jaringan pada tumbuhan

17
JARINGAN PADA TUMBUHAN OLEH : MONICA ASTRI MARISKA DAN SAFFANAH NUR KHARIMAH

Upload: saffanah-cerewet

Post on 11-Aug-2015

204 views

Category:

Science


4 download

TRANSCRIPT

JARINGAN PADA TUMBUHAN

OLEH : MONICA ASTRI MARISKA DAN SAFFANAH NUR KHARIMAH

JARINGAN ADALAH KUMPULAN SEL-SEL YANG MEMPUYAI BUNTUK, FUNGSI, DAN STRUKTUR YANG SAMA.

I. MACAM-MACAM JARINGAN PADA TUMBUHAN

1. JARINGAN MERISTEM

• Jaringan embrional yang sel-selnya aktif membelah secara mitosis. Hal ini yang menyebabkan tumbuhan tumbuh.

• Bentuknya menyerupai kubus, berdinding tipis, dan mengandung sitolasma serta tak bervakuola tengah.

• Terdapat dititik-titik tumbuh : pucuk, batang, dan ujung akar.

• Jaringan bersifat embrional dan tidak berdeferensiasi.

• Berdasarkan titik tumbuh dibedakan menjadi :

a. Meristem apikal : pada pucuk dan ujung

akar.

b. Meristem lateral : batang (dikotil) dan tepi akar.

c. Meristem interkalar : ruas-ruas batang

(rumput-rumputan).

• Berdasarkan asal pembentukkannya:

a. Promeristem adalah jaringan meristem yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio

b. Meristem primer/muda

- Berasal langsung dari jaringan embrional dan merupakan kelanjutan dari perkembangan embrio pada saat berkecambah.

- Terdapat di pucuk batang dan ujung akar.

- Primer karena menyebabkan pertambahan tinggi/ panjang pada batang dan akar.

c. Meristem sekunder/ dewasa

- Berasal dari jaringan dewasa yang mengalami deferensiasi.

- Sekunder karena menyebabkan pertambahan diameter batang dan pembentukkan jaringan pembuluh (vaskuler).

- Contoh : kambium gabus, kambium vaskuler.

MERISTEM SEKUNDERS

2. JARINGAN DEWASA (PERMANEN)

• Tersusun dari yang tidak membelah lagi.

• Terdiri dari : jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penguat, jaringan penyokong dan jaringan periderm.

A. JARINGAN EPIDERMIS/ JARINGAN PELINDUNG• Lapisan jaringan aling luar yang berfungsi

sebagai pelindung/ menutupi seluruh organ.

• Jarinang epidermis khusus:

a. Sel silika dan sel gabus

berbentuk kristal silika (silika) dan berbentuk endapan suberin (sel gabus). Terdapat di tulang daun gramine.

b. Sel kipas/ sel bulliform

bentuknya lebih besar dari sel epidermis, berdinding tipis, vakuola besar, berisi air. Berfungsi untuk membuka dan menutu daun.

c. Litokis

lebih besar dari sel epidermis dengan pertumbuhan ke arah dalam. Berisi

kristal kalsium karbonat (sistolit).

d. Stomata

lubang respirasi pada daun.

e. Trikoma

sebagai pelindung terhadap gangguan dari luar dan mengurangi penguapan.

• Ciri-ciri jaringan epidermis :

1. susunan sel rapat tanpa ruang antarsel.

2. dinding sel bervariasi tergantung posisi dan jenis tumbuhan.

3. vakuola besar.

4. berisi protoplasma yang berisi kristal garam, minyak dan getah.

5. tak berkloroplas kecuali sel penutup, pada hidrofit.

• Fungsi :

1. membatasi penguapan

2. menyokong mekanik

3. penyerapan

4. penyimpanan air

B. JARINGAN PERENKIM/ JARINGAN DASAR

• Berdinding sel relatif tipis, fleksibel, mengandung : selulosa, pektin, hemiselulosa.

• Tempat terjadinya : fotosintesis, sekresi, eksresi, transportasi, dn penimbunan bahan makanan.

• Terdapat di : akar, batang, dan daun.

3. JARINGAN PENGUAT• Sebagai penyokong.

• Ada 2 jenis jaringan penguat yaitu : kolenkim dan sklerenkim.

a. Kolenkim

• Bentuk ramping memanjang (sampai 2mm), bentuk prisma (yang pendek).

• Memiliki dinding sel yang mengalami penebalan tidak merata karena adanya penumpukan senyawa selulosa, pektat, hemiselulosa, dan air.

• Bersifat fleksibel (tak berlignin), plastis, dan dapat meluas.

• Fungsi utama adalah sebagai jaringan penyokong bagi batang muda yang sedang tumbuh.

• Fungsi lainnya adalah penyokong daun tumbuhan dikotil, memerkuat tangkai bunga.

• Terdapat di : bagian tepi batang dan daun.

b. Sklerenkim

• Jaringan penyokong dan penguat bagian tumbuhan yang mengalami pertumbuhan yang tidak lama.

• Memiliki dinding sekunder yang merata tebal.

• Bersifat : elastis, agak/ lebih kaku, kuat, dan keras.

• Dibedakan menjadi : serat dan sklereid.

a. Serat

• Panjang, ramping, berujung runcing, tahan lama. Berfungsi untuk memperkuat dan menyokong sruktur tumbuhan.

• Serat kasar (tum. monokotil) memiliki dinding sel dengan lignin yang tebal dan tekstur keras serta kaku.

• Serat lembut (tum. dikotil) memiliki dinding sel yang lembut dan fleksibel.

b. Sklereid

• Tersusun dari sel yang bentuknya tidak beraturan dan pendek.

• Terdapat di : buah, selubung biji, dan epidermis sisik pelindung.

• Fungsi : sebagai sel pertahanan dengan cara membuat tumbuhan tidak enak sehingga tidak dimakan oleh serangga.

4. JARINGAN PENGANGKUT (DIMILIKI OLEH TUMBUHAN BERPEMBULUH)

• Disebut pembuluh.

• Berfungsi utama sebagai saluran transportasi zat-zat hara dalam proses vital tumbuhan.

• Ada 2 macam jaringan pengangkut yaitu :

a. Xylem (pembuluh kayu)

• Fungsi : mengangkut air, garam mineral dari akar ke daun dan memberi kekuatan mekanis bagi tumbuhan.

• b. Floem (pembuluh tapis)

• Jaringan pembuluh angkut yang bertugas memindahkan hasil fotosintesis.

5. JARINGAN PERIDERM

• Jaringan pelindung sekunder sebagai pengganti epidermis pada batang tumbuhan dikotil dan gymnospermae berkayu.

• Terdiri dari : felem (jaringan gabus), felogen (kambium gabus), dan feloderm (korteks sekunder).

• Terdapat di : epidermis, korteks, floem, atau akar.