jambi independent 12 november 2009

Click here to load reader

Post on 09-Mar-2016

382 views

Category:

Documents

38 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • kamis, 12 november 2009 eceran rp. 3.500,-

    Lie detector (alat pendeteksi kebohongan) sempat dising-

    gung kapolri Jenderal Pol bam-bang Hendarso Danuri di depan

    komisi iii DPr ketika menjelaskan dugaan kasus suap ke pimpi-

    nan kPk. benarkah alat tersebut tak sepenuhnya akurat? simak

    penjelasan reza indragiri, dosen yang belajar khusus alat itu hingga

    ke australia.

    riDLwan Habib, Jakarta

    gadis belia berambut panjang. Halo, Mas, sapa dua gadis itu dengan akrab. Yang disapa membalas dengan senyum ramah.

    Pria ramah yang disapa itu adalah Reza Indragiri Amriel MCrim (Forpsych), dosen di kampus itu sekaligus ketua Jurusan Psikologi Universitas Binus. Dua gadis yang menyapa tersebut adalah mahasiswinya. Saya memang kurang suka dipanggil pak. Di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), mahasiswa saya juga panggil saya mas, kata Reza yang menunggu di deretan sofa kantor sejuk itu.

    Selain di Kampus Binus, Reza mengajar di PTIK. Saya diminta membantu di PTIK sejak Pak Farouk Muhammad (mantan gubernur PTIK), jelasnya.

    Reza adalah master psikologi forensik pertama dan satu-satunya di Indonesia. Gelar MCrim (Forpsych) di belakang nama pria kelahiran Desember 1974 tersebut diperoleh dari University of Melbourne, Australia.

    Reza Indragiri, Dosen yang Pelajari Alat Pendeteksi Kebohongan hingga ke Australia

    Tak Diawasi, Malah Jadi Alat Intimidasi Petugas

    Seorang pria berkacamata berjalan santai di ruang admisi Universitas Bina Nu-santara (Binus), Jakarta. Dia disambut dua

    Jamaah Haji Embarkasi Padang Tiba di MakkahmakkaH - Jamaah haji asal Provinsi Jambi melalui

    embarkasi Padang, Sumbar, kemarin (11/11) tiba di kota Makkah. Jamaah menginap di Aziziah yang

    merupakan ring 2. AbDul KADIR HuSeIn,

    kontributor Jambi Indepen-dent, melaporkan bahwa jarak ring 2 dari Masjidil Haram sekitar 2 kilometer. lokasinya juga berada di balik gunung. namun para ja-maah disediakan bus khusus menuju Masjidil Haram yang akan melalui terowongan.

    Kadir Husein juga melaporkan, tidak ada jamaah haji asal Jambi yang meninggal dunia. Yang mening-gal adalah jamaah asal provinsi lain yang memang berada di satu penginapan dengan jamaah haji Jambi kloter 2 di sektor 11.(viz)

    kadir husein

    l a p o r a n

    haji

    Untuk spesialisasi itu, setahu saya di In-donesia memang belum ada temannya. Saya sedang berencana ambil doktor di bidang yang sama, ujarnya.

    Psikologi forensik merupakan cabang ilmu psikologi yang membicarakan tentang kor-ban dan aktor kejahatan untuk kepentingan criminal justice system (penegakan hukum). Salah satu keahliannya adalah mendeteksi sifat, perilaku, serta kepribadian penjahat. Termasuk belajar seluk-beluk lie detector (alat pendeteksi kebohongan). Saya belajar itu sejak 2002 di Australia, ungkapnya.

    Menurut Reza, perangkat lie detector disebut polygraph dan bekerja seperti mesin pencatat data. Di negara-negara maju, mesin dan ilmu itu sudah dibisniskan, terutama di perusahaan-perusahaan besar, katanya.

    PsikoLoGi Forensik: reza indragiri.

    baca Tak hal 2

    riDLwan Habib/JPnn

    27.000 Pelamar Incar 4.622 Kursi CPnSBanyak Formasi yang Belum Ada Pelamar

    wiraHaDi, Jambi

    SeleKSI penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini dipastikan berlangsung ketat. Menurut data terakhir dari Kantor Pos Pusat, Kota Jambi, hingga hari terakhir penerimaan berkas lamaran

    kemarin (11/11), tercatat 26.500 lamaran yang masuk.

    Itu belum termasuk lamaran yang dikirim melalui kantor pos cabang di kabupaten-kabupaten. Jika ditotal, diperkirakan jumlah pelamar yang mengincar 4.622 formasi CPNS tahun ini mencapai 27.000-an lebih.

    Jika dibandingkan jumlah for-masi yang tersedia, yakni 4.622, para peserta harus bersaing ketat saat tes tertulis

    nanti. 27.000 lamaran itu akan diseleksi lagi. Hasil seleksi administrasi akan diu-mumkan pada 19 November 2009.

    Diperkirakan jumlah peserta yang lulus administrasi tidak akan

    terlalu jauh dari jumlah lamaran yang masuk, karena tahapan

    penerimaan berkas cukup lama. Peserta juga cukup teliti membuat

    lamaran dan memenuhi syarat yang ditentukan.

    Tangerang - Demi uang, warga negara Iran, Mohammad Var Shouchi (32), nekat me-nyelundupkan sabu-sabu seberat 1,6 kg yang disembunyikan di kaki palsu sebelah kiri. Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil melakukan penegahan sesaat pelaku tiba di Terminal 2 D Kedatangan luar negeri.

    Pelaku tiba di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Emirates Airways dengan nomor penerbangan EK 358, Senin (9/11) pukul 22.15 WIB. Karena gerak-geriknya yang mencurigakan, petugas lang-sung memeriksanya. Tak diduga, sabu-sabu jenis methamphetamine HCL yang berbentuk cairan bening dan kristal senilai Rp 3,6 miliar itu disembunyikan di kaki palsu sebelah kiri yang digunakan pelaku.

    Petugas Bea Cukai curiga melihat cara pelaku berjalan yang berbeda dari orang normal. Kaki sebelah kiri terlihat seolah diseret. Karena pola berjalan pelaku itu, petugas langsung memberhentikan dan memeriksa. Setelah pemeriksaan, diketahui pelaku menggunakan kaki palsu di bagian kaki kiri.

    Sabu-sabu Seberat 1,6 Kg Disimpan

    di Kaki Palsu

    Asad Syam Ancam Lapor ke Polisi

    Jambi - Meski Mahkamah Agung (MA) memperte-gas bahwa nomor perkara 1142 adalah benar putusan kasasi Asad Syam, terpidana empat tahun kasus

    korupsi pembangu-nan Pembangkit listrik Tenaga Diesel (PlTD) di unit 22 Sungaibahar, Muarojambi, itu tetap menolak putusan terse-but. Dia tetap ngotot menolak putusan dan siap melakukan per-lawanan.

    Penolakan itu dis-ampaikan kuasa hu-kum Asad Syam, T Simanjuntak, kemarin

    (11/11). Menurut dia, jika Kejari Sengeti tetap menjalankan keputusan MA mengeksekusi kliennya, Asad Syam akan melapor ke polisi. Itu yang namanya menyalahi wewenang, maka kami akan melapor ke polisi, kata Simanjuntak.

    hUKUM

    sabU-sabU di KaKi palsUmuHammaD iqbaL/JPnn

    Petugas bea cukai bandara soekarno-Hatta saat membongakar paket sabu-sabu yang direkatkan tersangka di kaki palsu.

    Tim Delapan Nilai KPK Langgar Prosedur

    Mabes Polri Beberkan Video antasari anti-KPKPolisi Ragukan Sosok Yulianto

    JaKarTa - Seolah tak mau disalahkan terus-menerus sebagai pihak yang ingin menggemboskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mabes Polri melemparkan tudingan itu ke mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Kemarin petang, Mabes Polri sengaja membeberkan sebuah petikan rekaman per-nyataan Antasari di sela-sela acara pemerik-saannya beberapa waktu lalu.

    Petikan ucapan Antasari itu diambil dari salah satu bagian rekaman video polisi saat memeriksa Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Yang cukup mengag-etkan, dalam video berdurasi sekitar 35 detik itu, terlontar ucapan langsung Antasari yang seolah-olah ingin mematikan lembaga yang pernah dipimpinnya itu. Cepat atau lambat saya keluar (dari tahanan), mungkin (saya) orang pertama yang katakan tidak perlu lagi KPK itu, ujar Antasari dalam rekaman itu.

    Tak berhenti di situ, Antasari juga tertawa santai setelah menyatakan tentang KPK tak diperlukan lagi. Video itu merupakan tayangan terakhir yang diputar Mabes Polri dalam sesi jumpa pers tersebut.

    Memang tidak diketahui persis dalam konteks apa Antasari menyampaikan pendapatnya soal KPK itu. dalam rekaman itu, Antasari men-genakan baju tahanan Polda Metro Jaya.

    JaKarTa - Tim Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto (Tim Delapan) menemukan dugaan pelanggaran prosedur admin-istrasi yang dilalukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelanggaran prosedur terjadi dalam pencabutan cekal terhadap pengusaha Joko S Tjandra dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank

    Indonesia (BLBI). Dugaan tersebut dikemukakan

    Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution setelah tim meminta klarifikasi dari man-tan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Pol Bambang Widaryatmo di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, tadi malam (11/11).

    asad syam

    baca asad hal 2

    baca Tim hal 2

    baca sabu-sabu hal 2

    baca 27.000 Pelamar hal 6

    baca mabes hal 6

    DJaTmiko/Jambi inDePenDenT

    Ya, KPK juga bukan malaikat, bisa melaku-kan kesalah-

    an. Kita lihat ada ketel-edoran prosedur.

    adnan BuYunG nasuTiOnketua Tim Delapan

    DJaTmiko/Jambi inDePenDenT

  • kamis, 12 november 2009 Jambi Independent

    Cairan dan kristal sabu tersebut dililitkan rapi di bagian betis. Pelaku sengaja menyeret kaki palsunya dikarenakan lakban pengikat sabu yang ditempatkan di bagian betis itu nyaris copot. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sabu senilai Rp 3,6 miliar yang dikemas dalam satu paket dan direkatkan di bagian betis kiri kaki palsunya, ujar Kepala Bea dan Cukai Provinsi Banten, Bachtiar.

    Sepengakuan pelaku, dirinya baru kali pertama masuk ke Indonesia. Pelaku rencananya akan menginap di salah satu hotel di kawasan Kebon sirih, Jakarta Pusat. Karena terlilit utang di kampung halamannya, dia bersedia mengantarkan sabu-sabu tersebut masuk ke Indonesia. Mantan sopir taksi di Iran itu mengaku berutang kepada salah

    satu bandar narkoba di Iran sebesar Rp 400 juta. Utang itu untuk biaya perobatan pascakecelakaan yang menyebabkan kaki kirinya harus diamputasi. Sebesar Rp 385 juta sudah dibayarkan kepada bandar narkoba tersebut. Sisanya, Rp 15 juta, dilunasi dengan cara menjadi kurir. Pengakuannya seperti itu. Diketahui memang dia baru per-tama kali ke Indonesia. Pelaku juga sudah memiliki voucher menginap yang dibawanya dari Iran, jelas Bachtiar.

    Saat ini, kasus penyelundupan sabu-sabu itu telah dilimpah-kan ke Polda Metro Jaya guna pengembangan lebih lanjut. Hingga saat ini belum ditemukan pihak lain yang terkait dengan kasus ini ataupun orang yang akan mengambil p