jaringan kabel

Click here to load reader

Post on 18-Jan-2016

25 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

cc

TRANSCRIPT

  • 1 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    Struktur Jaringan Kabel Lokal

    Struktur jaringan kabel lokal dimulai dari Rangka Pembagi Utama (RPU) hingga pesawat

    telepon pelanggan. Berikut gambar jaringan kabel lokal :

    Jaringan Kabel Lokal

    Berdasarkan gambar di atas, bagian-bagian jaringan lokal adalah terdiri dari (sesuai kode

    nomor pada gambar) :

    1. Rangka Pembagi Utama (RPU)/ Main Distribution Frame (MDF)

    2. Kabel Primer

    3. Rumah Kabel (RK)

    4. Kabel Sekunder

    5. Kotak Pembagi (KP) / Distribution Point (DP)

    6. KabelSaluran Penaggal (Salpa)

    7. Kotak Terminal Batas (KTB)

    8. Kabel Rumah

    9. Soket Roset

    10. Pesawat Telpon

    http://en.wikipedia.org/wiki/Main_distribution_frame

  • 2 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    1. Rangka Pembagi Utama (RPU)/Main Distribution Frame (MDF)

    RPU berbentuk blok-blok terminal yang terdapat dalam gedung STO (Sentral Telepon

    Otomat) atau Sentral Lokal. RPU/MDF biasanya terletak di bawah ruang sentral telepon untuk

    gedung STO bertingkat. Sedangkan, untuk gedung STO tidak bertingkat, MDF diletakkan di

    samping ruang sentral telepon. Di bawah MDF terdapat ruang bawha tanah yang dipasang

    rangka besi (Cable Chamber) untuk menenmpatkan kabel-kabel primer dari luar gedung sebelum

    didistribusikan ke MDF. Berikut gambar MDF pada STO :

    http://en.wikipedia.org/wiki/Otomat

  • 3 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    BENTUK DAN LETAK MDF/RPU DI GEDUNG STO

    Fungsi MDF :

    a. Tempat Penyambungan Kabel Primer dengan Kabel Sentral

    b. Tempat Pengetesan

    c. Fleksibelitas Saluran, artinya dapat ditukarpasangkan kabel sentral

    dengan kabel primer dengan menggunakan kabel jumper wire.

    d. Tempat meletakkan pengaman jaringan.

    Bentuk MDF :

    Berupa kerangka besi untuk menempatkan blok-blok terminal horizontal dan vertikal.

    Blok terminal vertikal terletak di sisi pelanggan pada rangka MDF dan berfungsi sebagai tempat

    diterminasikannya kabel primer. Blok terminal vertikal yang ada biasanya memiliki kapasitas 25

    pasang urat kabel, 50 pasang urat kabel dan 100 pasang urat kabel. Sementara Blok terminal

    horizontal terletak pada sisi sentral di rangka MDF dan berfungsi sebagai tempat

    diterminasikannya kabel dari sentral (kabel sentral). Blok terminal vertikal dan blok terminal

    horizontal dihubungkan dengan dengan menggunakan kabel jumper wire, yaitu kabel tembaga

    polietelin.

  • 4 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    Berikut contoh pemasangan jumper wire pada MDF :

    2. Kabel Primer

    Kabel primer adalah akbel yang menghubungkan RPU dengan RK pada jaringan catu

    tidak langsung atau RPU dengan mini RPU pada jaringan catu langsung.

    Kapasitas kabel primer yang digunakan pada awalnya mulai dari 100 pair hingga 2400

    pair (foam skin), namun saat ini kabel primer kapasitas 100 pair sudah tidak digunakan lagi. Jadi

    kapasitas kabel primer yang digunakan saat ini adalah mulai dari 400 pair hingga 2400 pair

    (foam skin).

    Pemasangan kabel primer ada 2, yaitu :

    1. Sistem tanam langsung

    2. Melalui polongan pipa PVC yang dicor beton atau yang sering disebut dengan

    sistem Duct.

    Penamaan kabel primer adalah P1, P2, P3, P4, dan seterusnya, dimana P1 merupakan

    penamaan untuk kabel primer paling jauh.

  • 5 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    3. Rumah Kabel (RK)

    Rumah Kabel atau RK merupakan sebuah terminal untuk tempat terminasi kabel primer

    dan sekunder. Biasanya bentruknya berupa kotak tertutup berwarna abu-abu yang terletak

    dipinggir jalan. Di bagian pintu depan terdapat kode untuk RK tersebut. Pengkodeannya adalah

    dimulai dengan kode R*** STO ***. Kode R dan STO adalah kode untuk RK

    pada wilayah tertentu di STO tertentu. Berikut ini gambar RK yang nampak di jalan-jalan :

    Fungsi RK :

    a. Tempat membagi kabel primer menjadi beberapa kabel sekunder. Misalnya kabel

    primer memiliki kapasitas 1000 pair kabel, maka akan dibagi ke 5 wilayah sekunder, sehingga

    setiap kabel sekunder akan memiliki kapasitas 200 pair.

    b. Titik sambung antara kabel primer dengan kabel sekunder

    c. Tempat pengetesan saat melokalisir gangguan

    d. Tempat mentanahkan lapisan pelindung elektris, yaitu aluminium foil pada kabel.

    e. Fleksibelitas saluran, artinya setiap pasanga urat kabel primer dapat ditukarpasangkan

    dengan kabel sekunder.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Wilayahhttp://en.wikipedia.org/wiki/Aluminium_foil

  • 6 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    Bahan RK : Besi atau fiberglass dengan bentuknya bulat lonjong atau kotak persegi dan

    berwarna abu-abu.

    Kapasitas RK : RK kapasitas 800 pair, 1600 pair dan 2400 pair, dimana setiap pair akan mencatu

    satu pelanggan. RK kapasitas 2400 pair artinya jumlah pasang primer dan sekunder yang dapat

    diterminasikan adalah 2400 pair/pasang.

    RK yang banyak diperguankan adalah RK yang terbuat dari fiberglass yang diproduksi

    oleh Krone atau Quante. Kedua RK ini hampir sama, yang membedakan hanya pada jenis

    terminal bloknya. RK Krone menggunakan sistem tekan sisip dalam menterminasinya dan RK

    Quante menggunakan sistem solder screw dalam menterminasikannya.

    4. Kabel Sekunder

    Kabel sekunder merupakan kabel yang menghubungkan antara RK dan KP. Kapasitasnya

    adalah 10 pair hingga 200 pair urat kabel. Diameter urat kabel yang digunakan adalah mulai dari

    0.4 mm, 0.6 mm dan 0.8 mm. Namun, saat ini untuk urat berdiameter 0.4 mm sudah tidak

    digunakan lagi karena saat ini diperlukan urat kabel yang bisa voice dan data. Untuk urat kabel

    berdiameter 0.4 mm biasanya dikhususkan untuk aplikasi voice, sedangkan urat berdiameter 0.6

    mm dapat digunakan untuk aplikasi voice dan data.

    Penamaan kabel sekunder sama seperti penamaan pada kabel primer, yaitu S1, S2, S3, dan

    seterusnya dengan S1 merupakan penamaan kabel sekunder yang paling jauh.

    Kabel sekunder yang digunakan adalah kabel multi pair, dimana kabel multi pair ini terdapat dua

    jenis, yaitu kabel multi pair tanah dan kabel multi pair udara.

    Pemasangan kabel sekundernya ada 2 cara, yaitu dengan sistem tanam langsung dan sistem di

    atas tanah (kabel udara).

  • 7 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    5. Kotak Pembagi (KP)

    KP adalah terminal kabel tempat penyambungan kabel sekunder dengan slauran

    penanggal. KP biasanya terletak di atas tiang, namun ada juga beberapa KP yang terletak di

    dinding dan bawah tanah. Berikut gambar KP yang umum dijumpai di jalan :

    KP TIANG

    Fungsi KP :

    a. Tempat penyambungan kabel sekunder dengan slauran penanggal

    b. Tempat pengetesan atau melokalisir gangguan

    c. Tempat mutasi jaringan yang menuju rumah pelanggan

    d. Fleksibelitas saluran, artinya setiap pasang urat kabel sekunder bisa ditukarpasangkan

    dengan setiap pasang saluran penaggal.

  • 8 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    Jenis KP :

    KP Bawah Tanah (SPBT/ Saluran Penaggal Bawah Tanah) :

    Kapasitas KP adalah 10 atau 20 pasang.

    KP Dinding :

    a. Dipasang pada dinding sebelah luar untuk mencatu pertokoan/ruko yang letaknya

    berdampingan.

    b. Gedung bertingkat (HRB/Hight Rise Building) biasanya digunakan mini RPU. Kabel untuk menghubungkan RPU sdengan mini RPU afdalah kabel catu langsung.

    c. Kompleks industri dan pertokoan dipasang pada dinsing sebelah dalam.

    d. Kapasitas sampai dengan 400 pair.

  • 9 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    6. Kabel Saluran Penanggal

    Kabel saluran penanggal berfungsi menghubungkan KP dengan KTB. Kabel yang

    digunakan adalah kabel DW (Drop Wire). Jarak kabel Drop Wire terjauh adalah 250 meter.

    Dengan jarak 250 meter itu, maka maksimal diperlukan tiang adalah :

    Banyaknya tiang = Jarak terjauh / 50

    Banyaknya tiang = 250 / 50 = 5 tiang

    Pada rumus terdapat pembagian 50 karena jarak maksimal antara tiang itu adalah 50

    meter.

    Ada 2 jenis DW, yaitu :

    1. DW dengan penguat 2. DW tanpa penguat

  • 10 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    7. Kotak Terminal Batas (KTB)

    KTB merupakan kotak terminal yang berada pada rumah atau biasanya di dinding rumah.

    KTB yang biasanya dipasang adalah berbentuk kotak berwarna abu-abu di temepl di dinding

    sebagai lanjutan terminasi dari KP.

    Berikut gambar KTB yang umum :

    KOTAK TERMINAL BATAS

    Fungsi KTB :

    a. Tempat terminasi saluran penanggal dengan kabel rumah

    b. Batas tanggung jawab PT. Telkom dan tanggung jawab pelanggan. Jadi, segala kerusakkan

    yang terjadi hingga KTB merupakan tanggung jawab PT. Telkom dan tanggung jawab dari KTB

    hingga pesawat telepon adalah tanggung jawab pelanggan. Dalam hal ini kabel rumah juga

    merupakan tanggung jawab pelanggan dan PT. Telkom hanya melakukan pemeliharaan rutin

    hingga KP.

    c. Fleksibelitas saluran dan bisa dimodifikasi menjadi sistem PABX.

    d. Mempermudah melokalisir gangguan di sisi rumah pelanggan

  • 11 Jaringan Kabel Lokal| azmi.haqiqi@yahoo.com

    8. Kabel STP

    Shielded twisted pair adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi.

    Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel,Kabel STP juga digunakan untuk

    jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan

    proteksi yang lebih baik te

View more