jembatan ar-ang

Download Jembatan AR-ANG

Post on 16-Jun-2015

754 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perhitungan tugas besar jembatan

TRANSCRIPT

TUGAS STR. JEMBATAN ARYO UTOMO ANGGRY MALADA

SPESIFIKASI DAN PERENCANAAN AWAL1. SPESIFIKASI JEMBATAN Spesifikasi Jembatan yang direncanakan ini adalah : 1. Jembatan adalah kelas 100% beban hidup BMS Bentang L1 adalah jembatan balok pratekan profil I dengan pelat lantai kendaraan dari beton 2. bertulang ( dalam tugas ini tidak direncanakan ) 3. Bentang L2 adalah jembatan rangka batang baja dengan pelat lantai kendaraan dari beton bertulang ( dalam tugas ini direncanakan ) 4. Jembatan direncanakan untuk 2 lajur kendaraan dengan ketentuan sebagai berikut ; a. Lebar ruang bebas ( B1 ) = 7 m ( sudah termasuk kerb 2 x 0.6 m ) b. Tinggi ruang bebas ( H1 ) = 6 m 5. Bentang dan tinggi Jembatan adalah sebagai berikut ; a. Bentang Jembatan balok pratekan ( L1 ) b. Bentang Jembatan rangka batang baja ( L2 ) dipakai n = 10 c. rangka batang baja d. Tinggi jembatan balok pratekan ( d1 ) e. Tinggi jembatan rangka batang baja ( d2 )

=

30 x

m = 55 m

= n

= 5.5 m 1/25 s.d 1/15 L1 = = 2.00 m 1/10 s.d 1/8 L2 =

= 1/15 x L1 = 1/8 x L2

= 6.88 m 6. Data-data ketinggian dari jambatan adalah sebagai berikut ; a. Muka lantai kendaraan = 0.00 m b. Muka tanah asal = - 2 m c. Muka air banjir tertinggi ( MAT ) = - 10 m d. Tinggi bebas ( TB ) = 1.5 m 7. Bahan konstruksi yang digunakan adalah sebagai berikut ; a. Baja : Bj = 37 b. Beton : fy = 390 Mpa : fc' = 25 Mpa c. Zone gempa 46 d. Kekuatan angin / letak Jembatan >5 Km dari pantai 2. PERENCANAAN AWAL 1. Penentuan Letak Lantai Kendaraan TB = 1.5 m MAT = - 10 m LK = 0.00 m Jarak dari MAT ke LK Tinggi konstruksi yang tersedia Tinggi konstruksi yang ada ( d2 ) Direncanakan Jembatan dengan 2. Penentuan Jenis Jembatan Tinggi ruang bebas ( H1 )

= 0 - ( - 10 = 10 - 1.5 =

) = 10 8.5 m

m

= 6.88 m lantai kendaraan dibawah

= 6 Tinggi konstruksi yang ada ( d2 ) = 6.9 Direncanakan Jembatan tertutup

PERENCANAAN LANTAI KENDARAAN1.1 Perencanaan Tebal Pelat Lantai Kendaraanaspal pelat betond4 d3

b1 = 1.45 m

balok memanjang Ket : d3 = tebal pelat beton d4 = tebal aspal b1 = jarak antar balok memanjang

Tebal pelat lantai ( BMS ps. 6.1.12 ) Pelat Beton d3 200 mm d3 100 + 100 + 158 Dipakai d3 = 200 mm Aspal d4 Dipakai d4 = = 5 7 s.d cm

40 40 = 8

b1 1.45 20 cm cm

.. b1 dalam meter

1marah kendaraan

ly = = 5.5 ly lx

m = 5.5 1.45 = 3.79 > 2

lx = b1

pelat 1 arah (tertumpu menerus pada balok memanjang)

lx b1 = 1.45 m 1.2 Pembebanan a. Beban mati - Berat Pelat - Berat aspal = = d3 d4 c b 1 1 = = 0.2 0.07 24 22 1 1 qm = = = 4.8 KN/m 1.54 KN/m 6.34 KN/m

Momen maks (momen negatif) :Jika pelat lantai kendaraan dianggap terjepit elastis pada tumpuan dan terletak bebas pada ujung tumpuan (PBI '71 hal 195 poin F) maka faktor momen yang terjadi adalah :

U Faktor Beban :beton dicor di tempat K MS

=

1.3

u = 1/12 qm K MS b1 2 = 0.08 6.34 1.3 1.45 2 = 1.444 KN m b. Beban hidup ' T ' - Beban truk ' T ' = 100 KN DLA untuk pembebanan truk = 0.3

Mqm

..BMS 2.3.4.1 ..BMS 2.3.6

T

= = =

'T' 100 130

1 1 KN S

+ +

DLA 0.3= 2 ..BMS 2.3.4

Faktor Beban :muatan Truk KuTT

+ 10 + 10

0.6 KuTT T..BMS 2.5.5 S = jarak antar balok memanjang

MT

=

0.8 1.45 0.6

MT MT

= =

0.8 42.64 KN m

2.0

130

Mu

= = =

MT + + 42.64 44.084 KN m Mqm 1.444

1.3 Penulangan Pelat Data Perencanaan : f'c fyFaktor reduksi kekuatan

= =

25 390

MPa MPa

Selimut beton = Tebal Pelat =

40 200

mm mm

= f'c

0.85 balance

b1 fy 0.85 390

= 0.85 25

= = ### 1.4 = fy max

0.8 untuk tulangan yang terkena aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur ( SK - SNI 3.2.3-2.2.a ) 600 ...SK - SNI 3.1.4-3. 600 + fy 600 b1 = 0.85 sebab f'c 30 ...SK -SNI 3.3.2-7.3 600 + 390

1.4 = 390 0.03 mm = 0.5 0.5 = = ###

min

= 0.75 balance= 0.75 Mu = 44.084 KN m diameter tulangan =14 dx = t = 20 = 15.3 Mn perlu = Rn = fy m = 0.85 1 f'c = b dx cm Mu Mu Sel.bet. 4 /

###Selimut beton = 4 Tebal pelat 20 = b =1000 d 1.4 0.8 =

...SK - SNI 3.3.3-3 cm cm mm

dx0.5 Selimut beton

= 44.084 / 44084067.08 Nmm 0.8 390 25 2 m 1000 = 153 2 18.35

=

55.11

### Mpa (N/mm2)

2

0.85

Rn

perlu

= m 1

1

-

1

2 fy 18.35 2.35 390

perlu

= 18.35

1

-

1

-

perlu

= ### perlu = ### jadi dipakai

min

perlu b dx 16

= = = -

### ### ### 200 1000 153

As perlu =

= 981.25 mm2 Digunakan tulangan

mm ( As = ### mm2 )

Perhitungan tulangan susut ( dipasang tulangan khusus dengan ketentuan ) : As min = 0,002.Abruto ( tulangan dengan deform mutu 300 ) As min = 0,0018.Abruto ( tulangan dengan deform mutu 400 ) Interpolasi = 390 300 0 = 400 300 0 0 = ###

0 6.67 ### 400

As min = 0,00182 . Abruto = 0,00182 . ### .mm2 = 1000 153 dipasang tulangan 8 - 150 mm ( As = 334,9 mm2 ) 1.4 Kuat Geser pada Roda Tengah T = 100 kN Perencanaan penampang akibat geser didasarkan pada roda tengahGaya geser ultimit harus lebih kecil dari kuat geser nominal Vu Vu Vc Vu Vu = gaya geser terfaktor pada penampang yang ditinjauVn = = T 130 KuTT 2.0 50 cm 20 cm

= = =

gaya geser terfaktor

kuat geser nominal

Vc + Vs

=

260

KN

do bo

Vc

= =

kuat geser nominal beton tanpa memperhit tul geser

2 1 + c

f'c bo 6 d...SK - SNI 3.4.11.2).(1)

c U

f'c tetapi tidak boleh lebih dari : bo x d 3 adalah rasio sisi panjang terhadap sisi pendek daerah beban terpusat adalah keliling dari penampang kritis pada pelat dalam mm 50 c = = 2.5 20

U

= = =

50 50 220

+ + cm

20 20

+ +

2 2

d3 20

2 2

Aspal d4 d3

Pelat Beton

50

20

0.5 d3 0.5 d3

2 Vc = = = Vc* Vc Vu = = = 3 ### ### 1 +

25 200 ...SK - SNI 3.4.11.2).(1)

660000.0000

660 25

KN

2200 2.5 6 N tidak lebih dari == =

2200 200< < Vc* Vc

733333.33 ### ###

N

=

### KN

..OK ! ..OK !

PERENCANAAN BALOK MEMANJANG2.1 Perencanaan Balok Memanjang 2.1.1 Pembebananaspal pelat betond4 d3

Abalok memanjang Ket :

C 5.5

B

b1 = 1.45 m

d3 = tebal pelat beton d4 = tebal aspal b1 = jarak antar balok memanjang

Direncanakan Profil WF 600 : x 300 2 A = 222.4 cm q = 175 Kg/m = 1.717 KN/m 3 Zx = 5017 cm b = 302 mm Zy = 1076 cm3 d = 594 mm Ix = ### cm4 r = 28 Sx = 4620

x

14 Baja

x Bj fy = fu = E=

23 37 2400 Kg/cm2 3700 Kg/cm2### Kg/cm2

Iy = ### cm 4 ix = 24.9 cm iy = 6.9 cm a. Beban mati Aspal Pelat Beton Berat sendiri Berat Bekisting (ditaksir) = = = = 1/8 qm 0.13 14.854 56.17 KN m ### Kg cm 0.5 qm 0.5 14.854 40.85 KN

cm3b h

= = = =

22 1.45 24 1.45 1.717 0.5 1.45

0.07 0.2

Kmsu 1.3 1.3 1.1 1.4

qm Mc(m) 2 5.5 2

= = = = =

2.9 9.05 1.89 1.02 ###

KN/m KN/m KN/m KN/m KN/m

= = = b. Beban hidup

VAqm

5.5

Beban hidup merata (UDL) : untuk = 5.5 q maka digunakan qL = q b1 Beban hidup garis (KEL): p = 44 KN/m P(kel) = p 1 DLA = P(kel) = 44 1 = 175.45 KN

(berdasarkan BMS 2.3.3.1 ) m L = < = Kpa = 8

30 8 2

m KN/m2 = 23.2 KN/m

Ku

=

8

1.45

(berdasarkan BMS 2.3.3.1 )

+ DLA 37.5% untuk + =

b1 L

Ku = 2 Kg

60

m

gambar 2.8

### 1.45 17884.8114

P (kel) persamaan li bergantung jarak an memanjang yang na menentukan Mc(h)p balok memanjang

Page 7

A

P(kel) C

B

UDL

P (kel) persamaan li bergantung jarak an memanjang yang na menentukan Mc(h)p

Mc(h)p+q

=

= + 0.13 23.2 2 = = Akibat beban truk T T = 100 KN (berdasarkan BMS 2.3.4.1 ) DLA = 30% (berdasarkan BMS 2.3.6 ) Tr = 100 1 + DLA Ku = 100 1 + 30% 2 = 260 KN = Kg ### Mc(h)T = 1/4 Tr = 0.25 260 5.5 = 357.5 KN m = 3644240.57 Kg cm Jadi Mc(h) yang digunakan adalah = KN m Mc(h)T 357.5 Jadi Momen total adalah Mt = Md + = ### KN.m Mc(h)T 2.1.3 Kontrol Lendutan Lendutan dikontrol terhadap beban hidup 3 qL 5 4 1 P(kel) (UDL+KEL)

= 5.5 m P(kel) 1/4 0.25 ### 5.5 328.97 KN m 3353402.14 Kg cm

+

1/8

qL

5.5

2

= 384 5 E 23.65 Ix 5504

+ 48 1 + 3842000000 ###

E ###2.0E+06

Ix 550###

3

(UDL+KEL)

=

48

(T)

= 0.33 1 = 48 1

cm Tr E###

Ix 550

3

3

48 2.0E+06 ### = 0.34 cm Jadi lendutan yang menentukan adalah = 0.335 cm Lendutan dikontrol terhadap beban mati dan hidup = 0.335 qm + 5 4 384

E

Ix4

= 0.335

+

5 384

15.142 550 ### ###

=

0.4

Page 8

balok memanjang

Mc(h)T besarnya konstan, tidak tergantung jarak antar gelagar memanjang. Mc(h)T sebagai tolok ukur keekonomisan

Besar Mc(h)p+q berarti jarak ant memanjang cuk lebih ekonomis lebih besar/sam Mc(h)T.Jika jara m momennya a sedangkan yang Mc(h)T sehingg pemborosan !

Lendutan ijin 1 = 500 1 = = 500 1.100 550 cm

= 0.4 cm < = 1.100 cm ..OK! 2.1.4 Kontrol Geser Gaya geser maksimum terjadi pada saat beban hidup berada dekat perletakan 1. Akibat beban mati + UDL + KEL qUDL + qm A P(kel) B

= 5.5 m = 1.