ik penyakit

Download Ik Penyakit

Post on 16-Feb-2016

10 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ik Penyakit

TRANSCRIPT

INSTRUKSI KERJADisahkanoleh:

Kepala Puskesmas Kampung Bugisdr. Hj. Widya Narulita

NIP.19751101 200604 2 007

PENATALAKSANAAN ISPA

Tanggal Terbit : 01 Agustus 2015No. Dokumen : IK-P.Bgs/Antropometri/2015

Revisi : 0Halaman : 1 dari 2

A. TUJUAN

Sebagai prosedur kerja bagi petugas di poli umum dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat pada pasien dengan penyakit ISPA sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

B. RUANG LINGKUP

Prosedur kerja ini berlaku bagi petugas di PoliUmum dan unit lain yang terkait.

C. DEFINISI

ISPA adalah suatu keadaan dimana kuman penyakit menyerang alat pernafasan mulai hidung sampai paru-paru dan berlangsung tidak lebih dari 2 minggu.Penyebab ISPA adalah virus, bakteri dan riketsia.Gambaran Klinis ISPA antara lain : batuk, kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, pilek, demam dan sakit kepala

D. PENANGGUNG JAWAB

Koordinator poli umum

E. KRITERIA PENCAPAIAN

Penanganan pasien dengan ISPA sesuai dengan prosedur kerja

F. ALUR PROSES

1. Petugas memanggil pasien sesuai rekam medis

2. Petugas menyapa pasien dengan ramah

3. Petugas menanyakan tanda, dan gejala, yang dirasakan pasien, adakah batuk, sesak, sakit tenggorokan, pilek, demam, sakit kepala

4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik

5. Bila pasien mengalami kesulitan bernafas dirujuk ke rumah sakit6. Petugas mengusulkan untuk pemeriksaan radiologi bila diperlukan

7. Petugas mencatat di rekam medis pasien

8. Petugas memberikan terapi

9. Bila demam diberikan obat penurun panas golongan parasetamol 3x500mg

10. Diberikan obat batuk gliseril 3x1 tablet untuk batuk berdahak dan dextromethorphan 3x1 tablet untuk batuk tidak berdahak serta CTM 3x1tablet.

11. Antibiotik hanya diberikan bila ada indikasi infeksi bakteri (Amoxicillin 3x500mg).

G. REFERENSI

Buku pedoman pengobatan dasar di puskesmas, Departemen Kesehatan 2007

H. DOKUMEN TERKAIT

Rekam medisFormulir resep obat

I. UNIT TERKAIT

Kamar obat

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

WMM

Rini Putriyani

dr. Datik Yuli Darwati

NIP. 19731203 199703 2 004

NIP. 19780726 200604 2 011

INSTRUKSI KERJADisahkan oleh:

Kepala Puskesmas Kampung Bugisdr. Hj. Widya Narulita

NIP.19751101 200604 2 007

PENATALAKSANAAN DIARE

Tanggal Terbit : 01 Agustus 2015No. Dokumen : IK-P.Bgs/Antropometri/2015

Revisi : 0Halaman : 1 dari 2

A. TUJUAN

Sebagai prosedur kerja bagi petugas di poli umum dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat pada pasien dengan penyakit diare sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

B. RUANG LINGKUP

Prosedur kerja ini berlaku bagi petugas di PoliUmum dan unit lain yang terkait.

C. DEFINISI

Diare non spesifik adalah diare yang bukan di sebabkan oleh kuman khusus maupun parasit. Penyebabnya adalah virus, makanan yang merangsang atau yang tercemar toksin, gangguan pencernaan dsb.

D. PENANGGUNG JAWAB

Koordinator Poli Umum

E. KRITERIA PENCAPAIAN

Penanganan pasien dengan diare sesuai dengan prosedur kerja

F. ALUR PROSES1. Petugas memanggil pasien sesuai rekam medis

2. Petugas menyapa pasien dengan ramah

3. Petugas menanyakan adakah gejala buang air besar cair, tinja disertai darah atau lendir, demam, dan tanda dehidrasi antara lain :

+ Rasa haus

+ Menurunnya turgor kulit

+ Mata cekung

+ Air mata tidak ada

+ Ubun ubun besar cekung pada bayi

+ Oligouria, atau anuria

4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik

Memeriksa apakah ada:

+ Hypotensi

+ Tachi kardi

+ Menurunnya kesadaran

5. Bila pasien mengalami kekurangan cairan dirujuk ke rumah sakit6. Petugas mencatat di rekam medis pasien

7. Petugas memberikan terapi+ Dasar pengobatan Diare akut adalah rehidrasi dan memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. Oleh karena itu langkah pertama adalah menentukan derajat dehidrasi.+ Kemudian lakukan upaya rehidrasi seperti yang dilakukan terhadap dehidrasi karena kolera.

+Pemberian cairan, berupa upaya rehidrasi oral ( URO ) untuk mencegah maupun mengobati dehidrasi.

+Melanjutkan Pemberian makanan seperti biasa, terutama Asi, selama diarre dalam masa penyembuhan.

+Tidak menggunakan anti diarre, sementara anti biotik maupun anti mikroba hanya untuk tersangka kolera, disentri, atau terbukti giardiasis atau amubiasis.

+Pemberian petunjuk yang efektive bagi ibu dan anak serta keluarga tentang upaya rehidrasi oral di rumah, tanda-tanda untuk merujuk, dan cara mencegah diarre di masa yang akan datang.

+Bila demam diberikan obat penurun panas golongan parasetamol 3x500mg

8. Antibiotik hanya diberikan bila ada indikasi infeksi bakteri (???)G. REFERENSI

Buku pedoman pengobatan dasar di puskesmas, Departemen Kesehatan 2007

H. DOKUMEN TERKAIT

Rekam medisFormulir resep obat

I. UNIT TERKAIT

Kamar obat

Dibuat oleh

diperiksa oleh

WMM

Rini Putriyani

dr. Datik Yuli Darwati

NIP. 19731203 199703 2 004

NIP. 19780726 200604 2 011

INSTRUKSI KERJADisahkanoleh:

Kepala Puskesmas Kampung Bugisdr. Hj. Widya Narulita

NIP.19751101 200604 2 007

PENATALAKSANAAN ASMA BRONKHIALE

Tanggal Terbit : 01 Agustus 2015No. Dokumen : IK-P.Bgs/Antropometri/2015

Revisi : 0Halaman : 1 dari 2

IK Penatalaksanaan Asma Bronkhiale

TUJUAN Sebagai prosedur kerja bagi petugas di poli umum dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat pada pasien asma bronkhial.

APLIKASI KLAUSUL Klausul 7.2.2 tinjauan ulang persyaratan yang berhubungan dengan pelayanan

RUANG LINGKUP Prosedur kerja ini dilakukan oleh petugas di poli umum dan unit lain yang terkait.

DEFINISI Asma Bronkial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trachea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah ubah, baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan Status astmatikus adalah serangan asma bronchial yang tidak membaik dengan pengobatan asma bronchial awal.Gambaran klinis :

Pada auskultasi terdengar wheezing dan ekspirasi memanjangKeadaan sesak hebat yang ditandai dengan giatnya otot-otot bantu pernapasan dan sianosis dikenal dengan status asmatikus yang dapat berakibat fatal.Dispnoe di pagi hari dan sepanjang malam, sesudah latihan fisik (terutama saat cuaca dingin), berhubungan dengan infeksi saluran nafas atas, berhubungan dengan paparan terhadap alergen seperti pollen dan bulu binatang.Batuk yang panjang di pagi hari dan larut malam, berhubungan dengan faktor iritatif, batuknya bisa kering, tapi sering terdapat mukus bening yang diekskresikan dari saluran nafas.PENANGGUNGJAWAB Koordinator poli umum Kabupaten Pacitan

KRITERIA PENCAPAIAN Semua penanganan terhadap penyakit asma bronkial dilakukan sesuai prosedur kerja

ALUR PROSES

Petugas memanggil pasien sesuai rekam medisPetugas menyapa pasien dengan ramahPetugas menanyakan gejala yang dirasakan pasien,Petugas melakukan pemeriksaan fisik apakah ada tanda tanda sesak, wheezing expiratoar, nyeri di dadaPetugas menegakkan diagnosaBila diagnosa status asmatikus maka pasien dirujuk ke Rawat InapPetugas mencatat pada rekam medis pasienPetugas memberikan terapi asma bronkial :Aminophylin 3X100-300mg/hariSalbutamol 3 x 2 mgKortikosteroid (jika perlu)Dexamethasone 3x0,5mgPrednison 3x5mgMethylprednisolon 3x5mgBisa diberikan Mukolitik: Ambroxol 3x15mgParasetamol jika ada demam : 3x500mg atau Ibuprofen 3x400mgREFERENSI

Arif mansjoer,dkk, Kapita Selakta kedokteran Edisi ketiga jilid II, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2000Buku pedoman pengobatan dasar di puskesmas , Departemen Kesehatan RI, 2007DOKUMEN TERKAIT

Rekam medisFormulir resep obatUNIT TERKAIT Unit Kamar obat

INSTRUKSI KERJADisahkanoleh:

Kepala Puskesmas Kampung Bugisdr. Hj. Widya Narulita

NIP.19751101 200604 2 007

PENATALAKSANAAN

DIABETES MELITUS TIPE II

Tanggal Terbit : 01 Agustus 2015No. Dokumen : IK-P.Bgs/Antropometri/2015

Revisi : 0Halaman : 1 dari 2

TUJUAN

Sebagai Prosedur Kerja bagi petugas di poli umum agar penderita Diabetes Melitus dapat ditangani terutama untuk mencegah komplikasi .

APLIKASI KLAUSUL

Klausul 7.2.2 tinjauan persyaratan yang berhubungan dengan pelayanan.

RUANG LINGKUP

Prosedur kerja ini berlaku bagi Petugas di poli umum dan unit terkait lainnya.

DEFINISI

Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf dan pembuluh darah, disertai lesi pada membrane basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.DM ada 2 jenis atas dasar waktu dimulainya penyakit, yaitu :

Tipe-1, Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) atau jenis remaja , Pada tipe ini terdapat destruksi dari sel-sel beta pancreas, sehingga tidak memproduksi insulin dan akibatnya sel tidak bisa menyerap glukosa dari darah. Kadar glukosa darah meningkat sehingga glukosa berlebih dikeluarkan lewat urin. Tipe ini banyak terjadi pada usia 30 tahun dan paling sering dimulai pada usia 10 13 tahun.Tipe-2, Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) atau jenis dewasa. Tipe ini tidak tergantung dari insulin, lazimnya terjadi pada usia diatas 40 tahun