III. Metodologi

Download III. Metodologi

Post on 13-Jun-2015

766 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Moch. Rum Alim. ANALISIS KETERKAITAN DAN KESENJANGAN EKONOMI INTRA DAN INTERREGIONAL JAWA-SUMATERA. Desertasi. IPB. 2006III. METODOLOGI PENELITIAN3.1. Kerangka TeoretisPertumbuhanekonomi berbedadenganpembangunanekonomi. Menurut Djojohadikusumo (1994) pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan perkembangan berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan. Disisilain, pembangunanekonomimempunyai maknayanglebih luas, tidak hanya menyangkut peningkatan produksi melainkan juga menyangkut perubahanpadakomposisi produksi, perubahanpolapenggunaansumberdaya, perubahan pola distribusi kekayaan dan pendapatan di antara pelaku ekonomi, dan perubahan pada kerangka kelembagaan dalamkehidupan masayarakat secara menyeluruh.Pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh paling sedikit tiga hal, yaitu: (1) investasi,(2) pengeluaran pemerintah,dan (3) perkembangan ekspor-impor. Investasi merupakan salah satu bagian penting di dalam pembangunan ekonomi, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya investasi tidak hanya meningkatkanpermintaanagregat seperti dalammodel makroekonomi Keynes, tetapi juga meningkatkan penawaran agregat melalui pengaruhnya terhadap kapasitas produksi. Dalam perspektif jangka panjang, investasi meningkatkan stok kapital, dan setiap penambahan stok kapital akan meningkatkan pula kemampuan untuk menghasilkan output, yang berarti pula meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salahsatu model makroekonomi yang memberikan perhatian pada perananinvestasi adalahModel Horrad-Domar. Model ini berpendapat bahwa peningkatan investasi tidak hanya meningkatkan permintaan agregat dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan penawaran agregat dalam jangka panjang.Selain investasi, pengeluaran pemerintah (goverment expenditure) juga merupakansalah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikianjuga denganekspor. Balassa (1980) menyatakan bahwa 43negara sedang berkembang yang melakukan penggalakan ekspor menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.Menurut Azis (1994) ada dua kerangka konseptual pembangunan ekonomi regional.Pertama, Konsep Basis Ekonomi. Konsep ini beranggapan bahwa permintaan terhadap input hanya dapat meningkat melalui perluasan permintaan terhadap output yang diproduksi oleh sektor basis (ekspor) dan sektor non-basis (lokal). Permintaanterhadapproduksi sektor non-basishanyadapat meningkat apabilapendapatanlokal meningkat. Namun, peningkatanpendapatanlokal ini hanya terjadi apabila sektor basis (ekspor) meningkat. Dengan demikian, menurut Teori Basis, eksporregional (daerah) merupakanpenentudalampembangunan ekonomi regional.Kedua, Konsep Tingkat Pengembalian Hasil (rate of return). Konsepini beranggapanbahwaperbedaantingkat pengembalianhasil (rateofreturn) lebih disebabkan oleh perbedaan lingkungan atau prasarana daripada ketidakseimbangan rasio modaltenagakerja (capital-labor ratio). Dalam kerangkapikirini, keterbelakangan suatu daerah bukan karena tidakberuntung ataukegagalanpasar, tetapi karenaproduktifitasnya rendah. Olehkarenaitu, investasi dalam prasarana adalah penting sebagai sarana pembangunan daerah.Ekspor dalam pengertian ekonomi regional adalah menjual produk ke luar regionbaik keregionlaindalam negeri maupun luar negeri.Tenagakerja yang berdomisili di suatu region, tetapi bekerja dan memperoleh uang dari region lain termasuk dalam pengertian ekspor. Pada dasarnya semua kegiatan yang 70mendatangkanuangdariluar region adalah kegiatan basis. Lapangan kerja dan pendapatandi sektor basis adalahfungsi permintaanyangbersifat eksogenus. Sektor non-basisadalahsemuakegiatanlainyangbukankegiatanbasis, yang diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi lokal. Dengan demikian permintaan sektor non-basis sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat setempat. Berarti sektor ini terikat terhadap kondisi ekonomi setempat dan tidak bisa berkembangmelebihi pertumbuhanalamiahregion(tidakbebastumbuh). Oleh karena itu, menurut teori basis, ekspor daerah merupakan penentu dalam pembangunanekonomi. Pemikiranini menimbulkanpendapat bahwamasalah daerah tak lain dan tak bukan adalah masalah neraca pembayaran (Azis, 1994).Studi inicenderung berpijak pada kerangka teori basis dengan alasan : (1) yang dikaji dalam studi ini adalah pertumbuhan ekonomi regional dan distribusi pendapatan interregional, (2) pertumbuhan produksi per kapita suatu region tidak hanya ditentukan oleh lokasi penduduk dan aktivitas di daerah yang bersangkutan, tetapi jugaolehdaerahlain, dan(3) ekspor sebagai sektor basisyangbersifat eksogenusmampumeningkatkan perekonomianregionalmelebihi pertumbuhan alamiah regional.Pertumbuhan ekonomi regionaldapat diukur dari peningkatan output regional, baik sektoral maupun agregat. Sementara itu, pertumbuhan output suatu regiontidakhanyaditentukanolehsejumlahfaktoryangadadi dalamregion tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan region lain, terutama region tetangga.Di sisi lain,aktivitas produksi memerlukan input primer dan berbagai inputantara, baikyangberasal dariwilayahsendiri maupundari wilayahlain. Kompensasi atas penggunaan input primer merupakan pendapatan bagi 71rumahtangga, perusahaan, dan pemerintah sebagai pemilik input primer tersebut. Dalam kaitan ini muncul persoalan yang berkaitan dengan distribusi pendapatan antaraberbagai pemilikinput primer, baikintraregionmaupuninterregional. Penggunaaninput antaramencerminkan adanya keterkaitan antara berbagai aktivitas produksi baikintra region maupun interregional. Dengan demikian, kajian yang berkaitan dengan permasalahan pertumbuhan dan distribusi pendapatan memerlukan suatu model simultan yang mampu memotret keseluruhan interaksi berbagai elemen sebagaimana diuraikan di atas.ModelInterregional Social Accounting Matrix(IRSAM)merupakan suatu model sederhana, namunmampumemotret seluruhneracaekonomi baikyang endogen maupun eksogen, baik yang intra region maupun interregional. Selain itu model ini juga dapat: (1) menjelaskan keterkaitan antara aktivitas produksi, distribusi pendapatan, konsumsi barangdanjasa, tabungandaninvestasi, serta perdagangan luar negeri, (2) memberikan suatu kerangka kerja yang bisa menyatukan dan menyajikan seluruh data perekonomian regional, (3) dapat dihitungmultiplierperekonomianregiondanmenjelaskanpengaruhdari suatu perubahan terhadap produksi, distribusi pendapatan dan permintaan, dan pengaruh interregional, dan (4) menjelaskan struktur ekonomi intra region dan interregional, struktur pendapatan dan pengeluaran rumahtangga intra region dan interregional.3.2. Kerangka Social Accounting Matrix Secara garis besar, modelSocial AccountingMatrix(SAM) dibagi atas empat neraca, yaitu: (1)neracafaktorproduksi, (2)neracainstitusi, (3)neraca sektor produksi, dan (4) Rest of The World. Neraca (1), (2), dan (3) adalah neraca endogen, yang secara diagramatik disusun dalam bentuk segi tiga pada Gambar 1 72dan 2, sedangkan neraca (4) adalah neraca eksogen, berada pada lingkaran luar, memagari ketiganeraca endogen. Garis panah pada Gambar segi tiga tersebut melambangkan arus uang yang mengalir dari neraca sektor (aktivitas) produksi ke neracafaktorproduksi, kemudiankeneracainstitusidan selanjutnya keneraca sektor produksi. Panah dari neraca sektor produksi (3) ke neraca faktor produksi (1) menyatakan bahwa kenaikan permintaan output oleh blok neraca eksogen (4) akanmengakibatkankenaikan permintaan input dan sebagai imbalan atas input faktor tersebut mengalirlah uang dari blok neraca sektor produksi ke blok neraca faktor produksi. Selanjutnya bahwa sesungguhnya pemilik faktor-faktor produksi (1) tersebut adalah rumahtangga, perusahaan, dan pemerintah (2). Dengan demikian, meningkatnya permintaan input akan meningkatkan pendapatan institusisesuai dengan besarnya input yang diserahkannya.Pendapatan institusi dapat digunakanuntukmembeli barangdanjasa. Ini dilambangkanolehgaris panah dari blok neraca institusi (2) ke blok neraca sektor produksi (3).Secaramatematis, empat neracatersebut disusundalambentukmatriks, yangterdiri atasbarisdankolom. Neracabarismenunjukkanpenerimaandan neraca kolom menggambarkan pengeluaran. Setiap sel (perpotongan antara baris dan kolom) menggambarkan interaksi antara neraca. Makna dari setiap sel seperti yang terdapat di dalam Tabel 2.Dari Tabel 2 nampak bahwa SAM dapat menggambarkan keterkaitan antar sektor, distribusi pendapatan (faktorial distribution dan income distribution), dan pengaruh darikonsumsi, investasi, serta ekspor-impor terhadap pendapatan regional dan kesempatan kerja.73Dalam perjalanan waktu, Thorbecke (2001) mengembangkan neraca-neraca dalamSAMSederhanamenjadi enamtipeneraca, yakni: (1) neracaaktivitas produksi, (2)neracakomoditas,(3) neraca faktor produksi, (4) neraca institusi, (5) neraca modal (kapital), dan (6) neraca Rest of The World.Neraca aktivitas produksi merupakan neraca yang berkaitan dengan transaksi pembelian raw material,intermediate goods,dan sewa faktor produksi untukmenghasilkanbarangdanjasa(komoditas). Padabaris neracaaktivitas (penerimaanaktivitas)meliputi hasil penjualankomoditaspadapasardomestik danpasarluarnegeri, sertapenerimaansubsidi ekspordaripemerintah.Kolom neraca aktivitas (pengeluaran aktivitas) meliputi pengeluaran untuk impor, biaya-biaya dari jasa perdagangan, dan pembayaran pajak tidak langsung.Neracainstitusi olehThorbecke(2001)dipecahlagi menjadi tiganeraca, yaitu: (1) rumahtangga, (2) perusahaan, dan (3) pemerintah. Baris neraca rumahtangga meliputi penerimaan atas kompensasitenagakerja, keuntungan atas modal, transfer antara rumahtangga, penerimaan transfer dari perusahaan (berupa asuransi), transfer dari pemerintah, dantransfer luar negeri. Sedangkankolom neraca rumahtangga meliputipengeluarankonsumsi, transfer antar rumahtangga, transfer kepada perusahaan, pembayaran pajak langsung, dan tabungan pada neraca modal. Selanjutnya, baris neraca perusahaan (penerimaan perusahaan) meliputilaba yangditahan, transfer dari rumahtangga,dan transfer pemerintah. Sedangkan kolom neraca perusahaan (pengeluaran perusahaan) meliputi transfer kepadarumahtangga, pembayaranpajak, dantabunganperusahaanpadaneraca kapital. Barisneraca pemerintah meliputi semua penerimaan pajak, yakni pajak nilai tambah, pajaktidaklangsung,pajak pendapatan, pajak langsung, dan pajak74Tabel 2. Struktur Sederhana Social Accounting Matrix PengeluaranPenerimaanFaktor ProduksiInstitusiSektor ProduksiNeraca EksogenTotal1 2 3 4 5Faktor Produksi1T110T120T13Alokasi nilaitambah kefaktor produksiX14Pendapatan faktor produksi dari luar negeriY1Distribusi pendapatan faktorialInstitusi 2T21Alokasi pendapatan faktor keinstitusiT22Transfer antar institusiT230X24Transferdari luar negeriY2Distribusi pendapatan institusionalSektor Produksi 3T310T32Permintaan domestikT33Permintaan antaraX34Ekspor daninvestasiY3Total outoutmenurut sektor produksiNeraca Eksogen 4X41Alokasi pendapatan faktor ke luar negeriX42TabunganX43Impor dan pajak tidak langsungX44Transfer lainnyaY4Total penerimaan neraca lainnyaTotal 5Y1Jumlah pengeluaran Faktor ProduksiY2Jumlah Pengeluaran InstitusiY3Total InputY4Jumlah pengeluaran lainnyaSumber: Thoebecke (1988)keuntungan dari perusahaan. Sedangkan kolomneraca pemerintah meliputi pengeluaran subsidi ekspor, belanja barang dan jasa, transfer kepada rumahtangga danperusahaan, sertatabungan pemerintah.Sisi penerimaan dari neraca kapital meliputi tabungan rumahtangga, tabungan perusahaan, dan tabungan pemerintah, sedangkan sisi pengeluarannya meliputi pembagian keuntungan kepada rumahtangga dan pembayaran pajak kepada pemerintah.Dari struktur sederhana SAM Tabel 2 di atas dapat dirumuskan persamaan matriks pendapatan dan pengeluaran neraca endogen secara agregat sebagai berikut:Y = T + X ..............................................(3.1)75Distribusi pendapatan neraca endogen dan neraca eksogen dapat dirumuskan sebagai berikut:Y1 = T13 + X14(3.2)Y2 = T21 + T22 + X24. (3.3)Y3 = T32 + T33 + X34 (3.4)Y4 = X41 + X42 + X43 + X44.......... (3.5)Persamaan (3.2) menunjukkan distribusi pendapatan faktorial. Sedangkan persamaan (3.3) menunjukkan distribusi pendapatan institusional, persamaan (3.4) menunjukkan total output menurut faktor produksi, dan persamaan (3.5) menunjukan total pendapatan lainnya (eksogen).Sedangkan distribusi pengeluaran neraca endogen dan neraca eksogen dirumuskan sebagai berikut:Y1 = T21 + X41.............................(3.6)Y2 = T22 + T32 + X42.................................................................... (3.7)Y3 = T13 + T23 + T33 + X43..... (3.8)Y4 = X14 + X24 + X34 + X44 (3.9)Persamaan (3.6) menunjukkan total pengeluaran faktor-faktor produksi (faktorial). Sedangkan persamaan (3.7) menunjukkan total pengeluaran institusional,persamaan (3.8) menunjukkan total pembelanjaan input oleh sektor-sektor produksi; dan persamaan (3.9) menunjukan total pengeluaran lainnya (eksogen).Sebenarnya model SAMmerupakanperluasandari model Input-Output. Namundemikianmodel ini memiliki sejumlah keterbatasan yang melekat pada asumsi-asumsi dari model. Adapunasumsi-asumsi yangdigunakanadalah: (1) seluruh produk yang dihasilkan oleh setiap sektor habis dikonsumsi pada periode 76tertentu, (2)hubunganinput-output dalam kegiatan produksi bersifat linier atau constant returntoscale, (3) tidakadasubstitusi antarafaktor produksi yang digunakan, (4)suatukelompok produk tidak dihasilkan bersama-sama oleh dua perusahaan atau lebih, (5) harga konstan, (6) tidak ada eksternalitas negatif, dan (7) perekonomian dalam keadaan keseimbangan.SekalipunSAMmemiliki sejumlahketerbatasan, namunmodel ini telah digunakan secara luas, yang antara lain oleh Nokkala (2000) dalam penelitiannya yang berkaitan dengan kebijakan investasi sektor pertanian di Zambia, Iqbal dan Siddiqui (2000) untuk menganalisis dampak penyesuaian struktural terhadap ketidakmerataan pendapatan (income inequity) di Pakistan;Wagner (1998) untuk menganalisis dampakecotourismterhadap perekonomian region APA de Guarquechaba, Brazil; dan Bautista (2000) untuk menganalisis dampak pembangunan sektor pertanian terhadap perekonomian region Viet Nam. Argumentasi umum yang dikemukakan dalam menggunakan model SAM adalah bahwa model ini dapat memotret keterkaitan aktivitas perekonomian pada suatu region atau interregional dengan disagregasi yang luas sehingga dapat diperoleh objekyangberagam. Wagner (1998) mengemukakan tiga alasanmengapa ia memakai model SAM, yaitu: (1) model SAMdapat menjelaskan keterkaitan antara aktivitas produksi, distribusi pendapatan, konsumsi barang dan jasa, tabungan dan investasi, serta perdagangan luar negeri, (2) SAM dapat memberikan suatu kerangka kerja yang bisa menyatukan dan menyajikan seluruh data perekonomian region, dan (3) dengan SAMdapat dihitungmultiplier perekonomianregionyangbergunauntukmengukur dampakdariecotourism terhadapproduksi, distribusi pendapatan dan permintaan,yang menggambarkan struktur perekonomian.77Gambar 1. Kerangka SAM-InterregionalKeterangan : = transaksi intra region,= transaksi interregionalSumber : Hadi (2001) dan Achjar et a...</p>

Recommended

View more >