info ktm - edisi nov 2013

Download Info KTM - Edisi Nov 2013

Post on 23-Dec-2015

75 views

Category:

Documents

27 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Informasi Umum KTM Edisi November 2013 yang dikeluarkan oleh Kemenakertrans

TRANSCRIPT

  • Edisi November2013

    Page 1 of 33

    INFORMASI UMUM KTM

    1.1. Pengertian

    KTM di kawasan transmigrasi adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan

    pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi

    perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    Pencantuman kata kota dalam pengertian tersebut dimaksudkan untuk menyatukan visi

    tentang kawasan transmigrasi yang akan dibangun dan dikembangkan memenuhi fungsi-

    fungsi perkotaan, sehingga program transmigrasi ke depat diharapkan secara psikologis

    mempunyai dampak positif untuk menarik minat kaum muda bertransmigrasi, sekaligus

    mengurangi terjadinya perpindahan penduduk yang tidak terarah ke kota-kota besar

    (deurbanisasi) serta sebagai kota penyangga dalam konteks pembangunan perwilayahan.

    Sedangkan yang dimaksud dengan fungsi perkotaan adalah tersedianya berbagai fasilitas

    yang meliputi :

    1) Pusat kegiatan ekonomi wilayah;

    2) Pusat kegiatan industri pengolahan hasil;

    3) Pusat pelayanan jasa dan perdagangan;

    4) Pusat pelayanan kesehatan;

    5) Pusat pendidikan dan pelatihan;

    6) Sarana pemerintahan;

    7) Fasilitas umum dan sosial.

    Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dimaksudkan bahwa pemanfaatan

    sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan generasi mendatang, tanpa meninggalkan

    degradasi lingkungan untuk generasi yang akan datang.

    KTM merupakan sebuah program yang dirancang secara holistik dan komperhensif, yang

    bertujuan membangun kawasan transmigrasi yang bernuansa perkotaan, sebagai

    akselerasi pengembangan perekonomian pedesaan dan terwujudnya Kawasan Transmigrasi

    yang mandiri.

    1.2. Tujuan

    Tujuan ditetapkannya KTM di Kawasan Transmigrasi adalah :

    1) Menciptakan sentra-sentra agribisnis dan agroindustri yang mampu menarik investasi

    swasta sebagai penggerak perekonomian para transmigran dan penduduk sekitar

    menjadi pusat-pusat pertubuhan baru,

  • Edisi November2013

    Page 2 of 33

    2) Membuka kesempatan kerja dan peluang usaha, dengan terbentuknya sentra-sentra

    agribisnis dan agroindustri di Kawasan Transmgirasi, maka diharapkan akan

    meningkatkan kemudahan-kemudahan bagi para transmigran dan penduduk sekitar

    untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar mereka,

    3) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para transmigran dan penduduk sekitar

    di kawasan tersebut.

    1.3. Kriteria dan Persyaratan KTM

    Suatu kawasan transmigrasi yang akan dikembangkan melalui pembangunan dan

    pengembangan Kota Terpadu Mandiri apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :

    1) Masuk ke dalam kawasan budidaya non kehutanan atau termasuk ke dalam Areal

    Penggunaan Lain (APL) dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) serta sesuai

    dengan yang diperuntukkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan

    Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK).

    2) Luas wilayah KTM minimal 18.000 ha, yang diasumsikan berdaya tampung 9.000 KK

    yang terdiri dari transmigran dan penduduk sekitar;

    3) Mempunyai potensi untuk mengembangkan komoditi unggulan dan memenuhi skala

    ekonomis

    4) Mempunyai kemudahan hubungan dengan pusat-pusat pertumbuhan yang telah ada;

    5) Kawasan yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan peruntukan pihak lain, tidak

    berpotensi masalah sosial, merupakan aspirasi masyarakat seempat atau badan

    usaha;

    6) Usulan pembangunan dan pengembangan KTM merupakan kesepakatan bersama

    antara pemerintah Kabupaten/Kota dan DPRD Kabupaten/Kota, dikoordinasikan oleh

    pemerintah Provinsi, serta lolos seleksi dari Tim Pemerintah;

    7) Kebutuhan lahan yang diperlukan untuk pembangunan dan pengembangan KTM

    adalah : untuk pusat benih/bibit dan demfarm 230 ha, pembangunan sarana dan

    prasarana pusat KTM 120 ha, pengembangan permukiman transmigrasi baru minimal

    1.000 ha, pengembangan transmigrasi swakarsa mandiri minimal 500 ha.

    1.4. Indikator Keberhasilan

    Indikator keberhasilan KTM adalah :

    1) Meningkatnya pendapatan masyarakat/transmigrant dan kegiatan pertanian berbasis

    komoditas unggulan.

    2) Meningkatnya kesepakatan kerja dan peluang berusaha, yang sebagian besar

    kegiatan didominasi oleh kegiatan agribisnis, termasuk di dalamnya adalah usaha-

  • Edisi November2013

    Page 3 of 33

    usaha industri (pengolahan) pertanian, perdagangan hasil pertanian, jasa

    pelayanan, dan lain-lain, yang dapat meningkatkan daya tarik Transmigrasi Swakarsa

    Berbantuan (TSB) dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM).

    3) Meningkatnya fungsi infrastruktur fisik (jalan, telekomunikasi, listrik, sarana air

    bersih, irigasi).

    4) Meningkatnya fasilitas dan pelayanan sosial dan budaya.

    5) Meningkatnya produktivitas masyarakat.

    6) Meningkatnya investasi untuk kegiatan agribisnis dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    7) Struktur tata ruang kawasan berwawasan lingkungan.

    1.5. Tahapan Pengusulan

    1) Pemerintah kabupaten/kota mengusulkan calon lokasi KTM dilengkapi dengan peta

    kawasan skala 1 : 50.000 kepada Menteri melalui Gubernur.

    2) Pemerintah provinsi melakukan pengkajian (ekspose, kaji lapang, penelitian

    administrasi) dan mengkoordinasikan antar dinas.

    3) Apabila usulan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka Gubernur menerbitkan

    rekomendasi yang disampaikan kepada Menteri.

    4) Menteri melakukan pengkajian dan koordinasi antar departemen.

    5) Apabila usulan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka Menteri menerbitkan Surat

    Persetujuan calon lokasi KTM.

    1.6 Perkembangan KTM

    Pembangunan dan pengembangan KTM memerlukan dukungan dari kementerian/lembaga

    lain, untuk itu telah dilakukan berapa MoU dengan beberapa kementerian/lembaga, seperti

    Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum,

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Selain itu diperlukan adanya sharing

    pendanaan dari Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten) dan dari dunia usaha (pihak

    swastadan masyarakat).

    Pembangunan sarana prasarana beserta lembaga Pengelolanya di KTM dimaksudkan

    untuk dapat menyediakan layanan ekonomi, sosial, budaya dalam skala kawasan seperti,

    Pasar, Pusat Bisnis, Puskesmas Rawat Inap, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan,

    Masjid/Islamic Center, Rumah Pintar, Sarana Air Bersih, PLTS, Industri Pengolahan Hasil

    Pertanian (RMP), Pabrik Pupuk Granular, Pertanian Organik serta Himpunan Wiirausaha

    Trans.

  • Edisi November2013

    Page 4 of 33

    Pada tahun 2009 telah ditetapkan 44 KTM di kawasan transmigrasi, berdasarkan Keputusan

    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No Kep. 293/MEN/IX/2009 tentang Penetapan

    Lokasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi. Kemudian pada tahun 2011

    menyusul 4 KTM baru yang ditetapkan, sehingga jumlahnya menjadi 48 KTM.

    Saat ini terdapat 22 KTM yang menjadi tanggung jawab Ditjen P2MKT, yang terbagi

    menjadi 5 Generasi yaitu: Generasi 1 pada tahun 2007 (Mesuji, Telang, Belitang, Rambutan

    Parit), Generasi 2 pada tahun 2008 (Tobadak, Rasau Jaya, Geragai, Lunang Silaut),

    Generasi 3 pada tahun 2009 (Hialu, Labangka, Tambora, Lamunti), Generasi 4 pada tahun

    2009 (Ketapang Nusantara, Ponu, Kobisonta, Batu Betumpang, Bathin III Ulu, Way Tuba)

    dan Generasi 5 pada taun 2011 (Rawa Pitu, Kikim, Gerbang Kayong, Tinanggea Kompleks).

    Beberapa Kementerian telah memberikan dukungan pendanaan diantaranya Kementerian

    Kesehatan yang akan membangun Puskesmas Rawat Inap di 3 KTM (Mesuji, Lunang Silaut,

    dan Rasau Jaya), Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun Jembatan Sungai Resik

    di KTM Kikim. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan Bea Siswa

    dan pembangunan SMK. Kementerian ESDM membangun PLTS di KTM Labangka,

    Pembangunan Sarana Air Bersih (RO Sistem) di KTM Telang (bantuan Pemerintah Jepang),

    Sharing pendanaan dalam pembangunan dan pengembangan terhadap 22 KTM, dari APBD

    sampai dengan 2012 mencapai 276 Miliyar Rupiah. Sedangkan pembiayaan dari APBN

    sampai dengan 2012 mencapai 619 Miliyar Rupiah.

    Beberapa KTM sudah menjadi Kawasan Strategis, diantaranya KTM Kikim, KTM Mesuji, KTM

    Belitang, KTM Lamunti dan KTM Lunang Silaut. Sedangkan yang sudah menjadi Ibukota

    Kecamatan Pemekaran adalah KTM Belitang dan KTM Lunang Silaut.

    Berdasarkan hasil evaluasi tingkat perkembangannya tahun 2013terdapat 5 KTM yang

    sudah mencapai Tahap Mandiri (baik awal, menengah, maupun akhir), yaitu: KTM Mesuji,

    KTM Telang, KTM Rasau Jaya, KTM Lunang Silaut, dan KTM Gerbang Kayong. Sedangkan

    tahun 2014 diperkirakan terdapat 3 KTM yang sudah mencapai Tahap Mandiri pada tahun

    2014 (baik awal, menengah, maupun akhir)KTM Belitang,KTM Kobisonta dan KTM Batu

    Betumpang.

    Sampai saat ini terdapat 14 KTM yang telah di-PERDA-kan, yaitu: KTM Rambutan Parit,

    KTM Geragai, KTM Telang, KTM Belitang, KTM Bathin III Ulu, KTM Rawa Pitu, KTM Rasau

    Jaya, KTM Labangka, KTM Tinanggea Kompleks (Merongga Raya), KTM Hialu-Lamonae,

    KTM Lunang Silaut, KTM Batu Betumpang, KTM Way Tuba dan KTM Ponu.

  • Edisi November2013

    Page 5 of 33

    Sedangkan Badan Pengelola KTM yang telah terbentuk terdapat di 15 KTM, yaitu : KTM

    Lunang Silaut, KTM Geragai, KTM Rambutan Parit, KTM Telang, KTM Belitang, KTM Mesuji,

    KTM Rasau Jaya, KTM Tobadak, KTM Tinaggea Kompleks, KTM Rawa Pitu, KTM Labangka,

    KTM Batu Betum