JANTUNG TIROID

Download JANTUNG TIROID

Post on 18-Dec-2015

45 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

word

TRANSCRIPT

<p>BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang</p> <p>Kelenjar tiroid adalah kelenjar terbesar dalam tubuh manusia kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein dan mengatur sensevitas tubuh terhadap hormon lain.Hormon tiorid mempunyai banyak efek pada proses metabolisme disemua jaringan, terutama jantung yang paling sensitif terhadap perubahannya. Gangguan pada fungsi kelenjar tiroid dapat menimbulkan efek yang dramatik terhadap sistem kardio vaskuler, sering kali menyerupai penyakit jantung primer, pengaruh hormon tiroid pada jantung digolongkan menjadi 3 katagori, efek terhadap jantung lansung, efek hormon tiroid pada sistem saraf simpatis dan efek sekunder terhadap perubahan hemodinamik.Hormon tiroid mengatur ekspresi gen, diferensiasi jaringan dan perkembangan umum. Hormon tiroid memiliki keunikan yaitu hormon tersebut memerlukan unsur renik yodium bagi aktivitas biologiknya. Mekanisme yang kompleks telah berkembang dalam mendapatkan serta mempertahankan unsur yang sangat penting dan mengubahnya menjadi bentuk yang sesuai untuk disatukan ke dalam senyawa organik.Pengaruh hormon tyroid pada jantung digolongkan menjadi 3 kategori; efek terhadap jantung langsung, efek hormon tyroid pada sistem saraf simpatis dan efek sekunder terhadap perubahan hemodinamik. Hormon tiroid meningkatkan metabolisme tubuh total dan konsumsi oksigen yang secara tidak langsung meningkatkan beban kerja jantung. Hormon tiroid menyebabkan efek inotropik, kronotropik, dan dromotropik, yang mirip dengan efek stimulasi adrenergik, hormon tiroid meningkatkan sintesis miosin dan Na, K, ATP ase, mirip seperti pada reseptor beta adrenergik miokard.</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA</p> <p>2.1. Definisi Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan sering kali mudah untuk diraba. Gangguan yang terjadi pada kelenjar ini bisa akibat ukurannya atau produksi hormonnya yang tidak seimbang. Produksi hormon yang tidak seimbang ini bisa diakibatkan oleh kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid). Gangguan hormonal ini bisa terjadi seumur hidup, meski pada saat-saat tertentu kadar hormonnya bisa kembali normal tapi tidak ada yang tahu penyebab gangguan hormon tersebut muncul kembali. Gangguan tiroid lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki (bisa sampai 5-7 kali lipat) dan mewakili sebagian besar penyakit endokrin atau yang berhubungan dengan hormon. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki hipotiroid atau hipertiroid biasanya dilakukan tes darah dengan mengetahui jumlah dari hormon T3 (triiodothyronine), T4 (thyroxine) dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).Thyroid Heart Disease ataupenyakit jantung tiroidadalah suatu keadaan kelainan pada jantung akibat pengaruh tiroid atau suatu penyakit jantung dengan berbagai manifestasinya yang timbul akibat keadaaan peningkatan kadar hormone tiroksin bebas dalam sirkulasi darah.</p> <p>2.2. Anatomi Kelenjar tiroid, yang terletak di daerah cervical, anterior terhadap laring, terdiri atas 2 lobus yang dihubungkan oleh suatu isthmus. Tiroid merupakan organ yang sangat vaskular, dengan jalinan kapiler darah, dan limfe disekeliling folikel. Sel endotel kapiler-kapiler ini bertingkap seperti pada kelenjar endokrin lain. Konfigurasi tersebut memudahkan transpor molekul antara sel-sel kelenjar dan kapiler darah. Pengatur utama status anatomi dan fungsional kelenjar tiroid adalah hormon perangsang-tiroid, yang dihasilkan hipofisis anterior.Kelenjar tiroid merupakan organ yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di sebelah anterior trakea. Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh kapsula yang berasal dari lamina pretracheal fascia profunda. Kapsula ini melekatkan tiroid ke laring dan trakea. Kelenjar ini terdiri atas dua buah lobus lateral yang dihubungkan oleh suatu jembatan jaringan isthmus tiroid yang tipis dibawah kartilago krikoidea di leher, dan kadang-kadang terdapat lobus piramidalis yang muncul dari isthmus di depan laring.Kelenjar tiroid terletak di leher depan vertebra cervicalis 5 sampai thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus berbentuk seperti buah pear, dengan apeks di atas sejauh linea oblique lamina cartilage thyroidea, dengan basis di bawah cincin trakea 5 atau 6. Kelenjar tiroid mempunyai panjang 5 cm, lebar 3 cm, dan dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Aliran darah kedalam tiroid per gram jaringan kelenjar sangat tinggi ( 5 ml/menit/gram tiroid).Tiroid terdiri dari nodula-nodula yang tersusun dari folikel-folikel kecil yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh suatu jaringan ikat. Setiap folikel dibatasi oleh epitel kubus dan diisi oleh bahan proteinaseosa berwarna merah muda yang disebut koloid. Sel-sel epitel folikel merupakan tempat sintesis hormon tiroid dan mengaktifkan pelepasannya dalam sirkulasi. Zat koloid, triglobulin, merupakan tempat hormon tiroid disintesis dan pada akhirnya disimpan. Dua hormon tiroid utama yang dihasilkan oleh folikel-folikel adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Sel pensekresi hormon lain dalam kelenjar tiroid yaitu sel parafolikular yang terdapat pada dasar folikel dan berhubungan dengan membran folikel, sel ini mensekresi hormon kalsitonin, suatu hormon yang dapat merendahkan kadar kalsium serum dan dengan demikian ikut berperan dalam pengaturan homeostasis kalsium. </p> <p>Kelain tiroid dapat dibedakan antara kelainan fungsi dan bentuk, kebihan hormon tiroid (hipertiroid) dan kekurangan hormon tiroid disebut (hipotiroid) termasuk kelainan fungsi, adapun kelainan bentuk terlihat dari kelenjar yang membesar. Gejalah utama hipertiroid antara lain: turunnya berat badan meskipun banyak makan, keringat banyak, jantung berdebar-debar dan mata menonjol, hipertiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, termasuk gangguan iram jantung dan gagal jantung.</p> <p>2.3. EpidemiologiPenyakit tiroid lebih sering menyerang wanita dibanding pria karena pengaruh hormonal pada wanita baik itu hipertiroid maupun hipotiroid. Namun keparahan yang diderita pria lebih parah dibanding wanita. Penyakit tiroid sering terjadi pada saat masa kehamilan. Hormon seks pada perempuan lebih rentan terhadap disfungsi kelenjar tiroid. Terdapat predisposisi familial (genetik) kuat pada sekitar 15% pasien graves yang mempunyai keluarga dekat dengan kelainan sama dan kira-kira 50% keluarga pasien dengan penyakit graves mempunyai autoantibodi tiroid yang beredar di darah. Penyakit ini dapat terjadi pada segala umur, dengan insiden puncak pada kelompok umur 20-40 tahun.</p> <p>2.4. EtiologiHipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Beberapa penyebab umum dari penyakit hipertiroid adalah penyakit graves, pemasukan yang berlebihan dari hormon tiroid, pengeluaran yang abnormal dari TSH, tiroiditis atau peradangan pada kelenjar tiroid, dan pemasukan yodium yang berlebihan. Salah satu dari jenis penyakit hipertiroidisme adalah penyakit graves yaitu suatu penyakit autoimun yang biasanya ditrandai oleh produksi autoantibodi yang kerja nya mirip TSH pada kelenjar tiroid. Penyebab dari penyakit graves ini pun belum diketahui dengan pasti. Jenis autoantibodi ini adalah tiroid stimulating immunoglobulin (TSI), tiroid peroxidase antibodi (TPO), antibodi reseptor TSH. Pemasukan berlebihan dari hormon tiroid bisa dari konsumsi tambahan hormon tiroid yang berlebihan. Misalnya penyalahgunaan hormon tiroid sebagai obat penurun berat badan. Pengeluaran abnormal dari TSH bisa dikarenakan adanya tumor di kelenjar pituitari yang menyebabkan eksresi berlebihan dari TSH. Peradangan tiroid atau tiroiditis mungkin terjadi setelah terkena suatu penyakit virus. Sebelumnya biasanya disertai gejala demam atau rasa sakit saat menelan. Peradangan ini menyebabkan suatu akumulasi sel darah putih atau limfositik tiroiditis. Peradangan ini akan menimbulkan kebocoran pada kelenjar tiroid, sehingga hormon tiroid yang masuk ke darah akan meningkat. Limfositik tiroiditis adalah keadaan paling umum setelah suatu kehamilan dan dapat terjadi sampai dengan 8 % dari wanita-wanita setelah melahirkan. Pada kasus-kasus ini, fase hipertiroid dapat berlangsung dari 4 sampai 12 minggu dan seringkali diikuti oleh suatu fase hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat berlangsung sampai 6 bulan.Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon tiroid. Kelebihan yodium dapat menyebabkan terjadinya hipertiroid. Obat-obat tertentu misalnya amiodarone (obat anti aritmia) ternyata mempunyai kandungan yodium yang besar sehingga mungkin menyebabkan penyakit hipertiroid ini.Efek Hormon Tiroid Terhadap Sistem KardiovaskularHormon tiroid sangat mempengaruhi sistem kardiovasculer dengan beberapa mekanisme baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pada keadaan hipotiroid maupun hipertiroid sangat mempengaruihi kardio vaskuler. Hormon tiroid meningkatkan metabolisme total dan konsumsi oksigen yang secara tidak langsung meningkatkan beban kerja jantung, mekanisme secara pasti belum diketahui, hormon tiroid menyebabkan efek inotropik, kronotropik, dan dormotropik, yang mirip dengan efek stimulasi adrenergik ( takikardi, peningkatan kardiak output). hormon tiroid meningkatkan sintesis myosin dan Na, K, ATP ase, mirip seperti pada reseptor beta adrenergik miokard.Epek hemodinamik hipotirod berlawanan dengan hipertiroid, dengan manifestasi klinis yang kurang jelas. Tiroid mensekresi 2 macam hormon biologis aktif yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Banyak penelitian yang mendukung hipotesis bahwa T3 adalah mediator akhir dan T4 adalah prohormonal, terutama karena reseptor nukleus T3 dan bukan T4, pada jaringan berespons terhadap hormon tiroid, terutama jantung.Efek hormon tiroid terhadap sel nuklear, terutama dijembatani melalui perubahan penampilan gen yang responsif, proses ini dimulai dengan difusi dari T4 dan T3 melintasi membran plasma karena mudah larut dalam lemak. Dalam sitoplasma T4 dirubah menjadi T3 oleh 5-monodelodinase, konsentrasinya berpariasi dari jaringan ke jaringan, merupakan hubungan yang tidak langsung respons jaringan terhadap hormon tiroid. kemudianT3 sirkulasi dan T4 yang baru disentesis melalaui membran nukleus untuk berikatan dengan reseptor hormon tiroid spesifik (THRs). THR merupakan bagian dari protein superfamili reseptor nuklear, termasuk protein yang bekerja seperti reseptor untuk steroid, vitamin D dan asam retinoik.</p> <p>2.5. PatofisiologiFaktor-faktor yang berpengaruh terhadap hormon tiroid:HipotalamusHipofisis AnteriorTiroid</p> <p>Fungsisintesis dan pelepasan TRH (menstimulasi prolaktin, FSH, LH)sintesis dan pelepasan TSHsintesis dan pelepasan hormon tiroid</p> <p>Perangsang</p> <p>penurunan T3 serum, paparan terhadap dingin (bayi baru lahir), katekolamin adrenergik alfa, vasopressin argininTRH, penurunan T3 dan T4 serum, hormon estrogen (meningkatkan tempat pengikatan TRH)TSH</p> <p>Penghambatpeningkatan T3 serum, penghambat adrenergik alfa, tumor hipotalamuspeningkatan T3 dan T4 serum, somatostatin, dopamin, glukokortikoid, tumor hipofisisantibodi penghambat TSH, terapi litium</p> <p>Efek spesifik pada penyakit jantung akibat hormon tiroid sebagai berikut: Efek KardiovaskulerT3 merangsang transkripsi dari rantai berat miosin, memperbaiki kontraktilitas otot jantung. T3 juga meningkatkan transkripsi dari Ca2+ ATPase dalam retikulum sarkoplasmik, meningkatkan kontraksi diastolik jantung, dan meningkatkan reseptor adrenergik beta dan konsentrasi protein G. Dengan demikian, hormon tiroid mempunyai efek inotropik dan kronotropik yang nyata terhadap jantung. Hal ini merupakan penyebab dari keluaran jantung dan peningkatan nadi yang nyata pada hipertiroidisme dan kebalikannya pada hipotiroidisme. Efek SimpatikSeperti dicatat di atas, hormon tiroid meningkatkan jumlah reseptor adrenergik beta dalam otot jantung. Mereka juga menurunkan reseptor adrenergik alfa miokardial. Di samping itu mereka juga dapat memperbesar aksi katekolamin pada tempat pascareseptor. Dengan demikian, kepekaan terhadap katekolamin meningkat dengan nyata pada hipertiroidisme, dan terapi dengan obat-obatan penyekat adrenergik beta dapat sangat membantu dalam mengendalikan takikardia dan aritmia. Efek PulmonarHormon tiroid mempertahankan dorongan hipoksia dan hiperkapneu normalpada pusat pernapasan. Pada hipotiroidisme berat, terjadi hipoventilasi, kadang-kadang memerlukan ventilasi bantuan.</p> <p>2.6. Manifestasi KlinisSekresi hormone tiroid diatur oleh suatu mekanisme umpan balik spesifik yang bekerja melalui hipotalamus dan hipofisis anterior. Perangsangan listrik pada hipotalamus akan menyebabkan pelepasan Thyroid Releasing Hormon (TRH) yang akan mempengaruhi sel-sel kelenjar hipofisis anterior untuk meningkatkan sekresi TRH. Pada tingkat hipotalamus dan hipofisis ini pengaturannya turut dipengaruhi oleh suhu panas dan dingin serta dipengaruhi juga oleh emosi, dimana reaksi emosi akan meningkatkan kerja simpatis sehingga menurunkan sekresi hormon tiroid.TRH akan merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormone tiroid. Bila kadar hormon tiroid dalam darah meningkat, akan terjadi efek umpan balik langsung berupa penekanan terhadap sekresi TRH selanjutnya. Mekanisme ini bertujuan mengatur konsentrasi hormone tiroid bebas dalam sirkulasi tetap dalam batas normal.Efek yang spesifik dari TRH terhadap kelenjar tiroid :1. Meningkatkan proteolisis yang disimpan dalam folikel2. Meningkatkan aktivitas pompa natrium sehingga terjadi peningkatan iodidetrapping dalam sel-sel kelenjar3. Meningkatkan iodinasi tirosin dan meningkatkan proses penggandengan (coupling)4. Meningkatkan ukuran dan aktivitas sekretorik sel-sel tiroid5. Meningkatkan jumlah sel-sel tiroidManifestasi klinis gangguan fatal kelenjar tiroid biasanya didominasi oleh gejala-gejala kardiovaskuler seperti takikardi, pulsus seler, gangguan irama jantung, bahkan gagal jantung. Hormon tiroid akan menstimulasi kerja jantung dengan mempengaruhi fungsi ventrikel, melalui peningkatan sintesis protein kontraktil jantung atau peningkatan fungsi dari reticulum sarkoplasma Ca-ATPase sehingga pada pasien hipertiroid akan didapati jantung yang hipertrofi.Keadaan hipermetabolisme dan peningkatan produksi panas tubuh akibat pengaruh hormon tiroid secara tidak langsung akan mempengaruhi sistem kardiovaskuler dengan adanya suatu kompensasi, antara lain : 1. Hormon tiroid meningkatkan aktivitas sistem simpato adrenal 2. Kerja jantung meningkat 3. Hipertrofi otot jantung akibat kerja jantung yang meningkatSecara garis besar etiologi hipertiroid dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:1. TRH normal atau rendahKadar TRH normal atau rendah terdapat pada penyakit Grave, nodul tiroid toksik (single atau multiple), tiroiditis subakut, penyakit Hashimoto, silent thyroiditis, excess thyroid hormon ingestion.2.TRH meningkatKadar TRH yang meningkat dapat dijumpai pada choriocarcinoma, kanker testis, struma...</p>