inisiasi 4 struktu pasar

Download Inisiasi 4 Struktu Pasar

Post on 23-Dec-2015

238 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Manaj

TRANSCRIPT

MODUL 1

Struktur Pasar BMP EKMA4312

Dr. T. Sunaryo

Struktur pasar merujuk pada jumlah produsen dan konsumen dalam pasar. Dalam struktur pasar bersaing sempurna terdapat banyak produsen dan banyak konsumen. Banyaknya produsen mengindikasikan bahwa hambatan masuk pasar (entry barrier) dalam industri tersebut rendah. Produsen dengan mudah keluar atau masuk pasar. Barang yang dijual produsen identik satu dengan lainnya. Dengan banyaknya produsen maka produsen secara individu tidak dapat mengubah harga pasar. Pada struktur pasar monopoli terdapat satu produsen di pasar. Kondisi ini menunjukkan adanya entry barrier yang amat tinggi dalam pasar monopoli. Pada pasar monopoli produsen dapat menentukan harga barang untuk memperoleh keuntungan maksimum. Harga barang pada pasar monopoli lebih mahal dari pasar persaingan sempurna.

Pada struktur pasar oligopoli terdapat beberapa produsen. Entry barrier di pasar oligopoli lebih rendah dibanding yang ada di struktur pasar monopoli. Dalam upaya memaksimukan keuntungan, beberapa perusahan dapat melakukan kolusi sehingga dapat bertindak sebagai monopoli. Atau sebaliknya mereka akan berkompetisi untuk menguasai pasar. Adanya sedikit produsen ini memungkinkan 2 macam interaksi. Struktur pasar monopolistic competition mempunyai karakteristik monopoli dan kompetisi. Elemen monopoli muncul melalui karakteristik produk dan elemen kompetisi muncul dari entry barrier yang relatif rendah. Produk masing-masing perusahaan mempunyai ciri tertentu sehingga dibedakan antara satu dengan lainnya.

Struktur pasar bersaing sempurna mampu mengalokasikan sumber daya secara efisien dan menghasilkan output yang lebih banyak dibanding dengan struktur pasar lainnya. Ini adalah esensi teori kesejahteraan ekonomi pertama yang pertama kali dikemukakan Adam Smith.

1.Struktur Biaya

Dalam pembahasan struktur pasar mengasumsikan struktur biaya standar, yaitu produsen berproduksi dalam jangka pendek (short run)seperti skenario pada Modul 3. Gambar 5.1 menunjukkan struktur biaya sebuah perusahaan sumbu tegak menunjukkan biaya dan sumbu datar menunjukkan jumlah barang yang diproduksi/dijual. Law of diminishing returns membuat biaya marjinal (MC) naik semakin cepat. MC memotong biaya rata-rata (AC) pada AC minimum. MC memotong biaya rata-rata variabel (AVC) pada AVC minimum.

Gambar 5.1.Struktur Biaya

2.Kurva Permintaan

Semakin banyak kompetitor, produsen akan menghadapi kurva permintaan yang semakin elastis (elastisitas harga). Artinya, penurunan harga 1%, akan meningkatkan penjualan yang relatif besar (lebih dari satu persen), lihat kembali Gambar 2.5 di Modul 2. Permintaan yang mempunyai elastisitas (harga) yang tinggi mempunyai kemiringan yang relatif kecil (datar). Produsen dalam struktur pasar bersaing sempurna menghadapi kurva permintaan dengan elastisitas tak terhingga (horizontal)

, berapapun jumlah barang yang dijual tidak akan mempengaruhi harga barang dipasar (lihat Gambar 5.2.) Produsen dalam struktur pasar monopolistic competition, oligopoli dan monopoli masing-masing menghadapi kurva permintaan yang semakin curam, , dan . Perusahaan dalam struktur pasar monopoli menghadapi permintaan yang paling inelastis.

Gambar 5.2.Kurva Permintaan yang Dihadapi Produsen

3c.Produsen Mengoptimalkan Keuntungannya

Produsen mempunyai struktur biaya seperti pada Gambar 5.1 menghadapi kurva permintaan seperti pada Gambar 5.2. Berapa jumlah produksi yang optimal bagi produsen? Jumlah produksi yang optimal artinya jumlah produksi yang memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan kerugian.

Keuntungan produsen adalah:

: keuntungan

: pendapatan (revenue)

: biaya (costs)

q: kuantitas (quantity)

Perhatikan bahwa keuntungan, pendapatan dan biaya semuanya fungsi dari output. Kondisi keuntungan optimal adalah turunan pertama keuntungan terhadap output sama dengan nol.

Jadi

Produsen akan mencapai keuntungan maksimal (kerugian minimal) bila output yang terakhir memenuhi kondisi biaya marjinal sama dengan pendapatan marjinal. Ongkos produksi output terakhir (MC) sama dengan kontribusi pendapatan dari output terakhir tersebut (MR).

Jadi, yang menjadi acuan evaluasi untuk menentukan jumlah output optimal adalah ongkos produksi output yang terakhir (MC), bukan ongkos rata-rata dari semua output.Apabila , produsen masih bisa menikmati keuntungan dengan menambah output (q). Apabila produsen sudah dalam kondisi mengalami kerugian. Dengan mengurangi output akan menghindari kerugian dan menempatkan produsen pada keuntungan maksimal bila memenuhi kondisi . Perhatikan bahwa kondisi optimal ini sama dengan yang ada pada kasus konsumen (Modul 2) dan produsen (Modul 3). Integrasikan pemahaman Anda.

KondisiImplikasi

Tambah output

Kurangi output

Stop, output mencapai optimal

4d.Marginal Revenue

Kondisi optimal memerlukan pendapatan marjinal (marginal revenue, MR), yaitu tambahan pendapatan dari tambahan sebuah penjualan. Produsen dalam struktur pasar bersaing sempurna bisa menjual berapa pun produknya dengan harga tetap. Setiap produsen menjual sebuah output, produsen selalu mendapatkan pendapatan sebesar harga produknya. Dengan demikian, kurva MR dari produsen dalam pasar bersaing sempurna sama dengan kurva permintaannya yang horizontal, lihat Gambar 5.3.

Gambar 5.3.Marginal Revenue sebuah Perusahaan dalam Struktur Pasar Bersaing SempurnaSecara umum, marginal revenue (MR) adalah turunan pertama pendapatan (revenue) terhadap output. Misalnya, perusahaan menghadapi kurva permintaan sebagai berikut.

Fungsi pendapatan dari perusahaan adalah:

Marginal revenue dari perusahaan adalah:

Perhatikan kemiringan D adalah -0,5, sedangkan kemiringan kurva MR adalah 1. MR di bawah D dan lebih curam dibanding D.

Secara umum, kurva MR dari perusahaan dalam persaingan tidak sempurna berada di bawah kurva permintaan dan mempunyai kemiringan lebih curam dibanding kurva D.

Gambar 5.4.

Marginal Revenue sebuah Perusahaan dalam Struktur Pasar Bersaing tidak Sempurna5.Perusahaan dalam Struktur Pasar Bersaing Sempurna

Perusahaan dalam struktur pasar bersaing sempurna menghadapi kurva permintaan pasar yang horizontal. Secara intuisi, apabila harga pasar relatif tinggi sehingga biaya rata-rata lebih kecil dari harga produknya, produsen menikmati keuntungan positif. Keuntungan ini disebut keuntungan di atas normal (super normal). Apabila harga pasar turun sehingga biaya rata-rata sama dengan harga, keuntungan produsen sama dengan nol (keuntungan normal atau normal profit). Apabila harga pasar turun lagi sehingga biaya rata-rata kurang di bawah harga produk, produsen mengalami kerugian atau keuntungan di bawah nol (sub-normal profit). Tiga kategori keuntungan bisa diilustrasikan dengan grafik.

1.Perusahaan Menikmati Keuntungan di atas Normal

Gambar 5.5.Perusahaan Menikmati Keuntungan di Atas NormalGambar 5.5 menggambarkan produsen mempunyai struktur biaya standar dan menghadapi kurva permintaan pasar horizontal. Produsen yang mengoptimalkan keuntungannya memenuhi kondisi MC = MR. Output optimalnya adalah 100. Dengan output 100, biaya rata-rata produk adalah 8. Tentu saja harganya 10. Produsen menikmati keuntungan sebesar 200. Ini adalah keuntungan di atas normal (super normal profit).Keuntungan di atas normal tentu saja mengundang produsen-produsen lainnya (entries). Persediaan (supply) output di pasar meningkat dan menurunkan harga produk. Produsen baru akan tetap masuk selama masih ada super normal profit. Atau, produsen baru akan tidak mempunyai insentif untuk masuk bila super normal profit sama dengan nol. Keuntungan sama dengan nol ini disebut keuntungan normal (normal profit).

Jadi, apabila harga di atas 7 (harga yang membuat keuntungan di atas normal), harga akan turun ke 7.

2.Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal

Keuntungan normal terjadi bila harga sama dengan biaya produksi rata-rata. Gambar 5.6 menunjukkan keuntungan normal. Produsen memenuhi kondisi optimal MC = MR. Output optimal adalah 90. Harga sama dengan biaya rata-rata, yaitu 7. Keuntungan produsen adalah nol (normal profit).

Gambar 5.6.Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal

Gambar 5.7.Perusahaan Menikmati Keuntungan di Bawah Normal (Subnormal)Misalnya, penurunan permintaan pasar membuat harga turun hingga sama dengan 5. Produsen mengoptimalkan keuntungannya dengan memenuhi MC = MR dan memproduksi sebanyak 80. Pada saat output sama dengan 80, biaya rata-ratanya adalah 8. Produsen menderita kerugian 240 (3 80). Kerugian (keuntungan negatif) disebut keuntungan di bawah normal (sub-normal profit).

Keuntungan di bawah normal ini menstimulasi produsen untuk keluar (exits) dari pasar. Persediaan output pasar menurun, harga naik. Exits akan berhenti apabila stimulannya sudah habis, yaitu pada saat keuntungan perusahaan sama dengan nol, tidak negatif lagi. Jadi, bila harga di bawah 7 (harga yang membuat keuntungan normal), harga akan naik hingga sama dengan tujuh.

3.Perusahaan Menderita Kerugian Sebesar Biaya Tetap

Gambar 5.7 menunjukkan bahwa bila harga sama dengan 5, produsen rugi sebesar 240. Namun, pendapatan perusahaan 400, masih melebihi biaya variabelnya, 320. Jadi, masih sisa sebesar 80 untuk mengurangi kerugian dari biaya tetap. Apabila harga turun hingga sama dengan 3, pendapatan hanya cukup untuk membayar biaya variabel, lihat Gambar 5.8. Kompensasi untuk biaya tetap tidak ada. Kondisi ini sama dengan bila perusahaan berhenti beroperasi. Apabila perusahaan berhenti beroperasi, perusahaan rugi sebesar biaya tetap. Jadi, pada saat harga sama dengan 3, perusahaan indifferent terhadap pilihan beroperasi atau tutup (shut down). Namun, apabila harga kurang dari 3, pendapatan perusahaan tidak c