jambi independent 04 november 2009

Click here to load reader

Post on 23-Mar-2016

407 views

Category:

Documents

20 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • Ketika syuting film Eat, Pray, Love (EPL) di Kabupaten Badung, se-

    jumlah pedagang mendapat rezeki nomplok. Tempat berjualan mereka

    disterilkan. Sebagai ganti, mereka menerima uang kompensasi yang

    jumlahnya menggiurkan. Tapi men-gapa para pemijat di sana justru

    merasa rugi?

    SENTOT PRAYOGI, Denpasar

    RAbu, 04 NOvEmbER 2009 EcERAN Rp. 3.500,-

    berita TerkaitHalaman 6

    di Pantai Padang-Padang, di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Sudah sebelas tahun dia berjualan di sana.

    Ketika tempat tersebut dijadikan lokasi syuting film EPL, Parwati dan 29 pedagang di pantai itu pun mendapatkan rezeki nomplok.

    Oleh manajemen film EPL, lokasi Pantai Padang-Padang ditutup selama syuting. Proses syuting memakan waktu enam hari. Berarti para pedagang yang biasa berjualan di sana pun dipaksa libur.

    Sebagai ganti, para pedagang tersebut mendapat uang kompensasi (ganti rugi). Jumlahnya beragam, sesuai posisi dan rata-rata penghasilan pedagang setiap hari.

    Kawasan yang disterilkan untuk syuting meliputi areal parkir. Posisinya terpisah dari pantai. Kawasan pantai juga disterilkan.

    Di areal parkir, ada dua warung seder-hana yang menjajakan aneka minuman dan makanan. Kepada Radar Bali, seorang pemilik warung mengaku mendapat uang kompensasi Rp 1 juta per hari. Jika proses syuting dilakukan enam hari, berarti total dia menerima Rp 6 juta.

    Di kawasan pantai, jumlah pedagang jauh lebih banyak.

    Cerita di Balik Syuting Film Eat, Pray, Love di Bali yang Dibintangi Julia Robert (2-Habis)

    Pedagang Dipaksa Tak Jualan, Seminggu Dapat Rp 6 Juta

    WAJAH Made Parwati siang itu (27/10) terlihat cerah. Senyumnya mengembang. Ketika menerima Radar Bali (Jawa Pos Group), sambutan perempuan paro baya itu ramah.

    Sehari-hari Parwati berjualan aneka pakaian

    Kembali ke Titik NolSEmbIlAN tahun absen di dunia tarik suara, ke-inginan Vonny Cornelia kembali tampil di bel-antika musik tanah air kembali membuncah.

    Bersama 16 artis lainnya, bintang film, pesinetron dan

    penyanyi kelahiran Bogor, Jawa Barat, 14 Agustus 1979

    ini membuat album Untuk Indonesia Compilation.

    Rencananya, dari hasil penjualan kompilasi

    yang diisi karya artis muda, seperti Cong, Sheza Idris, Ajul,

    Pau l T F ive , Gi ta Sinaga, Sundari Suko-co, Putri Intan,

    Arumi Bachin, Dhisa, Melody, Mele, Denada, Jenifer Ar-nelita, Ember, Pet-ric Tumewu akan diberikan kepada masyarakat kor-ban gempa.

    baca Pedagang hal 2

    1 Jamaah Kloter 3 Masih Dirawat di Madinah

    JAmAAH haji kloter 1, 2, dan 3 asal Provinsi Jambi sudah berangkat dari Madinah ke Makkah. Kemarin (3/11), sebagian besar jamaah sudah melakukan umrah. Menurut laporan kontributor Jambi Independent, ABDUL KADIR HUSEIn, satu jamaah Kloter 3 tinggal di Madinah karena masih

    dirawat di rumah sakit akibat sakit diabetes.

    nanti jamaah tersebut ter-paksa harus menyusul ke Makkah sendiri. namun tim dari Indonesia akan menye-diakan fasilitas yang lebih baik, di antaranya transpor-tasi dan penginapan yang lebih nyaman sehingga ja-

    maah itu cepat pulih.Sementara itu, berbagai keluhan terus mengalir

    dari jamaah calon haji yang sejak Ahad lalu (1/11) berbondong-bondong ke Makkah. Mereka kaget ketika memasuki pondokan. Fasilitas yang mereka dapatkan jauh lebih rendah dibanding di Madinah. Keluhan itu terutama menyangkut kondisi kamar, kamar mandi, dan angkutan.

    kadir husein

    L a p o r a n

    baca 1 Jamaah hal 2

    FOTO-FOTO: DITE SuRENDRA/JPNN

    bERKAH: Syuting film Eat, Pray, love di bali yang dibintangi Julia Roberts. Syuting itu membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di sekitar kawasan lokasi syuting.

    haji

    selebriti

    JAMBI Meski peluang yang tersedia minim, minat masyarakat masuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sangat tinggi. Memasuki hari kedua penerimaan berkas seleksi CPNS daerah, jumlah pelamar yang mengirim berkas melalui Kantor Pos Besar dan yang tersebar di kabupaten/kota diperkirakan men-capai 4.000.

    Khusus pelamar yang mengirim berkas melalui Kantor Pos Pusat, Pasar, sampai pukul 15.00 WIB kemarin lebih dari 3.500 orang.

    Dari jumlah itu, pelamar tujuan Pemkot Jambi terbanyak, yakni 1.880 orang. Kemudian Pemprov Jambi 800 orang. Sementara untuk daerah luar kota belum menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah itu akan terus bertambah, kata Ahmad Sumaryadi.

    Ahmad mengatakan, lamaran yang diterima kemarin langsung diantar ke BKD bersangkutan. Sementara itu kantor pos yang tersebar di masing-masing kabupaten juga menerima jasa pengiriman berkas CPNS. Pada

    hari kedua kemarin, jumlah pelamar cukup banyak. Namun yang sudah sampai ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masing-masing daerah masih sedikit.

    Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi mengaku sudah me-nerima 468 berkas. Itu data terakhir sore tadi (kemarin, red). Jumlah terse-but akan terus bertambah hingga batas akhir waktu penerimaan berkas, kata Kepala Biro Kepegawaian Setda Provinsi Jambi Husnaini.

    Warga Serbu Polres, 4 Ditahan Tuntut Dua Rekannya Dibebaskan, Demo Ricuh

    SAROLANGUN - Sekitar 500-an warga Desa Kasang Melintang, Ke-camatan Pauh, Sarolangun, kemarin (3/11) pukul 10.00 WIB, berunjuk rasa di depan gerbang Mapolres Sarolangun. Aksi warga tersebut merupakan buntut sengketa lahan antara warga Kasang Melintang dan PT EMAL.

    Warga yang umumnya ibu-ibu menuntut Polres Sarolangun segera membebaskan dua warganya yang di-tahan. Penahanan tersebut terkait kasus perusakan jembatan kayu penghubung Desa Kasang Melintang dan PT EMAL yang dibuat perusahaan tersebut.

    Kedua warga yang ditahan adalah Idrom (30) dan Endi (18).

    TPF Panggil Semua Nama Dalam Rekaman

    JAKARTA - Mabes Polri akhirnya menangguhkan pe-nahanan terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah malam tadi. Pembebasan itu menurut polisi, dilakukan demi kepentingan yang lebih besar, bukan karena tekanan.

    Baru saja tim pembela mem-bawa surat penangguhan pena-hanan malam ini, maka baru diproses Kapolri malam ini. Itu dilakukan demi untuk kepent-ingan yang lebih besar, bukan karena tekanan, ditangguh-

    kan, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, malam tadi (3/11/).

    Nanan mengatakan, Bibit dan Chandra belum dibebaskan dalam arti sesungguhnya, karena hingga kini kasusnya belum diputus oleh pengadilan. Kalau dibebaskan, itu harus ada putusan dari pengadilan sehingga ada kekuatan hukum tetap, kata Nanan. KPK pun bersyukur atas pembebasan kedua pimpinan komisi antikorupsi tersebut dari balik jeruji penjara.

    Bibit-Chandra Bebas, Anggodo Diperiksa

    4.000 Pelamar CPNS Masukkan Berkas

    vonny corneliabaca Kembali

    hal 2

    serbu polresluKmAN HAKIm/JAmbI INDEPENDENT

    Warga Desa Kasang melintang, Kecamatan Pauh, Sarolangun, saat berunjuk rasa di depan gerbang mapolres Sarolangun kemarin (3/11).

    baca 4.000 Pelamar hal 9

    baca Warga hal 2

    baca bibit-chandra hal 2

    DJATmIKO/JAmbI INDEPENDENT

    DJATmIKO/JAmbI INDEPENDENT

  • rabu, 04 november 2009 Jambi Independent

    Dari pantauan Jawa Pos (induk Jambi Independent), banyak ja-maah asal Lamongan dan Tuban yang ditempatkan di rumah nomor 828 wilayah Bakhutmah merasa pusing. Cat pondokannya masih baru. Baunya menyengat. Padahal, semua ruangan tertutup karena ber-AC.

    Cat kamar-kamar itu bukan cat tembok biasa, tapi cat yang biasa dipergunakan untuk mengecat kayu atau besi. Rupanya penge-catan baru dilakukan beberapa hari sebelum ditempati jamaah. Banyak yang sakit kepala. Tetapi kami tak bisa berbuat apa-apa, ujar Riyanto, jamaah asal Paciran, Lamongan.

    Dia sekamar dengan empat orang lainnya. Di kamar itu hanya ada empat tempat tidur. Terpaksa seorang tidur di lantai. Dia meng-gelar selimut karena tidak ada alas lainnya. Di kamar itu memang tidak ada fasilitas lain kecuali tempat tidur.

    Ada juga jamaah yang kreatif membikin gantungan baju den-gan tali rafia, sehingga kamar tak ubahnya jemuran cucian.

    Jemuran itu malang melintang di atas tempat tidur. Ketika Jawa Pos mengunjunginya, tiga orang tanpa memakai baju duduk di lantai. Mereka santai. Kami belum ke mana-mana kecuali ke Masjidil Haram, ujar Kun Zaini.

    Sujono, jamaah asal embarkasi Surabaya lainnya, mengeluhkan kondisi kamar mandi. Dia dan teman-temannya asal Lamongan mendapatkan satu kamar mandi untuk sepuluh orang. Kalau pagi, antre cukup lama. Paling berat kalau ada yang kebelet buang air besar, tuturnya. WC jongkok berada di kamar mandi tersebut. Tak ada bak mandi.

    Kondisi tersebut tidak terbay-angkan sejak di tanah air. Bahkan ketika berangkat dari Madinah, dia mengira akan mendapatkan fasili-tas yang sama. Ketika itu jamaah haji ditempatkan di hotel dengan fasilitas lengkap.

    Muhammad Munir menambah-kan, untuk berangkat ke Masjidil Haram, juga masih kesulitan. Bus memang disediakan. Tetapi sam-pai kemarin bus itu tidak diberi tanda jelas. Di bus itu hanya ada stiker

    Aku pikir pekerjaan ini sangat mulia. Jadi aku merasa tertarik. Toh, sekarang banyak pemuda Indonesia yang hanya peduli den-gan kirim ucapan tetapi bentuknya nggak ada, tegas pelantun lagu Salam Semata tersebut.

    Meski musibah gempa telah lewat, menurut Vonny, tidak ada kata terlambat untuk membantu ma-syarakat korban gempa. Ini karena, selama ini mereka masih membu-

    tuhkan ulur tangan kita. Royalti penjualan akan kita berikan sesuai dengan kebutuhan mereka, ujarnya di sela-sela latihan vocal di G Studio di Radio Dalam, Jakarta, Senin (2/11) malam. Hasrat kembali ke belantika musik tanah air, memang sudah lama diinginkan bintang film berjudul Antara Aku, Piano, dan Puisimu tersebut. Namun lantaran belum ada tawaran yang pas, dirinya memilih bersabar.(jpnn)

    Keduanya ditangkap polisi p