jambi independent | 06 februari 2011

Click here to load reader

Post on 20-Feb-2016

303 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • Door Prize Jambi Independent dan JPM Trona

    THEHOK-Bertempat di lantai dasar Jambi Prima Mall (JPM) Trona kemarin (5/2), pengundian Gebyar Door Prize JPM Trona with Jambi Independent dilaksanakan. Tiga pelanggan Trona

    dan pelanggan Jambi Independent yang beruntung, akan mendapatkan hadiah berupa dua unit televisi 21 inci dan satu unit kulkas.

    Pada acara yang dimulai pukul 19.00 tersebut, Tutik Asniati, warga Telanaipura menjadi orang yang beruntung. Dia ber-hak membawa pulang unit unit kulkas. Saya ndak nyangka bisa dapat kulkas, ujar Tutik, kepada Jambi Independent. n

    Tim PenerimaanTes CPNS

    JAKARTA-Lingkungan Kementerian Pem-berdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) memiliki agenda besar. Mereka sedang menurunkan tim investigasi untuk memastikan ada pelanggaran dalam penerimaan calon

    pegawai negeri sipil (CPNS). Tim yang diturunkan ke penjuru Indonesia tersebu, diharapkan bekerja maksimal.

    Setelah menabur bunga di makam Adjie Massaid di Jakarta kemarin (5/2), Menpan dan RB E.E. Mangindaan menjelaskan, tim sudah mulai bergerak. Dia menyebutkan, ide menurunkan tim investigasi ini ber-dasarkan laporan dari beberapa pihak. Dalam laporan tersebut, ada kecurangan

    dalam proses seleksi CPNS, kata dia.Mantan Gubernur Sulawesi Utara itu

    mengatakan, laporan kecurangan tersebut muncul dari informasi Badan Intelejen Negara (BIN), DPR, DPRD, dan LSM. Lapo-ran terkait pelaksanaan tes CPNS 2010. Semuanya perlu dibuktikan. Terutama untuk daerah-daerah yang bermasalah, ujar Mangindaan.n

    Siapkan 3.000 Paspor Kosong

    SEbElAS Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jambi, telah dipulangkan menggunakan

    pesawat udara Sriwijaya Air dan Lion Air, kemarin (5/2). Hal ini dikatakan Kepala Pusat Informasi Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan RI Bambang S Ervan, kemarin.

    Kesebelas warga Jambi itu, masuk dalam 200 WNI dari luar Pulau Jawa yang dipu-langkan lewat Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Katanya, para WNI yang dipu-langkan melalui Kementerian Perhubungan RI, terdiri dari Denpasar sebanyak dua

    orang, Bengkulu dua orang, Jambi 11 orang, Ampenan satu orang, Medan 16 orang.

    Kemudian, Pontianak dua orang, Batam satu orang, Gorontalo dua orang, Aceh 40 orang, Banjarmasin tiga orang, Padang 71 orang, Balikpapan satu orang, Makasar lima orang, Manado satu orang, Palembang tujuh orang, Tanjungkarang tiga orang, Palu dela-pan orang, serta Pekanbaru 23 orang. n

    DETiK-detik kematian Adjie terekam oleh saudara tirinya, Linda Djalil. Perempuan yang pernah bekerja sebagai wartawan itu menjelaskan, saat kejadian tersebut, di rumah kediaman di Jalan Taman Cilandak II Blok E Nomor 14, Cilandak Barat ada Angelina Sondakh beserta anak dan beberapa keluarga yang baru datang dari Belanda.

    Linda menceritakan, Adjie

    pulang dari bermain futsal di kawasan Lebak Bulus, Jumat malam (4/2) lalu, sekitar pukul 21.30. Dari pengakuan keluarga di rumah, Linda mengatakan Adjie bermain futsal tiga ronde, dengan durasi sekitar 2,5 jam. Tidak lama kemudian, Adjie jatuh tersungkur di ruang tamu. Jatuh di depan piano, kata perempuan yang tinggal di Jakarta itu.n

    minggu, 06 Februari 2011 EcEran rp. 3.500,-

    RiSZA S bASSAR, Jakarta

    Merekam Suasana Mencekam di Kawasan Kairo, Mesir

    Tertangkap saat Ambil Selimut di Penjara Ratusan WNI sudah dievakuasi dari Mesir. Sebelum sampai ke kampung

    halaman masing-masing, mereka ditampung di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Inilah cerita mereka

    saat mengalami suasana mencekam di Negeri Firaun tersebut, termasuk

    pengalaman kontributor Jawa Pos (induk Jambi Independent) AGUS MUSTOFA yang baru pulang dari

    Kairo.

    internet tidak bisa, mantan wartawan Jawa Pos itu berusaha mengirim lewat faksimile. Naskah di-print, lantas dia bergegas ke warnet atau wartel terdekat. Tetapi, semua wartel yang dia kunjungi ternyata tutup. Peralatan kami tidak bisa berfungsi. Termasuk mesin faks, kata petugas warnet.

    Agus bergegas menuju ke kantor kon-suler di kawasan Nasr City. Dia ber-harap, kantor cabang KBRI di Kairo itu bisa membantu mengirimkan berita ke Indonesia. Ternyata mesin faksimilenya juga tidak berfungsi. Tetapi, telepon darurat antarkonsuler dengan KBRI di pusat kota masih bisa beroperasi. Karena itu, Agus dianjurkan untuk meluncur ke KBRI. Di sana peralatan komunikasinya lebih lengkap.

    Agus dan keluarganya meluncur ke Garden City. Itu adalah kawasan elite di tengah kota tempat kantor-kantor kedutaan dari berbagai bangsa. Gedung KBRI yang berlantai 5 berdiri megah bersebelahan dengan kantor polisi. Sabtu siang itu kawasan Garden City tergolong lengang. n

    mEnDaDaK: istri adjie massaid, angelina Sondakh, menangis saat menabur bunga di pusara suaminya, kemarin (5/2).

    BEraT anaK: Pasangan ahsanur ahmad dan Hayati Fasiha Lubis sempat meno-lak dievakuasi dari Kairo karena mengkhawatirkan keselamatan putri mereka yang baru berumur 2,5 bulan bernama ahya' anadroh. Jumat (4/2) lalu, mereka tiba di Jakarta dengan selamat.

    m HiLmi SETiawan/Jawa PoS

    Baca Bawa hal 2

    Baca Terjatuh hal 5

    Baca mubarak hal 2

    Baca 11 warga hal 2

    gan, melainkan juga para wartawan dan sejumlah pengusaha yang bersandar kepada jaringan telekomunikasi. Di antaranya, perbankan, bursa efek, dan

    transportasi. Selama beberapa hari se-mua sektor itu praktis lumpuh.

    Biasanya, penulis mengirimkan berita lewat email. Namun, begitu jaringan

    KETiKA jaringan telekomunikasi dipu-tus oleh pemerintah Mesir, penulis sem-pat kebingungan untuk mengirimkan berita ke Jawa Pos. Awalnya, Twitter yang diputus. Lantas, Facebook. Akhirnya internet beserta sambungan telepon juga diputus. Itu dimaksudkan agar para demonstran tidak bisa ber koordinasi dalam menggerakkan massa yang ber-jumlah puluhan ribu secara cepat.

    Tetapi, efeknya menjadi meluas. Bukan hanya para demonstran yang kelimpun- Baca Tertangkap hal 2

    Baca Hasil hal 2

    Terjatuh di Depan Piano

    Mubarak Tolak Mundur

    KAiRO-Aksi demonstran menuntut mundurnya Presiden Mesir Hosni Muba-rak tidak surut, kemarin (4/2). Meskipun mendapat serangan dari kelompok pro-Mubarak saat berunjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo, pada Rabu (2/2) dan Kamis lalu (3/2), massa tetap menyuarakan aspi-rasi dan sikap mereka.

    Puluhan ribu orang membanjiri Lapan-gan Tahrir, lokasi utama demo anti-Mubarak sejak Selasa (25/1) lalu. Di lokasi itu, massa melakukan salat Jumat untuk berdoa bagi kejatuhan Mubarak. Mereka juga berharap bisa menggalang sejuta lebih massa dalam aksi yang disebut se-bagai hari kejatuhan (day of departure) tokoh yang berkuasa di Mesir selama 30 tahun tersebut.

    Turun, Mubarak. Dia harus turun, teriak massa setelah selesai salat Jumat. Kami ingin kepala rezim penguasa dipenggal, teriak yang lain.

    Mubarak justru bergeming. Presiden yang terlama berkuasa dalam sejarah Me-sir itu menyatakan bahwa dirinya sebet-ulnya sangat ingin meninggalkan kursi kepresidenan. Tetapi, dia justru khawatir akan terjadi kekacauan atau chaos di Mesir akibat dirinya mundur saat ini.

    Pernyataan tersebut disampaikan Muba-rak dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi AS, ABC News, kemarin (5/2). Saya sudah jemu menjadi presiden dan ingin meninggalkan kursi sekarang. Tetapi, saya tidak bisa melakukannya. Saya takut negeri ini akan tenggelam dalam kekacauan parah, tutur Mubarak saat diwawancarai Christiane Amanpour dari ABC News.n

    11 Warga Jambi Dipulangkan

    Hasil investigasi Diharap Maksimal bawa Pulang Kulkas

    KoKoH: Seorang pendukung oposisi membuat tanda kemenangan di garis depan dekat Tahrir Square di Kairo, kemarin (5/2). Presiden mesir Hosni mubarak, yang telah me-reshuffle pemerin-tahan, tetap kokoh dengan pendiriannya; menolak mundur dari jabatannya sebagai presiden.

    rE

    uT

    Er

    S / S

    uH

    aiB

    Sa

    LE

    m

    BErunTung: Salah seorang pengunjung saat mencabut undian gebyar Door Prize Jambi indepen-dent bersama JPm Trona.

    ro

    La

    nD

    a H

    aS

    iBu

    an

    /Jam

    Bi in

    DE

    PE

    nD

    En

    T

    FEDriK Tarigan/ Jawa PoS

  • Jambi IndependentMinggu, 06 Februari 2011

    TERBEBAS DARI GANGGUAN USIA SENJAAda banyak penyakit yang biasa mendatangi se

    seorang yang memasuki usia senja. Salah satu yang populer adalah rematik. ....sebagaimana orang lain, saya juga ingin menikmati masa pensiun dengan nyaman tanpa kendala kesehatan tutur Yahya M (66 th), warga Jl H. Badar Jambi mengawali obrolan. Namun hukum alam menyatakan bahwa kemampuan organ menurun seiring dengan bertmbahnya usia. Akibatnya, justru di usia senja kita lebih mudah didera penyakit. ...sejak beberapa tahun terakhir asam urat datang yang ditandai dengan rasa sakit pada telapak kaki dan persendian....kaki sulit dan terasa nyeri ketika digerakkan sehingga aktivitas terganggu.....gangguan makin lengkap dengan sesak nafas yang acap datang.... keluh pensiunan PNS ini.

    Keinginan untuk hidup nyaman di usia senja membuat Yahya terus mencari cara untuk mengatasi gangguan kesehatannya. Kebetulan suatu hari dirinya membaca surat kabar yang berisi testimoni Gentong Mas. Segera Yahya mencobanya dengan membeli Gentong Mas dan meminumnya secara rutin setiap pagi dan sore.

    Sebulan setelah rutin minum Gentong Mas, Yahya mulai merasakan perubahan positip pada dirinya. ....Alhamdulillah berangsurangsur kaki saya mulai bisa digerakkan, bahkan sekarang sudah bisa bergerak normal kembali....selain itu sesak nafas juga mereda dan nyaris tak pernah datang lagi.... ujar Yahya penuh syukur kepada Tuhan. Tak hanya itu, Yahya juga merasakan tubuhnya semakin bugar dan vitalitas meningkat. .....kini saya tetap rutin minum Gentong Mas agar hidup tetap nyaman ...dan untuk merasakan kelezatannya yang sangat cocok dengan lidah Indonesia... ucap Yahy