jambi independent | 25 agustus 2011

Click here to load reader

Post on 11-Mar-2016

346 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • Baca Di-WO hal 2

    Sumber: Disbun Provinsi Jambi Update Hingga 05 Sept 2011

    No Umur Harga/kg1 3 Tahun Rp 1,070.65/Kg2 4 Tahun Rp 1,199.82/kg3 5 Tahun Rp 1,284.04/kg4 6 Tahun Rp 1,328.86/kg5 7 Tahun Rp 1,371.52/kg6 8 Tahun Rp 1,417.85/kg7 9 Tahun Rp 1,466.57/kg8 10 Tahun Rp 1,512.90/kg

    Sumber: Bank Indonesia

    Kurs DollarMata Uang Kurs Jual Kurs Beli SGD 7,130.76 7,053.50USD 8,589.00 8,503.00

    ADvertOriAln

    KAmis, 25 Agustus 2011 eCerAN rP. 3.500,-

    M. ALI MAHRUS, Solo

    SEMENTARA ITU...

    Purek II Diperiksa Soal RS Unja KPK Akan Ambil Alih Dua Kasus Korupsi di Jambi

    Kisah Timnas Palestina, Berusaha Bangkit di Tengah Situasi Negara yang Kacau

    Di-WO Singapura karena Visa Satu Tim Dijegal IsraelDi tengah situasi ne-

    garanya yang tidak stabil, timnas sepakbola

    Palestina mencoba bangkit. Senin malam

    (22/8) lalu, mereka unjuk gigi di Solo, Jawa

    Tengah, bertanding dengan timnas Indonesia.

    Kisah seputar kebang-kitan tim sepak bola

    Palestina itu ternyata sarat akan cerita sedih.

    PALESTINA hingga kini me-mang identik dengan negeri yang sedang berperang. Mereka menghadapi teror Israel yang tidak pernah berhenti hingga perseteruan politik di antara warga Palestina sendiri yang nyaris selalu memakan korban jiwa.

    Di tengah situasi negara yang tak menentu itu, sepakbola Pa lestina ternyata tak pernah mati. Olahraga yang paling di-gemari di kolong jagat tersebut terus menggeliat di sana.

    Saat ini Palestina berusaha membangkitkan gairah sepa-kbolanya. Mulai musim lalu, untuk kali pertama Palesti-na menggulirkan kompetisi sepakbola. Karena kondisi

    di negara kami yang seperti itu, geliat persepakbolaan di Palestina terbagi menjadi dua, di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Musim lalu, untuk kali pertama sepanjang sejarah, kami menggelar kom-petisi penuh di Tepi Barat. Sedangkan di Gaza, sejauh ini masih sebatas turnamen, papar Ibrahim Qatari, mana-jer timnas Palestina, kepada Jawa Pos (induk Jambi Inde-pendent) Minggu (21/8) lalu, ketika ditemui di salah satu hotel di Solo.

    Kompetisi sepakbola di Tepi Barat saat itu diikuti sepuluh klub. Sedangkan even di Gaza diikuti 12 klub. n

    FAriD FANDi/JPNN

    semANgAt: timnas Palestina saat akan bertanding melawan indonesia, senin (22/8) lalu.

    KPK Incar Mantan Bupati Terkait Pelanggaran Izin Pelepasan Kawasan Hutan

    JAMBI- Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK) juga akan mengambil alih penangan-an sejumlah kasus korupsi di Jambi. Dua kasus yang segera ditangani lembaga superbody itu adalah proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Jambi (RS Unja) dan dugaan korupsi pelang-

    garan kawasan hutan. Seper-ti diketahui, saat ini kasus RS Unja juga sedang didalami Kejati Jambi.

    Penegasan ini disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi kepada Jambi Independent di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, kemarin (24/8). n

    Baca Belanja hal 2

    Baca Purek hal 2

    Baca KPK hal 2

    Belanja Pegawai Kecil, Pemda Boleh Terima CPNSJAKARTA - Pemerintah resmi memberhen-

    tikan sementara (moratorium) pe nerimaan pegawai negeri sipil (PNS) terhitung 1 September hingga 31 Desember 2012 men-datang. Namun, bagi daerah yang belanja pegawainya di bawah 50 persen APBD akan diperbolehkan menerima CPNS. Bagi yang APBD untuk belanja pegawainya 50 persen ke bawah, itu masih bisa (melakukan seleksi CPNS). Tapi itupun masih selektif, ya seperti untuk guru, jangan sampai nol juga dan se-bagainya seperti yang telah kita sebutkan, ujar Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan usai melakukan penanda-tangan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri di Kantor Wakil Presiden, kemarin (24/8).

    Ketiga menteri yang menandatangani SKB itu adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Mangindaan mengatakan, moratoriun pe-nerimaan PNS itu tidak bersifat kaku. Pene-rimaan PNS tetap dilakukan terutama untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. n

    SMS Pengaduan Mudik 0811745800

    JAMBI - Menghadapi Lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi siap menyelenggarakan angku-

    tan Lebaran tahun 2011. Ini merupakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi dan pihak terkait . Dishub juga tengah melakukan ber-bagai langkah strategis dan penting terkait penyeleng-garaan angkutan di Provinsi

    Dishub Siap Menyelenggarakan Angkutan Lebaran 2011Jambi. n

    Baca Dishub hal 2

    eDDY JuNAeDY/JAmBi iNDePeNDeNt

    KAsus rs uNJA: Pembantu rektor ii unja A rahman di Kejati Jambi.

    siAPKAN muDiK: Plt Kadis Per-hubungan Provinsi Jambi Anwar Harminto (dua kiri) dalam dialog

    interaktif di graha Pena Jambi, kemarin (24/8).

    rOlANDA HAsiBuAN/JAmBi iNDePeNDeNt

    Baca halaman

    Sibuk, Tetap Berikan ASI

    Eksklusif

    8

    Perempuan-perempuan Pembela Nazaruddin

    Charlies Angeluddin Bukan hanya nyanyian Nazaruddin yang me-

    nyita perhatian publik. Kehadiran para pena sihat hukum tersangka suap Sesmenpora tersebut juga

    memikat mata banyak orang. Tim pe ngacara yang dipimpin O.C. Kaligis itu diisi tiga perem-

    puan muda, cantik, dan pintar bak trio cewek di film Charlies Angels. Siapa mereka?

    NAMA Dea Tunggaesti akhir-akhir ini ramai dibicarakan setelah wajahnya sering terekam kamera wartawan yang biasa meliput

    di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). nBaca Charlie's hal 8

    m Jasin

    DOK/JAmBi iNDePeNDeNt

    JAKARTA - Komisi Pember-antasan Korupsi (KPK) terus aktif mendalami kasus-kasus dugaan korupsi di Jambi. Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin mengungkapkan, selain kasus RS Unja, pembibitan kayu jati (di Tebo), dan jaringan air bersih (di Tanjab Barat), kini KPK membidik dugaan korupsi pelanggaran pelepasan kawasan hutan di Jambi. n

    DHimAs giNANJAr/JPNN

    BelA NAZAruDDiN: Dari kiri, Haghia sophia lubis, Aldila Warganda, dan Dea tunggaesti di kantor OC Kaligis.

  • Jambi IndependentKamis, 25 Agustus 2011

    Di-WO Singapura karena Visa Satu Tim Dijegal Israel -----------------dari hal 1Kebetulan yang menjadi

    juara dalam liga perdana di Tepi Barat adalah klub saya, Al Ammari, tutur Ibrahim.

    Menurut Ibrahim, seperti di belahan dunia lain, men-jadi pesepakbola adalah salah satu karir yang diincar ban-yak anak muda Palestina. Pendapatan dengan menjadi pemain bola cukup menggi-urkan. Saat ini gaji tertinggi pemain di liga lokal Palestina mencapai USD 8 ribu per bu-lan atau sekitar Rp 65 juta.

    Sayang, karena situasi di penjuru negeri yang tak per-nah tenang, sampai saat ini tidak ada satu pun sekolah sepakbola (SSB) di Palestina. Pembinaan hanya dilaku-kan apa adanya oleh klub-klub. Dengan kondisi sep-erti itu, kami terus melakukan pendekatan kepada

    FIFA dan AFC agar ikut membantu pengembangan sepakbola di Palestina. Bagi kami, sepakbola bukan hanya olahraga, melainkan juga pe-lipur lara di tengah situasi yang semua tahu seperti apa di Palestina, terang Ibrahim.

    Meski saat ini belum ada pe-main asing yang berani ber-laga di kompetisi Palestina, beberapa pemain Palestina bisa bersaing di liga man-canegara. Antara lain, Omar Jarun yang bermain di Liga Primer Polandia, Arka Gydin-ia, Abdellatif Bahdari (Hajer Club/Arab Saudi), Moham-med Samara (Arab Contrac-tors/Mesir), dan Imad Zatara (Syirianska FC/Syria).

    Pemain-pemain itulah yang menjadi tulang punggung timnas Palestina saat ini. Pada putaran II babak kualifikasi Piala Dunia Zona Asia bulan lalu, tim berjuluk Al Fursan

    (The Knight) tersebut kalah agregat 3-2 oleh Thailand.

    Tetapi, para pemain kunci itu tidak dibawa serta saat beruji coba melawan Indo-nesia Senin malam lalu. Kali ini pelatih Abdel Nasser Ba-rakat hanya membawa para pemain muda. Bukan tidak menganggap serius uji coba melawan timnas Indonesia, Nasser menyatakan mem-bawa para pemain muda kar-ena ke depan merekalah yang menjadi tulang punggung timnas.

    Nasser mengungkapkan, tantangan mengembang-kan sepakbola di Palestina luar biasa. Selain faktor in-frastruktur yang jauh dari standar, intimidasi dari Israel dan konflik antarpartai yang berkepanjangan ikut am-bil bagian dalam mengebiri sepakbola Palestina. Saat ini di Palestina hanya ada dua stadion. Kapasitas penonton dua stadion tersebut pun hanya 10 ribuan.

    Selain itu, Palestina hanya punya satu lapangan rum-put. Lainnya menggunakan rumput artifisial. Jika situasi agak terkendali, kami bisa melakukan persiapan di da-lam negeri. Tetapi, jika tidak, kami terpaksa melakukan pemusatan latihan di negeri tetangga. Itu pun tidak bisa lama. Paling sering di Jorda-nia, ujar Nasser.

    Mantan pemain timnas Pal-estina tersebut juga men-gungkapkan satu hal yang sangat miris. Karena konflik berkepanjangan, bukan hal aneh lagi ketika pertandin-gan sepakbola digelar atau timnas sedang berlatih, tiba-tiba ada roket atau bom yang meledak. Sangat sering, saat

    kami berlatih atau bermain tiba-tiba ada bom yang me-ledak atau roket nyasar serta beberapa pemain dan pe-nonton terluka. Itu sudah biasa bagi kami. Begitulah kehidupan yang harus kami hadapi, beber Nasser sambil tersenyum kecut.

    Untung, perbedaan pilihan partai tidak sampai meng-ganggu koharmonisan tim-nas. Nasser mengakui, saat ini pandangan politik para pemain timnya berbeda-beda. Ada yang ikut Hamas (fraksi berhaluan garis keras yang melawan Israel), ada pula pengikut Fatah (yang lebih lunak terhadap Israel). Saat pemain kami panggil ke timnas, kami camkan ter-lebih dahulu kepada mereka untuk melupakan perbedaan politik. Mereka semua patuh. Jadi, tidak pernah ada perso-alan di timnas tentang urusan politik karena kami satu kata bahwa sepakbola hanyalah urusan sport, terangnya.

    Selain bertempur dengan lawan yang sesungguhnya di lapangan hijau, Al Fursan harus berhadapan dengan ke-culasan Israel setiap kali hen-dak bermain. Federasi Sepak Bola Palestina (