2,71,3-1,70,8-1,02,0-3,01,0-1,20,5-0,70,3-0,41,5-2,01,2-1,50,8-1,00,5-0,6

Parit Drainase

Berfungsi untuk pembuangan air dari dalam ke luar kebunBerupa alur-alur alam (sungai-sungai kecil) maupun parit buatan

Cara membuat parit

Membuat pancang dari hulu ke hilirManual : tanah digali dengan cangkul atau sekopMekanis : dengan excavatorArah penggalian dari hilir ke huluTanah galian dibuang ke kiri dan kanan paritTempat pertemuan parit/Junction harus membelok ke arah aliran hulu

Pemeliharaan parit drainase umumnya dilakukan 1 kali setiap 6 bulan berupa membersihkan rumput-rumput di tebing parit dengan membabat dan mendalamkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu.

Jenis parit perkebunanParit pembuangan (Outlet Drain): terletak diluar kebunParit Utama (Main Drain): arahnya disesuaikan dengan letak dan arah aliran sungai utamaParit Pengumpul (Collection Drain) : Saluran cabang/sekunderParit Lapangan (Subsidiary Drain) : saluran tersier

Fungsi/kegunaanParit Pembuangan: Mengalirkan air dari parit utama langsung ke sungai alamParit Utama:Mengalirkan air ke parit pembuangan Sebagai batas blok besarParit pengumpulBermuara ke parit utamaMenampung kelebihan air dari parit lapanganMenampung air dari kaki bukitSebagai batas blok kecilParit lapanganBermuara di parit pengumpulMengalirkan genangan air dalam blok

Parit Utama:Mengalirkan air ke parit pembuangan Sebagai batas blok besarParit Utama (Main Drain): arahnya disesuaikan dengan letak dan arah aliran sungai diluar kebun (outlet)

Parit primer

Parit Sekunder (pengumpul)Bermuara ke parit utamaMenampung kelebihan air dari parit Tersier (lapangan)Menampung air dari kaki bukitSebagai batas blok kecilParit Pengumpul (Collection Drain) : Saluran cabang/sekunder

Parit Sekunder

Parit lapanganBermuara di parit sekunder (pengumpul)Mengalirkan genangan air dalam blok

Parit Lapangan (Subsidiary Drain) : saluran tersier

Parit tersier

Parit Kuarter

Ukuran petak kuarter bergantung kepada ukuran sawah, keadaan topografi,tingkat teknologi yang dipakai, kebiasaan bercocok tanam, biaya pelaksanaan,sistem pembagian air dan efisiensi.Ukuran optimum suatu petak kuarter adalah 8 - 15 ha. Lebar petak akanbergantung pada cara pembagian air, yakni apakah air dibagi dari satu sisi ataukedua sisi saluran kuarter.

Parit Tersier dan Kuarter

TERIMAKASIHSELAMAT BERTANI

Maksimumintensitas hujan 5 menit (mm/jam)Jumlah kejadian hujanRata-rata erosi per kejadian hujan (kg/m2)0 25.4400.3725.5 50.8610.6050.9 76.2401.1876.3- 101.6191.14101.7 127.0133.42127.1- 152.443.63152.5 177.853.87177.9 254.014.79

Tabel 3. Hubungan antara intensitas hujan dan kehilangan tanah. Sumber : Morgan, 1986.Erosi dilihat dari dua faktor yaitu erosivitas hujan dan erodibilitas (Gabriel, 1974).Hal ini dapat digambarkan dengan model seperti berikut ini:E = f (erosivitas; erodibilitas)...................(3.1)dimana : E adalah jumlah erosiErosivitas adalah kekuatan hujan menimbulkan erosiErodibilitas adalah kepekaan tanah menimbulkan erosif adalah fungsiErosivitas hujan merupakan fungsi dari intensitas dan durasi hujan, massa, diameter dan kecepatan air hujan. Untuk menghitung erosivitas diperlukan analisis dari distribusi ukuran butiran hujan. Laws dan Parsons (1943) berdasarkan penelitian di Timur Amerika Serikat menunjukkan bahwa ukuran butir hujan bervariasi seiring denga intensitas hujan.