jambi independent 09 desember 2009

Click here to load reader

Post on 07-Mar-2016

341 views

Category:

Documents

30 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • Kini Terbit

    32Halaman

    ada dua meja mungil yang dirapatkan men-jadi satu garis lurus. Itu dilakukan agar daya tampungnya lebih besar.

    Di atas meja, diletakkan wadah uang receh.

    Ada toples, bekas tempat makanan ringan, hingga celengan berbentuk harimau men-gaum sambil duduk. Belum sempat dibuka. Ditaruh sini dulu, kata Sisilia Pujiastuti,

    rabu, 09 desember 2009 eceran rp. 3.500,-

    Prita mulyasari telah divonis Pen-gadilan Tinggi banten membayar ganti rugi rp 204 juta kepada rs

    Omni Internasional, serpong. Karena tak mampu membayar,

    muncullah gerakan mengumpul-kan uang receh untuk membantu

    dia.

    aGunG PuTu I, Jakarta

    Gerakan Para Aktivis Kumpulkan Uang Receh untuk Prita Mulyasari

    Serahkan Celengan, Bocah 6 Tahun Rela Tak Beli Kucing

    SIANG itu (7/12), rumah nomor 60 di Jalan Taman Margasatwa, kompleks Perumahan Wiraguna Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terlihat ramai. Beberapa sepeda motor berjajar di depan rumah di pojok jalan itu.

    Di ruang depan lebih ramai. Di ruangan yang menjadi semacam front office tersebut,

    Koin untuk Prita Pukul Peradilan

    JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) menilai, upaya masyarakat mengumpulkan koin receh untuk membantu Prita Mulyasari membayar denda perkara dinilai memukul dunia peradilan. Pengumpulan koin tersebut menunjukkan pe-nilaian masyarakat bahwa putusan majelis hakim tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Itu pukulan berat bagi pengadilan, ujar anggota KY Soekotjo Soeprapto di gedung Mahkamah Agung (MA) kemarin (8/11).

    Menurut Soekotjo, KY juga merasa terpukul dengan pengumpulan koin untuk Prita. Karena itu, KY akan proaktif menindaklanjuti bila ada laporan masyarakat soal hakim yang memutus perkara tersebut. n

    kasus prita

    baca serahkan hal 2

    selebriti

    baca Koin hal 4

    salah seorang relawan yang sedang piket kemarin (7/12).

    Rumah tersebut memang menjadi posko pengumpulan sumbangan untuk Prita. Posko tersebut dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 setiap hari. Menurut Sisilia, tiap hari yang bertugas berganti-ganti, bergantung kesediaan waktu para relawan.

    Sebagaimana diberitakan, kasus Prita tersebut bermula ketika dirinya menuliskan keluhan di e-mail tentang pengalaman bu-ruknya selama berobat di RS Omni. Pihak RS Omni tidak terima dan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Kasus itu ditangani secara perdata dan secara pidana.

    Khusus di ranah perdata, di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Prita divonis denda Rp 312 juta pada Mei lalu. Dia pun mengaju-kan banding. Namun di tingkat Pengadilan Tinggi Banten, dia juga kalah dan diharuskan membayar denda Rp 204 juta. n

    Bahagiakan Kaum IbuPeNGuSAhA Dewi Motik Pramono memiliki

    jabatan baru. Sejak 4 Desember lalu, dia ketiban kepercayaan sebagai ketua umum Kongres Wani-ta Indonesia (Kowani). Dia menggantikan Linda Agum Gumelar yang baru saja terpilih sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Di organisasi yang mewadahi sekitar 80 organisasi wanita itu, dia akan menja-bat hingga 2014.

    A p a r e n c a n a Dewi Motik untuk Kowani? Kowani ke depan harus memperkuat komit-men mencapai tu-juan Millenium De-velopment Goals (MDGs). Delapan target MDGs tahun 2015 terkait dengan program peranan perempuan, ujar pendiri Internation-al Federation of Women Enterprenuers (IFWE) yang bermarkas di New Delhi (1996) tersebut.

    Baginya, menyejahterakan perempuan bisa berdampak penting bagi keluarga Indonesia. Salah satu caranya, membina perempuan di bi-dang entrepreneur skala industri rumah tangga. Jika ibu mampu berbuat akan menularkan ke-pada anaknya. Ibu bahagia dan mapan di bidang wawasan akan mendukung kemandirian, ujar peraih The Golden Award dari Kadin Udine Friuli Vanesia Italy di bidang Ekonomi (1992) itu.(jpnn)

    radar sOLO/JPnnemPaTI: Tukang becak pun menyumbang uang receh untuk Prita di solo.

    Pidato 30 Menit, Salah Sebut Kata Korupsi Dua Kali

    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengekspresikan ke-curigaan bakal adanya penung-gang di balik rencana memper-ingati Hari Antikorupsi hari ini. SBY mengaku, pihaknya telah dihadang oleh berbagai kalan-gan yang meminta moratorium (penangguhan) pemberantasan

    korupsi.Pernyataan itu diungkapkan

    lewat pidato kenegaraan pertama yang dilakukan untuk menyam-but Hari Antikorupsi Sedunia di Istana Negara tadi malam. SBY didampingi sejumlah menteri, yakni Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menkum HAM Patrialis Akbar, dan Pen-dayagunaan Aparatur Negara EE Mangindaan. n

    Terkait Pernyataan Mencabut Berkas dan Keluar dari PAN

    PeRNYATAAN Abdullah Hich akan mencabut berkas pendaftaran calon guber-nur (cagub) dan keluar dari PAN mendapat

    reaksi keras oleh Zulkifli Nur-din (ZN). Ketua DPW PAN Provinsi Jambi itu merasa aneh dengan sikap Hich. ZN juga berjanji memanggil bu-pati Tanjab Timur tersebut.

    Itu (mencabut berkas pen-calonan dan keluar dari PAN) hak dia, tetapi ada aturannya, ujar ZN men-

    jawab wartawan seusai menghadiri acara pena-naman pohon di arena eks MTQ kawasan Palmerah, Jambi, kemarin.

    Menurut ZN, pendaft-aran ulang cagub di PAN

    sudah sesuai aturan yang ada. Aturannya be-gini. Kalau dia, aneh juga dia dia berbicara

    begitu. Nanti saya bicarakan, dan saya akan panggil dia, ujar gubernur Jambi itu.

    Seperti diberitakan, Hich mengancam men-cabut berkas pendaftarannya sebagai cagub lewat PAN menyusul rencana DPW PAN membuka pendaftaran ulang. Alasan Hich, pendaftaran di PAN sudah ditutup dengan tiga nama calon mendaftar. n

    ZN Segera Panggil Hich

    PresidenCurigaiSeranganKoruptor

    TDL Tidak Naik JAKARTA - Pemerintah menepis kabar akan

    menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun ini. Menko Perekonomian Hatta Rajasa men-egaskan, dalam program seratus hari pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

    (SBY), pemerintah akan fokus mengupayakan perbaikan rasio utang PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tanpa menaikkan TDL. Kami sedang melakukan se-jumlah exercise, apa perlu memperbaiki sisi utang PLN atau apa perlu penambahan penyertaan modal pemerintah. Itu opsi yang masih diba-has dalam seratus hari pertama pemerintahan,

    kata Hatta usai rapat koordinasi terbatas di Istana Wakil Presiden kemarin (8/12).

    Rapat yang dipimpin Wapres Boediono itu di-hadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, dan Dirut PLN Fahmi Mochtar. Belum ada kesimpulan apakah akan menaikkan TDL dan kalau naik berapa persen. Masih banyak pertimbangannya. Itu akan kita selesaikan dalam seratus hari, katanya. n

    listrik

    Ingin KPK SolidJAKARTA - Mulai kemarin (8/12) Bibit Samad

    Riyanto dan Chandra Marta Hamzah menempati kembali ruangannya di lantai 3 gedung Komisi Pem-berantasan Korupsi (KPK). Mereka akan terlibat lagi dalam pengambilan keputusan-keputusan penting di bidang penindakan kasus korupsi.

    Bibit dan Chandra menduduki kembali posisinya sebagai wakil ketua KPK setelah melaksanakan serah-terima jabatan dari dua pelaksana tugas (plt), Mas Achmad Santosa dan Waluyo. Sebelum acara serah-terima, Bibit dan Chandra mendapat ucapan selamat dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) yang menyelenggarakan unjuk rasa per-ingatan Hari Antikorupsi hari ini (9/12). Mereka menyerahkan nasi tumpeng kepada Bibit-Chandra sebagai ucapan syukur kembali menjabat di lembaga

    antikorupsi itu. Prosesi serah-terima berlangsung sederhana di

    auditorium gedung KPK di lantai satu. Peralihan jabatan itu juga disaksikan sejumlah pejabat struk-tural KPK. Tidak ada undangan khusus sebagaimana acara pelantikan dulu.

    Mas Achmad Santosa dan Waluyo menyerahkan memori pekerjaan masing-masing kepada Bibit dan Chandra. Memori pekerjaan yang diterima Bibit lebih tebal dibandingkan Chandra.

    Dalam acara utama, pimpinan KPK memberikan sambutan secara bergantian. Mereka mengucapkan selamat jalan kepada Mas Achmad Santosa dan Waluyo serta mengucapkan selamat datang kepada Bibit dan Chandra. n

    tumpeng cicakaGunG raHmadIansYaH/JPnn

    bibit (kanan) dan chandra menerima tumpeng cicak dari Koalisi ma-syarakat sipil antikorupsi (Kompak) di KPK Jakarta kemarin (8/12).

    dewi motik Pramono

    baca TdL hal 2

    Hatta rajasa

    baca Zn hal 2

    JAKARTA - Sejumlah elemen masyarakat tiba-tiba mengaju-kan perizinan untuk ikut aksi turun jalan hari ini. Di anta-ranya Aliansi Rakyat Untuk SBY (Arus) dan Lumbung Informasi Rakyat (Lira). Dua lembaga ini selama ini dikenal sebagai organ pendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Dalam perizinannya, dua organ itu akan menurunkan massa hingga 1000 orang. Sebelum-nya, Gerakan Indonesia Bersih yang dimotori Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsud-din, Ali Mochtar Ngabalin, dan

    sejumlah tokoh lainnya sudah lebih dulu meminta perizinan di Polda Metro Jaya Senin lalu.

    Dua kelompok massa itu dikha-watirkan membawa isu yang ber-beda dan berselisih paham di tengah jalan. Memang mereka bukan dari kelompok kami, ujar Koordinator Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Fadjroel Rachman yang juga ang-gota Gerakan Indonesia Bersih. Fadjroel berharap elemen lain akan mendukung tuntutan Hari Anti Korupsi, yakni mengusut tuntas seluruh praktik korupsi terutama kasus Bank Century.

    Khawatir Provokasi, Polisi Dilarang Berpistol

    baca Ingin hal 2

    baca Khawatir hal 2

    baca Presiden hal 2

  • Jambi IndependentRabu, 09 Desember 2009

    Pemerintah juga terus beru-paya memperbaiki layanan listrik dengan percepatan penyediaan kebutuhan listrik dari pembangkit-pembangkit yang masuk program 10.000 MW tahap pertama. Menu-rut Darwin, akhir bulan ini, akan masuk tambahan daya 900 MW dari mulai beroperasinya PLTU Labuhan 2x300 MW dan PLTU Rembang I 1x315 MW. Tah