intra natal

Download intra natal

Post on 25-Oct-2015

22 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bidan

TRANSCRIPT

LAPORAN PENDAHULUAN

Nama Mahasiswa: IKA RIZKI ANGGRAINITempat Praktek : Ruang MaternitasNIM: 08060055Tanggal : 26-5-2011

Topik: INTRA PARTUM

A. KONSEP DASAR PENYAKIT1. DefinisiPersalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu. Persalinan dianggap normal jika proses yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai penyulit ( Dep.kes RI, 2002).Persalinan/intranatal adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir / dengan jalan lain (Mochtar, 2002). Partus immaturus adalah partus kurang 28 minggu lebih 20 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram Partus prematurus adalah suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm ( cukup bulan ) dengan berat antara 1000-2500 gram atau tua kehamilan antara 28-36 minggu Partus postmaturus atau serotinus adalah partus yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang ditentukan Partus biasa atau partus fisiologis adalah partus bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi dan umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Partus pathologis atau partus abnormal adalah bayi dilahirkan pervaginam dengan cunam atau ekstraksi vacum,dekapitasi,embriotomi.

2. Etiologi Penyebab terjadinya proses persalinan :a) Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak, nutrisi janin dari plasenta berkurang. b) Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban, semakin merangsang terjadinya kontraksi. c) Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison, prostaglandin, oksitosin, menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan Selain itu penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum di ketahui secara pasti/jelas. Namun terdapat beberapa teori antara lain :a. Teori keregangan / distensia rahim .Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu .Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulaib. Teori penurunan progesteron .Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur 28 minggu dimana terjadi penimbunanjaringn ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu .Produksi progesteron mengalami penurunn, sehingga otot rahim lebih sensitive terhadapoxitocin .Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesterontertentuc. Teori oksitosin internal .Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hypofise parst posterior .Menurunnnya progesteron akibat tuannya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatnyaaktivitas sehingga persalinan dapat dimulaid. Teori protaglandin .Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur 15 minggu, yang dikeluarkan olehdecidua .Pemberian prostaglandin saat hamil menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasilkonsepsi dikeluarkane. Teori hipotalamus pituitary dan glandula suprarenalis .Teori ini menunjukkan pada kehamilan dengan anensefalus sering terjadi kelambatanpersalinan karena tidak terbetnuk hipotalamus, teori ini dikemukakan oleh Linggin(1979).f. Induksi partusPartus dapat pula ditimbulkan dengan jalan lain : Gagang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan kanalis servikalis dengan tujuan merangsang fleksus frenkenhauser. Amniotomi : pemecahan ketuban Oksitosin drip : pemberian oksitosin menurut tetesan perinfus

3. Tanda dan Gejala1. Tandatanda permulaan persalinan yang terjadi beberapa minggu sebelum persalinan adalah :a. Lightening / settling / dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul. Pada primigravida terjadi saat 46 minggu terakhir kehamilan, sedangkan pada multigravida terjadi saat partus mulai.b. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.c. Perasaan sering atau susah kencing (polakisuria), karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.d. Perasaan sakit perut dan dipinggang karena kontraksi lemah dari uterus.e. Serviks menjadi lebih lembek dan mulai mendatar, sekresinyapun akan bertambah bisa bercampur darah (Departemen Kesehatan Jawa Tengah, 2004).2. Tandatanda pasti persalinan yang terjadi beberapa saat sebelum persalinan adalah : Terjadinya his persalinan yang bersifat :1.) Pinggang terasa sakit dan menjalar kedepan.2.) Sifatnya teratur, interval semakin pendek dan kekuatanya semakin besar.3.) Semakin ibu beraktivitas kekuatan his akan semakin besar. Pengeluaran lendir dan darah (bloody show) yang lebih banyak karena robekan kecil pada serviks. Pengeluaran cairan yang terjadi pada beberapa kasus ketuban pecah, dan dengan pecahnya ketuban diharapkan persalinan berlangsung dalam waktu 24 jam kemudian. Pada pemeriksaan dalam serviks telah mendatar dan pembukaan telah ada (Departemen Kesehatan Jawa Tengah, 2004).3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan persalinan dan kelahiran Usia Ibu Berat badan ibu Jarak kelahiran Berat bayi dan usia gestasi Posisi fetus Kondisi selaput ketuban Tempat menempelnya plasenta dan Faktor psikologi4. Faktor faktor yang mempengaruhi kekuatan persalinan : Power (kekuatan yang mendorong janin keluar).Power pertama pada persalinan adalah kekuatan yang dihasilkan kontraksi otot rahim yang terjadi diluar kesadaran. Power terdiri dari 2 faktor, yaitu :1) His (kontraksi otot rahim pada persalinan).2) Tenaga mengejan.Adanya kontraksi otot dinding perut maka menyebabkan peningkatan tekanan intra abdominal (serupa tenaga mengejan sewaktu BAB namun lebih kuat). Setelah kepala sampai pada dasar panggul timbul suatu reflek pasien menutup glotisnya, mengkontraksikan otototot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Hal ini berhasil bila pembukaan sudah lengkap dan efektif sewaktu ada kontraksi.b. Passage (jalan lahir).Meliputi jalan lahir keras (rongga pelvis) dan jalan lahir lunak (serviks dan vagina).c. Passanger (janin).Letak janin yaitu hubungan antara sumbu panjang ibu dan sumbu panjang janin, dimana janin bisa melintang atau memanjang. Presentasi yaitu bagian terendah janin yang berada di pap; kepala,bokong.bahu,muka. d. Psikologi.Apabila ibu hamil mengalami stress psikologis, janin dan ibu akan mengalami kondisi yang tidak baik,disebabkan saat stress dapat menyebabkan disekresinya epineprin yang dapat menghambat aktifitas miometrial sehingga mengakibatkan tidak terkoordinasinya aktivitas uterus. Agar tidak terjadi hal tersebut sang calon ibu harus diberikan support dan dukungan, karena berdasarkan penelitian bahwa support emosional dan fisik mempunyai hubungan signifikan dalam mempercepat persalinan (Departemen Kesehatan Jawa Tengah, 2004

5. Pemeriksaan Penunjang Rekaman kardiotografi.Pemantauan secara berkala denyut jantung janin dengan stetoskop leance atau doptone yaitu sebuah alat elektronik untuk mendenganr denyut jantung janin. Dilakukan pada kala 1 untuk mengetahui kekuatan dan sifat kontraksi rahim serta kemajuan persalinan. Partograf.Adalah suatu alat untuk memantau kemajuan proses persalinan dan membantu petugas kesehatan dan mengambil keputusan dalam penatalaksanaan pasien. Partograf berbentuk kertas grafik yang berisi data ibu, janin dan proses persalinan. Partograf dimulai pada pembukaan mulut rahim 4 cm (fase aktif). Ultrasonografi (USG).Digunakan untuk mendeteksi keadaan dan posisi janin dalam kandungan6. Penatalaksanaan 1. Penatalaksanaan partus kala 1Pemeriksaan fisik umum yang belum dilakukan harus diselesaikan sesegera mungkin setelah pasien masuk rawat inap. Yang paling baik, seorang dokter dapat membuat kesimpulan tentang normalnya kehamilan tersebut apabila semua pemeriksaan, termasuk tinjauan ulang rekan medis dan laboratium, sudah dilaksanakan. Meskipun durasi rata-rata persalinan kala satu pada wanita nulipara adalah sekitar 7 jam dan wanita para sekitar 4 jam, terdapat variasi individual yang besar..Pemantauan kesejahteraan janin selama persalinan.Untuk mendapatkan hasil akhir kehamilan yang optimal, harus dibuat program yang tersusun rapi untuk memberikan surveilans ketat tentang kesejahteraan ibu dan janin selama persalanin. Semua observasi harus dicatat secara tepat. Frekuensi, intesitas, dan lamanya kontraksi uterus, serta respons denyut jantung janin terhadap kontraksi tersebut harus diperhatikan benar. Aspek-aspek ini dapat dievaluasi dengan tepat dalam urutan yang logis.

Frekuensi Denyut Jantung JaninFrekuensi denyut jantung janin dapat diketahui dengan stetoskop yang sesuai atau salah satu di antara berbagai macam alat ultrasonik Doppler. Perubahan frekuensi denyut jantung janin yang kemungkinan besar berbahaya bagi janin hampir selalu dapat ditemukan setelah kontraksi uterus. Untuk menghindari kebingungan antara kerja jantung ibu dan janinnya, denyut nadi ibunya hendaknya dihitung pada saat menghitung frekuensi denyut jantung janin. Resiko, bahaya, atau gawat janin-yaitu hilangnya kesejahteraan janin-dicugai apabila frekuensi denyut jantung janin yang diukur segera setelah kontraksi berulang kali berada di bawah 110 denyut per menit. Gawat janin sangat mungkin terjadi apabila denyut jantung terdengar kurang dari 100 denyut per menit sekalipun ada perbaikan hitung detak jantung menjadi 110 sampai 160 denyut per menit sebelum kontraksi berikutnya. Apabila setelah kontraksi ditemukan deselerasi semacam ini, persalinan tahap selanjutnya, jika dimungkinkan, paling baik dimonitor secara elektronik

Pemantauan Dan Penatalaksanaan Ibu Dan Selama Persalinan TANDA VITAL IBUSuhu, denyut nadi, tekanan darah ibu dievaluasi setidaknya setiap 4 jam. Jika selaput ketuban telah pecah lama sebelum awitan persalinan, atau jika terjadi kenaikan suhu ambang, suhu diperiksa tiap jam. Selain itu, bila terjadi pecah ketuban yang lama-lebih dari 18 jam-disarankan untuk memberikan antibiotik profilaksis terhadap infeksi steptokokus grup B. (American College of Obstetricians and Gynecologists,1996). PEMERIKSAAN VAGINA SELANJUTNYA.Pada persalinan kala satu, perlunya pemeriksaan vagina selanjutnya untuk mengetahui