Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf}

Download Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf}

Post on 21-Nov-2014

5.655 views

Category:

Automotive

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. Islam dan Kesejahteraan Sosial: Antara Ajaran dan Realitas Sosial Arifin Zain Abstract : Islam adalah agama rahmatan lil` alamin dalam arti yang sesungguhnya. Sejak awal diturunkan, agama Ilahiyyah ini telah menjadikan dirinya sebagai satu-satunya agama yang mengin ginkan terujudnya rasa keadilan, ketentraman dan kesejahteraan sosial bagi seluruh pemeluknya. Untuk meraih kesejahteraan sosial dimaksud Allah telah mempersiapkan seperangkat aturan dan ajaran baik melalui wahyu maupun hadits rasulullah yang dapat dijadikan acuan bagi kaum mauslimin dalam tatanan kehidupan mereka, baik dalam lingkup kecil maupun dalam skala yang lebih besar. Dalam perjalanan sejarah umat Islam awal dan beberapa periode setelahnya, kesejahteraan sosial tersebut berhasil dicapai dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Keniscayaan akan terciptanya kesejahteraan sosial yang sesungguhnya adalah ketika manusia hidup sesuai dengan tatanan yang telah ditentukan Allah dan rasul-Nya.Kata Kunci : Dakwah Islam, Kesejahteraan SosialI. Pendahuluan Sejak diturunkan Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip kesejahteraan bagipemeluknya. Kesejahteraan tersebut tidak hanya ditinjau dari unsur terpenuhinyakebutuhan dasar jasmani seperti makan dan tempat tinggal namun termasukkebutuhan ruhani seperti ketenangan, kenyamanan, pengormatan, perlindungan,persamaan keduduk an d alam hukum dan peradilan. Prinsip-prinsip ini dapat dilihatdari berbagai dimensi, diantaranya, Pertama , adanya perintah Allah dan rasul-Nyatentang keadilan, persamaan hak dan kewajiban, perlindungan hukum dan jaminan 1 </li> <li> 2. keselamatan yang tertuang dalam wahyu-wahyu Allah dan hadits rasul-Nya. edua , KPraktek-praktek nabi Muhammad baik saat di Makkah maupun di Madinah senantiasamengarah pada terciptanya keadilan, kesetaraan, persamaan, jaminan sosial,perlindungan hak -hak pribadi dan keamanan individu dan masyarakat. Sejarahmenunjukkan, nabi Muhammad berupaya seku at mungkin menciptakan kesamaanhak dan kewajiban di kalangan pengikutnya. Salah satu contoh yang pentingdiangkat adalah saat memerdekakan para budak seperti Bilal dan `Ammar bin Yasir.Usaha ini ditujukan agar terciptanya k esamaan status antara dirin ya sebagai rasuldengan orang-orang di sekitarnya yang memiliki sebagai pengikut. Dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial, Islam telah menetapkanperangkat-perangkat dasar yan g dapat dijadikan acuan bagi pemeluknya. Sebagaicontoh demi terciptanya stabilitas sosial dalam masyarakat, al-Qur`an dan haditsmenetapkan adanya qishash bagi pelaku pembunuhan -meski memberi maaf lebihutama -, hukuman rajam dan cambuk bagi pelaku zina dan peminum khamar sertahukuman potong tan gan bagi pencuri. Dari dimensi jasmaniah, Islam mewajibkanzakat (zakat harta, zakat fithrah) bagi orang-orang yan g mampu, Infaq, shadaqah d anwaqaf bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan fisik, Allah berfirman yan g artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu merupakan hak orang-orang fakir, miskin, `amil, paramuallaf, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang dan mereka .1yang berjihad di jalan Allah serta ibnu sabil Apa-apa yang diberikan Allah kepadarasul-Nya dari penduduk satu negri, maka itu merupakan milik Allah dan rasul-Nya,kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil, supaya hartatersebut tidak hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu. 2 Sementaradalam konteks keadilan dan kesetaraan nabi Muhammad menegaskan dalam salahsatu hadits yang artinya: Seandainya Fathimah a nak-ku mencuri sungguh akan sayapotong tangannya . Ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan betapa Allah dan rasul-Nya sangatmementingkan terciptanya kehidupan yan g baik di kalangan umat Islam. Tidak 2 </li> <li> 3. hanya memberikan perhatian pada kebutuhan yang sifatnya materi namun jugakebutuhan-kebutuhan no n material yang sif atnya abstrak namun sangat berpengaruhterhadap sikap dan tingkah laku seseorang. Semua ini ditujukan dalam rangkamewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dalam banyak hal, harmonis antara sikaya dan si miskin, pen guasa dan rakyat, individu dan individu, yang pintar dan yangbodoh, oran g kuat dan yang lemah dan lainnya. Jika hal ini dapat terwujud dalamrealitas kehidupan umat Islam niscaya kesejahteraan sosial akan hadir dalamkehidupan yang sesungguhnya bukan dalam catatan-catatan kertas para pengamatmasalah sosial. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka dalam tulisan singkat ini akandibahas tentang Islam dan Kesejahteraan Sosial: Antara Ajaran dan Realitas Sosial.Kajian ini memfokuskan pembahasan tentang pandangan-pand angan dan ketentuanIslam tentang kesejahteraan sosial serta bagaimana praktek dan pelaksanaan programkesejahteraan sosial tersebut dalam lintasan sejarah masyarak at Islam.II. Pengertian Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan Sosial didefinisikan sebagai suatu kondisi kehidupan individudan masyarakat yang sesuai dengan standar kelayakan hidup yang dipersepsimasyarakat. Namun tingkat kelayakan hidup tersebut dipahami r elatif berbeda olehmanusia dalam berbagai kalangan dan latar belakang budaya, mengingat tingkatkelayakan tersebut ditentukan oleh persepsi normatif suatu masyarakat terhadapkondisi sosial, material dan psikologis tertentu. Dewasa ini negara-negara yangtergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa telah men yepakati bahwagaris kesejahteraann sosial minimal yan g dijadikan acuan bersama dalam bentukHuman Development Indext (HDI) yang selanjutnya sejak tahun 1990-an dimonitorperkembangannya dan dilaporkan secara berkala dalam Human Development Report(HDR). 3 Terdapat beberapa usaha yan g d apat dilakukan oleh masyarakat dalammencapai taraf kesejahteraan mereka, antara lain dengan menin gkatkan pembangun an 3 </li> <li> 4. ekonomi dan peciptaan lapangan k erja, pembagunan bidang pendidikan, jaminan ataspemeliharaan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan Sosialdipahami sebagai hak dasar manusia yang bersif at universal ( Universal Basic HumanRight ), sehingga setiap orang secara inclusive (tidak membedakan jenis kelamin,suku, bangsa, agama, warna kulit, kemampuan fisik dan psikologis) berhak atassuatu tingkat kesejahteraan yang sesuai den gan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karen aitu, usaha-usaha pemeliharaan tingkat kesejahteraan dapat dipandan g seb agai usaha 4pemenuhan hak-hak asasi manusia. Sampai saat ini belum ada sebuah batasan kesejahteraan sosial yang dapatditerima secara umum dan hal ini sudah menjadi fitrah dari ilmu sosial apa saja,termasuk Ilmu Kesejahteraan Sosial. Para cendekiawan Ilmu Kesejahteraan Sosialatau praktisi pekerjaan sosial telah merumuskan batasannya secara sendiri-sendirisehinggat terdapat beraneka ragam definisi. 5 Menurut Dunham sebagaimana dikutipSuud, Kesejahteraan Sosial merupakan kegiatan-kegiatan yang terorganisasi bagipeningkatan kesejahteraan sosial melalui menolong orang untuk memnuhi kebutuhan-kebutuhan dalam beberapa bidang seperti kehidupan keluarga dan anak, kesehatan,penyesuaian sosial, waktu senggang, standar-standar kehidupan, dan hubungan- 6hubungan sosial. Sementara Perserikatan B angsa-Bangsa (PBB), merumuskanbahwa kesejahteraan sosial merupakan suatu fungsi terorganisasi yang bertujuanuntuk memungkiknkan individu-individu, keluarga, kelompok-kelompok dankomunitas-komunitas menanggulangi masalah sosial yang diakibatkan olehperubahan kondisi-kondisi. Namun demikian kesejahteraan sosial secara luasmempun yai fungsi terhadap pelayanan-p elayanan khusus, kesejahteraan sosialmempun yai fungsi lebih lanjut yang lebih luas di dalam pembangunan sosial suatunegara. 7 Kesejahteraan sosial dalam arti luas mencaku p berbagai tindakan yangdilakukan manusia untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Beberapa ahlimembagi definisi kesejahteraan sosial kepada beberapa bagian yaitu: kesejahteraansosial sebagai k eadaan (kondisi), sebagai ilmu dan sebagai kegiatan dan gerak an. 4 </li> <li> 5. Salah satu pengertian Kesejahteraan Sosial yang dikemukakan adalah: keseluruhanusaha sosial yang terorganisir dan mempunyai tujuan utama untuk meningkatkantaraf hidup masyarakat berdasarkan konteks sosialnya. Di dalamnya tercakup unsurkebijakan dan pelayanan dalam arti luas terkait dengan berbagai kehidupan dalammasyarakat seperti pendapatan, jaminan sosial, kesehatan, perumahan, pendidikan, 8rekreasi budaya dan lainn ya.III. Kesejahteraan Sosial dalam Islam : Dimensi Wahyu dan Realitas Sosial Demikian tegasnya Islam menganjurkan tercip tanya kesejahteraan sosialdalam masyarakat sampai-sampai menjadikannya salah satu prinsip dasar ajaranIslam. Salah satu bentuk perhatian Allah tersebut dengan memberikan jaminan bahwanabi Muhammad merupakan sosok yang sen gaja diutus sebagai rahmat yangmendatangkan kebaikan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam. Dalamal-Qur`an Allah berfirman yang artinya : Tidaklah Kami utus engkau Muhammadkecuali untuk semua manusia .9 Dalam ayat lain Allah berfirman yang artinya :Kami utus engkau Muhammad untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam .10Rasulullah adalah rahmat, bukan saja kedatangannya membawa ajaran tetapi jugasosok dan kepribadiannya adalah rahmat yang dianugerahkan Allah kepada beliau.Kepribadiannya dibentuk sehingga bukan hanya pengetahuan yang Allah limpahkankepadanya melalui wahyu-wahyu al-Qur`an akan tetapi juga qalbunya disinaribahkan totalitas wujud pribadinya merupakan rahmat bagi seluruh alam. Rasulullahsendiri mengakui dirinya sebagai Rahmatun M uhdab yang berarti Rahmat yangdihadiahkan Allah kepada seluruh alam. Tidak ada ditemukan dalam al-Qur`anseorangpun yan g dijuluki dengan rahmat kecuali rasulullah dan tidak ada juga satumakhlukpun yang dijuluki dengan rahmat kecuali Muhammad saw dan tidak adasatupun makhluk yang disifati dengan sifat Allah ar-Rahim kecuali dia seorang. 11 Dengan rahmat akan terpenuhinya hajat batin manusia untuk meraihketenangan, ketentraman, hak, bakat dan fitrahn ya sebagaimana terpenuhi pula hajat 5 </li> <li> 6. keluarga kecil dan b esar menyangkut perlindungan, bimbingan dan pen gawasan sertasaling pengertian dan penghormatan. Karenanya jangankan manusia, tumbuh- 12tumbuhan dan binatangpun memperoleh rahmat dengan kedatangan Mu hammad.Risalah yang dibawa Muhammad ini selain membawa rahmat untuk kaumnya,mengeluarkan mereka dari lingkungan sempit, hidup berkabilah -kabilah menjadi satubangsa besar yan g berperadaban, diapun rahmat bagi seluruh isi alam. Awalnyaajaran ini dipandang orang ganjil dan tidak mungkin diterima karena sangatbertentangan dengan aturan sosial yan g berlaku waktu itu. Akan tetapi lamakelamaan manusia menerimanya d engan cara ber angsur-angsur diakui d an dijalankanwalaupun kad ang-kadang dimun gkiri dari sumber mana mereka ambil. Islam menjadirahmat bagi kemanusiaan karena Islam mempersamakan hak azazi manusia di muka 13pengadilan dan undang-undang. Kehadirannya sebagai rasul terakhir tidak hanya dikhususkan bagi umat Islamsemata, akan tetapi bagi seluruh manusia di atas bumi ini. Hal ini dimungkinkankarena posisinya sebagai Khatam al-Anbiyya sehingga keh adiran Muhammd tidakdibatasi hanya untuk penduduk Makkah dan Madinah saja melainkan juga untukseluruh manusia di dunia ini. Islam yan g dikembangkan nabi Muhammad, parasahabat dan pengemban risalah setelah itu senantiasa mengacu pada penciptaankondisi ideal dan kondusif dalam kehidupan masyarakat. Harus dipahami bahwaIslam memiliki seperan gkat ajaran dan aturan yang telah dipersiapkan Allah danrasul-Nya untuk dilaksanakan oleh manusia. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa Muhammad telah berhasil membawaperubahan yang mendasar dan sangat besar dalam berbagai sisi kehidupanmasyarakat Arab saat itu. Sebagai contoh, kota Makkah yan g awalnya merupakansentra perdagangan dan dikuasai oleh sebagian pemuka Qurasy yang kasar, arogandan tamak akhirn ya ber ubah menjadi sebuah negeri yang yan g baik, aman, tentramdan pendudukn ya mendapatkan ampunan Allah. Padahal, tidak dapat disangkal padazaman jahiliyyah kota ini merupakan salah satu pusat kebobrokan moral di tanah 6 </li> <li> 7. Arab. Hampir tidak ada satu bentuk kejahatan yang tidak terdapat di negeri ini, mulaipelacuran, riba, perang antar suku, minum khamar, penindasan dan perbud akan. Penindasan dan perbudakan merupakan salah satu bentuk kejahatan yangsangat dilarang, karena dalam konteks ini manusia memiliki status yang demikianrendah sehingga dalam hal-hal tertentu memiliki nilai yan g tidak lebih tinggi daribinatang. Dengan datangnya Islam, semua itu dihapuskan dan manusia diberikanhak-hak azazi individu, keluarga dan masyar akat sehingga manusia baik secaraindividu maupun kelompok memiliki nilai yang tinggi baik dihadapan manusiaapalagi di hadapan Allah. Islam datan g membawa persamaan hak tanpa membedakan antara satu sukudengan suku yang lain dan tidak memuliakan satu bangsa di atas bangsa lainnya.Tidak ada perbedaan manusia yang didasarkan pada ukuran-ukuran fisik belakaseperti warna kulit, bangsa, kedudukan, pangkat, jabatan dan lainnya. Sebaliknyadengan keberagaman tersebut Islam men ginginkan terjalinnya bagunanan kehidupandi kalangan umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah yang artin ya: Wahaimanusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu...</li></ul>

Recommended

View more >